Perhaps Love part 2 end

6 Mar

Author: Lulu Auliyah

Cast: Kim Bum, Kim So Eun, Nichkhun 2PM, Victoria f(x), Onew SHINee

Other cast: Park Je Kyung (rahmi), Jung Seul Ah (author), Lee Min Rin (nden)

Genre: Romantic, Friendship, Comedy

Type: Two Shoot

 

 

PERHAPS LOVE – Part 2 END

 

Suka maupun duka, cinta tetap memberi pesona

 

 

Victoria, kim so eun dan park je kyung tengah berkumpul di rumah so eun. Mereka sedang belajar bersama untuk menghadapi ujian tengah semester. So eun tampak tidak mood untuk belajar, kerjaannya hanya melamun sambil menggambar sayap – sayap. Hal tersebut membuat Victoria dan park je kyung bingung. “so eun kau kenapa melamun terus?” Tanya je kyung. So eun tetap dalam lamunannya. “hei …. Kau sedang melamun apa?” Tanya Victoria sedikit mengeraskan volume suaranya. Alhasil so eun pun tersadar, “aapa ?” Tanya so eun kaget. Kedua temannya itu pun menghela nafas. “kau kenapa sih? Melamun terus?” ujar je kyung. “ahh … itu .” ujar so eun sambil menunjuk ke arah jendela kamarnya. Victoria dan je kyung pun menoleh ke arah jendela, ternyata kimbum tengah memperhatikan so eun sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

“ou dia …” gumam Victoria. “jadi dia tetangga sebelahmu?” Tanya je kyung. So eun pun mengangguk. “sso-ah sebenarnya apa hubunganmu dengannya? Kenapa dia bilang kalau kau jodohnya?” Tanya je kyung lagi. “panjang cerintanya dan kurang masuk akal.” tukas so eun lemah. “aish … gayamu . tapi jujur, hubunganmu dengan si murid baru itu membuatmu banyak musuh. Kau tahu? Bahkan sampai ada kse haters.” ujar Victoria. “mwo?!! Mengapa mereka membenciku?” Tanya so eun kaget. “tentu saja karena kau dekat dengan kimbum, siswi – siswi sekolah kita kan sangat menyukainya.” tukas je kyung. “huft … apa yang harus kulakukan? Sekarang keadaannya bahkan semakin sulit.” keluh so eun. “memangnya kenapa soeun?” Tanya Victoria, “sulit untuk dijelaskan.” ujar so eun. “tapi so eun, aku melihat akhir – akhir ini kau agak menjauh dari kimbum, bukankah awal – awal kau sangat dekat dengannya?” Tanya Victoria lagi. “itu karena aku sedang dilema, ahhh … sudahlah lebih baik kita konsen pada pelajaran kita saja.” gumam so eun. “iya kau benar.” timpal je kyung.

 

Malamnya .

So eun merebahkan dirinnya di kasur, ia pun memandang atap langit – langit. “aigoo … apa yang harus kulakukan?” gumam so eun. Ia pun mengingat kembali kejadian beberapa hari kemarinn.

Flashback

So eun baru saja pulang sekolah, awalnya so eun pulang bersama Victoria dan park je kyung, namun seseorang laki – laki tiba – tiba datang dan meminta agar dapat berbicara empat mata dengan so eun. So eun pun menyetujuinya dan membiarkan kedua temannya pulang duluan.

So eun pun mengikuti seorang laki – laki itu ke sebuah tempat, yaitu di sebuah taman yang sepi. Awalnya so eun sangat takut, karena ia adalah orang asing. Namun karena orang tersebut sangat ramah maka so eun pun mau.

“maaf … sebenarnya siapa anda dan ada keperluan apa anda menemuiku?” Tanya so eun. Laki – laki itu pun tersenyum. “perkenalkan namaku Kim ki bum, aku adalah saudara sepupu darin kim sang bum.” jawabnya. “mwo?! Sepupu bummie? Berarti kau juga manusia aneh?” gumam so eun polos. “hahah …. mungkin bagimu kami aneh, tapi inilah kami kaum dari negeri fantasi.” jawab ki bum. “negeri fantasi? Apa itu?” Tanya so eun lagi. “negeri yang tak sengaja kau datangi lewat mimpi. Negeri di mana kau bertemu dengan kimbum.” ujar ki bum. “ahh … ya benar. Lalu ada keperluan apa kau menemuiku?” Tanya so eun. Ki bum pun tersenyum kecil ia pun menenggak minuman sodanya, so eun pun mengikutinya. “tinggalkanlah kimbum.” ujar ki bum. So eun hampir saja tersedak mendengarnya. “mwo?! Meninggalkan bummie?” ujar so eun kaget. “ya, kimbum telah disiapkan untuk menjadi penguasa di negeri fantasi, dan apabila ia tetap bersamamu di sini maka negeri fantasi akan hilang karena tak memiliki seorang pemimpin.” tukas ki bum. So eun pun terhenyak, benarkah hal itu? “aku ingin bertanya satu hal padamu.” ujar ki bum. “apa?” Tanya so eun lagi. “apakah kau yakin bahwa kimbum kemari karena ia mencintaimu ataukah karena itu adalah permintaanmu?” Tanya ki bum. So eun pun terdiam, ia pun berfikir . “iya benar …. Apakah bummie benar – benar tulus selama ini? Ataukah hanya karena ia terbebani dengan permintaanku yang meminta cinta?” batin so eun.

End Of flashback

 

Esoknya .

Victoria baru saja sampai di gerbang sekolah, tak seperti biasanya semua mata memandang ke arahnya. Victoria pun merasa salting dan canggung, “apa yang salah denganku yah?” gumam Victoria. Semua mata memandangnya sambil berbisik – bisik, kadang mereka tertawa. “aish … ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu?” batin Victoria. Tiba – tiba dari arah belakang seseorang menggendongnya. Victoria pun menoleh . “nichkun?!!! Apa yang kau lakukan?” ujar Victoria kaget. “sudahlah kau diam saja.” ujar nichkhun. Namun Victoria pun berusaha untuk berontak, tetapi nichkhun tetap menggendongnya sambil berlari menuju toilet.

Nichkhun pun menurunkan Victoria. “apa – apaan sih? Ini tidak lucu.” ujar Victoria marah. Nichkhun pun ngos – ngosan, ia memegangi dadanya. Victoria pun merasa kasihan melihatnya. “kau tidak apa – apa kan?” Tanya Victoria. “tidak apa – apa. Sekarang kau masuk ke toilet dan jangan keluar sebelum aku kembali.” ujar nichkhun. “hah? Memangnya kenapa?” Tanya Victoria bingung. “sudahlah lakukan saja.” ujar nichkhun. Victoria pun menuruti perinntah nichkhun. Dan nichkhun pun berlari keluar.

Victoria pun menatap cermin, ia perhatikan penampilannya, “tidak ada yang salah denganku.”ujar Victoria. Ia pun berbalik dan … “kyaaaaaaa !!!!” teriak Victoria. Ada bercak noda merah di roknya. “aku tembus …. Aaahhh … pantas saja mereka melihatku dan menertawakanku.” ujar Victoria.

Setengah jam kemudian ..

Nichkhun mengetuk pintu toilet, Victoria pun membukanya. Kemudian nichkhun pun memberinkan sebuah kantong. “apa ini?” Tanya Victoria. “itu pembalut, cd, dan baju olahraga. Sebaiknya kau ganti seragammu.” ujar nichkhun sambil malu – malu. Victoria pun ikut malu, Victoria pun memperhatikan sesuatu di wajah nichkhun “apa itu? Seperti bekas tamparan?” ujar Victoria sambil menunjuk pipi nichkhun. “saat aku membeli celana untukmu, pedagangnya mengira aku laki – laki aneh yang suka mengoleksi pakaian dalam wanita dan ia memarahiku.” tukas nichkhun. Victoria pun menutup mulutnya menahan tawa. “sudahlah cepat masuk, kita sudah terlambat ke kelas.” ujar nichkhun. “ne … .” jawab Victoria.

Victoria dan nichkhun pun masuk ke kelas, “kenapa kalian terlambat?” Tanya lee min rinn seonsaengnim. “ada sesuatu yang terjadi bu … sulit untuk dijelaskan.” ujar Victoria. “mmm … baiklah , kalau begitu kalian cepat duduk.” ujar min rin seonsaengnim. So eun pun mengacungkan tangannya. “ada apa soeun?” Tanya min rin seonsaengnim. “kenapa mereka terlambat tapi tidak disuruh menyanyi bu?” Tanya so eun. “hari ini ibu sedang senang jadi ibu bisa memaafkan mereka.” ujar min rin seonsaengnim. “aish … kalau aku terlambat pasti disuruh menyanyi.” rutuk so eun. “mungkin karena suaramu bagus so eun.” ujar je kyung memberi dukungan moril. “kau memang benar je kyung, hehe …” ujar so eun sambil memberikan 2 buah bungkus cokelat pada je kyung sebagai tanda terinma kasih. “haha … kau memang tahu maksudku.” ujar je kyung ikutan nyengir.

Victoria dan nickun pun duduk di bangkunya masing – masing. Semua siswa dan siswi memperhatikan Victoria karena memakai baju olahraga, min rin seonsaengnim pun menyadarinnya. “Victoria kenapa kau memakai baju olahraga?” Tanya min rin seonsaengnim. “ahh … itu … itu karena ….” belum sempat Victoria beralasan nichkhun sudah memotongnya. “karena bajunya kebasahan bu, oh ya aku permisi ke toilet sebentar.” ujar nichkhun . “ou ya silakan.” ujar min rinn seonsaengnim.

Beberapa saat kemudian nichkhun pun kembali, namun kini ia berganti pakaian memakai pakaian olahraga. Semua teman – temannya, min rin seonsaengnim termasuk Victoria heran dengan kelakuan nichkhun. “nichkhun … apa seragammu juga kebasahan?” Tanya min rin seonsaengnim. “aniyo … aku hanya ingin menemani Victoria memakai pakaian olahraga, agar ia tidak merasa canggung.” ujar nichkhun. Victoria pun menoleh pada nichkhun, begitu pula dengan nichkhun, pandangan mereka bertemu dan saling melempar senyum. Semua teman – temannya pun meledek mereka, wajah Victoria dan nichkhun pun memerah.

 

Pulang sekolah

Seperti biasa so eun, je kyung dan Victoria selalu pulang bersama. Setelah di persimpangan jalan mereka pun berpisah. Park je kyung pun berjalan menuju rumahnya dengan riang sambil bernyanyi – nyanyi. Namun ia pun merasakan keanehan, ia merasa diikuti seseorang. Berkali – kali ia menoleh ke belakang tapi tidak ada orang. Namun je kyung yakin ada yang mengikutinya. Je kyung pun awalnya berjalan pelan namun lama – lama ia pun lari.

“tunggu ….. tunggu aku !!!” teriak seseorang dari belakang. “aku tidak mau menoleh, aku takut.” teriak je kyung, ia terus berlari. “park je kyung !!!! tunggu aku!!!” teriak seseorang dan gubrakkk …. Je kyung pun reflek menoleh ke belakang karena mendengar sesuatu yang jatuh. “onew?!” kaget je kyung. Onew yang terjatuh karena mengejar je kyung pun segera bangun dan menghampirin je kyung. “larimu cepat sekali je kyung.” ujar onew sambil engap – engap. “lagipula kau menakutiku. Memangnya ada apa kau mengikutiku?” Tanya je kyung.

Onew pun segera mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah boneka berukuran sedang berbentuk cupid. Onew pun membungkukkan badannya sambil berucap lantang “Park je kyung … kumohon jadilah kekasihku.” ujar onew. Je kyung pun kaget ia pun, menatap boneka itu, “aku tidak mau ..” ujar je kyung. “kumohon… akan kulakukan apapun agar kau mau menjadi pacarku.” ujar onew.

Je kyung pun berfikir sejenak. “baiklah aku punya syarat untukmu.” ujar je kyung. “apa itu?” Tanya onew. “kau harus membuat sesuatu tulisan semacam makalah yang berinsi ceritamu saat pertama kali bertemu denganku dan mengapa kau menyukaiku sampai saat ini, memakai kertas A4, ukuran huruf 10, jenis hurufnya arial, margin atas dan kanan 4, sedangkan margin bawah dan kiri 3. semuanya sebanyak 15 lembar hari minggu ini tepat jam 10 pagi harus ada di rumahku.” ujar je kyung tegas. “mwo?! … syarat yang aneh.” gumam onew. “kalau kau tidak mau ya sudah, berarti sudah jelas jawabannya aku tidak mau jadi pacarmu.” ujar je kyung. “ahh … iya iya aku setuju, minggu ini tepat jam 10 aku pasti akan ke rumahmu membawa makalahnya.” ujar onew menyetujuinya. Je kyung pun tersenyum *evil laugh*.

 

Soeun baru saja akan membuka pintu gerbang rumahnya ketika kimbum menghampirinnya. “kenapa tadi kau meninggalkanku?” Tanya kimbum. “aniyo … aku hanya ingin pulang bersama sahabat – sahabatku.” kilah so eun. Kimbum pun mengangguk tanda mengerti, “aku masuk dulu yah.” ujar so eun. Namun kimbum menarink tangan so eun, “ada apa?” Tanya soe un. “kenapa kau berubah?” Tanya kimbum. “berubah? Aku tidak berubah.” ujar so eun. “so eun, percayalah padaku.” ujar kimbum. So eun pun menatap mata kimbum, ia dapat merasakan kejujuran dan ketulusan dari mata kimbum. So eun ingin kimbum tetap di sampingnya menjadi cintanya yang pernah ia minta, tapi terlalu egois baginya untuk memiliki kimbum sendiri sedangkan di tempat kimbum berasal sangat membutuhkannya. Sangat sayang bila negeri seindah itu harus lenyap karena keegoisannya.

 

Esoknya .

So eun memasuki kelasnya, kali ini ia tidak lagi suka terlambat masuk sekolah. Semua teman – temannya juga gurunya tidak ada di kelas, namun ia takjub dengan keadaan kelasnya yang dipenuhi bunga dengan mawar putih, so eun pun memasuki kelasnya. Ia pun mencium wangi bunga mawar putih itu. Kemudian tiba – tiba dari belakang kimbum pun muncul. Ia pun membisikkan kata – kata ke telinga so eun “saranghae …” ujar kimbum. So eun pun menoleh kearah kimbum. “bummie …” gumam so eun. Semua teman – teman sekelasnya pun menyorakinya, so eun pun menunduk malu.

lee min rin seonsaengnim pun datang ke kelas. Seketika itu juga para murid segera duduk di bangku masing – masing. lee min rin seonsaengnim pun kaget melihat keadaan kelasnya yang dihias seromantis mungkin ini. “ada apa dengan kelas kalian?” Tanya min rin seonsaengnim heran. “ini bukti cintaku pada so eun bu.” ujar kimbum percaya diri. “huh ….” ledek siswa – siswi lain. Sedangkan soeun hanya tertunduk. “ya ampun so eun kau beruntung sekali mendapatkan lelaki seperti kimbum yang tampan dan romantis.” ujar min rin seonsaengnim. So eun pun hanya tersenyum simpul. Untuk beberapa saat ia pun menatap kimbum yang terlihat tengah bahagia. “apakah benar kau benar – benar mencintaiku bum? Lalu bagaimana dengan negerimu?” batin so eun.

 

Sepulang sekolah, Victoria diajak oleh nichkhun ke suatu tempat. Ternyata sebuah taman yang memiliki taman bermain anak – anak. Nichkhun dan Victoria pun memilih duduk di ayunan. Lama suasana tampak canggung sehingga mereka hanya diam.

“aku mau pergi.” ujar nichkhun memecah keheningan. Reflek Victoria pun menoleh. “pergi? Kemana?” Tanya Victoria yang merasakan akan ada sesuatu kabar yang tidak ia inginkan. “aku akan menjalani pengobatan, aku ingin sembuh. Aku ingin memiliki usia yang panjang agar aku bisa terus bersamamu.” ujar nichkhun yang secara jelas mengungkapkan perasaannya. “berapa lama?” Tanya Victoria. “entahlah, tapi aku harap ketika aku kembali nanti, kau tidak dimiliki oleh siapapun karena aku ingin memilikimu.” tukas nichkhun.

Tak terasa air mata pun menetes dari sudut mata Victoria, “kalau begitu kembalilah ketika kau telah pulih. Aku akan menunggumu di sini.” ujar Victoria. Nichkhun pun menoleh, ia pun menghampiri Victoria dan jongkok di hadapannya. Nichkhun memegang tangan Victoria dan menempelkannya di bagian dada sebelah kirinya. “aku akan bertahan, aku akan berusaha untuk hidup. Aku akan selalu membawa cintamu di setiap ke mana pun aku pergi, dan kan kujadikan sebagai sumber penyemangatku.” ujar nichkhun. Victoria pun mengangguk. Untuk kedua kalinya nichkhun pun mencium kening Victoria, lama dan sangat lama.

 

Hari minggu .

Dari sejak bangun tidur Je kyung terus saja mondar – mandir di rumahnya, ia menatap jendela melihat apakah hujan telah reda. Je kyung begitu tampak gelisah hari itu. Ia pun memilih untuk menyalakan tv. Beberapa berita memberintahukan bahwa hari ini akan ada badai dan diharapkan semua warga kota Seoul untuk tidak keluar rumah. Mendengar berinta itu je kyung makin bertambah khawatir. Ia takut onew nekat untuk ke rumahnya di tengah badai seperti ini.

Je kyung pun mencoba menelepon onew menggunakan handphonenya. Namun tak jua diangkat, hal tersebut membuat je kyung frustasi. “aish … apa yang harus kulakukan? Ya Tuhan kuharap Onew tidak kemari” gumam je kyung sambil menangis. Ibu je kyung pun menghampirinnya. “ada apa? Mengapa kau terlihat sangat gelisah seperti itu?” Tanya ibu. “eomma … sepertinya aku telah bersalah pada onew.” ujar je kyung. “memangnya ada apa?” Tanya ibu je kyung. Je kyung pun kemudian menceritakan permasalahannya. Eomma pun hanya tersenyum sambil mengelus lembut rambut je kyung. “maafkan ibu nak, pengalaman ibu jangan kau jadikan ketakutan. Tidak semua laki – laki seperti ayahmu. Ibu yakin kau juga menyukainya. Karena itu akuilah hal itu.” ujar ibu je kyung. Je kyung pun mengangguk pelan.

Tiba – tiba bel rumah pun berbunyi, je kyung kaget dan langsung lompat dari kursi. Ia pun segera menuju pintu dan membukanya. Dilihatnya onew yang tengah menggigil kedinginan diterpa hujan dan badai. Pakaiannya pun kotor, “annyeong … je kyung, aku tidak terlambat kan?” Tanya onew. Je kyung pun melirink jam dinding. Tepat jam 10. onew pun membuka jaketnya, ia mengeluarkan sebuah amplop besar berinsi makalah yang diminta oleh je kyung. “maaf agak kotor, padahal aku sudah berusaha semampuku agar tidak sampai kena air.” ujar onew. Je kyung masih diam, ia pun menangis dan langsung memeluk onew. “hiks …. Hiks ….” je kyung tak mampu berkata – kata, yang ia inginkan hanyalah menangis, ia sungguh terharu melihat pengorbanan onew padanya. “je kyung apa aku salah lagi? Aku tidak bermaksud menyakitimu. Sungguh aku kerjakan ini sendiri dan sesuai dengan permintaanmu.” ujar onew.

Je kyung pun melepaskan pelukannya, ia pun mengusap air matanya. “gomawo …” ujar je kyung sambil terisak. “jangan menangis? Apa kau sedang sedih?” Tanya onew. “aniyo ….” ujar je kyung sambil menggelengkan kepalanya. “aku … aku tak menyangka kau akan tetap datang ke rumahku di tengah badai seperti ini.” ujar je kyung. “aku kan sudah bilang, akan kulakukan apapun agar kau mau jadi pacarku. Sekalipun harus kupertaruhkan nyawaku.” ujar onew. Je kyung pun diam sejenak, “saranghae …” gumam je kyung. “hah? Kau mencintaiku? Berarti sekarang aku jadi pacarmu kan?” Tanya onew. Je kyung pun mengangguk. Onew pun jingkrak – jingkrak girang sambil teriak “asikkkk …. Asiiiikkkk ….” Je kyung pun tertawa – tawa melihat tingkah onew, dari balik pintu ibu je kyung pun melihatnya sambil tersenyum.

 

So eun turun dari kamarnya, ia berniat untuk mengambil minum. Dilihatnya diruang tv kimbum tengah bersama dengan ibu dan sepupunya jung seul ah sedang menonton drama tv. Mereka tampak sesenggukan menangis terpengaruh oleh cerinta drama “huh … hatinya sensitive sekali, melihat drama segitu saja langsung nangis.” rutuk so eun.

Tiba – tiba derinng handphone so eun pun menyala. Ada pesan singkat untuknya.

 

From : 085759504851

Aku ki bum, temui aku ditempat kemarin kita bertemu sekarang juga! Ada sesuatu yang penting yang ingin kusampaikan.

 

Setelah membaca pesan singkat itu, so eun pun memutuskan untuk menemuinya. “aku pergi dulu sebentar.”ujar so eun. “mau kemana? tanya ibu soeun. “aku mau pergi bertemu temanku dulu.” ujar so eun. “aku akan mengantarmu.” ujar kimbum. “ahh … tidak usah, aku bisa sendiri.” ujar so eun lagi. “tapi ini kan sudah malam unnie, lebih baik kau diantar oleh oppa kimbum.” ujar seul ah. “tak apa, aku sudah besar. Kau di sini saja bersama ibu dan seul ah.” ujar so eun. Ia pun buru – buru pergi sambil memakai sweaternya.

 

Setibanya di taman so eun celingak celinguk mencarin sosok ki bum. “aku di sini.” ujar ki bum yang tiba –tiba saja muncul darin belakang pohon Ek. So eun pun kaget mendengarnya. “kau mengagetkanku saja.” ujar so eun sambil mengelus – elus dadanya. “maaf aku tidak sengaja.” ujar ki bum. “ya tak apa, ada apa kau meminta bertemu?” Tanya so eun langsung pada intinya.

Untuk sejenak ki bum pun tersenyum simpul, “aku sungguh tak menyangka akan melakukan ini padamu, awalnya aku percaya kau mengerti maksudku tapi ternyata kau masih seperti itu. Kau masih menahan kimbum di sini. Karena itu tidak ada cara lain lagi, aku harus melenyapkanmu.” ujar ki bum sambil menyodorkan pistol. “apa?!! Jangan … kumohon jangan seperti ini. Aku sudah berusaha untuk menghindar tapi kimbum tetap mendekatiku.” ujar so eun sambil mundur. “aku tidak lagi percaya padamu.” ujar ki bum. Saat ki bum akan menarink pelatuknya, tiba – tiba saja seseorang menendang tangannya sehingga pistolnya terlempar. “sudah kukira ada yang tak beres.” ujarnya yang ternyata adalah kimbum. “kimbum …” ujar ki bum. “bummie … kenapa kau kemarin?” Tanya so eun. “aku mengikutimu, aku yakin ada sesuatu terjadi padamu sehingga kau berubah.” ujar kimbum.

“kimbum … apakah hanya karena wanita ini kau rela meninggalkan negeri asalmu dan membiarkannya lenyap tanpa seorang pemimpin?” ujar ki bum. “ya!” jawab kimbum lantang. “dasar kau egois!!” ujar ki bum sambil menghajar kimbum. Ki bum terus memukuli kimbum sampai ia terjatuh lunglai, sedangkan so eun hanya bisa berteriak – teriak memohon pengampunan untuk kimbum “kumohon berhenti!!! Aku berjanji, aku akan melepaskan bummie. aku mohon jangan pukuli dia lagi.” ujar so eun sambil terisak – isak. “dia harus mengerti bahwa ia terlahir untuk bertanggung jawab terhadap rakyat negerinya sendiri.”ujar ki bum yang kesal dengan tingkah kimbum. Kimbum pun menarink baju ki bum. “berapa pukulan lagi yang harus kuterima agar kau bisa mengerti bahwa ini pilihanku!!! Kau fikir aku tidak memiliki hati sehingga aku meninggalkan begitu saja kewajibanku?!” ujar kimbum membela dirinya. Ki bum pun berhenti memukul kimbum. “sejak awal aku tidak pernah berminat dengan posisi itu, aku merasa hidupku memang sudah terencana sejak awal sehingga tak ada tempat bagiku untuk memiliki keinginan. Hingga aku bertemu dengan so eun, aku merasa aku hidup dan berhak memiliki keinginan.” ujar kimbum.

“kau memang tidak memiliki pilihan bum.” ujar ki bum. “ada. Dan kupercaya ini yang terbaik. Aku akan memberinkan seluruh kekuasaanku padamu. Karena sejak awal kau lah yang lebih peduli terhadap nasib negeri fantasi, bukan aku. Kau arif dan bijak. Kau rela melakukan apa saja agar rakyat sejahtera, seperti sekarang ini. Kau berusaha untuk membawaku kembali ke negeri fantasi. Ini semua kau lakukan karena rakyat negeri fantasi kan?! Dan kau pun masih memiliki hubungan darah denganku, jadi kau pun dapat memimpin negeri fantasi.” ujar kimbum. Ki bum pun menunduk, “tapi aku …” gumam ki bum. “kupercayakan negeri fantasi padamu, karena kuyakin kau mampu untuk jadi penguasa yang hebat.” ujar kimbum. Ki bum pun memeluk erat kimbum sambil menangis. Ia pun meminta maaf atas perlakuannya yang telah melukai kimbum. Ki bum pun melepaskan pelukannya, “kalau begitu tetaplah di sini dan raihlah mimpimu.” ujar ki bum. Kimbum pun mengangguk.

Kimbum pun menatap so eun yang masih terinsak, ia pun menghampiri so eun dengan langkah tertatih. So eun pun mendekapnya, “sekarang kau percayakan kalau aku benar – benar mencintaimu?” ujar kimbum. So eun pun mengangguk. Ia pun semakin mempererat dekapannya.

 

 

Beberapa tahun kemudian .

Setiap hari sejak kepergian nichkhun ke Singapura, Victoria selalu datang ke taman bermain tempat mereka terakhir bertemu. Sambil menatap langit yang cerah dan burung – burung yang bebas lepas terbang ke sana kemari, Victoria menghirup udara yang segar. Rasanya sudah sangat lama baginya. Tapi ia berjanji untuk tetap menanti.

“jadi kau masih sendirin kan?” ujar seseorang yang tiba – tiba berdiri di samping Victoria. Victoria pun melihatnya dari bawah sampai atas, Victoria pun berdiri dari ayunannya. “nichkhun …” ujar Victoria. Nichkhun pun mengangguk. “apa kau rindu padaku?” Tanya nichkhun. Victoria pun mengangguk. “kalau begitu peluk aku.” ujar nichkhun. Victoria pun langsung memeluk nichkhun erat. “terima kasih kau masih menantiku.” ujar nichkhun. “apa kau sudah sembuh?” Tanya Victoria. “tentu saja, ini semua untukmu.” ujar nichkhun.

 

Je kyung pun pergi ke gunung Himalaya bersama onew untuk mendaki, merayakan bulan madu mereka. Sedangkan so eun dan kimbum tengah berjalan – jalan di sekitar pantai Bali menunggu kelahiran anak pertama mereka. Dan Victoria dengan nichkhun masih di Korea, mereka mencari – cari tempat yang romantis untuk pernikahan mereka kelak.

 

 

THE END

 

 

Dedicated for : Rahmi Jamilah

Saengil chukhahamnida ….. chukhahaeyo … unniee rahmi ….

Hari ini, waktu telah mengantarmu pada kedewasaan yang begitu mempesona. Masa berganti rupa dan usia menapak dewasa. Kini kau telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang di depan sana, telah terbuka lebar – lebar gerbang dunia luar yang menyambutmu dengan segenap kegenitan dan gemerlap yang menggoda. Karena itu jadilah wanita yang kuat dan cerdas. Perhatikanlah segala fenomena yang terjadi di sekelilingmu yang dapat membuatmu jatuh kemudian lawanlah hal – hal itu dengan kuatnya hatimu dan cerdasnya pemikiranmu.

Jadilah engkau seorang wanita penebar kebaikan agar kau menjadi orang yang beruntung, jadilah engkau seorang wanita pemberi nasihat serta peringatan seperti sang Humaira (Aisyah ra.), jadilah engkau seorang wanita yang sukses seperti Khadijah yang menjadi wanita karir dan berhasil mendampingi suaminya yang merupakan seorang ‘presiden’ bagi umat Islam. Dan Jadilah engkau seorang wanita yang menyandang nama ‘wanita yang beriman’ .

Aku harap Tuhan akan memberikan usia yang cukup bagimu supaya kau memiliki bekal yang cukup pula untuk akhiratmu. Aku pun berharap semoga kau diberikan kebahagian dan kesedihan yang cukup untuk membuatmu lebih dewasa dan bijaksana. Semoga semua pengharapanmu akan terwujud jika itu adalah yang terbaik bagimu.

 

Semoga kisah sederhana ini dapat menjadi kado yang manis untukmu. Ghamsahamnida ^^

 

By : Lulu siti auliyah MS istri seung ho pacar choi kyung hoon & kadedeuh donghae

 

15 Tanggapan to “Perhaps Love part 2 end”

  1. hanie_kim 6 Maret 2011 pada 1:40 PM #

    ga bs brkta apa2..
    Keren, bgus, aq suka..
    Happy ending..

  2. dini ramadhani 6 Maret 2011 pada 4:12 PM #

    yuhuu q suka endingnya
    mwo?je kyung ma onew bulan madu k himalaya?yaelah gak k kutub sekalian hahahah
    wokeh dtunggu part selanjutnya
    4 rahmi,sekali lg met ultah

  3. negista 6 Maret 2011 pada 7:12 PM #

    huahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    kerennnnnn banget nih OS…

    persamaan dengan os aku.
    1. sama2 OS hadiah buat kak mi
    2. sama2 two shoot (di FB)
    3. di OS kse sama2 suka film horor

    huahhhhhhhhhhhhhh aku suka cerita khuntoria
    seneng banget ihhhhhhhhhhhhhhhh
    wawwwwwwwwwwwwwwwwww

    jejejeje je kyung beuh ma onew
    romantis.. gak kalah romantis ma in rin songsengnim n kyu oppa..
    beuhh beuh seul ah.. bimbang atnra hae and yoo
    huhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

    jiahhhhhhhhhhhhhh kim bum itu pemimpin di negeri fantasi
    amazing banget dech ah……
    tapi lebih milih so eun tentunya
    heyaaaaaaaaaaaaaa ending yang bahagia..
    pengen punya harum bummie yang abadi dan ceria..
    yang kayak gimana seh???

    pengen punya aklungnya bummie juga……..
    pengen punya cinta kayak so eun..

    huahhhh kebiasaan so eun bangun siang2…
    makanya aku suruh nyanyi sebagai hukuman..
    buat khuntoria gak usah nyanyi..
    ngakak pas scenes itu… berasa wajahku sebagai guru polos banget
    hahahahahaha

    je kyung itu onew melawan badai, hujan, angin, air, api, tanah.. avatar.. keke
    demi je kyung…
    idihhhhhhh romantis beud..
    sebelumnya onew nyelamatin je kyung di kolam..
    gendong je kyung..
    huahhhhhhhhhhhhhhh ngiri aku….

    hahaha khirnya jinkyung ke himalaya..
    kenapa gak ke kutub utara atau segitiiga bermuda???
    *nanya gita gutawa*

    ok sekian komen dari aku..
    yang jelas author lulu DAEBAK!

  4. rini 13 Maret 2011 pada 10:35 AM #

    wahh senang,a mereka semua bahagia,,
    ditunggu karya selanjutnya,,

  5. hilwah 29 Maret 2011 pada 9:30 PM #

    wuih kerenz…
    happy ending.,.,.,
    suka.,suka.,suka.,

  6. shaaaaw 31 Juli 2011 pada 12:35 AM #

    Hahaha ya ampun lucu amat bulan madu ke himalaya xD

  7. Gee 22 Desember 2011 pada 11:28 PM #

    Bru nemu ni FF,,gpp kan teLat juga..xixi..
    Suka bGet ama KhunToria’nya…sering2 kisah mreka dunk^_^

  8. Viera 4 Januari 2012 pada 6:50 PM #

    HuaAaAa pengen dech di kejar2 ma 0new N pnya pcar pnuh png0rbnan kyak kim bum,
    hemhemhem salut ma pembuat ff,

  9. vicTERIA 7 Juni 2012 pada 6:49 PM #

    Daebakk.. !! eon aku newreader nih banyakin ff khuntoria dong hehe..😉

  10. vika 28 Maret 2013 pada 1:31 AM #

    keren,smuax dpt porsi yg sama..
    happy ending..like this..

  11. rina 26 April 2013 pada 1:51 PM #

    ini fanfic so sweeet banget jadi terharu apalagi pas adegan khunnie yang lagi di kelas itu so sweet banget tau :-)pokoknya daebak deh … di tunggu lagi ni ff selanjutnya

  12. luthfiangelsso 27 April 2013 pada 10:53 AM #

    Huwaa….bagian onew ma je kyung sweet bgt ya ampun pengorbanan onew waw bgt ada ga yaa di kehidupan real cwo yg rela berkorban bgitu ?#ngarep
    bagus” tpi mnurut aku momen umsso’a kurang chingu
    Tpi over all bagus koq:-)

  13. Kim Jihyun 17 Januari 2014 pada 10:35 PM #

    yeay happy end^^

  14. cute. . 26 Juni 2014 pada 1:51 AM #

    cerita’x sangat bagusss. . . 🙂

  15. Mia 29 Juli 2014 pada 10:49 PM #

    Enak bgt tuh puxa pacar pangeran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: