SoEulmates Story Spesial Part- BumSsO YongWonHi

21 Sep

Hujan rintik-rintik terlihat membasahi bumi. Udara terasa dingin mataharipun sudah tak menampakan diri lagi. Meskipun udara di korea sangat dingin karena masih musim dingin, namun di dalam sebuah rumah yang di tempati sepasang sejoli terasa hangat sekali. Maklum yang menempati adalah pasangan yang sedang manis-manisnya dan hangat-hangatnya. Malam itu terlihat seorang pria yang sedang asyik memainkan piano kesayangannya di ruang tengah. Kim bum, pria itu. Dia terlihat begitu menikmati permainan pianonya, sambil dia pun menyanyikan lagu berjudul I’m going to met her now. Di depannya terlihat so eun begitu memperhatikan sambil tersenyum melihat permainan piano suaminya itu.

“ Permainan ku bagaimana??? Tentunya bagus khan?”. Narsis kim bum, sambil menghentikan permainanya. Dia pun menatap so eun.
“ mmm… waktu kau sedang memainkan piano, wajahmu terlihat aneh sekali..kau sedang memikirkan aku yah…”. Manja so eun sambil duduk di kursi di seberang kim bum.
“ Iya..aku sedang memikirkan…mie ramen buatanmu.. kau itu katanya ingin membuatkan aku mie ramen.. mana yang kau janjikan..aku tagih sekarang”. Kata kim bum.
“ Kau itu.. bukanya kau bilang..kalau mie ramen kau juga bisa membuatnya sendirri…kau lupa”. Kata so eun, seperti biasanya mereka selalu bertengkar, namun pada akhirnya mereka baikan juga.
“ Tapi aku ingin makan mie ramen buatanmu..sayang”. kata kim bum dengan wajah manjanya.
“ Geli sekali kau…buat saja sendiri.. aku sedang malas memasak..”. kata so eun.
“ Dasar kau…”. Kata kim bum sedikit marah.
“ apa????????”. Sambung so eun.
“ Seharusnya sekarang kita sedang menikmati masa romantis khan… padahal aku telah menyanyikan lagu untukmu barusan”. Kata kim bum.
“ Iya..iya.. lalu sekarang kau mau apa???”. Tanya so eun.
“ Ayo…kita pergi tidur saja.. aku sudah mengantuk…”. Ajak kim bum sambil menarik tangan so eun.
“ Hei… kau tidur saja duluan..aku masih belum mengantuk”. Ucap so eun yang memang masih belum mengantuk.

“ Ayo……….”. ajak kim bum yang dari matanya memang sudah terlihat mengantuk.

Mereka berduapun berjalan naik ke atas menuju kamar mereka yang memang sekarang sudah tidur satu kamar. Kamar yang dulu ditempati so eun ketika mereka masih belum satu kamar. Mereka berdua saling membaringkan tubuh mereka di atas ranjang. Setelah melihat wajah kim bum yang begitu dekat dengan wajahnya, so eun teringat kembali ketika mereka sedang berpacaran dulu ketika masih SMP. So eun terlihat senyum2 sendiri.
“ Bum..kau masih ingat masa2 SMP kita dulu”. Tanya so eun, antusias.
“ mmm…apa??? Iya..iya…aku ingat memangnya kenapa??”. Kata kim bum dengan suara yang kurang jelas..matanya pun sedikit menutup saking ngantuknya dia.
“ Aku tidak terpikirkan akan sampai menikah denganmu bum…ah, sungguh semuanya diluar dugaan, apalagi setelah kita putus…kita sempat bermusuhan selama 6 tahun..hihihihi”. Kata so eun sambil tertawa.
“Iya.. aku pikir juga begitu..mungkin kita akan terus bermusuhan.. namun aku mempunyai keyakinan..cinta pertamaku..akan menjadi cinta terakhirku”, ucap kim bum setengah sadar dan tidak sadar, matanyapun sudah benar2 tak dapat dibuka lagi.
“ Iya… tapi dulu kenapa yah…aku bisa sampai menerimamu menjadi kekasihku .. padahal dulu khan kau itu biasa saja..badan kecil, wajah juga biasa, rambut cepak dan juga dulu tubuhmu pendek jauh sekali dengan kau yang sekarang berada disampingku…”. Kata so eun sambil tersenyum manis. So eun terus saja berbicara tanpa sadar kalau Kim bum sudah terlelap tidur di sampingnya.

“ SA-RANG-HAE…”. Ucapnya malu.

So eun masih belum melihat kim bum. Namun so eun aneh tidak mendapatkan reaksi apapun dari kim bum setelah dia berkata itu, padahal itu adalah pertama kalinya so eun berkata demikian. So eun pun melihat kearah sampinya, kesalnya dia mendapati suaminya tengah tertidur lelap sampai2 wajahnya ia tutupi dengan tangannya.
“ dasar…ternyata dari tadi aku berbicara kau tidak mendengarkan..kau malah tidur..hswh @#$%^&*.. Apa gunanya kalau begitu aku mengucapkan kata2 itu…padahal aku harap malam ini kita bisa melewati bersama” ucap so eun dengan kesalnya. Namun setelah itu dia menatapi wajah kim bum, perlahan dia menurunkan tangan kim bum yang menutupi wajahnya, kemudian so eun meraba wajahnya kim bum, so eun tersenyum, dan sebuah ciuman manis pun didaratkan di bibir kim bum, malam yang dingin pun terasa hangat. So eun pun memelukan tubuhnya pada tubuh suaminya itu.

Paginya so eun dan kim bum pun turun untuk sarapan. Kim bum terlihat memainkan bibirnya yang mungil itu, melihat itu so eun menjadi keheranan. “ Eh..bummie, kau itu jorok sekali”. bentak so eun. “kita sedang sarapan tahu”. Sambungnya lagi.“ Kau itu..bakat memang tidak bisa diubah..galak sekali kau..aku sampai kaget tahu”. Ucap kim bum yang langsung manatap so eun.

“ Kau itu sedang apa…aku lihat dari tadi kau terus saja memainkan bibirmu itu”. Ucap so eun sambil memakan sandwich yang ada dipiringnya itu.
“ Aku..merasa ada yang mencium bibirku..benar…kau mencium bibirku yah semalam”. Selidik kim bum pada so eun. Wajah so eun langsung kaget.
“ Oh… narsis sekali kau… aku mencium bibirmu… tidak!!!!! Kau mungkin bermimpi..pria dewasa khan sering sekali bermimpi yang seperti itu”. Ucap so eun.
“ Tapi… aku sungguh merasakan ada yang mencium bibirku..”. kata kim bum.
“ Ah…sudahlah…ayo cepat makan, kau terus saja memikirkan hal kecil seperti itu”. Ucap so eun dengan gaya yang sedikit kikuk dan gugup.
“ iya…iya…cerewet sekali kau”. Ucap kim bum sambil terus memikirkan hal itu, sesekali jemarinya memegang bibirnya.

Tak lama berselang keluarga kim bum dan so eun datang. Terlihat mereka sangat antusias sekali. Sebenarnya ada sesuatu hal yang akan dirundingkan.

“ Anyeong….so eun..kim bum….”. sapa song hye kyo, kakaknya so eun. Hyeon bin ikut menyapa.

“ eonnie…oppa…”. Sambut so eun dengan antusias. So eun langsung berlari menghampiri mereka.
“ anyeong haseyo…”. Ucap kim bum dari belakang.  “ Wah..sudah lama kita tidak bertemu..bagaimana kabar kalian???”. Tanya hye gyo sambil tersenyum.
“ Baik…”. Jawab so eun. “ amma…appa….”. sapa so eun pada kedua orang tua dan mertuanya itu..
“ Ayo..masuk…”. kata kim bum.
“ Iya….”. jawab mereka semua.
Mereka terlihat duduk santai bersama di ruang nonton TV.

“ Sebenarnya kami kesini untuk membahas sesuatu hal dengan kalian berdua”. Ucap ayahnya kim bum.

“Seharusnya masalah ini kita bicarakan beberapa bulan yang lalu, tapi karena kami sama2 sibuk jadi baru bisa membahasnya sekarang” . sambung ayahnya so eun. Wajah kim bum dan so unpun kaget, mereka bertanya2 ada masalah apa.
“ Memangnya masalah apa?”. Tanya kim bum dengan wajah yang penuh dengan pertanyaan itu.
“ Iya.. aku sangat kaget..ada masalah apa?”. Sambung so eun.
“ Pernikahan kalian”. Jawab singkat ibunya so eun. Mendengar masalah pernikahan kim bum dan so eun sontak kaget.
“ Memangnya kenapa dengan pernikahan kami???”, kompak keduanya bertanya.

“ Waduuuuuuuuuuuuhhhh…sekarang tambah kompak saja kalian berdua ini”. Ledek hyeon bin. Hye gyo langsung saja mencubit pinggang suaminya itu.

“ Diam saja kau….jangan mulai gila lagi disini”. Ujarnya. Hyeon bin pun menggangguk saja, so eun dan kim bum hanya tertawa kecil melihat tingkah pasangan itu yang selalu saja konyol dalam segala kejadian.
“ Kalian berdua khan sampai saat ini masih belum melakukan resepsi pernikahan kalian, kalian tidak lupa khan..seharusnya resepsi itu dilaksanakan 2 minggu setelah pernikahan kalian”. Ucap ibunya so eun.
“ maka dari itu..sekarang kami datang karena kami akan membahasnya lagi dengan kalian”. Sambung ibunya kim bum.
“ Oh..iya aku ingat bu”. Jawab so eun.
“ baju pengantinnya pun sekarang sudah selesai so eun…bagus sekali”. kata hye gyo yang terlihat begitu antusias.
“ dari kemarin..kau itu antusias sekali dengan baju pengantinnya.. kau mau memakainya lagi…”. Ledek hyeon bin sang suami tercinta.
“ Kau..sudahlah diam..”. ucap hye gyo.
“ Ckckckckck…”. Tawa so eun.
“ lalu..apa lagi????”. Tanya kim bum.
“ gedung dan catering juga sudah kami persiapkan dengan baik, kalian hanya tinggal memilih undangan, memilih dekorasi gedung yang kalian inginkan… dan melakukan foto pra wedding”. Ucap ibunya kim bum dengan rinci.
“wah…kegiatan yang paling aku suka…foto pra wedding… bum-ah kau pasti akan suka dengan kegiatan itu”, uap hyeon bin. Tiba2 cubitan kembali diluncurkan oleh sang isteri.
“ Iya…kak, pastinya akan seru…wah aku tak sabar menunggu acara foto pra wedding”. Ucap kim bum yang ketularan gilanya hyeon bin.
“ Seru..seru… yang ada juga capek!!!!”. Ketus so eun.
“ Ya sudah… besok kalian baru memberi tahu model undangan yang kalian suka, model2nya ini ada disini, kalian tinggal memilihnya… serta lusa kalian harus siap2 karena kalian akan foto pra wedding”. Ucap ibunya kim bum. Kedua anak itu hanya mengangguk saja.

Beberapa jam kemudian setelah makan malam selesai mereka semua pulang kembali. So eun dan kim bum sibuk membereskan rumah. Setelah itu mereka yang sudah lelah langsung tidur.

Keesokan harinya. Kim bum membangunkan so eun pagi2 untuk mengajak jogging.

“ Kim Bum…hari masih dingin…aku tidak mau jogging”. Kata so eun yang masih menggenggam tangannya sendiri.
“ gaya hidupmu harus diubah tuh.. takut dengan dingin” ucap kim bum..
“ Kau..udara memang masih dingin”. Ucap so eun.
“ Maka dari itu..udara masih segar…. Ayo sudah jangan banyak bicara, kita jogging saja..ayo..jangan jadi pemalas”. Ucap kim bum.
“ shshshshsh… pemalas..bukanya pemalas..tapi dingin…”. Kata so eun sambil menggerutu namun tetap mengikuti kim bum jogging.

Setelah jogging mereka mandi lalu mereka berdua duduk bersama di ruang tengah. Mereka berdua sedang sibuk memilih model undangan pernikahan mereka.

“ Menurutmu mana yang bagus?”. Tanya kim bum mengawali pembicaraan.
“ Semuanya bagus yah… aku jadi pusing”. Jawab so eun sambil memegang keningnya.
“ Tapi biasanya wanita bisa lebih memilih khan..ayo pilih saja yang mana yang kau suka..aku ikuti saja”. Kata kim bum sambiil duduk santai kembali.
“ Wei…kau juga harus ikut membantu memilih… pernikahan ini khan bukan hanya pernikahanku saja..tetapi pernikahan kita”, galak so eun sedikit dengan nada tinggi.
“ kau..itu, menjadi suamimu itu harus benar2 menjaga telingan dengan baik…kau senang sekali berteriak di depanku…”. Kata kim bum.
“ kau itu..selalu membuatku gemas sih…., aku jadi ingin menjitakmu tahu…”. Kata so eun sambil tersenyum bercanda.

“ Dasar gadis aneh.. kau itu senang sekali menjitaku… tapi…kau juga senang menciumku khan???”. Canda kim bum. Mendengar kata2 itu wajah so eun langsung berubah malu dan kaget.

“ Jangan mencari gara2 lagi…mau aku jitak kau…”. Ancam so eun sambil bersiap mengepalkan tangannya. Sesaat so eun berpaling kebelakang, dia pun tersenyum kecil.
“ Iya..iya…isteriku sayang….”. jawab kim bum.
“ Ya sudah…ayo pilih saja… mau yang mana kartu undangannya?”. Tanya so eun.
“ Ya sudah aku pilih yang ini…”. Jawab kim bum. “yah..aku juga setuju…tadinya aku juga mau memilih yang itu…ya sudah deal kita pilih yang ini yah…”. Kata so eun. Kim bum hanya mengangguk tanda setuju.

Siangnya mereka pergi ke kampus bersama. Mereka turun dari mobil bersama. Semua anak2 yang belum tahu kalau mereka sudah menikah terheran2 melihat mereka bersama. Karena setahu mereka kim bum dan so eun itu musuh bebuyutan.

“ Hai…so eun”. Sapa sahabatnya shin hye. So eun tak menjawab hanya menatap shin hye saja.
“ Kau pastinya masih marah denganku khan so eun… maaafkan aku yah…mungkin aku tidak pantas berbicara denganmu lagi..aku telah menghianatimu”. Ucap shin hye.

“ Aku memang telah sakit hati atas perbuatan kalian terhadapku..apalagi kau, kau itu kan sahabat baiku dari SMA shin hye, namun teganya kau selingkuh dengan kekasihku di belakangku…yang gila juga seung ho, tahu kau itu sahabatku masih saja mengencanimu…”. Kata so eun dengan wajah juteknya.

“ Maafkan kami so eun… maaf…jeongmal mianhe”. Ucap shin hye.
“ Menurutmu.apa jawabanku…”. Tanya balik so eun. “menurutmu jika kau yang ada diposisiku apa yang akan kau putuskan?”. Sambung so eun. Shin hye sejenak terdiam dan menunduk.
“ Iya.. aku tidak akan memaafkanmu…”. Jawab shin hye.
“ Begitukah???? Mm..nampaknya itu sangat kejam sekali yah…”. Kata so eun. Sontak shin hye menatap so eun. “maksudmu?”. Tanya shin hye.
“ Aku tahu…kau itu sudah lama menyukai seung ho, mungkin sebelum kami berpacaran dan aku rasa juga rasa cintamu untuk seung ho jauh lebih besar daripada rasa cintaku pada seung ho”. Kata so eun.
“ So eun…”. Ucap shin hye.
“ Dan.. seung ho pun mendapatkan rasa cinta dan perhatian yang lebih darimu, dibandingkan denganku… aku yakin seung ho juga lebih mencintaimu, shin hye”. Ucap so eun lagi. “kau memaafkanku so eun?”. Tanya shin hye.
“ Aku sudah kangen dengan persahabatan kita..denganmu juga.. ayo peluk aku”. Ucap so eun. Shin hyepun tak ragu lagi memeluk so eun, kedua sahabat itu pun berpelukan.

Sorenya sepulang dari kampus. Shin hye terlihat sedang berjalan di koridor bersama so eun, tiba seung ho. Seung ho terlihat canggung melihat keberadaan so eun bersama shin hye. Shin hye pun memberikan seung ho dan so eun waktu untuk mengobrol. Mereka berduapun mengobrol.

“ Maafkan aku atas kejadian terakhir kita waktu itu”. Ucap seung ho, so eun terdiam saja. “ aku salah..maafkan aku,,,aku sungguh tak pantas untuk dimaafkan lagi”. Sambung seung ho.

“ Sebenarnya hatiku sungguh sangat sakit, sudah setengah tahun juga, aku tak menjalin komunikasi dengan kalian… hari ini adalah hari pertamaku kembali berbicara dengan kau dan shin hye.. rasanya aneh sih..”. ucap so eun. “aneh kenapa?”. Tanya seung ho sambil menatap so eun.
“ Iya… hati ini sakit, tahu jika kekasih sendiri mengencani sahabat sendiri… siapa yang tidak akan sakit hati.. tapi sepertinya semuanya sudah berubah sekarang.. aku sudah tak memikirkan lagi hal itu, biarlah..itu semua khan sudah menjadi masa lalu, sekarang kita jalani kehidupan kita yang sekarang”. Ucap so eun. “maksudmu apa?”. Tanya seung ho lagi.
“Iya.. sekarang kita telah mempunyai kehidupan masing2, dan juga mempunyai pasangan masing2”. Ucap so eun. “ iya.. “. Jawabnya singkat.
“ Kita jalani saja.. kau benar2 menyukai shin hye khan??? Tidak berniat mempermainkan dia seperti aku?”, Tanya so eun serius. “ tidak… aku tidak akan mempermainkannya.. dia berarti bagiku.. aku sangat mencintainya..dan aku tidak akan menyakitinya”. Kata seung ho.
“ Aku.. akan membantaimu jika kau menyakiti sahabat baiku..”. ancam so eun, itulah sifat baik yang dipunya so eun, dia sangat baik, meskipun dia telah disakiti oleh teman dan mantan kekasihnya tapi dia tetap baik. “Kau seram sekali… gaya bicaramu masih belum berubah itulah yang menyebabkan hatiku tak dapat lepas darimu”.. ucap seung ho.so eun hanya tersenyum kecil mendengar perkataan mantan kekasihnya itu.

Mereka berdua pun kembali menghampiri shin hye yang tengah duduk di koridor depan kelas. Selang beberapa menit kemudian datang kim bum berjalan dengan pasti menghampiri mereka bertiga.

“ Hai..sayang.. kita pulang sekarang?”. Sapa kim bum. Seung ho dan shin hye pun heran melihat mereka yang terlihat begitu mesra. “Iya… eh, sekalian aku juga mau mengundang kalian ke pesta resepsi pernikahan kami.. datang yah..” ucap so eun dengan antusias.
“ Tentunya kami pasti akan datang.. tanggal berapa?”. Tanya shin hye. “ yah.. tanggal 1 maret, kalian harus datang yah…”. Ucap kim bum antusias sambil terus saja merangkul so eun, takut mungkin so eun akan jatuh kepelukan seung ho. Tangannya tak sedikit pun jauh dari bahu so eun. So eun pun terasa nyaman dengan posisi itu, tangan kim bum yang memeluknya terus saja di pegangnya, membuat semua orang iri dengan keromantisan mereka. Padahal dulu mereka adalah musuh bebuyutan.
“Sepertinya kami harus pulang terlebih dahulu..mari!!” ucap so eun. “iya…”. Jawab seung ho dan shin hye kompak. Mereka berdua pun berpisah bersama dengan pasangan mereka masing2.

Esokpun tiba, so eun dan kim bum tengah sibuk di rias oleh penata rias, karena mereka akan melakukan sesi foto pra wedding. Mereka terlihat diam saja di rias. Tema pra wedding mereka adalah tema yang simple. Dengan setelan pakaian yang casual dress putih2. Pra weddingnya menceritakan tentang bagaimana mereka bertemu, hingga gambaran tentang kisah cinta mereka.

Jepret…..jepret….. mereka di foto dengan berbagai gaya sesuai arahan sang fotografer. Inilah hasil foto pra wedding mereka. Hasilnya lumayan bagus tidak terlalu jelek.

===============================
Hari H itupun tiba. Tamu undanganpun datang dari berbagai kalangan, banyak di antaranya yang datang dari kalangan artis. Secara ayahnya so eun dan kim bum adalah pengusaha terkenal di korea. Di antara mereka ada pasangan yoon eun hye-joo ji hoon, lee yo won-kim nam gil, lee seung gi-han hyo joo, kim jeong hoon-song ji hyo, Jung Il wo-Moon Chae Won dan pasangan2 artis lainya. Selain itu juga datang shin hye bersama sang kekasih yoo seung ho, eonnie hye sun bersama tunangannya Lee min ho, kim joon sahabatnya kim bum juga datang dengan kekasihnya lee min jung dan Jang geun suk yang juga hadir dengan menggandeng mesra seorang gadis, dan teman2 kampus lainya. Mereka saling memberikan selamat kepada sang mempelai.

“ Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu so eun”. Bisik kim bum pada so eun.
“ Apa itu???”. Tanya so eun. “Nanti kau juga akan tahu”. Jawab kim bum sok misterius.

Tidak lama kemudian pembawa acara mempersilahkan bintang tamunya untuk bernyanyi, suatu kejutan yang sangat besar, ternyata bintang tamunya Super Junior, boy band yang diidolakan oleh so eun. Selain itu juga ada Howl, Jisun dan Kim hyun joong semuanya artis terkenal di korea saat ini. Mereka semua membawakan lagu2 yang romantis. Super Junior menyanyikan marry U dan sorry-sorry answer, sedangkan howl menyanyikan lagu I LOVE YOU, jisun menyanyikan lagu EOTTOKEHJO, jisun dan howl juga duet lagu Perhaps love, tak ketinggalan KHJ menyanyikan lagu Haengbongiran. Acara sangat meriah.

“ Ke…ke..napa bisa kau mendatangkan semua ini??? Bagaimana bisa?”. Tanya so eun yang masih belum percaya akan semua itu.
“ Kau tidak tahu khan kalau aku itu berteman dengan ki bum, sehingga aku meminta bantuan kepada dia agar SuJu bisa menyanyi di acara resepsi pernikahan kita, setelah itu terbuka juga kesempatan untuk meminta howl, jisun dan KHJ untuk ikut menyumbangkan suaranya disini”. Ucap kim bum santai.  “ Gomawo…jeongmal…gomawo…saranghae bum-ah”. Bisik so eun. Kim bum menatap so eun sambil tersenyum manis.

Setelah acara bernyanyi anak2 SuJu turun dan menyalami pengantin, begitupun dengan Howl, Jisun dan KHJ. Acara berjalan lancar dan meriah.

=================================

Malamnya di kamar so eun duduk termenung, memikirkan apa yang akan terjadi malam ini dengan mereka berdua. Sementara itu di kamar mandi kim bum terlihat bercermin, menatap wajahnya.

“ Semoga…aku bisa melewati malam ini dengan baik…FIGHTING!!!!! Ayo semangat.. tapi kenapa jantungku masih berdebar yah…padahal aku sudah beberapa hari ini tidur bersama so eun, ah..sudahlah, semuanya akan berjalan lancar”. Gumamnya menyemangati dirinya sendiri. Kim bum pun lanjut mandi. Setelah selesai dia kembali masuk kedalam kamarnya. So eun masih terdiam duduk di bawah.

“ So eun kau tidak akan mandi dulu”. Tanya kim bum sambil handuknya disimpan di atas pundaknya. So eun hanya menatap kim bum tanpa menjawabnya.
“ Jorok sekali kau tidak akan mandi dulu.. aku saja pria masih menyempatkan untuk mandi… ayo mandi nanti seleraku terhadapmu menjadi hilang”. Ucap kim bum sambil menatap so eun yang sedang duduk.
“ Selera..selera…kau pikir aku makanan siap saji…”. Kata so eun. “memangnya harus mandi yah?”. Tanya so eun.
“ Tentu… malam ini khan malam milik kita berdua… ayo cepat..mandinya cepat2 yah.. ayo..aku tunggu di sini”. Ucap kim bum sambil beranjak berjalan. “ baiklah…”. Jawab so eun dengan polos.

So eun pun masuk ke kamar mandi, dia pun mandi. Beberapa saat kemudian so eun selesai mandi. Dari keluar kamar mandi kim bum terus saja menatapi so eun. Pandangannya tak lepas dari so eun, ketika so eun sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, tiba2 jantung kim bum berdetak lebih cepat. So eun pun menyisir rambutnya, dan berbaring menghampiri kim bum. Mereka saling menatap, saling tersenyum. Kim bum mulai memegang wajah so eun, dan ……..

==================================
Satu bulan kemudian. Matahari sudah menampakan wujudnya. Jam menunjukan jam 8.56. Kim bum terlihat asyik sarapan dengan so eun. Sarapan buatan so eun, nasi goreng bumbu cinta.
“ Sayang… aku sangat rindu keluargaku… bolehkan aku mengunjungi keluargaku?”. Tanya so eun pada kim bum.
“ Tentunya.. itu kan keluargamu..kau boleh sekali mengunjungi keluargammu…untuk apa aku melarangmu..silahkan saja..kalau bisa kau membelikan oleh2 yah..”. sambung kim bum.
“ Iya… nanti pulang dari kampus aku langsung pulang ke rumah ayah dan ibu yah..”. ucap so eun.
“ baiklah.. tapi aku tidak bisa ikut, hari ini aku ada bimbingan untuk skripsi”. Ucap kim bum. So eun hanya mengangguk sambil tersenyum manis.
“ Tapi aku tak ada uang untuk ongkos…ayo bagi uang untuk ongkos berangkat dan pulang”. Kata so eun sambil menamprakan tangannya. Kim bum hanya tertawa saja, dia pun memberikan uang yang sangat lumayan lebih pada so eun.

“ Sekalian beli oleh2 untuk ayah dan ibu yah…”. Ucap kim bum. So eun kembali mengangguk manja.

Selesai sarapan mereka berdua keluar dari rumah dan bersiap mau masuk ke dalam mobil. Terlihat ada hye sun yang sedang berjalan menuju mobilnya yang diparkirkan di depan rumahnya.
“ Eonnie hye sun…”. sapa so eun. “ eonnie mau berangkat bekerja yah…”. Sambungnya lagi. “ iya…”. Teriak hye sun.
“ Eonnie kapan nih mau menyusulku menikah??? Oh yah… aku dengar geun suk sedang bersiap untuk melanjutkan study ke Amerika yah???”. Tanya so eun.

“ Iya…so eun”. Jawab hye sun. “ Aku berangkat yah eon… kim bum sudah mau jalan”. Kata so eun. Hye sun mengangguk dan tersenyum kecil.

Mereka pun berangkat menuju kampus. Setengah jam perjalanan mereka lalui. Mereka pun memarkirkan mobilnya, ternyata di parkiran terlihat shin hye dan seung ho sedang mengobrol di samping mobilnya seung ho. Kim bum dan so eun pun menyapa mereka.
“ Kalian terus saja berpacaran…cepat susul kami”. Sapa kim bum sambil menepuk bahu seung ho. “ kau…bum”. Jawab seung ho. “ iya… tunggu saja undangan pernikahan dari kami”. Sambung seung ho.
“ Ehm… kau itu cepat dan ahli dalam memasukan bola dalam ring… tapi kau lambat sekali dalam hal percintaan”. Ledek sang mantan so eun. “ so eun….”. malu shin hye..
“ Silahkan kalian mengobrol lagi… kami tidak ingin mengganggu… sayang ayo kita ke dalam saja”. Ajak kim bum.
“ Iya…ayo…..”. jawab so eun sambil menggenggam tangan kim bum.

Sorenya semua mahasiswa terlihat keluar dari kelasnya. So eun dan kim bum berjalan bersama menuju parkiran. Kim bum bermaksud mengantar so eun hingga gerbang. Dan menunggukan bis untuk so eun. Setelah ada bis so eun langsung masuk dan berangkat menuju rumah ayah dan ibunya, sementara itu kim bum kembali berjalan menuju kampus, Karena dia masih ada bimbingan skripsi. So eun pun tiba di kediaman orang tuanya. Belpun telah dia pencet. Tiba-tiba ada yang membukakan pintu. Terlihat wajah hye yo sang kakak.

“ So eun…..”. teriak hye gyo. “ eonnie…………”. Teriak so eun juga.

“ayah..ibu… ada so eun, ayo masuk eunnie”. Kata hye gyo sambil mengajak masuk so eun.
“ Amma….appa….oppa hyeon…”. teriak so eun. Semua anggota keluarganya menyambut kedatangan so eun. Namun mereka juga menanyakan keberadaan kim bum. So eun pun menjelaskan jika kim bum tidak dapat ikut karena dia sedang ada bimbingan di kampus.
“ Ini ada sedikit makanan… “. Kata so eun sambil memberikan bungkusan makanan itu.
“ kau ini…”. Ucap ibunya. “kau sudah makan belum??? Ayo kau makan dulu ! untung hari ini tak tahu kenapa ibu ingin memasak bibimbap… kesukaanmu.. tak tahunya kau akan datang kemari…”. Ucap ibunya. “bimbimbap??????????? Wah… aku belum makan..aku makan yah bu…”. Ucap so eun. “ ayo..kakak temani di meja makan”. Ucap hye gyo sambil berjalan mengikuti so eun ke ruang makan.
“ Kau belum isi juga yah so eun..?”. Tanya hye gyo. “ mengandung maksud kakak?”. Tanya balik so eun. “iya…”. Sambung hye gyo. So eun pun hanya menggelengkan kepala. Ketika sedang memakan daging sapinya, tiba2 ada rasa mual yang datang, so eun langsung bergegas ke kamar mandi, dia pun muntah beberapa kali. Melihat keadaan itu semua anggota keluarga panik. So eun langsung dibawa ke kamar, hyeon bin pun bergegas memanggil dokter pribadi keluarga.

Kim bum terlihat sampai di  rumahnya. Ia langsung memasukan mobil kedalam garasi. Diapun masuk ke dalam dan mandi. Setelah selesai mandi kim bum langsung memasak mie ramen, karena tidak ada makanan. Dia jadi teringat so eun, ketika dia memasak mi ramen. Setelah selesai memasak kim bum pun menyantap mie ramen itu. Udara terasa sangat dingin, begitupun dengan suasana rumah, tak ada so eun rumah sangat sepi dan dingin. Kim bumpun masuk ke dalam kamarnya.

“ Tak melihatmu beberapa jam saja…aku sudah rindu…benar2 kau adalah udaraku so eun..kau adalah bateraiku, sedang apa kau sekarang so eun????”. Kata kim bum. “lebih baik aku melihat foto2 so eun saja di laptop ku…”. Ucap kim bum, dia bergegas membuka laptopnya, langsung dia membuka folder yang berisi foto2 so eun. Melihatnya kim bum tak dapat berkata apapun, dia hanya tersenyum kecil melihat foto istrinya yang sungguh cantik sekali.

====================================
“ Jadi bagaimana dokter park???”. Tanya ayahnya so eun. “ Selamat pak Kim.. anda akan segera menjadi kakek…”. Ucap dokter Park jun Min. “ benarkan itu dokter???”. Sambung ibunya so eun. “ Iya…”. Jawab dokter sambil tersenyum. “ Wah… aku menjadi paman…senangnya..”. teriak hyeon bin. “ diamlah………”. Ucap hye gyo. So eun hanya tersenyum dan tak dapat berkata apa-apa. “ kandungannya baru berjalan 2 minggu”. Ucap dokter. “ wah hebat sekali yah kim bum… “. Ucap hyeon bin. Mereka semua tertawa mendengar perkataan hyeon bin.

Keesokan harinya so eun kembali pulang ke rumahnya. Kebetulaan hari ini adalah hari mingu. Kim bum hari itu terlihat sedang berolahraga, dia sedang membuat otot2 kecil di lengannya. Tiba2 terdengar teriakan so eun.

“ sayang……….sayang….”. teriak so eun. Kim bum langsung menghampiri so eun.

“ ada apa kau berteriak-teriak?”. Tanya kim bum khawatir.

“ Aku ada berita bagus untukmu…”. Ucap so eun. “ apa?”. Tanya kim bum.
“ Aku..aku sedang mengandung…aku sedang mengandung…”. Teriak so eun. Alangkah terkejut bercampur senang wajah kim bum. “benarkah…???”. Tanya kim bum. So eun pun mengganggukan kepalanya. Kim bum berjingkrak-jingkrak dia begitu bahagia, dia memeluk so eun. So eun baru kali ini melihat kim bum begitu bahagia. “ Aku akan menjadi ayah… aku masih belum percaya…”. Ucapnya. “ iya.. ini sungguh kado yang sangat special”. Kata so eun.

Waktu sudah berputar, kandungan so eun sudah memasuki bulan kelima… namun so eun masih saja mengidamkan sesuatu. Hari itu kebetulan so eun ada di rumah, dan kim bum pergi ke kampus untuk mengambil ijazah nya. Kalau so eun memang kebetulan kemarin telah mengambilnya.

“ Wah… ada apa denganku…rasanya aku ingin sekali makan bibimbap buatan kim bum”. Kata so eun. Gawat sepertinya penyakit ngidamnya kambuh lagi. “ aku menelpon kim bum saja”.

“hallo… ada apa sayang?” ucap kim bum mengangkat telepon.
“Sayang..kau bisa pulang sekarang????” Tanya so eun.
“Ada apa memangnya… aku sedang sibuk di kampus, jadi mungkin nanti sore aku baru bisa pulang”. Ucap kim bum.
“ Pokoknya kau harus pulang sekarang… anakmu sedang ingin makan bibimbap buatan ayahnya”. Ucap so eun.
“ Kau ini… tapi aku sedang ada di kampus… aku tidak bisa sekarang… kau bilang dulu ada anak kita, ditunda dulu..nanti malam sepulang dari kampus akan aku belikan bibimbap yang paling enak”. Ucap kim bum.
“A…………. aku tidak mau tahu, sekarangkau harus pulang dan memasakan bibimbap untuku..sekarang”. Teriak so eun.
“ kau ini… ah…memang merepotkan kalau wanita hamil sedang mengidam …  iya.. iya… tunggu sebentar, aku pulang”. Ucap kim bum

Kim bum segera pulang ke rumah, dia menjalankan mobilnya dengan kencang. Dia pun sampai di rumah, sesampainya di sana dia mendapati so eun tengah membaca majalah bayi.

“ Aku sudah datang… ini aku membelikan bibimbap yang terenak..aku membelinya langsung dari Bonjuk restaurant”. Ucap kim bum sambil memberikan bungkusan makanan itu.
“ Tidak mau.. aku sudah tak ingin makan bibimbap lagi… itu tadi”. Ucap so eun.
“ kau… aku sudah datang kesini dan membawa bibimbap tapi kau tidak mau.. dasar memang begini ibu2 hamil…ngidamnya selalu aneh2”. Gerutu kim bum.
“ Sekarang aku hanya ingin mie ramen buatanmu saja..”. ucap so eun manja. Kim bum menatap so eun.
“ Sekarang benar aku mau.. bukan hanya aku..tapi juga anak kita”. Kata so eun sambil mengelus perutnya.

Kim bum pun memasakan mie ramen. So eunpun meminta disuapi mie ramen itu oleh kim bum, kim bum mengikuti saja keinginan so eun. Dia pun sampai mengelon so eun tidur, dia terus saja membelai rambut so eun, hingga so eun tertidur.

Dua hari kemudian mereka berencana pergi ke rumah sakit untuk men USG kandungan so eun. Mereka ingin mengetahui keadaan kandungan so eun dan jenis kelamin anak mereka. So eun terlihat masih merias diri di kamar. Kim bum telah hampir setengah jam menunggu di ruang tengah. Kim bum pun akhirnya menyusul ke kamar so eun.

“ Sayang…”. Sapa kim bum dari pintu. “ sayang…”. Sambut so eun sambil tersenyum.
“ Kau itu sudah cantik… ayo sekarang kita berangkat, dari tadi kau tidak selesai merias diri”. Ucap kim bum. “ tak tahu kenapa aku akhir2 ini jadi senang merias diri…mungkin anak kita perempuaan…”. Ucap so eun. “ ya sudahlah..ayo kita berangkat”. “iya…”.
Mereka pun berangkat menuju rumah sakit terbesar di seoul. Setelah di USG ternyata benar anak mereka berjenis kelamin perempuan. So eun terlihat begitu senang, kandungannya juga baik tak ada masalah.

4 bulan kemudian, so eun melahirkan bayi perempuan yang cantik. So eun dan kim bum pun menamai anak mereka Kim Rui Na.

Bayi perempuan itu tumbuh menjadi anak perempuan yang cantik. 5 tahun telah berlalu, sekarang kim bum sudah bekerja di perusahaan ayahnya menjadi GM di sana. Sementara so eun mendedikasikan menjadi seorang guru di kindergarden. Sekalian dia mengajar putri semata wayangnya Kim rui na, yang akrab di panggil Rui Na.

“ Ibu.. teman-teman ku datang… mereka ingin bertemu dengan ayah..”. kata Rui na pada so eun. So eun pun menghampiri anak2 itu, dan mengajak bicara teman2 sekelasnya Rui Na.
“ Ayahnya rui na… suami ibu guru…sedang pergi anak2..”. ucap so eun.
“ Kata Rui na, ayahnya tampan seperti artis F4… so yi jeong, kami jadi ingin melihat ayah Rui Na”. kata salah seorang murid.
“ Ji Eun… tapi suami ibu..sedang pergi.. jadi kalian tidak dapat bertemu… bagaimana kalau besok saja ayahnya Rui Na ibu suruh datang ke sekolah, bagaimana????”. Nego so eun pada anak-anak itu.
“ Iya…bu guru…”. Jawab anak2 dengan kompak.

“ Kalau begitu *tos dulu ayo….”. ajak so eun pada anak2, so eun pun *tos dengan murid2 nya sekaligus teman2 sekolahnya Rui Na.

Malamnya kim bum baru pulang dari pussan. So eun dan Rui Na menyambut kedatangan Kim Bum.
“ Ayah……”. Sambut Rui Na pada Kim Bum, meskipun Kim bum masih di pintu depan. Kim Bum menyambut Rui Na, dia langsung menggendong Rui Na. “iya… ada apa anak ayah ini.. jam segini kau belum tidur??”. Tanya kim bum pada anaknya. “ aku menunggu ayah…”. Kata Rui Na. “ Kau tahu..dari tadi Rui Na terus saja menanyakanmu..kapan kau pulang”. Sambung so eun sambil membawakan tas yang dibawa Kim Bum. “ Kalau begitu..sekarang waktunya tidur..ayo anak ayah…harus tidur”. Ucap kim bum sambil terus menciumi pipi anaknya itu. Kim bum mengantarkan Rui Na ke kamarnya bersama so eun. Dan menidurkan Rui Na.

“ Teman-temannya tadi datang kemari ingin bertemu denganmu sayang…”. Ucap so eun pada kim bum. “ Ada apa memangnya?”. Tanya kim bum heran. “Rui Na mengatakan kepada teman-temannya jika dia mempunyai ayah yang tampan seperti F4 So Yi Jeong”. Kata so eun. Mendengar itu kim bum tertawa kecil. “ Besok kau datang saja ke kindergarden..temui anak-anak itu yah…”. Pinta so eun. “baiklah…”. Jawab kim bum.

Keesokan harinya so eun tengah mengajari anak2 di kindergarden. Rui Na terlihat aktif dan energic, layak ibunya ketika masih kuliah. Ketika mau masuk jam istirahat Kim bum datang, dia hanya memperhatikan so eun dan anak2 dari pintu sambil tersenyum.

“ katanya ada yang ingin bertemu denganku bukan?”. Teriak kim bum. Semua anak2 menatap kim bum. “ayah….teman-teman itu ayahku yang aku ceritakan  .. tampan bukan?”. Ucap Rui Na sambil mengahampiri ayahnya. “wah..Rui Na, benar sekali ayahmu tampan seperti F4 So Yi Jeong”. Ucap temannya ji Eun. Kim bum hanya tersenyum. Kim Bum pun berjalan ke dalam, menghampiri so eun yang sedang mengajari anak2nya. Kim Bum terus saja memperhatikan so eun.

“ teman2..ayo kita berfoto dengan ayahku di luar”. Ajak Rui Na. “iya..iya…”. sambut anak-anak itu. “ Baiklah siapa takut”. Tantang kim bum. “Baiklah..ibu yang memfotokan”. Ucap so eun. Anak2 bersama kim bum pun berfoto bersama di luar kelas.

Mereak terlihat asyik. Anak2 pun terlihat akrab dengan kim bum. “ ibu…biar aku yang memfotokan ibu, Rui Na dan ayahnya Rui Na”. ucap salah seorang murid. “ baiklah..tolong yah..fotokan kami”. Ucap so eun. Mereka bertiga pun berfoto bersama.

The End…….

jangan lupa comment, adegan lucu, sedih, rame, deg-degan, romantis, kalian suka dari semua part

21 Tanggapan to “SoEulmates Story Spesial Part- BumSsO YongWonHi”

  1. dini ramadhani 21 September 2010 pada 3:05 PM #

    seru bgt
    adegan lucunya waktu soeun blg saranghae eh bumnya malah bobo
    sedihnya kayaknya gak ada
    kalo ramenya ya waktu resepsi ada suju dkk tuh
    romantisnya kayaknya part ini smwa romantis dah
    wat author thanks yah udh ngasih ff yg bgs bgt tetep semangat

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 21 September 2010 pada 7:38 PM #

      hhhhhahahahaah gomawo udah baca…..

      jangan lupa baca ff dan one shoot lainnya ya… ada yg baru tuh….

  2. diann 21 September 2010 pada 4:40 PM #

    haha. Mantep!

  3. Merli Beomsoeul 21 September 2010 pada 10:44 PM #

    So Sweet Banget Eon . .

    Aku ngebayangin oppa puna anak dari unnie bener2 Buat aku Senyum Sendri kya orang gla !

    Mudh2n End part Ini jadi kenyataan komat kamit dulu *berdoa* aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ..

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 12:36 PM #

      wahh wahh
      aku juga ngebayangin..
      waduuhhh senyum2 ndiri… hati2 pausnya nden nyungsep ke mulutmu.. hahhaah

  4. qinqin 26 September 2010 pada 11:44 AM #

    ka ceritanya unik,dan happy ending….
    semangat ka!!!

  5. geill 20 Desember 2011 pada 7:20 PM #

    bagus3, itu yg ada dipikiran q saat bc ff soulmates story dan spesial part-nya.
    pokoknya aq sk ama ceritanya, top deh buat kamu, semangat terus buat cerita yg ada kim so eun-nya, soalnya aq ngefans banget ama cewek yg satu ini hehehehehehehe…………………………….>_<

  6. muthia dwie :) 31 Desember 2011 pada 3:51 PM #

    Ehhhhhhhh🙂🙂 :)…..andai aku ada di cerita itu…mau mau mauuuuu…:) so swetttttt…

  7. kim eun 2 Januari 2012 pada 12:24 PM #

    bagusssssssssssssssssssssssss
    buat lagi…..hehehehhe

  8. suzy 10 Maret 2012 pada 10:07 PM #

    waaa pengen teriakkkk
    happy endingg
    saat bca part 10 aku mau nangiss *lebay.com*
    tpi seriuss terharu bngt
    smoga ffnya terus b’kmbng
    hwaiting chingu^^

  9. Leny Tytanya 1 Oktober 2012 pada 9:50 PM #

    kereeeeeeeeeeeennnnnnnnnn
    eonnni lanjutkanlah karyamu yang menarik2🙂
    FAIGHTING!!!!!

  10. Nisrina_Rina*BumSso* 17 Februari 2013 pada 5:14 PM #

    kereeeeeeeeeeeennnnnnnnnn
    eonnni lanjutkanlah karyamu yang menarik2
    wkwkw

  11. vika 23 Maret 2013 pada 12:40 AM #

    sdhx wkt kimbum nunggu so eun dtaman sampe mlm.
    rmex wkt ngumpul keluarg
    romants wakt Soeun nyium bibR kimbum,
    jd pngn nyium kimbum oppa jg.hehehe

  12. rina 22 April 2013 pada 6:50 PM #

    eonnie ffnya daebak loh ,, aku sempet terharu pas kim bum nunggu soeun sampai kehujanan , mana ada petirnya lagi ,, ihh sumpah kasian banget… kalo adegan lucunya pas si soeun ngidam ,, masih sempet sempetnya ngerjain si kim bum …kalo senengnya mah pas akhirnya .. itu kelihatan banget familynya eonnie🙂 DAEBAK BUAT EONNIE

  13. Wietv5xq 16 Mei 2013 pada 11:09 PM #

    Annyeong aq reader baru
    aq cman bs comment sdikit
    aq sukkaaaa banget ff’x, keren bangettttt
    I like author
    I like bumsso
    semangat truz wt ff bumsso’x kisah dri masa2 pcran mpe nikah dan pnya anak aq suka bnget cerita ky’ gtu, kehidupn rmh tngga yg di selingi cnda tawa, sedih, cekcok dll tp msh awet mpe pnya anak seru bnget moga z awet mpe maut memishkn
    fighting author wt ff’x
    author daebakkkkk🙂
    aq kn mnggu ff bumsso slnjut’x

  14. Mia 30 Juli 2014 pada 2:31 AM #

    Keluarga bahagia

  15. Lika hanizon 5 Maret 2015 pada 11:35 PM #

    Ahh,jadi ngiri sama pasangan ini………

  16. agitha 12 Maret 2015 pada 1:48 AM #

    . annyeong q reader baru..lam knal..
    . ff y keren thor..akhr’y jd kluarga bhgia jg..
    . hwaiting bwt karya” author yg lain..

  17. faizahrahmawati10 16 April 2015 pada 12:11 AM #

    Akhirnya happy ending juga, daaaeebbaaaakkkkk thor, kisah cinta yang begitu komplit,

  18. humairah khairani 13 April 2016 pada 2:00 AM #

    Akhirnya hpy ending….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: