The Love For Happy Together Special

29 Sep

Setelah So Eun dan Kim Bum resmi jadi suami istri. Mereka langsung menuju ke gedung resepsi pernikahannya. So Eun berada di ruang ganti pakaian. Dia masih tetap tidak percaya bahwa Kim Bum telah sah jadi suaminya. So Eun jadi senyum-senyum sendiri sampai dia salah memakaikan gaunnya.
”Aduh! Kenapa sih diriku ini? Jangan terlalu gembira. Huft… Tenang, tenang” So Eun mengambil napas untuk menenangkan dirinya.
Sebuah televisi yang ada didepannya sedang menampilkan acara gosip. So Eun terkejut melihat seseorang yang dikenalnya, yang selalu menemani kesedihannya tampil di TV.

”Artis ternama, Kim Hyun Joong sedang melakukan pemotretan bersama model cantik, Yoon Eun Hye. Terdengar kabar bahwa mereka sedang menjalin hubungan. Namun begitu kita bertanya kepada mereka. Mereka malah membantah tentang hubungan mereka. Apakah kalian benar-benar jujur?”tanya MC yang membawa acara itu. Eun Hye dan Hyun Joong hanya tertawa.
”Tentu saja. Hubungan kami sangat dekat. Kami hanya berteman baik.”jawab Eun Hye.
”Benar. Aku sangat mengaguminya.”lanjut Hyun Joong dalam wawancaranya.
So Eun hanya terdiam melihat acara itu.
”Kim Hyun Joong.”
”Nona. Pesta akan telah dimulai.”teriak pelayan wanita.
”Oh. Baiklah.”

Suasana pesta resepsi pernikahan begitu meriah. Diiringi alunan musik yang lembut.

So Eun pun memasuki ruang pesta itu. Dia melihat suaminya sedang berbincang kepada tamu. Kim Bum yang menyadari kehadiran istrinya langsung menoleh, memandangnya dengan terpesona. Mereka pun saling tersenyum.

So Eun pun mendekati Kim Bum.
”Kau sangat cantik.”puji Kim Bum. So Eun hanya tersenyum. Lalu dia melihat Hye Sun dan Min Ho sedang duduk.
”Kim Bum. Aku kesana dulu ya.”ujar So Eun meminta izin sang suami sambil menunjuk Hye Sun dan Min Ho.
”Baiklah. Aku juga masih berbincang kepada mereka.”
So Eun pun berjalan mendekati mereka. Terlihat pasangan itu sedang tertawa.

”Kak Hye Sun. Kak Min Ho.”panggil So Eun. Hye Sun dan Min Ho langsung berdiri.
”So Eun! Selamat ya atas pernikahanmu.”ucap Hye Sun sambil memeluk So Eun.
”Terima kasih, Kak Hye Sun. Kapan kalian datang kesini?”
”Ah. So Eun, kami dari tadi sudah datang kesini. Kau saja yang lama keluarnya.”celetuk Min Ho diikuti anggukan sang istrinya, Hye Sun. So Eun hanya tertawa malu.
”Oh iya, mana Kim Bum?”tanya Min Ho. So Eun pun mencari sekeliling.
”Ah. Dia ada disana.”jawab So Eun sambil menunjuk Kim Bum yang masih asyik berbincang kepada para tamu.
”Kami kesana dulu ya.”
So Eun mengangguk. Mereka pun langsung menuju ke arah Kim Bum. Saat So Eun berbalik tiba-tiba ada suara memanggilnya.
”Kim So Eun!” So Eun pun berbalik kembali dan terkejut melihatnya.
”Lee Min Jung!”
Min Jung berlari ke arah So Eun. Dan langsung memeluknya.
”So Eun. Kau dari mana saja sih? Tiba-tiba kau menghilang begitu saja. Aku merindukanmu, So Eun.” Min Jung mengoceh. So Eun hanya tersenyum mendengarnya.
”Maafkan aku, Min Jung. Banyak masalah sulit yang terjadi. Maaf ya, aku sudah meninggalkanmu.”ucap So Eun menyesal.

Min Jung hanya tersenyum memakluminya.
”Aku mengerti. Kau tahu? Waktu itu aku dan Kim Joon sedang berlibur di Thailand. Begitu mendengar Kim Bum akan menikah dengan seorang wanita. Aku pikir siapa. Tidak tahunya wanita itu adalah kau. Langsung saja aku minta Kim Joon untuk cepat pulang ke Korea.”ceritanya. So Eun tertawa.
”Maaf, jadi merepotkanmu.”
”Tidak apa-apa, So Eun. Lagi pula aku memang kangen denganmu. Sudah lama kita tidak bertemu. So Eun, kau sudah tahu tentang Ji Yun?”tanya Min Jung. So Eun terdiam.
“Aku sudah tahu. Aku tidak menyangka kalau mereka tidak jadi menikah. Ternyata Ji Yun sendiri yang menghancurkan pernikahannya sendiri.”
Min Jung mengangguk mendengar perkataan So Eun.
”Oh iya, Min Jung. Kau tahu dimana Ji Yun? Tadi aku sudah tanya Kim Bum. Dia bilang dia tidak tahu dimana Ji Yun. Sejak dia meninggalkan pernikahannya, Ji Yun langsung pergi tanpa pamit.”
”Aku tidak tahu, So Eun. Semoga saja dia baik-baik saja.”harap Min Jung. So Eun pun terdiam kembali, hanya mengangguk setuju dengan harapan Min Jung.
”So Eun. Aku ada kabar gembira.”kata Min Jung dengan suara pelannya.

”Apa itu?”tanya So Eun penasaran. Min Jung pun berbisik ke telinga So Eun.
”Aku sedang hamil 3 bulan.”ucapnya.
”Apa?!” So Eun terkejut mendengar kabar gembira Min Jung.
”Benarkah?”tanya So Eun lagi. Min Jung mengangguk semangat.
”Padahal kami baru saja menikah 8 bulan yang lalu. Tidak disangka ternyata aku bisa hamil. Aku mengandung anak Kim Joon, So Eun!”ujar Min Jung gembira.
”Selamat ya, Min Jung!” So Eun pun memeluknya.
”Terima kasih, So Eun. Oh iya, So Eun. Kau juga harus cepat punya anak.”ujar Min Jung. So Eun terdiam sambil tersenyum. Rupanya Min Jung belum mengetahui kalau So Eun dan Kim Bum sudah mempunyai anak.
”Ibu!”teriak Sang Bum berlari memeluk So Eun. Min Jung yang mendengar teriakannya jadi terkejut.
”Ibu?”tanya Min Jung kepada So Eun sambil memandang Sang Bum. So Eun yang masih berlutut memeluk Sang Bum langsung berdiri.
”Min Jung, sebenarnya… Dia anak kami.”
”Hah? Anak kami? Maksudmu, anakmu dengan Kim Bum?” Min Jung terkejut. So Eun mengangguk.
”Dilihat dari umurnya, sepertinya 5 tahun ya? Lalu bagaimana kalian bisa punya anak sebelum menikah?”tanya Min Jung bertubi-tubi tidak percaya. So Eun hanya terdiam.
”Ah… aku tahu. Aku mengerti. Tidak kusangka Kim Bum benar-benar keterlaluan! Jadi ini alasanmu pergi dan keluar dari universitas Shinhwa.” Min Jung jadi emosi.
”Maaf, Min Jung. Bukan maksudku untuk merahasiakan ini kepadamu.”ucap So Eun jadi merasa bersalah.
”Iya-ya. Tidak apa-apa. Aku sudah memaafkanmu. Tapi tidak dengan Kim Bum.” Min Jung memandang Kim Bum dengan kesal.
”Min Jung.”
”Ah, sudah lupakan sajalah! Yang penting, kau sudah mendapatkan cinta pertamamu. Bahkan sampai menjadi suamimu.”
So Eun tersenyum lega. Min Jung pun tetap mendukungnya. Min Jung berlutut menghadap Sang Bum.
”Siapa namamu?”tanya Min Jung.
”Namaku Kim Sang Bum. Panggil saja aku Sang Bum”
”Hah? So Eun, bagaimana kau bisa memberi nama lengkap anakmu yang sama dengan nama lengkap ayahnya?” Min Jung jadi heran lagi. So Eun hanya tersenyum. Min Jung kembali berdiri.
”So Eun. Aku tidak mau tahu. Nanti kau harus menceritakan semua ini kepadaku. SEMUANYA! Mengerti?” So Eun hanya mengangguk sambil menahan tawanya.
Min Jung menunduk.
”Sang Bum, boleh aku bermain denganmu?”tanya Min Jung. Sang Bum mengangguk semangat sambil memegang tangan Min Jung.
”Ayo Tante!” Sang Bum menarik Min Jung untuk mengikutinya. So Eun hanya bisa tersenyum melihatnya. Lalu dia berbalik menemui tamu lainnya.

Kim Joon menghampiri Kim Bum yang sedang duduk karena lelah.

”Halo, Kim Bum!”sapa Kim Joon. Kim Bum jadi terkejut melihat kedatangannya.
”Kim Joon.”
Kim Joon pun duduk disampingnya sambil melepaskan jasnya.

”Kenapa cuaca disini sangat panas ya?”
”Hah? Apa maksudmu? Disini sangat dingin.”
”Entahlah. Sepertinya gara-gara pengaruh cuaca di Thailand yang begitu panas.”
”Oh iya, kenapa kau sudah pulang? Bukannya kalian sedang berlibur disana?”tanya Kim Bum.
”Istriku, Min Jung. Dia jadi heboh mendengarmu akan menikah. Dan jadi heboh lagi mengetahui So Eun yang akan kau nikahi. Otomatis dia langsung minta pulang ke Korea.”

Kim Bum hanya tertawa mendengar cerita Kim Joon.
”Oh iya, jadi ini rupanya kau tidak mau menikah selama 5 tahun setelah Ji Yun mengkhianatimu?”
Kim Bum terdiam.
”Kau mencintainya?”
“Tentu saja. Aku sangat mencintainya. Aku tidak mau kehilangan dia lagi.”
”Baguslah. Aku harap kau jangan mempermainkan dia kalau kau masih mencintai Ji Yun.”
”Tentu saja tidak, aku benar-benar mencintainya.” Kim Joon hanya mengangguk percaya dengan Kim Bum. Lalu dia melihat Min Jung sedang bermain dengan Sang Bum.
”Kim Bum. Lihat itu, anak itu lucu sekali ya? Aku jadi ingin punya anak seperti dia. Anak siapa ya? Kau tahu?”tanya Kim Joon sambil menunjuk Sang Bum. Kim Bum pun mesem-mesem mendengarnya. Kim Joon yang tidak tahu itu hanya mengernyitkan keningnya.
”Kim Bum. Kenapa kau?”
”Dia… anakku dan So Eun.”
”Apa?!” Kim Joon terkejut mendengarnya.
”Bagaimana bisa kau… Apa kau menghamilinya sebelum dia hilang?”
Kim Bum terdiam.
”Banyak kejadian yang tidak terduga. Semua ini karena kesalahanku. Karenaku, dia jadi menderita. Aku sungguh beruntung bisa menikahinya.”
Kim Joon menepuk bahu Kim Bum.
”Aku mengerti.”

Tiba-tiba Min Jung datang ke arah Kim Joon dan Kim Bum.
”Kim Joon. Setelah melihat anak itu. Aku harap anak kita bisa seperti dia. Uhm… 6 bulan lagi akan melahirkannya. Terlalu lama.”keluh Min Jung sambil mengelus perutnya.
”Tunggu. Apa maksudmu 6 bulan? Kau… kau hamil?”tanya Kim Joon. Min Jung mengangguk.
”Benarkah? Kim Bum! Aku akan segera menjadi ayah! Aku akan jadi Ayah!”teriak Kim Joon. Min Jung langsung menutup mulut Kim Joon.
”Sayang, jangan teriak-teriak. Nanti mengganggu tamu.”
Kim Joon tidak mendengarnya. Dia malah memeluk Min Jung dengan erat. Kim Bum hanya tersenyum menyaksikannya sambil melihat Sang Bum yang sedang bermain bersama Kakeknya.

So Eun jadi sedikit lelah melayani para tamu. Saat dia berbalik, langkahnya berhenti. Dia melihat sosok yang berjas hitam sedang berdiri memandangnya sambil tersenyum.

So Eun pun ikut tersenyum. Hyun Joong berjalan mendekatinya.
”Kim Hyun Joong.”sapa So Eun. Hyun Joong mengulurkan tangannya, So Eun pun menyambutnya. Mereka berjabat tangan.
”Kim So Eun. Selamat atas pernikahanmu.”ucap Hyun Joong. So Eun pun tersenyum menunduk.
”Terima kasih.”
”Aku senang melihatmu bahagia. Untunglah, aku bertemu denganmu lagi tidak dalam keadaan kau sedang menangis gara-gara dia.”
So Eun tertawa mendengar perkataan Hyun Joong.
”Terima kasih, Hyun Joong. Kau sudah mau menemani kesedihanku dulu.”
Mereka pun kembali terdiam sambil tersenyum. Suasana jadi canggung. Lalu Sang Bum berlari memeluk So Eun.
”Ibu.”panggil Sang Bum. Hyun Joong terkejut melihatnya.
”So Eun, dia anakmu?”tebak Hyun Joong. So Eun yang tahu Hyun Joong bisa membaca pikirannya, mengangguk tersenyum.
”Oh. Jadi ini rupanya kau meninggalkan Kim Bum dan maksud kata-katamu dulu.”ujar Hyun Joong. So Eun hanya tersenyum.
”Tapi syukurlah kau baik-baik saja. Aku begitu mengkhawatirkan keadaanmu yang tiba-tiba pergi tanpa pamit.”
”Maaf, Hyun Joong.”

Seorang wanita cantik sedang kebingungan mencari seseorang.

Lalu dia menemukannya, ”Hyun Joong!” teriaknya sambil berjalan menuju ke arah Hyun Joong.
”Eun Hye. Kenapa kau lama sekali kesininya?”keluh Hyun Joong. So Eun mengernyitkan keningnya. Rasanya dia pernah melihat wanita itu. Tiba-tiba dia jadi ingat di TV yang menyiarkan kegosipan mereka. So Eun hanya tersenyum melihat Eun Hye sedang menjelaskan kepada Hyun Joong.
”Rupanya hak sepatuku patah. Untunglah aku bawa penggantinya.”
”Baguslah.”singkat Hyun Joong. Eun Hye jadi kesal dengan kecuekan Hyun Joong. Kemudian dia melihat So Eun.
”Kau… Pasti Kim So Eun, kan?”tebak Eun Hye. So Eun mengangguk.
”Wah… tidak kusangka ternyata kau begitu cantik sekali. Suamimu pasti beruntung sekali mendapatkanmu. Kau tahu, Aku penggemar beratmu. Hyun Joong sering menceritakan tentang dirimu. Aku jadi terinspirasi denganmu.”kata Eun Hye. So Eun hanya tersenyum bingung.
”Terima kasih.”
”So Eun, kalau kami menikah nanti. Kau harus jadi pendampingku ya?”
”Hah? Menikah?” So Eun terkejut mendengarnya. So Eun melirik Hyun Joong. Hyun Joong tidak berkomentar, dia hanya mengalihkan pandangannya.
”Iya. Kami sudah tunangan. Nih cincinnya.” Eun Hye menunjukkan cincinnya. So Eun melongo melihatnya.
”Uhm… tapi aku lihat di TV, kalian bilang tidak berpacaran?”tanya So Eun bingung. Eun Hye tertawa cekikikan.
”Itu bohong. Kami sengaja menyembunyikannya agar jadi kejutan.”
”Hah?”
”Sudahlah, Eun Hye!” Hyun Joong merangkul leher Eun Hye lalu menariknya menjauhi So Eun menuju ke tempat sajian makanan.
”Eh-eh, Hyun Joong. Jangan tarik leherku!”
So Eun yang sempat melihat wajah Hyun Joong yang memerah hanya tersenyum.
”Syukurlah kalau dia sudah menemukan wanita yang mencintainya dengan tulus. Apa lagi dengan sifatnya yang begitu beda dengan Hyun Joong. Sangat cocok.”gumam So Eun sambil menuju ke arah suaminya yang mulai berkumpul bersama pasangan Min Ho, pasangan Kim Joon, lalu disusulnya pasangan Hyun Joong.

*****

6 bulan kemudian…..
Keluarga Kim Bum pun berlibur di London. So Eun sedang berjalan sendirian. Dia sedang menuju ke tempat taman kota yang sudah dijanjikan akan bertemu dengan Kim Bum. Tidak sengaja, dia menabrak seorang wanita.
”Ah. I’m sorry.”ucapnya sambil menunduk. So Eun tertegun melihat wanita yang ditabraknya. Wanita itu pun juga terkejut melihat So Eun.
“Gook Ji Yun.”panggilnya.
Ji Yun hanya tersenyum sambil memegang kepalanya.

”Halo, Kim So Eun.”sapa Ji Yun dengan ramah.

So Eun dan Ji Yun duduk dibangku taman. Ternyata mereka juga sedang bertemu seseorang ditaman kota.
”Bagaimana kabarmu, Ji Yun?”tanya So Eun.
”Aku baik-baik saja. Aku dengar kau menikah dengan Kim Bum. Selamat atas penikahanmu.”ucap Ji Yun.
”Terima kasih.”
Mereka kembali terdiam. Suasananya jadi canggung.
”So Eun, maafkan aku.”
So Eun menengoknya, ”Apa?”
”Kau benar. Aku tidak mungkin bisa mencintai kedua pria sekaligus. Mungkin aku terlalu egois untuk mendapatkannya, tidak ingin kau merebutnya dariku walaupun aku sudah kembali dengan Geun Suk.”
So Eun terdiam menunduk. Membiarkan Ji Yun terus berbicara.
”Ketika aku mengandung anak Geun Suk sebelum pernikahan. Aku takut dia akan membenciku, membatalkan pernikahan kami. Tetapi semua itu sudah terlambat. Kim Bum berubah kepadaku. Dia meninggalkanku. Aku terus berharap dia akan menerimaku kembali. Namun dia tetap menolakku. Karena putus asa, akhirnya aku pun pergi tanpa pamit kepadanya. Selama perjalanan, aku bertemu Geun Suk. Aku ingin sekali membencinya, hanya mencintai Kim Bum seorang. Namun saat aku melihat tatapannya. Kau tahu apa yang dikatakan Geun Suk kepadaku?”
So Eun pun memandang Ji Yun dengan serius.
”Dia bilang mencintaiku, dia akan bertanggung jawab atas kehamilanku. Awalnya aku menolaknya, karena aku sudah memutuskan hanya mencintai Kim Bum. Namun dia terus mendesakku, memintaku untuk percaya dengannya. Bahwa dia menyesal telah menghamiliku sebelum kami menikah. Dan dia akan bertanggung jawab. Dia terus bilang mencintaiku walaupun aku akan terus membencinya. Aku pun mempertimbangkannya, Kim Bum sudah tidak mencintaiku lagi. Aku juga masih mencintai Geun Suk. Jadi kuputuskan untuk menerimanya. Lagi pula dari dulu aku memang selalu mencintai Geun Suk. Walau sulit untuk melupakan Kim Bum.”
”Ji Yun.” So Eun jadi prihatin dengannya.
”Mendengar Kim Bum akan menikah denganmu. Aku sudah menduga ini akan terjadi. Kau yang selalu setia menemaninya. Kau yang selalu mencintainya. Kau yang tegar menghadapi Kim Bum yang sudah bertunangan denganku.”
”Ji Yun.” air mata So Eun pun menetas mendengar kata-katanya.
”So Eun. Waktu itu, aku minta maaf telah menyakitimu. Merebut Kim Bum darimu. Padahal kau adalah sahabat karibku. Namun aku malah mengkhianatimu. Semula aku tidak menduganya, aku tidak bermaksud menyakitimu. Sungguh. Karena aku pikir rasa cintamu kepadanya sudah hilang. Tapi rupanya kau…. Maafkan aku, So Eun.”ucap Ji Yun sesal sambil menangis. So Eun pun memeluk Ji Yun.
”Aku sudah memaafkanmu, Ji Yun. Walau bagaimana pun, kau tetap sahabatku yang paling baik. Bukankah dulu, waktu kita SMA, kau yang selalu mendukungku untuk mendapatkan cinta Kim Bum.”
Mereka pun menangis bersamaan dalam berpelukan. Menangisi masa lalu yang penuh penyesalan.

Seorang anak perempuan berlari. Dia senang menemukan Ibunya yang menjemputnya.
”Ibu!”teriak anak perempuan itu sambil memeluk Ibunya, Gook Ji Yun.
”Oh.. Jang Yun Mi! Kau sudah selesai belajarnya?”ujar Ji Yun membalas pelukan anaknya. So Eun hanya terdiam melihatnya.
”Ji Yun, ini anakmu?” Ji Yun mengangguk.
”Iya, kenalkan anakku. Namanya Jang Yun Mi.”
”Bagus sekali namanya. Sangat lucu. Oh iya, anakku juga akan segera kesini bersama Kim Bum.”
”Anakmu?”
So Eun mengangguk.
”Oh iya? Berapa usianya? Dia pasti sangat lucu sekali.”
”Umurnya 6 tahun. Sebaya dengan anakmu.”
Ji Yun mengernyitkan keningnya.
”6 tahun? Bukankah kalian baru menikah beberapa bulan yang lalu?”
So Eun kembali terdiam. Tidak lama, dia pun menjawabnya.
”Ceritanya sangat panjang, Ji Yun. Kim Bum melakukan kesalahan denganku ketika dia mengetahui kau telah kembali dengan Geun Suk. Dia begitu emosi, syok. Setelah itu, dia pun bermabukkan. Aku bermaksud menolongnya, namun rupanya pengaruh mabuknya begitu kuat. Dia mengira aku Ji Yun, tiba-tiba dia melakukan kesalahan yang fatal terhadapku. Walaupun aku masih mencintainya, tapi aku tidak mau diperlakukan begitu olehnya. Namun semua itu sudah terlambat.”
”So Eun. Kau….” Ji Yun terkejut mendengarnya. Tidak menyangka, So Eun bernasib sama dengannya. Hanya saja, Ji Yun melakukannya karena dia mencintai Geun Suk walaupun merasa bersalah dengan Kim Bum. Mereka pun kembali berpelukan dalam kesedihannya. Yun Mi hanya terdiam bingung melihatnya.
”So Eun. Kau sudah begitu banyak menderita karenaku. Tidak kusangka kau lebih menderita lagi karenanya. Maafkan aku!”ucap Ji Yun lagi.
”Sudahlah, Ji Yun. Kita lupakan saja semua masa lalu kita. Aku senang bertemu denganmu lagi. Aku senang kau baik-baik saja.”
”Aku juga, So Eun. Aku senang melihatmu bahagia. Aku bangga denganmu, kau berhasil mendapatkan cinta Kim Bum.”
Tidak lama, mereka pun tertawa.

Dua mobil sedan mewah berhenti di depan taman kota dengan saling berhadapan. Mobil satunya, keluar Sang Bum dan berlari menuju ke arah So Eun. Kim Bum dan Geun Suk pun keluar dari mobil mereka dan terkejut melihatnya. Kim Bum dan Geun Suk jadi canggung saat mereka bertemu dengan berhadapan.
Ji Yun dan So Eun hanya tersenyum. Dengan kompaknya, mereka pun berdiri sambil menggandeng anak mereka lalu memeluk lengan suami mereka masing-masing. Kim Bum terkejut melihat Ji Yun, mantan calon istrinya setelah sekian lama Ji Yun pergi.
”Apa kabar, Geun Suk?”sapa So Eun. Dengan canggungnya, Geun Suk pun mengangguk.
”Aku baik-baik saja.”
”Kim Bum, apa kabar?”giliran Ji Yun menyapa Kim Bum. Seperti Geun Suk, dia mengangguk dengan canggungnya.
”Aku baik-baik saja. Lalu bagaimana denganmu?”
”Jangan khawatir. Aku baik-baik saja, aku bahagia bersama Geun Suk dan Anakku, Jang Yun Mi. Kami tinggal disini.” Ji Yun memeluk Yun Mi. Kim Bum pun tersenyum lega.
”Aku juga bahagia bersama Kim Bum dan anakku, Kim Sang Bum.”balas So Eun.
Mereka pun tertawa. Lalu mereka pun saling berpamitan dan masuk kedalam mobil masing-masing. Kedua mobil itu memutar, menuju ke arah yang berlawanan. Ji Yun yang melihat mobil Kim Bum di kaca spion pun tersenyum.
”Ji Yun. Aku kira, Kim Bum masih mencintaimu. Rupanya dia benar-benar menikah dengan So Eun.”
”Tentu saja. Karena Kim Bum mencintai So Eun.”
Geun Suk mengangguk sambil berkonsentrasi menyetir.
”Kau benar.”

*****

Waktu tidur telah tiba. So Eun dan Kim Bum sedang duduk disamping Sang Bum. Mereka pun datang ke kamarnya untuk memberi ucapan selamat tidur kepada anak tersayangnya. So Eun membelai kepala Sang Bum yang terbaring dikasur dengan penuh kasih sayang. Lalu dia mencium kening Sang Bum dan giliran Kim Bum mencium kening Sang Bum juga. Setelah memastikan Sang Bum benar-benar tidur, So Eun dan Kim Bum pun berpindah tempat di depan kasur Sang Bum. Kim Bum merangkul So Eun dengan mesra.
”So Eun. Terima kasih.” Kim Bum mencium kedua tangan So Eun. So Eun hanya tersenyum Tatapan mereka pun bertemu. Dan wajah mereka pun saling mendekati, ingin memberikan sebuah ciuman. Tiba-tiba Sang Bum bangun dan menyelip di antara orang tuanya. Sehingga So Eun mencium pipi kanan Sang Bum dan Kim Bum mencium pipi kiri Sang Bum. So Eun dan Kim Bum terkejut melihatnya.
”Sang Bum! Kau belum tidur?”seru So Eun dan Kim Bum bersamaan. Sang Bum tertawa cekikikan.
”Ayah dan Ibu kan belum mencium pipiku.”kata Sang Bum dengan gemas.
”Kau…..”
Kim Bum langsung menggelitik Sang Bum sambil terbaring di kasur. So Eun hanya tertawa melihat tingkah laku mereka.

THE END…………….

Akhirnya…….. selesai juga nih part specialnya….!!
Silakan beri komentar, bagian cerita mana yang paling kalian suka dipart special ini…!!!
Jangan Lupa ya tuk komennya…!!!
^___________^

17 Tanggapan to “The Love For Happy Together Special”

  1. dini ramadhani 30 September 2010 pada 2:51 AM #

    akir’na semua dpt pasangan
    kesemua cerita di part ini saya suka

    • 라흐미 'Rahmi' 2 Oktober 2010 pada 11:40 PM #

      saya juga suka… heehheeh
      makasih kakak udah baca

  2. renata 30 September 2010 pada 8:54 AM #

    Akhirnyaaaaaaaa….. Si so eun bisa bahagia🙂
    Kpan ada lg ff tntang Mereka?? Kamu ttp nulis2 crita kyak gini kan?
    Ditnggu cerita yg lbih seru,

    • 라흐미 'Rahmi' 2 Oktober 2010 pada 11:38 PM #

      insya ALLAH…. ada kan ff KCB tuh, blum tamat

      klo aku mungkin g.. tapi nden dan lulu bakaln sering nulis

  3. diann 30 September 2010 pada 9:55 AM #

    bgian yg plg suka wkt mrk lburn k london trus ktmu ma ji yun n geun suk. Mrk ud hdup bhagia.

    • 라흐미 'Rahmi' 2 Oktober 2010 pada 11:37 PM #

      saya suka semuaaaaaaaaaaaaaaa *loh?*
      makasih udah baca

  4. alinda 30 September 2010 pada 11:39 AM #

    part ini mgumpul smu’a jd stuuuu ..
    huaaaaaaaaaa .. i like it ^^
    happy ending yg memuaskan🙂

    • 라흐미 'Rahmi' 2 Oktober 2010 pada 11:35 PM #

      makasih alinda udah baca

  5. puput 30 September 2010 pada 4:06 PM #

    bagus bngt crita’a . saiia suka . saiia suka . hehehe

    • 라흐미 'Rahmi' 2 Oktober 2010 pada 11:33 PM #

      makasih udah baca

  6. renata 8 Oktober 2010 pada 10:40 PM #

    @rahmi: hem boleh mnta fbnya lulu gak??

    • 라흐미 'Rahmi' 9 Oktober 2010 pada 12:02 PM #

      boleh … ada tuh badgenya di samping

  7. puthet-- 21 Desember 2010 pada 6:45 AM #

    kisah yg menyedihkan dengan happy ending😀..

    seneng dehh .. andai ceritanya diangkat ke drama beehhh gw yakin pada suka deh sama ni film…

    tp kog rasa”a.. peran utamanya mereka berdua terus yaa ?!😀

    sekali” le min ho kim joon kim hyun joong juga di jadiin peran utama dong😀

    wwkwkkwwkwkwkwk

  8. Juliana (@Juliana83579934) 22 September 2012 pada 3:39 AM #

    keren bgt endingnya…top abis

  9. Leny Tytanya 1 Oktober 2012 pada 10:12 PM #

    happy ending yang sangatt2 kerennn!!!🙂

  10. rara cute 11 Oktober 2012 pada 3:25 AM #

    seneng banget dech bagus cerita na ohya pengen dech lihat kim hyun joong beneren jadian sama yoon eun hye

  11. rossita 27 Desember 2012 pada 8:45 PM #

    akhirnya semua nemu pasangan masing2 ..
    seneng baca ff ini chingu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: