Perhaps Love part 1

6 Mar

Author: Lulu Auliyah

Cast: Kim Bum, Kim So Eun, Nichkhun 2PM, Victoria f(x), Onew SHINee

Other cast: Park Je Kyung (rahmi), Jung Seul Ah (author), Lee Min Rin (nden)

Genre: Romantic, Friendship, Comedy

Type: Two Shoot

 

 

 

PERHAPS LOVE – PART 1

 

Sekeras apapun ku mencoba dan sekuat apapun ku memungkiri

Cinta tetap memiliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal.

 

 

 

So eun berlari – lari di lorong sekolah, hari ini ia terlambat lagi. Ia pun segera mengetuk pintu kelas. Seperti biasa lee min rin seonsaengnim telah menunggu so eun di depan pintu sambil memegang penggaris panjang. “kau terlambat lagi?” ujar min rin seonsaengnim. So eun pun mengangguk. “kalau begitu berdiri di depan dan menyanyi lagu menggunakan bahasa inggris.” suruh min rin seonsaengnim. So eun pun menurut, ia pun berdiri di depan kelas dan kemudian menyanyi … “happy birthday to you … happy birthday to you … happy birthday …. Happy birthday … happy birthday to you ….” nyanyi so eun sambil menggerak – gerakkan pinggulnya dan menepuk – nepuk tangannya. Min rinn seonsaengnim pun menepuk jidatnya “apa tidak ada lagu lain selain happy birthday? Lagu berbahasa inggrins kan banyak.” ujar min rinn seonsaengnim. “hehe … aku tidak hafal yang lain bu. Lagipula aku cinta tanah air jadi lebih hafal lagu Negara kita.” ujar so eun dengan semangat kemerdekaan. “ahh … sudahlah kau kembali duduk.” perintah min rin seonsaengnim.

So eun pun kemudian duduk, teman – temannya Victoria dan park je kyung hanya geleng – geleng melihat so eun selalu saja datang terlambat. “aku kan sudah bilang pasang alarm.” ujar Victoria. “dia pasti membanting alarmnya saat tidur… dasar so eun” ujar park je kyung. “hehe …. Peace” ujar so eun sambil membentuk huruf v dengan jarinya. Kim so eun berasal dari keluarga yang berkecukupan, ia memang pintar di sekolah namun ia sangat membenci pelajaran bahasa inggris. Sampai saat ini so eun belum pernah memiliki kekasih, hal ini karena so eun memang tidak pernah jatuh cinta. Namun, ia ingin sekali bisa merasakan cinta di masa remajanya.

lee min rin seonsaengnim pun membagikan nilai ulangan kemarin. Victoria sangat senang sekali ketika melihat nilai yang ia dapat. Ia pun melirink nichkhun di belakang bangkunya sambil memperlihatkan nilainya dengan angkuh. “100, kau kalah!!” gumam Victoria pelan pada nichkhun. Nichkun hanya tersenyum ia pun menunjukkan nilainya dengan santai “mwo!!! 100+ .” ujar victoria dengan mata melotot. Nichkhun pun memeletkan lidahnya pada Victoria, hal tersebut menambah ia kesal. Victoria dan Nichkhun memang telah lama bersaing, awalnya Victoria memang paling pintar di sekolahnya namun karena kedatangan murind baru yaitu nichkhun hal itu menjadi bergeser. Mereka pun bersaing, bahkan saking kuatnya masing-masing Lee min rin seonsaengnim sampai bingung memberin perinngkat pada mereka. Akhirnya mereka mendapat rangking 1 dan untuk berdua.

“kau mendapat nilai berapa so eun?” Tanya park je kyung. “85, lumayan ada kemajuan.” ujar so eun. “ou …. Aku dapat 90. hehe …” ujar je kyung yang paling polos di antara mereka. “ssttt …. Sstt … je kyung….” panggil seseorang pelan darin belakang. Je kyung pun menoleh ke sumber suara. Ia adalah Onew, onew pun melambaikan tangannya pada je kyung. “hai ….” ujar onew. Je kyung pun segera memalingkan wajahnya. Sedangkan Onew hanya tersenyum simpul, ia memang sudah biasa diacuhkan oleh je kyung. Park Je Kyung terlahir darin keluarga yang kedua orang tuanya bercerai. Ayahnya serinng memukul ibunya, dan saat kecil ia selalu diganggu oleh anak – anak lelaki karena itu ia memiliki ketakutan terhadap prina. Namun Onew selalu menjailinya karena ia sangat menyukai je kyung yang polos.

“anak – anak minggu depan akan ada penilaian untuk kelas paling baik. Dinilai bukan hanya darin prestasi akademik tapi juga darin kerapihan kelas. Sabtu depan kita akan mengecat ruangan kelas, oh ya kita belum memiliki denah bangku dan jadwal piket karena itu ibu menunjuk Victoria dan nichkhun untuk membuatnya.” ujar min rinn seonsaengnim. “mwo?!! Aku dengan nichkhun? Kenapa harus dengan dia bu?” ujar Victoria protes. “karena nichkhun pandai menggambar dan tulisanmu juga rapi.” ujar min rin seonsaengnim. “bu … kalau dia tidak mau biar kukerjakan sendirin saja.” ujar nichkhun. “tidak bisa, ini sudah keputusan ibu. Kalian berdua yang harus menyelesaikannya dan besok dikumpulkan. Semua bahan – bahan yang diperlukan ada di ruangan ibu, bila ada kekurangan kalian ambil saja ke sana.” tukas min rin seonsaengnim. “lalu apa ibu akan menemani kami?” Tanya nichkhun. “aniyo … ibu harus mengurus baju pengantin untuk pernikahan ibu dengan oppa kyuhyun. Maafkan ibu yah, kalian pasti bisa menyelesaikan tanpa ikut campur ibu.” ujar min rin seonsaengnim. “aish … aku benar – benar sial.” rutuk Victoria. “yang sabar ya nak ….” ujar je kyung.

 

Pulang sekolah …

Victoria, park je kyung dan kim so eun sedang membereskan tas mereka. “je kyung kita main yuk?” ajak so eun. “maaf aku tidak bisa, minggu depan ada tes renang dan aku belum bisa benar jadi aku harus banyak berlatih.” ujar je kyung menolak. “huhh … kau tidak bisa karena akan kerja dengan nichkhun.” ujar so eun pada Victoria. Victoria pun mengangguk lemah. “ahh … baiklah aku akan sendirin saja.” ujar so eun. “maaf ya so eun aku tidak bisa ikut.” ujar je kyung. “iya … byee …” ujar so eun sambil melambaikan tangan pada dua sahabatnya itu.

“Victoria .. aku ke kolam dulu yah .. bye ..” ujar je kyung. “bye .. hati – hati yah.” timpal Victoria. Victoria pun menunduk, rasanya kesal sekali bila ia harus bekerja sama dengan musuhnya. Ia pun kembali ke kelas sambil menunggu nichkhun membawa semua bahan yang diperlukan.

Beberapa saat kemudian nichkhun tiba dengan membawa kardus yang berinsi bahan – bahan yang diperlukan.  “ini ….” ujar nichkhun sambil meletakkan kardusnya di meja. “kau lama sekali … .” ujar Victoria kesal. “sudah jangan banyak merutuk, kita kerjakan saja dengan segera supaya cepat selesai dan aku tidak harus berlama – lama denganmu.” ujar nichkhun. “siapa juga yang ingin berlama – lama denganmu.” balas Victoria kemudian memukulkan kertas karton ke bahu nichkhun. “bwweekkk .”l edek Victoria sambil memeletkan lidahnya. “aish …” rutuk nichkhun.

Dengan tekun dan teliti nichkhun dan Victoria pun mengerjakan pekerjaan mereka. Victoria pun memperhatikan nichkhun yang dengan mudah dapat menggambar denah – denah bangku kelas dengan apik dan unik. Ada rasa kagum menelusup ke hatinya, ia pun menatap wajah nichkhun yang terlihat serinus “dia tampan juga.” gumam Victoria dalam hati.

“jangan melihatku terus, ayo cepat kerjakan bagianmu.” ujar nichkhun sambil terus menggambar. Victoria salting dibuatnya. “siapa yang melihatmu, aku melihat hasil kerjamu.” kilah Victoria kemudian mengibas – ngibaskan tangannya ke wajahnya, wajahnya memerah. Nichkhun pun tersenyum kecil.

 

Je kyung belum berani masuk ke dalam kolam, ia memperhatikan kolam itu dengan perasaan takut. Ia pun kembali mengingat kejadian dulu yang menyebabkan ia takut akan air. Saat itu je kyung tengah berwisata ke salah satu laut di Pulau Jeju. Je kyung berlari – lari di sekitar pantai, ibu dan ayahnya hanya memperhatikannya dari jauh. Je kyung kemudian berlari mendekati air sampai akhirnya ia terseret arus.

Je kyung tersungkur dipinggir kolam, badannya gemetar. “apa yang harus kulakukan Tuhan?” gumam je kyung. Test minggu depan merupakan test yang penting karena apabila ia tidak lulus ia akan sangat mengecewakan ibunya karena mendapat nilai yang jelek walaupun hanya 1 mata pelajaran saja. Je kyung memang cerdas di semua bidang pelajaran namun untuk renang ia tidak yakin dapat menguasainya.

Je kyung pun mengatur nafasnya “aku harus bisa!!!” ujar je kyung. Pertama ia pun berusaha memasukkan sebelah kakinya ke air, namun ia angkat lagi. Begitu seterusnya sampai beberapa kali. “ahhh…. Aku tidak bisa . hhuhuhuhu ….” ujar je kyung sambil menangis.

 

So eun berjalan – jalan di sekitar kota Seoul, sepanjang jalan yang ia lihat banyak remaja – remaja yang berjalan – jalan dengan kekasih mereka. Hal itu membuat so eun kesal. “iiihhh …. Kapan aku punya pacar?!” keluh so eun. Ia pun memasuki sebuah bioskop. Ia bermaksud untuk menonton film horror kesukaannya, setidaknya hal ini mungkin bisa mengobati kekesalannya.

So eun duduk di barisan penonton. Ia melirik kanan kiri, semuanya berpasangan. “ada apa dengan hari ini? Aku jadi merasa aku satu – satunya jomblo di dunia.” rutuk so eun kesal.

So eun keluar dari bioskop ia pun menguap “hoahmm …. Ngantuk sekali. Aku pulang saja lagipula sudah sore.” gumam so eun. Ia pun segera naik bis untuk pulang.

“aku pulang ….” ujar so eun saat sampai rumah. “so eun makan dulu.” ujar ibu so eun. “aku tidak lapar bu.” jawab so eun. Ia pun langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur. Rasanya hari ini sangat melelahkan dan membosankan. Saking lelahnya so eun pun ketiduran.

 

Je kyung tak ingin kalah, ia pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kolam, namun malang bagi je kyung ia terpeleset dan terjatuh ke dalam kolam. Je kyung shock dan berteriak – teriak “tolong …. Tolong ….” teriak je kyung sambil berusaha agar ia tidak tenggelam. Namun lama tak ada yang datang je kyung pun sudah lelah ia pun akhirnya menyerah dan membiarkan dirinnya tenggelam. Tiba – tiba seseorang menariknya ia pun melihat dengan samar seseorang yang menolongnya. “Tuhan …. Apakah dia malaikat yang kau utus untuk menolongku?” gumam je kyung dalam hati.

“je kyung … je kyung … bangun !!!” ujar onew berusaha membangunkan je kyung. Ia pun menepuk – nepuk pipi je kyung kemudian menekan dada je kyung agar air yang masuk dapat keluar. Beberapa saat kemudian “ohok … ohok ….” air pun keluar dan je kyung pun sadar. “je kyung-ah, kau tidak apa –apa?” Tanya onew. Je kyung pun melirink onew, “kyaaaa ….” teriak je kyung dan langsung mendorong onew ke kolam. “huwaaaa …. Jebuurrrrrrrrr …” onew langsung tercebur ke kolam. “kau mau apa?” teriak je kyung. Onew pun segera ke pinggir kolam dan berusaha naik ke atas. “ohok …ohok … aku baru saja menolongmu, kenapa kau malah menceburkanku.” rutuk onew. “benarkah? Maafkan aku … apa kau terluka?” ujar je kyung dan mendekati onew. Onew pun langsung memegang tangan je kyung “aku terluka je kyung…. Huhuhu …” ujar onew jahil. Je kyung pun langsung menarink tangannya, “iih…. Apaan sih.” ujar je kyung lalu berdiri tapi kemudian ia pun terpeleset lagi, gubrakk….

“je kyung kau tidak apa – apa?” Tanya onew yang langsung menghampirin je kyung. “aww …. Aku tidak apa – apa . jangan dekat – dekat.” ujar je kyung. “tenang saja aku tidak akan melukaimu, aku akan membantumu.” ujar onew. “aku bisa bangun sendiri.”ujar je kyung, ia pun mencoba bangun namun ada rasa ngilu disertai sakit di pergelangan kakinya. “aww …” ujar je kyung sambil memegang pergelangan kakinya. “kau pasti terkilir sini aku lihat.” ujar onew. “tidak boleh !!!” ujar je kyung. “tenang saja, aku tidak akan melukaimu.” ujar onew. Lalu onew pun memerinksa kaki je kyung. “tidak apa – apa, hanya terkilir. Aku akan membantumu berjalan. Ayo.” ujar onew. Je kyung agak menghindar, “jangan takut …. Mulai sekarang biasakanlah agar kau tidak takut pada laki – laki. Mereka tidak akan menyakitimu.” ujar onew. Je kyung pun menunduk, ia pun sejenak berfikir. Je kyung pun mengangguk dan mau dibopong oleh onew.

“ini sudah larut, aku akan mengantarmu pulang.” ujar onew saat sampai di gerbang sekolah. “tidak apa . aku bisa pulang sendirin.” ujar je kyung. “mana mungkin aku membiarkan gadis yang kusukai pulang sendirin selarut ini dan dalam keadaan sakit. Tidak boleh!!!” ujar onew. “tapi aku …..” gumam je kyung. Onew pun jongkok di depan je kyung. “ayo naik ke punggungku. Aku akan mengantarmu pulang.” ujar onew. Je kyung pun nampak ragu. “ayo naik ….” paksa onew. Akhirnya setelah beberapa lama je kyung pun mau naik ke punggung onew.

Beberapa lama mereka dalam diam, hati je kyung berdegup – degup entah kenapa. “aku tidak tahu mengapa kau sampai takut pada laki – laki, tapi asal kau tahu aku tidak akan pernah menyakitimu..” ujar onew. Je kyung pun diam. “je kyung …. Izinkan aku untuk melindungimu.” gumam onew tulus. Je kyung pun berfikir, hatinya tersentuh mendengar kata – kata onew yang ingin melindunginya “maaf ….” gumam je kyung. “kenapa kau minta maaf?” Tanya onew. “karena aku sangat penakut terhadap apapun aku jadi merepotkanmu.” ujar je kyung. “tapi aku suka direpotkan olehmu.” ujar onew sambil tersenyum. Je kyung tersenyum, entah mengapa rasanya ia merasa nyaman dan aman berada di dekat onew, satu perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Setibanya di depan rumah, je kyung pun turun dari punggung onew. “gomawo …” ujar je kyung. Onew pun mengacak – acak rambut je kyung. “kau manis sekali je kyung … lain kali jangan berenang sendirian, kalau kau butuh sesuatu minta saja padaku.” ujar onew. Je kyung pun mengangguk. “kalau begitu aku pulang dulu.” ujar onew. onew pun melangkahkan kakinya, “onew …” panggil je kyung. “apa?” ujar onew sambil menoleh. Cup … sebuah kecupan singkat mendarat di pipi onew. Je kyung pun langsung lari dan menutup gerbang rumahnya, ia pun diam di balik gerbang rumahnya. Je kyung pegangi dadanya rasanya dag dig dug tak karuan. “Ya Tuhan perasaan apa ini?” gumam je kyung. Sedangkan onew hanya mematung sambil mengelus pipi yang dikecup je kyung. Onew pun tersipu dan wajahnya memerah, ia pun berjingkrak – jingkrak “saranghae park je kyung !!!!” terinak onew. Je kyung yang masih di balik gerbang mendengarnya, ia pun merasa malu, ia langsung menutup wajahnya sambil tersipu.

 

Victoria hampir saja menyelesaikan pekerjaannya, namun pulpen yang ia gunakan habis. “aish … kenapa pulpen ini habis di saat sentuhan terakhir. Ahh … merepotkan saja.”rutuk Victoria. Ia pun melirink nichkhun yang masih asyik dengan pekerjaannya, “aku ke kantor dulu mengambil pulpen.” ujar Victoria. Nichkhun pun mengangguk.

Setelah beberapa saat kemudian, Victoria pun kembali ke kelas setelah mendapatkan pulpen yang ia butuhkan, namun aneh ia tidak menemukan nichkhun di tempatnya tadi duduk. “nichkhun …. Hei kau kemana?” panggil Victoria. Ia pun melihat hasil kerja nichkhun, “sepertinya sudah selesai. Apa dia langsung pulang? Aish … dasar laki – laki tidak bertanggung jawab. Teganya meninggalkanku disini, padahal ini sudah malam.” rutuk Victoria.

Victoria pun segera menyelesaikan tugasnya, saat ia akan beres – beres ia mendengar sesuatu dari belakang kelas. Victoria pun kaget dan agak takut, tapi ia memberanikan diri untuk melihat sambil membawa penggaris panjang dari meja guru. Dengan derap langkah sepelan mungkin ia mengendap – endap ke belakang kelas “siapa kau?!” teriak Victoria saat ia memergoki seseorang tengah duduk terlentang sambil menyender pada loker di belakang kelas. “omo?!!! Nichkhun?!!! Sedang apa kau disini?” Tanya Victoria.

Nichkhun tidak menjawab Victoria, nichkhun tampak kesakitan sambil memegangi dadanya. “hei jelek kau kenapa?” Tanya Victoria lagi. Nichkhun tetap tidak menjawab, nafasnya tersengal – sengal. “apa kau sakit? Wajahmu pucat…. Aduh bagaimana ini? Aku akan segera mencari bantuan, tunggu disini.” ujar Victoria panic. Victoria pun bermaksud untuk mencarin bantuan namun nichkhun menarinknya hingga Victoria jatuh terduduk di sampingnya. Nichkhun pun menyenderkan kepalanya pada bahu Victoria. “hei kau mau apa? Kau bercanda kan?” ujar Victoria sambil mendorong nichkhun agar tidak menyender padanya. “sakittt  …” gumam nichkhun.

“hei sudahlah jangan bercanda lagi ini tidak lucu. Ini sudah malam lebih baik kita pulang darinpada nanti penjaga sekolah keburu mengunci gerbang sekolah.” ujar Victoria. “aku tidak bercanda bodoh …” jawab nichkhun. Victoria pun mulai bersimpati, “apa itu sangat menyakitkan?” Tanya Victoria sambil menunjuk dadanya nichkhun. “aku punya penyakit jantung, karena itu aku selalu kalah dalam pelajaran olahraga denganmu.” ujar nichkhun. “benarkah? Tapi selama ini kau tidak pernah terlihat sakit?” Tanya Victoria. “karena aku tidak ingin kau berubah padaku.” ujar nichkhun. “apa maksudmu?” Tanya Victoria lagi, “semenjak aku bertemu denganmu, aku merasa ada. Kau selalu bersaing denganku tidak pernah mau kalah denganku, dan itu membuatku merasa bahwa aku ada. Aku benci dengan pandangan orang – orang yang mengasihaniku karena aku sakit. Aku ingin tetap seperti ini bersaing denganmu tanpa mempedulikan aku sakit atau tidak. Dan sekarang setelah kau tahu aku sakit, kau pasti tidak akan bersaing denganku lagi karena menganggapku lemah.”t ukas nichkhun.

Victoria pun diam, ia pun menjitak nichkhun “hei bodoh …. Siapa bilang aku akan mengalah padamu. Mau kau sakit atau tidak aku akan tetap tidak mau kalah denganmu.” ujar Victoria.

Nichkhun pun mendekati Victoria kemudian ia mengecup kening Victoria, Victoria hanya diam, karena kaget. Nichkhun pun tidur di pangkuan Victoria “temani aku di sini … jangan pergi.” ujar nichkhun. Victoria pun memandang lekat wajah nichkhun yang mulai terlelap, perlahan air matanya jatuh. Victoria pun menyentuh dada nichkhun yang sakit “abdacadabra …. Kau akan sembuh … kau tidak akan sakit lagi.” gumam Victoria.

 

Cahaya mentari yang menyengat membuat so eun terpaksa membuka matanya, ia pun bangkit dan mengucek – ucek matanya. Ia melihat ke sekelilingnya. “di mana ini?” Tanya so eun. Sebuah tempat yang penuh dengan bunga – bunga berwarna – warni dan kupu – kupu menari indah di langit biru yang cerah. So eun pun berjalan memperhatikan setiap tempat, ia merasa belum pernah ke sini sebelumnya. Tiba – tiba ia pun melihat seekor burung merpati yang tergeletak dengan sayap yang terluka. “sayapmu terluka.” gumam so eun. Ia pun merobek bagian bawah roknya dan mengikatkannya pada sayap merpati. “hmm … sekarang kau tidak sakit lagi kan?” ujar so eun. So eun pun membawa burung merpati tersebut ke sebuah pohon dan meletakkannya di salah satu dahan pohon yang rendah. “jangan sampai terluka lagi yah .” ujar so eun sambil tersenyum.

Saat so eun membalikkan tubuhnya, tiba – tiba seorang yang lebih mirip laki – laki dengan berpakaian serba putih tersenyum kepadanya. Soeun kaget melihatnya sekaligus terpesona melihat keindahan auranya. “omo …. Apa ini yang dinamakan malaikat?” gumam so eun dalam hati. “aku bukan malaikat, aku merpati yang tadi kau tolong.” ujar sosok laki – laki yang berdiri di hadapannya tersebut seperti dapat mendengar kata hati soeun. “mwo?! Bagaimana mungkin?” ujar so eun kaget ia pun melihat ke dahan pohon yang tadi tempat ia letakkan merpati yang ia tolong, kemudian ia pun melihat kesosok laki – laki tersebut. “bagaimana bisa?! Apa kau jin?!” terinak so eun. Laki – laki itupun tersenyum, “bukan …” jawabnya. “kalau begitu apa kau …. Kau hantu!!!” ujar so eun sambil bergidik.

“tentu saja bukan. Aku sama sepertimu, tapi kita berbeda.” ujar laki – laki itu. “sama tapi beda?! Ini benar – benar aneh.” gumam so eun.

“karena tadi kau sudah menolongku, aku akan mengabulkan 3 permintaanmu. Sebutkan apa saja yang kau mau maka aku akan mengabulkannya.” ujar laki – laki itu. “benar kan dugaanku, kau adalah jin tampan yang menyamar menjadi merpati.” ujar so eun sok tahu. “sudah kubilang bukan so eun.” ujar laki – laki itu. “mwo? Kau tadi memanggilku so eun? Bagaimana kau tahu?” Tanya soeun. “tentu saja aku tahu. Oh ya panggil saja aku bummie.” ujar laki – laki itu sambil mengibaskan rambutnya. “wow ..,… ganteng …” gumam so eun terpesona, namun dengan segera ia pun menguasai diri.

So eun pun melihat ke sekelilingnya, ia melihat sebuah kalung berbentuk sayap di leher bummie. So eun pun menunjuk kalung itu. “kalungnya bagus sekali, aku jadi mau.”ujar so eun. Bummie pun segera menjentikkan jarinnya “sekarang tinggal 2 permintaan lagi.” ujar bummie. “hah? Kenapa begitu?” ujar so eun kaget. “kau kan tadi sudah mengatakan permintaan pertamamu, kau ingin kalung seperti ini bukan? Sekarang sudah kukabulkan, dan tinggal 2 permintaan lagi.” ujar bummie.

So eun pun melihat kalung yang kini tergantung di lehernya, kalung yang sama seperti yang dipakai bummie, “aish … aku kan tidak bermaksud menggunakan permintaanku, aku harus hati – hati berbicara.” ujar so eun.

Bummie pun mengajak so eun berjalan – jalan. Mereka melewati lautan padang bunga yang indah dan harum. So eun pun menghirup wangi bunga yang berwarna kuning. “bunga apa ini?” Tanya so eun. “itu bunga ketulusan, harumnya hangat dan ceria.” ujar bummie, “iya benar. Seperti harum badanmu bum. “ ujar so eun. “ini memang wangi badanku sejak kecil, dan wangi ini abadi.” tukas bummie. “mwo?! Benarkah? Aku jadi ingin wangi sepertimu.” ujar so eun. “baiklah akan aku kabulkan.” ujar bummie.

So eun pun mengendus – endus tubuhnya, wangi yang sama dengan wangi badan bummie. Wangi yang terasa hangat dan ceria. So eun pun tersenyum senang “sekarang tinggal satu permintaan lagi.” ujar bummie. Senyum soeun pun pudar. “kenapa harus 3 sih permintaannya, kenapa tidak 10 … atau 20 …. Agar bisa banyak yang aku minta.” ujar so eun. “itu sudah peraturannya, sekarang fikirkan dulu permintaan terakhirmu, sesuatu yang sangat kau inginkan. Agar kau tidak menyesal.” ujar bummie.

So eun pun duduk di bawah pohon rinndang sambil memandang danau yang indah. Ia pun berfikir mencari – cari apa yang selama ini diinginkannya. Ia pun menatap bummie yang sedang mencuci mukanya dengan air danau. “dia tampan dan sangat berkilau.” gumam so eun. “ahhh …. So eun sadar …. Dia makhluk yang aneh. Ingat kau harus segera menemukan permintaan terakhirmu.” gumam so eun sambil menepuk jidatnya.

Bummie pun menghampirin so eun, “sudah kau temukan apa yang kau inginkan?” Tanya bummie. so eun masih tampak berfikir, namun kemudian ia pun mengangguk. “aku sudah menemukannya …. Dan aku ….  Aku ingin cinta.” ujar so eun yakin. Bummie pun tersenyum. Ia pun menutup mata so eun dengan tangannya, so eun pun dapat merasakan harum tubuh bummie darin tangannya dan merasakan sentuhan lembut bummie. bummie pun mengecup lembut bibir so eun dan ….

 

Gubrakk …..

“awww ….” rintih so eun. Ia pun segera membuka matanya. “di mana ini?” Tanya so eun pada dirinya sendiri. Ia pun memperhatikan sekitarnya . “ini kamarku ….” ujar so eun. “ahhh …. Mungkin tadi hanya mimpi.” ujar so eun lagi. Ia pun menggaruk – garuk kepala dan lehernya, tanpa sengaja ia pun menyentuh sesuatu di lehernya. So eun pun segera menuju cermin, “mwo?! Kalung ini?!!!” ujar so eun kaget. Ia pun mengendus – endus tubuhnya. Harum yang sama seperti bummie, ia pun berfikir “sebenarnya aku bermimpi atau memang nyata?” batin soeun.

Tok tok tok … suara ketukan pintu pun terdengar. “siapa?” Tanya soeun. “ini ibu …. Cepat bangun nanti kau telat masuk sekolah.” ujar ibu soeun. “sekolah?” gumam so eun, ia pun melirink jam dinding “mwo?! Ini sudah hampir jam 7.” ujar so eun dan langsung segera mengambil seragamnya. “ah …. Tidak perlu mandi, aku kan sudah wangi.” ujar so eun. Setelah selesai berpakaian so eun pun langsung berlari menuju meja makan dan mengambil beberapa helai roti. “unnie … jangan terburu – buru seperti itu, nanti keselek lagi.” ujar jung seul ah sepupu kesayangan so eun. “sebentar lagi masuk, aku harus segera ke sekolah.” jawab so eun. “iya, tapi kalau terburu – buru seperti itu nanti jatuh lagi.” ujar seul ah. “tenang saja, aku sudah biasa. Kau tidak pergi sekolah?”Tanya so eun. “tidak … aku sedang sakit, sebentar lagi seung ho dan oppa donghae akan mengantarku ke rumah sakit untuk berobat.” jawab seul ah. “seung ho dan oppa donghae?! Sebenarnya pacarmu yang mana sih?” Tanya so eun. “hehe .. aku masih bimbang unn, mereka masih dalam tahap training. Lihat saja nanti siapa yang lulus.” ujar seul ah. “ou …. Kalau begitu aku berangkat yah.” ujar so eun yang telah selesai menggunakan sepatunya. “hati – hati unnie …” teriak seul ah sambil melambaikan tangannya.

 

So eun berlarin dengan tergopoh – gopoh. Ia lagi – lagi kesiangan. So eun pun mengetuk pintu, dan lee min rin seonsaengnim pun segera membuka pintunya. “soeun kenapa kau suka sekali datang terlambat?!” tegur min rin seonsaengnim. “heheh … aku mimpi yang aneh bu, jadi aku terlambat.” jawab so eun. “ya sudah ayo cepat masuk.” ujar min rin seonsaengnim. “nyanyi lagi gak bu?” Tanya so eun. “tidak usah, paling lagu happy birthday lagi, kamu duduk saja.” ujar min rin seonsaengnim.

So eun pun segera duduk di bangkunya, je kyung yang berada di belakang bangkunya pun menepuk pundak so eun. “hei … kau pasti mandi yang lama biar wangi jadi kau terlambat.” ujar je kyung. So eun pun mengendus – endus badannya lagi, “ya Tuhan ternyata wangi ini memang benar adanya.” gumam soeun. “kau kenapa?” Tanya je kyung lagi. “ahh tidak … nanti saja aku cerintakan.” jawab so eun. Je kyung pun mengangguk.

Tiba – tiba pintu kelas pun diketuk. Min rin seonsaengnim pun membukanya. “ah … kepala sekolah ada apa?” Tanya min rin seonsaengnim. “aku kemari mengantarkan murid baru.” ujar kepala sekolah. Murid itu pun masuk kelas, “sekarang perkenalkan dirimu.” ujar kepala sekolah. “annyeong namaku kim sang bum . tapi kalian bisa memanggilku kimbum atau ….” Belum sempat murid baru tersebut menyelesaikan kalimatnya, so eun telah lebih dulu berterinak “bummie ….!!!!” Teriak so eun kaget melihat sosok murid baru itu mirip dengan yang ada di mimpinya. Terlebih ia memiliki kalung yang sama dengannya. “ya benar, kalian boleh memanggilku bummie.” ujar kimbum sambil tersenyum. “baiklah kalau begitu silakan kau duduk di dekat so eun. Di sana ada bangku kosong.” ujar min rin seonsaengnim.

Kimbum pun menjadi pusat perhatian di kelasnya semua mata memandang takjub pada kimbum tak terkecuali para lelakinya. Kimbum pun duduk di dekat so eun, ia pun menyapa so eun dengan senyuman secerah sinar mentari “annyeong …” ujar kimbum. So eun tak menjawab sapaan kimbum, ia masih bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya. So eun pun menjitak kepalanya sendirin . “aww …” rintih so eun. “kau kenapa?” Tanya Victoria yang duduk di depan so eun. “aku tidak apa – apa … hehe …” ujar so eun sambil melirik kimbum.

Sepanjang hari itu so eun terus saja melirik ke arah kimbum ia pun bergumam dalam hati. “Tuhan apakah dia yang kau utus menjadi cintaku?” So eun pun memegang dadanya, ia merasakan detak jantungnya, detakan jantung yang cepat dan berdebar. Kimbum pun melirink so eun dan mengedipkan matanya sambil tersenyum manis.

 

 

TO BE CONTINUED

 

13 Tanggapan to “Perhaps Love part 1”

  1. Thenx'zmanlyteukie 6 Maret 2011 pada 11:42 AM #

    Wakhhh….chukhae,bner” baguz bGt..aukflarung part 10’x mNa chingu..?????(he_mianhe,al’x gak sabar bGt dah ampr 1 bLn nch,nunggu part 10’x..)

  2. hanie_kim 6 Maret 2011 pada 1:27 PM #

    .bagus eon..
    .aq sgt suka
    .crtax seru

  3. dini ramadhani 6 Maret 2011 pada 2:55 PM #

    hahaha keren bgd critanya
    je kyung ngacuhin onew?halah kalo d real life pasti tekewer2 dah
    oke lanjuuut~

  4. rini 13 Maret 2011 pada 10:12 AM #

    keren banget cerita,a,,

  5. isma 15 Maret 2011 pada 3:25 PM #

    bagus banget, aku ngefans bngt sma bummie
    T.O.P banget lah buat yg bikin fanfict ini😀

  6. alika 19 Maret 2011 pada 6:49 PM #

    난 너의 이야기를 좋아🙂

  7. nissa beomssoe 15 April 2011 pada 10:48 PM #

    kereeeeennnnnnnnnnnnnnnnnn
    baguuuuuusssssssssss bgttt.!!!!!!!!!!!!!!!!!🙂

  8. hana 29 Juni 2011 pada 11:59 AM #

    bagus banget neh ff nya… lanjuuuuuuuutt…

  9. meilani 14 September 2011 pada 4:12 AM #

    seru ffnya

  10. luthfiangelsso 27 April 2013 pada 10:33 AM #

    Reader bary
    penasaran sebenerny kimbum tuh apa ??
    Sumpah onew sweet bgt ^^
    Kasian khun😦
    Mau lanjut baca🙂

  11. Kim Jihyun 17 Januari 2014 pada 10:12 PM #

    banyak amat kynya moment khuntoria -,- tp gpp deh,,ada 3 couple disini hehe

  12. Mia 29 Juli 2014 pada 10:25 PM #

    Mimpi jadi xata tuh.

  13. mia 19 Agustus 2015 pada 12:17 AM #

    pasti eonnie senanh sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: