Aufklarung part 10

7 Mar

Author: Lulu_seungho

Main cast: Kim Bum dan Kim So Eun

Other cast: Jang Geun Suk, Park Shin Hye, Go Ara, Yunho, Seohyun, Jung Yung Hwa

Genre: Romantic, Friendship, Family

Type: Sequel

 

PART 10

Bawa aku bersamamu, melayang mengembara lewati batas angan dan impian

Peluk erat diriku, dalam dekap sayap – sayap cintamu

 

 

Sekitar pukul 7 malam kimbum dan so eun tengah bersiap untuk pulang kembali ke asrama SHINHWA. “Eomma aku pulang dulu, nanti minggu depan aku pulang kembali.” ujar so eun pada ibunya. “ne… oh ya, ikut ibu dulu ada sesuatu untukmu.” Ujar ibu so eun. So eun pun mengikuti ibunya ke kamar, sementara kimbum mengobrol dengan ayah so eun. “apa kau serius pada anakku?” Tanya ayah so eun pada kimbum. “mwo? Saya tidak mengerti dengan pertanyaan appa.” ujar kimbum. “so eun adalah anakku satu – satunya. Dan kami sangat menyayanginya, kami tidak ingin dia memiliki hubungan khusus dengan sembarang orang, kulihat kau baik dan pintar karena itu aku telah percayakan anakku padamu. Aku titip so eun padamu, kuharap kau tidak akan menyakitinya.” tukas appa so eun. Kimbum pun diam ia pun mengangguk dan tersenyum.

“apa ini bu?” Tanya so eun ketika melihat sebuah kotak berwarna hitam tepat di hadapannya. “ini kosmetik, agar kau dapat mempercantik diri.” ujar ibu so eun. “sebanyak ini?” Tanya so eun. “tentu saja, kau harus mempercantik diri supaya kimbum mau denganmu. Ibu sudah memastikannya bahwa kosmetik ini lengkap. Ingat lulur ini kau gunakan setiap 1 minggu 2 kali saja. Ini berguna agar kulitmu lebih halus. Juga masker wajah ini gunakan setiap hari saat kau akan tidur agar wajahmu terlihat awet muda dan kencang.” tukas ibu so eun. “aish … tapi aku kan masih SMU bu, tidak perlu perawatan sebanyak ini, cukup pelembab, bedak dan lipgloss saja.” ujar so eun. “hei dengarkan apa kata ibumu. Perawatan sejak dini sangat diperlukan untuk mencegah penuaan dini. Kau mengerti anakku?” ujar ibunya . so eun hanya nyengir.

***

Ara terus mengikuti yun ho. Namun tak seperti biasanya, yunho tidak naik bis ia memilih untuk berjalan kaki. Ara pun heran ia pun memberanikan diri untuk bertanya “kau mau kemana? Bukankah seharusnya tadi kita naik bis?” Tanya ara. Yun ho tak menjawab ia tetap diam seribu bahasa dan tetap berjalan. “aish .. aku lupa kalau dia seperti manekin, selalu diam … tapi tampan” gumam ara.

Mereka tiba di tepi sungai han. Yun ho kemudian berhenti di depan sambil menatap sungai han. Ara pun berdiri di sampingnya dan ikut melihat hal yang dilihat yun ho. “indahnya …” ujar ara. Yun ho masih diam.

Lama mereka berada dalam diam. Yun ho terlihat mengambil sesuatu dari dalam kantung celananya. Sebuah korek api, ia pun mengambil beberapa batang korek api. “apakah benar jika kunyalakan korek api ini maka aku akan bertemu dengan seseorang yang ingin kutemui seperti dalam dongeng yang pernah kau ceritakan?” Tanya yunho memecah keheningan di antara mereka. “mwo? Aah …. Mmmm ….” gumam ara yang tak tahu harus berkata apa. “aku ingin bertemu dengan ayah dan ibuku.” ujar yunho kembali. “memangnya ada apa dengan ayah dan ibumu?” Tanya ara. “mereka sudah meninggal sejak aku kecil. Karena itu aku tinggal bersama nenekku.” tukas yun ho.

Yun ho pun menceritakan semua kisahnya pada ara. Bagaimana awalnya ia dapat masuk ke SMU SHINHWA dan bertahan hidup. Sejak kecil yunho telah terbiasa hidup kekurangan. Karena ia pintar, maka ia dimasukkan ke SMU SHINHWA dan memperoleh beasiswa karena prestasinya yang baik di bidang akademik. Ia tak ingin banyak membebani neneknya yang sudah tua itu, karena itu yunho memilih untuk kerja sambilan, dan sekolah pun memberinya izin.

Ara menatap yunho, bukan tatapan kasihan tapi tatapan kekaguman. Ia merasa tak salah mencintai pria yang ada dihadapannya.seorang pria yang mampu berdiri sendiri dengan kemampuannya.

***

Di asrama SHINHWA PUTRI

Soeun tampak sedang membereskan pakaiannya ke dalam lemari, ia pun tak sengaja menyenggol kotak kosmetik yang tadi ibunya berikan. “apa itu?” Tanya kimbum. “ahh … itu kotak kosmetik dari ibuku.” ujar so eun. “benarkah? Coba kulihat.” ujar kimbum.

So eun pun menghampiri kimbum, ia memegang sebuah eyeliner. “bagaimana cara memakainya?” gumam so eun. “kau tidak tahu? Sini aku Bantu.” ujar kimbum. Ia pun mempraktekkan caranya. So eun pun memperhatikannya. “seharusnya kau memakai penyegar dulu baru pembersih wajahnya.” tukas kimbum. “sepertinya kau sangat paham tentang cara berdandan, apa dulu kau pernah kerja di salon?” Tanya soeun. “enak saja, tentu saja aku mempelajarinya sebelum aku menyamar kemari.” ujar kimbum. “ohh … aku kira kau mulai menyimpang.” gumam so eun pelan namun masih terdengar oleh kimbum. “aish …. Kau !!!!” teriak kimbum. Ia pun bermaksud untuk memberi hukuman berupa jitakan, cekikan dan lain – lainnya, namun dengan sigap so eun lari menghindar. Kimbum pun mengejar sehingga terjadi kejar – kejaran di dalam kamar asrama. Hal itu pun menyebabkan kamar berantakan seperti tempat pengungsian.

***

Il woo dan chae won sosengnim sibuk mencari jung hwa dan seo hyeon yang menghilang sejak semalam, mereka pun mencari ke sekitar hotel, tanpa mereka sadari mereka berpegangan tangan. Mereka pun berhenti tepat di depan sebuah lift. Tiba – tiba lift itu terbuka dan mereka kaget menemukan jung hwa dan seo hyeon yang tengah tertidur pulas. Il woo dan chae won pun menatap heran, beberapa saat kemudian seo hyeon terbangun, ia mengusap – usap matanya kemudian membuka matanya secara penuh “sosengnim!!!” teriaknya. jung hwa pun ikut terbangun. Mereka pun segera bangkit dari duduknya dan keluar dari lift. “mengapa kalian ada disini?” Tanya chae won. “semalam kami pergi mencari angin, tapi saat pulang kami terjebak di lift yang macet.” tukas jung hwa. “lalu mengapa kalian tidak menghubungi kami?” Tanya il woo. “kami masing – masing tidak membawa handphone.” ujar seo hyeon. “sudahlah lebih baik kalian segera kembali ke kamar dan segera bersiap untuk menuju THAILAND SHINHWA SCHOOL .” Ujar chae won. Mereka pun setuju dan langsung menuju kamar untuk segera bersiap.

Beberapa jam kemudian mereka tiba di lokasi. Seo hyeon, junghwa beserta il woo dan chae won sosengnim disambut antusias oleh para calon – calon murid. Beberapa acara telah mereka lalui dari penyambutan wakil dari UNICEF, Pemerintah Korea dan dari SHINHWA sendiri yaitu oleh il woo sosengnim.

Tiba waktunya bagi seo hyeon dan jung hwa untuk bergabung bersama calon – calon murid SHINHWA. Mereka berumur sekitar 9 – 17 tahun. Seo hyeon terlihat begitu ceria dan tulus dalam memberikan pengarahan kepada murid – murid tersebut, bahkan dengan menggunakan bahasa Thailand . Hal tersebut membuat jung hwa terpukau, ia melihat sosok wanita yang keibuan dan dewasa juga cerdas dalam diri seo hyeon. Dalam hati ia berkata seo hyeon lah wanita yang ia inginkan. “kau benar – benar wanita yang pantas disebut wanita” gumam jung hwa pelan sambil menatap seo hyeon.

***

Shin hye terlihat lebih diam dari biasanya. Ia tak lagi banyak mengoceh yang tak jelas, ia tengah duduk dibangku taman sekolah sambil memperhatikan bandul matahari miliknya yang telah terbelah dua. Ia pun mengingat kejadian yang mengakibatkan bandul mataharinya terbelah.

Flashback

Shin hye tengah berjalan – jalan dipinggir jalan disebuah tempat bernama Myeondong. Ia ingin mencari ketenangan. Ia ingin menjernihkan fikirannya dari beban hati yang ada padanya. Ia pun menyeberang namun tak sengaja bandul matahari yang ia pakai sebagai kalung terjatuh ditengah jalan raya. Ia bermaksud untuk mengambilnya namun laju kendaraan saat itu sangat ramai. Ia pun menunggu agar lampu hijau menyala. Ketika lampu hijau baru saja menyala ia pun bergegas untuk memungutnya kembali, namun ternyata bandul tersebut telah terbelah menjadi dua, mungkin terlindas oleh mobil. Ia pun menangis ditengah jalan.

End of flashback

Shin hye menghela nafasnya dan menghempaskannya kembali. Tanpa ia sadari geun suk memperhatikannya dari jendela ruang perpustakaan. Ruang perpustakaan SHINHWA PUTRA memang berhadapan langsung dengan taman dan lapang olahraga SHINHWA PUTRI sehingga shin hye dapat terlihat jelas oleh geun suk.

Tiba – tiba ara datang dan duduk di dekat shin hye. “sedang apa sendirian di sini?” Tanya ara. “aku hanya merenung.” ujar shin hye. “tentang geun suk?” Tanya ara. Shin hye hanya mengangguk pelan. “terkadang aku selalu berfikir mengapa penyesalan selalu datang di akhir kisah, tapi kini aku tahu bahwa setiap manusia akan melewati fase demi fase untuk pendewasaan dirinya demi menjadi sosok yang bijak dan dewasa.” ujar ara. “kau benar.” gumam shin hye. Ara menatap iba pada shin hye, dalam hati ia ingin melakukan Sesuatu untuk sahabatnya ini. Namun entah apa.

Ara pun mengajak shin hye kembali ke kelas. Tanpa shin hye sadari bandul mataharinya tertinggal di tempat duduk mereka.

***

Yong hwa, seo hyeon, il woo dan chae won segera kembali ke hotel setelah acara selesai. Mereka berempat langsung menuju kamar hotel untuk segera beristirahat karena esok pagi harus segera kembali ke korea selatan.

“seo hyeon apa kau berpacaran dengan yong hwa?” Tanya bu chae won yang baru saja selesai mandi. “ahh … tentu saja tidak.” ujar seo hyeon yang sedang sibuk mengemasi pakaiannya. “benarkah? Tapi kelihatannya kalian akrab sekali.” ujar bu chae won. “itu hanya perasaan ibu saja.” jawab seo hyeon. “mmm … sayang sekali padahal kalian sangat serasi. Sama – sama cakep, pintar dan baik hati. Perfect!” tukas bu chae won yang kini sibuk mengeringkan rambutnya. Seo hyeon hanya tersenyum.

Setelah selesai berdandan bu chae won mengajak seo hyeon untuk makan malam di restoran hotel. Ia telah memberitahu il woo dan juga yong hwa untuk menunggu mereka di sana. “bu lalu bagaimana hubungan ibu dengan il woo sesongnim?” Tanya seo hyeon. “mmm … makin asikkk !!!” ujar chae won sembari menepuk kedua pipinya. Seo hyeon hanya tersenyum kecil melihat gurunya yang tengah jatuh cinta itu.

Sementara itu il woo dan yong hwa telah berada di restoran hotel dan telah menduduki kursi mereka. Beberapa saat kemudian chae won dan seo hyeon telah datang. “annyeong.” sapa chae won. “annyeong.” balas il woo sambil tersenyum ceria. Il woo pun menarik kursi di sampingnya untuk chae won diikuti oleh yong hwa yang menarik kursi untuk seo hyeon. Kedua perempuan itu pun tersipu malu. “gomawo” bisik chae won pada il woo. Makan malam kali ini terasa lebih hangat karena banyaknya canda tawa dan atmosfir kehidupan yang baru dihati mereka masing – masing. Yong hwa menatap seo hyeon yang tengah tersenyum memperhatikan il woo dan chae won, dalam hati ia bergumam “mungkinkah aku jatuh cinta lagi?”.

***

Beberapa bulan kemudian …

So eun tengah sibuk belajar di kamarnya. 3 bulan lagi mereka harus menghadapi ujian akhir sekolah. Hal tersebut membuat soeun stress. “aish … mengapa Tuhan harus menciptakan matematika sih?” rutuk so eun . “tentu saja untuk memudahkan manusia.”jawab kimbum yang tiba – tiba saja muncul. “hadooh … kau mengagetkanku saja bum. Dari mana?” Tanya so eun sambil melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 8 malam. “aku baru saja bertemu dengan geun suk di lorong sekolah.” jawab kimbum sambil merebahkan dirinya di kasur futon miliknya. “bertemu geun suk? Untuk apa?” Tanya soeun. “tentu saja untuk memperjelas hubungan kami.” ujar kimbum. So eun kaget, ia pun menggigit jarinya. Ia rasakan sakit. “apa mungkin kimbum mulai tertarik pada geun suuk? Ahhh … dia mulai menyimpang. Ahhhh tidak …!!!!” ujar so eun sambil sibuk menampar – nampar pipinya. Kimbum yang memperhatikannya pun menatap heran “apa mungkin frustasi karena matematika berpengaruh pada tingkah lakunya menjadi sedikit konslet?” gumam kimbum pelan.

“hei sso-ah kau kenapa? Apa kau lupa memakan obatmu?”Tanya kimbum. “kau fikir aku sakit apa harus minum obat.” sahut so eun. “tingkahmu aneh, berbicara sendiri dan mendzalimi dirimu sendiri seperti orang yang sedang sakit jiwa.” ujar kimbum. “aish …. Kurang ajar kau bum!!!” ujar so eun sambil melempar sebuah buku yang tebal ke arah kimbum dan bugggg ….. berhasil mendarat sempurna di jidat kimbum.

“wadawwwww ….” teriak kimbum mengaduh. “rasakan itu!!!” ujar so eun penuh kemenangan. Sedangkan kimbum berguling – guling kesakitan, so eun pun merasa khawatir. Ia lihat kembali buku yang tadi dilemparnya sebuah kamus lengkap. “hah??!!! Aku tidak menyangka buku yang kulempar tebal sekali.” ujar so eun . ia pun menghampiri kimbum. “apa itu sakit?” Tanya soeun. “menurutmu? Kau harus tanggung jawab kalau kejeniusanku menghilang.” ujar kimbum sambil meringis. “bodoh … mana mungkin akan separah itu.” ujar so eun sambil menjitak kimbum. “aduh …. Apa kau berniat mendzalimiku?!” ujar kimbum. “ah maaf gerakan refleks, biasanya langsung kubanting. Masih untung baru kulempar dengan buku.” ujar so eun sambil mengambil kotak P3K di laci lemarinya. “iya tapi bukunya setebal itu.” rutuk kimbum. “heheh …” balas so eun.

So eun pun mengobati luka dijidat kimbum yang lumayan berdarah. “diam!!! Baru berdarah segini saja paniknya bukan kepalang.” ujar so eun. “darahnya memang sedikit ttapi nyut – nyutannya hadooh mantap!” sahut kimbum . “kau masih beruntung, aku bahkan pernah memukul teman sekolahku dulu sampai masuk rumah sakit.” ujar so eun. “apa kau laki – laki berwujud perempuan?” Tanya kimbum. “enak saja, kau pun apa perempuan berwujud laki – laki?” timpal so eun. “tentu saja aku laki – laki murni yang normal.” jawab kimbum. “lalu apa yang kau lakukan tadi bersama geun suk? Apa kau mulai tertarik padanya?” Tanya soeun. “tentu saja tidak, aku masih menyukai wanita.” jawab kimbum. “kau bilang memperjelas hubunganmu dengannya, maksudmu apa?” Tanya so eun. Kimbum pun menghela nafas dan mulai bercerita.

Flashback

sekitar pukul 6 lebih geun suk mengirim pesan pada bummie meminta untuk bertemu. setelah beberapa saat berfikir kimbum pun memutuskan untuk menemui geun suk. kimbum segera berdandan ala bummie dan menuju taman belakang sekolah.

Di taman belakang sekolah, ternyata geun suk telah lebih dulu sampai. ia tampak tampan menggunakan stelan jaket kulit berwarna cokelat dan jeans hitam. ia sedang duduk sendiri sambil memegangi buket bunga mawar putih.

“annyeong” sapa bummie seramah mungkin. “annyeong ..” sahut geun suk. bummie pun langsung duduk di samping geun suk. lama mereka dalam diam, akhirnya bummie pun memberanikan diri untuk membuka suara. “bukankah kau bilang ada yang ingin kau bicarakan?” tanya bummie. “ahh … iya.mmm … ini untukmu.” ujar geun suk sambil menyerahkan buket bunga mawar putih tersebut. “dalam rangka apa kau memberiku ini?” tanya bummie. “mm… bummie maukah kau menjadi wanitaku?” ujar geun suk. bummie hanya tersenyum, ia seakan telah menduga akan seperti ini.

bummie pun menarik nafas pelan dan menghempaskannya. “apa kau telah yakin bahwa kau menyukaiku?” tanya bummie. geun suk tersentak mendengarnya. “apa maksudmu?” ujar geun suk. “aku tahu kau hanya tertarik padaku sekedar obsesi bukan cinta. seharusnya kau bisa lebih mendengarkan kata hatimu. jika kau memang masih mencintainya mengapa harus pura – pura tidak peduli? bukankah itu hanya akan menyakiti hatimu dan hatinya?” tukas bummie. “maksudmu shin hye? aku sudah lama putus dengannya.” ujar geun suk. “kau memang sudah putus dengannya, tapi kau masih mencintainya bukan?” ujar bummie. geun suk pun terdiam, ia larut dalam pemikiran akan kata – kata bummie. “tak perlu angkuh untuk mengaku cinta, toh dia pun kini telah menyesalinya. aku mungkin tidak banyak tahu mengenai kalian, tapi ingatlah hanya ada satu tempat istimewa di hati kita dan hanya satu orang yang dapat mengisinya.” tukas bummie.

geun suk hanya diam saja, bummie pun merogoh kantong jaketnya. ia mengeluarkan sebuah amplop dan ia berikan pada geun suk. “apa ini ?” tanya geun suk. “minggu depan datanglah ke bioskop myeongdong.pukul 10 tepat. Pergunakanlah kesempatan ini dengan sebaik – baiknya karena bukan tidak mungkin kau tidak akan mendapatkannya lagi” ujar bummie. geun suk pun mengangguk.

End of flashback.

“memangnya apa yang akan kau lakukan?” ujar soeun saat kimbum mengakhiri ceritanya. “lihat saja nanti. kau tidak usah banyak ikut campur. fokus saja terhadap ujianmu.” ujar kimbum. “baiklah, oh ya ingat kau harus membantuku untuk belajar.” ujar so eun mengingatkan. “tentu saja aku ingat. lihat saja ini aku sudah menyiapkan beberapa soal latihan untukmu.” ujar kimbum seraya memberikan beberapa lembar kertas. “mwo?! sebanyak ini?!!!” keluh so eun. “hari ini kau harus bisa mengerjakan semuanya. aku ingin tahu sudah seberapa jauh kau mampu menyerap ajaranku.” ujar kimbum. “aish …. kurasa kau berniat membunuhku.” rutuk so eun. “ini demi kebaikanmu. sudah kerjakan saja sesuai dengan yang kuajarkan kemarin.” ujar kimbum. “iyaaaaa !!!” ujar so eun.

***

di kediaman keluarga Goh

Go ara dan ayahnya sedang menikmati sarapan pagi mereka. ayah go ara merupakan menteri keuangan, namun sekalipun sibuk ia selalu menyempatkan untuk dapat sarapan bersama go ara.

“ayah, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya ara. “apa?” ujar ayahnya sambil melahap sarapan paginya yang berupa roti dan telur. “mmm … apa kriteria yang kau inginkan untuk jadi pendampingku?” ujar ara dengan sedikit gugup. sejenak ayahnya diam. “kau mulai jatuh cinta?”t anya ayahnya. ara hanya tersipu. “hmm …. siapapun yang menurutmu baik.” ujar ayahnya bijak. “sekalipun status sosialnya di bawah kita?” ujar ara. “bukankah ayah pun dulu berasal dari keluarga yang miskin? ayah hanya anak dari seorang petani. untuk sekolah pun ayah harus mencari uang sendiri sampai akhirnya ayah mampu untuk mendapatkan beasiswa dan bahkan menjadi seorang menteri. setiap manusia memiliki jalan takdirnya sendiri yang telah ditentukan bahkan sebelum roh ditiupkan ke dalam raga kita, namun seorang manusia masih dapat mengubah takdirnya dengan usaha yang keras dan doa. untuk itu, carilah seorang pria yang tanggung jawab dan bekerja keras.” tukas ayah ara. ara pun mengangguk tanda mengerti. “lain kali bawa kekasihmu kemari, ayah ingin tahu bagaimana orang yang anak ayah cintai.” ujar ayah ara. “ne… doakan aku ayah.” ujar ara semangat.

***

bummie menghampiri shin hye yang tengah bercengkrama dengan go ara dan seo hyeon. “shin hye, boleh aku bicara denganmu?” ujar bummie. “ada apa?” tanya shin hye. bummie hanya tersenyum. “ikuti saja aku” timpal bummie.

 

 

TO BE CONTINUED

 

6 Tanggapan to “Aufklarung part 10”

  1. Puji 11 Maret 2011 pada 12:37 PM #

    Ya ampun. . Lama kali bru muncul lanjutannya. . . Akhrnya . . Xi99 gomawo chingu. .

  2. geill 19 Desember 2011 pada 9:03 PM #

    keren, bagus, lucu. makin seru, buat so eun yg semangat belajarnya hehehe………..
    aq lanjut dl ah………………………..

  3. cucancie 23 September 2012 pada 7:48 PM #

    Bummie…bummie…mau ngerencanain apa lg sih..

  4. Kim Jihyun 11 Januari 2014 pada 11:24 AM #

    apa yg direncanain kimbum?

  5. faizahrahmawati10 20 April 2015 pada 4:37 PM #

    Ketawa² sendiri baca ff ini, lucu banget

  6. indah 20 Mei 2015 pada 3:21 PM #

    pingin liat kim bum nembak so eun, tgl 2 eps lgh nii mrka hrus jdian
    makin seru crtanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: