KCB Valentine Edition (This is Trully Houshold)

6 Feb

From Seung Ho to Min Ji…

Di bawah sinar mentari pagi

ku ikrarkan hati padamu

janji…

Dengan jutaan kalimat suci

ku ucapkan segala niat hati

untuk selalu mencintai,,,

pandanglah aku wahai perempuanku,,,

tak usah lagi kau bermalu malu dan ragu

karena kini aku adalah lelakimu

tak usah lagi kau sungkan,,,saat waktu berganti malam,,

mendekatlah padaku wahai wanitaku..

biar ku bisikan kata

yang mungkin akan menjadi rahasia

kita berdua,,,

perempuanku,,,,

kuingin memandangmu lebih dekat

sebelum nafas terlepas

sebelum waktu mendengkur usia

Dan biarlah dosa ini bersarang pada gelap

pada rahasia,,

yang dimulai pada waktu yang singkat

Dan pelaminan hati ini

semoga menjadi awal untuk menyempurnakan kita

pada harapan Dan sebuah keluarga,,,,,,

 

From Kim Bum to So Eun

Hari demi hari berlalu

Dihiasi keindahan bunga cinta yang telah kita tabur bersama….

Sedari awal, hati ini hanya untukmu

tak mampu berpaling menjauh pergi

Tatkala sentuhan lembut bibirmu slalu menyapa hari-hariku…

Senyum dibibir ini menambah keceriaan

Yang kau berikan untuku bak lorong kehidupan ini hanya milik kita berdua…

Semuanya mulai goyah

Hati tak sanggup lagi menahan gejolak rasa yang semakin membara…

Keegoisan datang silih berganti

Kehadirannya membuat tanda tanya besar di hati ini

Akankah semua berakhir karenaNya???

Kita diam, berfikir sejenak mencari tau sebab yang tak kunjung terjawab…

Hanya TUHAN tempatku bersandar

membuat hati ini tentram

Kala pikiran menerawang jauh akan dirimu yang telah berubah..

Akhirnya, masa tersulit telah berlalu

Kini kau hadir dengan cita dan cinta yang baru

Tak akan ada yang abadi di dunia ini

tapi kau mampu meyakinkanku

kalau aku tak salah telah memilihmu

Terima kasih CINTAKU!!….

 

^^BumSso-MinHo Love Story^^

Bila Cinta Adalah Nafas

Aku Ingin Hidup Seabad

 

 

Bila Cinta Adalah Keindahan

Aku Ingin Slalu Memandangmu

Bila Cinta Adalah Luka

Aku Takkan Pernah Peduli Betapa Sakitnya

 

 

 

Aku Ingin Terus Mencintaimu

Tak Pernah Peduli Seberapapun Pahitnya

 

 

Bila Cinta Adalah Air Mata

Aku Akan Tetap Tersenyum

Agar Kamu Tahu

Aku Begitu Tulus Menyayangimu…..

 

KONTRAK CINTA BUMSSO SPECIAL EPISODE VALENTINE LOVE

 

 

 

SPECIAL THANKS TO:

Kim Bum dan Kim So Eun, yang selalu memberi inspirasi dalam pengetikan

Seung Ho dan Min Ji, yang udah member kesan yang mendalam

All BB and GB yang lagu-lagunya menemani dalam pengetikan

Kak Rahmi, Lulu, dan semua reader.. gomawo buat supportnya …

 

Annyeong mates.. saeng..eonnie..

Lama tak berjumpa kah dengan ketikan gila yang satu ini?

Banyak banget preface nya yah.. *plakkkkkkkk*

Langsung aja dah.. cekidot^^

Happy reading…

Seoul – 2011, Musim dingin namun begitu hangat

Musim dingin diawal tahun ini ini memang terasa sangat dan benar-benar dingin. Badai salju terus menyelimuti Korea Selatan. Bangunan-bangunan diselimuti salju tebal, orang-orang mengenakan baju hangatnya yang sangat tebal. Seorang perempuan cantik dengan usia lebih dari  seperempat abad ini terlihat sedang asyik menonton tayangan televisi. Sementara itu dua laki-laki lainnya terlihat sedang bermain game bersama. Sesekali wanita itu menatap kedua jagoannya itu dan tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

 

 

 

“Waktunya minum susu.. ayo jagoan ibu.. diisi bensin dulu”. Ucap wanita itu yang mantan seorang aktris besar beberapa tahun yang lalu.

“Ini sedang seru-serunya bu.. “. Ucap Kim Han Byul, sambil beberapa saat menoleh memandang ibunya. “Ayah.. jangan curang dong!”. Ucap Han Byul.

“Weheheh kau saja yang tak bisa main ah..”. Ucap Kim Bum, sang ayah yang berwajah tampan.

“Ya sudah…”. Ucap So Eun, dia pun beranjak ke dapur, kemudian dia membuka lemari dan menganbil dus kecil yang berisi susu bubuk. Dia tuangkan susu bubuk rasa cokelat itu pada gelas tinggi, dan menyeduhnya. Ya, susu cokelat ada susu yang disukai oleh puteranya itu. Tak lama So Eun kembali ke ruang tengah dan duduk disamping Han Byul.

“Chajiya.. hentikan dulu gamenya”. Bisik So Eun.

“Hmhm…”. Angguk Kim Bum. “Jagoan ayah.. sudahi dulu yah pertarungannya.. besok kita lanjutkan lagi.. sekarang sudah malam.. ayo sebelum tidur minum dulu susu nya..”. Ucap Kim Bum sambil mengelus rambut putra semata wayangnya.

 

 

 

“Ahhh ayah.. ini kan sedang seru”. Gemas Han Byul.

“Yo..ayo.. apa kau tak melihat ibumu sebentar lagi bertanduk”. Jail Kim Bum. Sontak So Eun mencubit pinggang Kim Bum.

“Ayah..ayah.. makanya selalu mencari neraka sendiri.. tangan ibu kan tak bisa diam”. Ucap han byul sambil tertawa melihat ayahnya mengelus-ngelus pinggang.

“Dasar kalian berdua.. ayooo sekarang minum susunya..”. Ucap So Eun.

“ Baiklah..”. Ucap Han byul sambil mengambil gelas berisi air susu itu. Diteguknya susu itu sampai habis. “Sudah habis bu…”. Ucap han byul.

“Sekarang tugas ayah..silakan!!!”. Ucap So Eun. Kim Bum mengangguk mengerti akan tugasnya tiap malam. Ya.. tugas wajibnya mengajak Han Byul gosok gigi dan cuci tangan serta kaki.

“Ayo.. kita menuju medan area!”. Ucap Kim Bum sambil berjalan memegangi pundak Han Byul yang berjalan didepannya. So Eun kemudain membereskan stick game yang berserakan bersama dengan makanan camilan disekitarnya. “Dasar anak dan bapak sama tingkahnya.. pantas tubuhku makin hari makin kurus”. Gumam So Eun.

 

Sementara itu Kim Bum dan Han Byul memasuki kamar mandi. Mereka berduapun bercermin di cermin besar dihadapan mereka. Ya meskipun begitu Han Byul menaiki kotak dulu supaya bisa sedikit sejajar dengan ayahnya. Mereka berdua pun bercermin bersama sambil bergaya alay.

“Kita tampan yah ayah”. Ucap han Byul.

“Hohoho tentunya.. ayah yang paling tampan, kau mewarisi ketampanan ayah”. Ucap Kim Bum bangga, *ayah gak mau ngalah*

“Mengalahlah sedikit pada anakmu yah.. aku yang tampan”. Ucap Han Byul.

“Kita berdua memang tampan.. hanya ibumu yang tidak tampan”. Ucap Kim Bum sambil tertawa. Han Byul memandang aneh pada ayahnya.

“Tentu saja.. kalo ibu kan cantik (?)”. Gumam Han Byul.

“Tsahh ternyata kau juga menuruni kepintaran ayahmu ini”. Ucap Kim Bum sambil mengelus rambut Han Byul.

“Tentu saja semua orang tahu kalau perempuan cantik dan pria tampan.. sebenarnya yang pintar ini aku atau ayah (?)”. Aneh Han Byul.

“Sudah.. ayo sekarang kita gosok gigi dulu”. Ajak Kim Bum sambil menaruh pasta gigi pada sikat gigi Han Byul, kemudian memberikannya pada Han Byul, lalu menyiapkan untuk dirinya sendiri. Mereka berdua gosok gigi bersama.

“Nah sekarang cuci muka, cuci kaki dan tangan, Han byul cuci duluan yah.. ayah ingin pipis dulu”. Ucap Kim Bum.

“Ne…”. Ucap Han Byul.

“Ya sudah.. ayah kedalam dulu yah”. Ucap Kim Bum. Han Byul mengangguk. Kim Bum pun masuk ke toiletnya. Han Byul yang jahil dan ingin tahu melihat sebuah wadah kecil berwarna putih.

“Ayah…”. Teriak Han Byul.

“Iya…”. Sahut Kim Bum dari dalam toilet.

“Ini kotak kecil berwarna putih apa??”. Teriak Han Byul sambil memegangi wadah itu.

“Apa yah?? Kotak kecil berwarna putih??? Sudahlah jangan diapa-apakan kau cuci kaki, tangan dan muka saja”. Ucap Kim Bum.

“…”. Han Byul tak menjawabnya. Kim Bum pun keluar dari dalam toilet. Betapa kagetnya dia melihat wajah putra nya di cermin.

 

 

 

“Aigo… jagoan ayah kenapa ini.. ada apa dengan wajahmu?”, Tanya Kim Bum sambil menatap wajah Han Byul.

“Apa aku sudah seperti ibu, yah?” Tanya Han Byul.

“Huahuahua ayooo cepat bersihkan.. kau mau sampai ibu membawa pasukan berpaus nya ini dan melemparkan kepada kita.. kenapa kau memakai barang ibumu.. apa ini juga termasuk sifat yang aku wariskan.. perasaan tidak”. Kaget Kim Bum sambil membersihkan cream malam milik So Eun yang ada pada wajah Han Byul.

 

Sepertinya hal yang wajar bagi anak usia 8 tahun, masa-masa dimana anak ingin tahu dan ingin mencoba hal yang baru. Untuk sampai tingkat Ini Kim Bum dan So Eun patut mendapatkan acungan jempol karena meski pun usia mereka tergolong muda tapi mereka sudah bisa merawat dan memperhatikan perkembangan Han Byul.

 

Pagi pun menyambut kota Seoul. Sang surya telah menampakkan sinarnya, nyanyian burung pun mengalun merdu, seraya membangunkan pasangan ini. Min Ji perlahan membuka matanya, sedikit demi sedikit matanya terbuka dan tepat setelah terbuka foto besar langsung menyambutnya. Ya foto berukuran besar yang terpampang di dinding yang langsung berhadapan dengan ranjangnya.

 

 

 

Min Ji tersenyum simpul melihat foto itu, kemudian dia menoleh kearah kirinya, dilihatnya dr. Yoo sedang berbaring pulas sambil mengenakan kaos oblong berwarna putih. Min Ji kemudian beranjak dari kasurnya, dia berjalan keluar kamar dan membuka semua tirai, mematikan lampu dan kemudian pergi ke toilet untuk mandi, tak lama masih dengan gaya casual, Min Ji beranjak ke dapur kecilnya. Sesaat kemudian sang suami terbangun karena mencium aroma sedap.

 

 

 

“Kau sedang apa?”. Tiba-tiba suara Seung Ho mengejutkan Min Ji, Seung Ho berdiri tepat di belakang Min Ji.

“Oppa.. kau mengejutkanku saja.. aku sedang membuat sarapan”. Ucap Min Ji.

“Hmhmhmh harum sekali”. Ucap Seung Ho.

“Aku telah menyiapkan kopi.. minumlah..”. Ucap Min Ji sambil menunjukkan secangkir kopi diatas meja makan.

“Senangnya aku.. tiap hari selalu dilayani wanita cantik”. Ucap Seung Ho sambil mengelus rambut Min Ji. Seung Ho pun beranjak kearah meja makan yang masih diarea dapur. Seung Ho meneguk kopi hangatnya itu.

“Kopi Min Ji pasti selalu pas rasanya”. Ucap Seung Ho.

“Oppa.. mandilah.. nanti kita sarapan bersama. Hari ini ada jadwal kan di rumah sakit?”. Tanya Min Ji.

“Ne.. aku mandi dulu yah..”. Ucap Seung Ho.

“Ne.. semuanya telah aku siapkan”. Ucap Min Ji.

“Uri Minji memang selalu membuatku tak percaya hingga sekarang”. Ucap Seung Ho. Sung Ho pun masuk kedalam kamar mandi, sementara Min Ji melanjutkan kembali aktivitas memasaknya.

 

Sementara itu di kediaman Kim. So Eun terlihat sudah bangun. Dia terlihat sedang sibuk menyeduh kopi dan susu untuk kedua jagoannya itu. Dilihat Kim Bum masih tidur bersama Han Byul dengan pulas. So Eun kemudian beranjak menuju kamar.

“Anak dan bapa kelakuannya sama”. Ucap So Eun sambil geleng-geleng melihat guling dan selimut sampai berserakan dibawah. “Aku sungguh tak mengerti dengan gaya tidur mereka, mereka tidur atau sedang bermain taekwondo sih?”. Ucap So Eun. Dia pun mengambil selimut dan Guling yang berserakan dilantai.

“Chajiya… Uri han byul…. Ayo bangun—bangun..siang..bukannya kalian akan segera berangkat”. Ucap So Eun.

“..”. Tak ada jawaban dari keduanya.

“Mau mengerjai ibu lagi nih”. Ucap So Eun. Dia sudah tahu dengan taktik ini.

“Baiklah akan ibu berikan”. Ucap So Eun yang kemudian mendekat dan mencium pipi kedua lelakinya itu. *cup…*

 

 

 

“Ayo.. bangun keduanya”. Ucap So Eun. Hehe duarrr keduanya langsung bangkit dari kasurnya.

“Selamat pagi ibu…”. Ucap keduanya kompak.

“Dasar…”. Ucap So Eun sambil tersenyum dan membelai rambut Han Byul, inilah rutinitas setiap harinya. Keluarga kecil yang hangat.

“Susu dan kopi sudah ada di meja makan, kalian cepat mandi yah.. ibu akan menyiapkan bajunya okeh okeh”. Ucap So Eun sambil menjentikkan jempolnya.

“Wokehhhh”. Ucap keduanya kompak, Kim Bum bum pun mengacak-ngacak rambut Han Byul. Memang han Byul adalah mainan yang paling efektif bagi Kim Bum maupun So Eun untuk menghilangkan rasa lelah atau penat.

 

Kim Bum dan han Byul segera meneguk minuman masing-masing, setelah itu keduanya mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi.

“Ayah.. ayooo kita saling gosok”. Ajak Han Byul.

“Ih.. kau saja sendiri”. Jail Kim Bum.

“Ah ayah payah.. ayah takut aku tahu panuan yah..”. Ucap Han Byul.

“Huahua.. kau kali”. Ucap Kim Bum sambil mendorong anaknya berjalan masuk kamar mandi.

“Mandi yang bersih yah… ibu siapkan sarapannya”. Teriak So Eun dari dalam kamar, dia masih sibuk membereskan tempat tidurnya.

 

Setelah Kim Bum dan Han Byul selesai mandi, Mereka pun masuk kedalam kamar. So Eun memberikan setelan jas pada Kim Bum serta membantu memakaikan seragam pada Han Byul. Setelah itu mereka bertiga berjalan menuju ruang makan.

“Hari ini kau belajar apa saja Han Byul-ah?”, Tanya Kim Bum.

“Aku belajar olahraga, matematika dan bahasa Inggris.. yes..yes… aku bisa bermain bola”. Ucap Han Byul girang.

“Semoga adikmu wanita.. supaya bisa aku dandani”. Ucap So Eun sambil mengelus perutnya yang tengah mengandung 2 bulan.

“Iya.. kalau adik perempuan bisa aku jaili.. kalau adik laki-laki akan aku ajak main”. Ucap Han Byul.

 

 

 

“Kau… kau harusnya menjaga adikmu kalau adikmu nanti perempuan”. Ucap So Eun.

“Kalau perempuan pasti akan cantik kalau laki-laki pasti akan tampan setampan aku..hahaha”. Ucap Kim Bum.

“Masih tetap membanggakan diri”. Ucap So Eun.

“Ibu.. rasanya sudah lama Min Ji ahjuma tidak datang kemari.. ahhh aku sangat rindu”. Ucap Han Byul.

“Sekarang kan Min Ji ahjuma sudah menikah.. jadi tak seperti dulu lagi yang sering menginap disini.. nanti kita bertemu dirumah nenek.. kita pesta BBQ”. Ucap So Eun.

“Iya..iya.. suruh ahjussi bawakan cokelat yang banyak.. gulali dan bunga permen juga.. kaset game bola”. Ucap Han Byul nyeroscos.

“Kau ini mau merampok ahjussi mu..”. Aneh So Eun, diapun menatap Kim Bum.

“Kali ini bukan sifatku yang menurun..”. Ucap Kim Bum sambil mengibaskan tangannya,

“Hehehe sepertinya sifatku..” Ucap So Eun sambil nyengir.

 

Makan pun selesai. Kim Bum dan han Byul bersiap berangkat, Ya  han Byul akan diantarkan langsung oleh ayahnya sekalian Kim Bum pergi ke kantor. Namun sebelum berangkat Han Byul mencium perut So Eun.

“Calon adikku.. kakakmu ini berangkat dulu yah.. temani ibu.. bye…”. Ucap Han Byul sambil mencium perut So Eun.

“Hati-hati dirumah yah.. aku berangkat dulu”. Ucap Kim Bum.

“Hmhm.. nanti aku akan pergi ke rumah nenek, aku sudah janjian dengan Min Ji, nanti kau jemput dulu Han Byul lalu antarkan ke rumah nenek.. bisa kan?”. Tanya So Eun.

“Ne.. aku berangkat dulu”. Ucap Kim Bum sambil mengecup kening So Eun.

“Bye…”. Ucap So Eun sambil melambaikan tangannya. Kim Bum berjalan sambil terus menggandeng tangan mungil Han Byul.

 

Sementara itu Seung Ho baru saja selesai mandi. Dia sudah rapih dengan kemeja biru nya dan celana bahan warna hitam. Min Ji baru saja selesai memasak sarapan, kemudian dia menyajikan makanan diatas meja makan.

“Uri min ji selain bisa merancang pakaian juga pintar memasak. Dari baunya harum sekali”. Ucap Seung Ho sambil mencium makanannya.

“Oppa ini… ayo dimakan”. Ucap Min Ji,

“Kali ini kau sedang mengerjakan proyek apa?”. Tanya Seung Ho.

“Nona Park memberikanku proyek rancangan baju musim dingin.. pakaian hangat yang masih tetap memperlihatkan trend remaja”. Ucap Min Ji.

 

 

 

“Jadi pasarnya sekarang adalah remaja”. Ucap Seung Ho, Min Ji mengangguk.

“Semangatlah kau pasti bisa.. aku yakin”. Ucap Seung Ho memberi semangat.

“Oppa… bagaimana rasa masakannya?”. Tanya Min Ji. “Ini resep baru yang aku minta dari so eun eonnie”. Ucap Min Ji.

“Percobaan pertama perfecto.. masitta yeobo”. Ucap Seung Ho, “Tapi sepertinya lebih enak jika…”. Seung Ho tak meneruskan perkataanya.

“Jika?????”. Tanya Min Ji.

“Kau yang menyuapiku…”. Jail Seung Ho.

“dr.Yoo!!!!!”. Ucap Min Ji sambil tersenyum, Min Ji pun memberikan 2 suapan dari sumpit makannya, Seung Ho si dokter spesialis muda yang terlihat manja pada istrinya.

“Min ji-ah”. Ucap Seung Ho.

“Hmhm..”. tatap Min Ji.

“Kita sudah cukup lama menikah.. tapi kau masih tampak malu”. Ucap Seung Ho.

“Aku masih tak percaya.. aku bisa menikah dengan idolaku.. dengan kakak kelasku waktu di SMA Shinwa”. Ucap Min Ji.

“Jangankan kau.. aku juga tak percaya bisa menikah dengan designer terkenal.. yang cantik, lembut dan manis”. Ucap Seung ho yang berhasil membuat Min Ji malu dan menunduk.

“Aku kan suamimu.. jika kau merasa malu jangan menatap meja.. biarkan aku melihat pipimu yang berwarna pink itu”. Ucap Seung Ho.

“Oppa.. aku sudah janjian dengan so eun eonnie mau mengunjungi nenek.. boleh yah..”. Ucap Min Ji.

“Tentu saja boleh… tapi bukannya hari ini kau ada kerja?”. Tanya Seung Ho.

“Iya.. aku akan ke kantor dulu.. aku akan mengerjakan proyek itu di rumah nenek saja sambil mencari inspirasi. Siapa tahu nenek dan so eun eonnie bisa membantu”. Ucap Min Ji.

“Baiklah.. kalo memungkinkan aku menyusul”. Ucap Seung Ho.

“Iya.. kalo bisa, soalnya katanya Han Byul dan Kim Bum oppa juga mau kesana”. Ucap Min Ji.

“Reuni keluarga neh.. boleh boleh…”. Ucap Seung Ho.

“Tapi kalo oppa banyak pasien tak datang juga tak apa”. Ucap Min Ji.

“Kalo aku tak datang aku akan menghubungimu”. Ucap Seung Ho.

“Siap dr.Yoo Seung Ho…”. Ucap Min Ji.

 

Seung Ho dan Min Ji pun berangkat bersama. Min Ji diantarkan dulu oleh Seung Ho ke kantor nya di D.E.L.L.I. Setelah itu Seung Ho melanjutkan kembali perjalannnya  menuju Seoul National Hospital, tempat Seung Ho praktek kerja.

“Selamat pagi semuanya”. Sapa Min Ji ketika sampai di lantai 6 tempatnya bekerja.

“Selamat pagi Ny. Yoo” Sahut Nona Park, masih ingat dengan atasan Min Ji yang satu ini? Iya Nona Park Jin Hee.

“Selamat pagi nona..”. Jawab Min Ji sambil member salam dan membungkukkan tubuhnya.

“Nona hari ini saya ada kepentingan keluarga, makanya saya datang ke kantor untuk mengambil bahan rancangan saya.. saya akan mengerjakannya di rumah saja”. Ucap Min Ji.

“Ya, kau bisa mengerjakan disana, lagipula hari ini aku ada rapat di kantor majalah S.T.Y.L.E ada kemungkinan sampai malam”. Ucap Nona Park.

“Baiklah kalau begitu”. Ucap Min Ji.

“Baiklah..”. Ucap Nona Park sambil berjalan masuk menuju ruangannya.

 

So Eun terlihat sedang sibuk membereskan barang-barang yang akan dia bawa ke rumah nenek. So Eun menyiapkan makanan, kue, baju hangat untuk nenek. Setelah itu So Eun segera bersiap-siap dan mengganti pakainya, kemudian meraih ponselnya.

 

Yeoboseyo..

Yeoboseyo..eonnie

Min Ji-ah kau sudah dimana??? Aku sudah siap mau berangkat

Aku baru saja keluar dari kantor, ya kita janjian di halte dekat perempatan komplek eonnie yah..okeh okeh..

Okehlah kalau begitu..

 

 

 

Eonnie kau bawa apa saja??? Aku hanya membawa tanaman herbal

Aku sudah cukup membawa barang untuk nenek.. anggap saja ini dari kita berdua

Ne.. gomawo hehehe.

Ya sudah Min Ji-ah aku berangkat sekarang yah.. sampai bertemu di halte!

Siap eonnie ku..!!!!

So Eun dan Min Ji sama-sama menutup sambungan telepon. So Eun bergegas keluar dari rumah sambil memboyong barang-barang untuk nenek, tak lupa dia mengunci dulu semua pintu rumah.. maklum jaman maling mesti hati-hati. Sementara Min Ji baru saja naik bis menuju tempat janjiannya bersama So Eun.

Di halte So Eun sudah duduk menunggu Min Ji. Sesekali dia melihat jam tangannya yang berwarna putih yang terpasang ditangan kirinya. Tak lama adik ipar yang sudah seperti adiknya sendiri itu turun dari bis berwarna hijau.

 

 

 

“Eonnie.. maaf menunggu lama”. Ucap Min Ji.

“Sudahlah.. tak apa”. Ucap So Eun.

“Wah.. barang bawaanya banyak sekali..”. Ucap Min Ji sambil melihat kantongan berisi barang bawaan.

“Ini barang untuk diberikan pada nenek.. nah Min Ji-ah yang ini kau pegang yah.. ini bekal makanan untuk kita.. aku sudah menyiapkan nasi gulung, telur gulung dan makanan camilan.. kalau nanti lapar.. kita sikat!”. Ucap So Eun.

“Siap..siap.. masakan eonnie kan memang enak.. aku tak menyangkanya mantan artis terkenal.. bisa sejago ini memasak”. Ucap Min Ji. Tiba-tiba bis datang, bis berwarna orange. Min Ji dan So Eun berjalan masuk.

 

 

 

“Nanti aku ceritakan sejarahnya setelah kita duduk didalam bis”. Ucap So Eun.

“Siapppp!!!!”. Ucap Min Ji yang berjalan di belakang So Eun.

 

Min Ji dan So Eun pun mendapatkan kursi dibaris ketiga, cukuplah tidak terlalu belakang dan tidak akan membuat mabuk. Mereka berdua melakukan penyamaran dengan menggunakan topi dan kacamata hitam supaya tak terlalu mendapat perhatian karena bagaimanapun So Eun adalah public figure.

“Jadi bagaimana sejarahnya eonnie?”. Tanya Min Ji.

“Kau tahu kan.. dulu aku paling tidak suka dan tidak bisa jika disuruh untuk memasak”. Ucap So Eun.

“tapi sekarang eonnie begitu mahir memasak”. Ucap Min Ji.

“Iya.. dulu karena Han Byul senang sekali dimasakkan aneka masakan yang selalu bervariasi.. sehingga aku selalu mencoba membuat makanan baru setiap harinya, akhirnya aku mahir sendiri.. itu terjadi secara natural.. mungkin jiwa seorang ibu”. Ucap So Eun.

“Dan aku sangat senang dengan masakan eonnie”. Ucap Min Ji,

“Ahahahaha gomawo gomawo…”. Ucap So Eun sambil nyenguir 100 jari.

 

Jam menunjukkan jam 12.30 KST. Kim Bum bergegas membereskan pekerjaanya dan merapihkan berkas-berkas dimejanya. Dia menatap arlojinya dan segera keluar dari ruanganya.

“Sekretaris Lee, aku ada urusan. Jadi jika ada sesuatu kau bisa menghubungiku.. aku harus pergi sekarang”. Ucap Kim Bum.

“Baik pak!”. Ucap sekretaris Lee Yong Ah.

“terimakasih”. Ucap Kim Bum sambil berjalan meninggalkan ruangannya.

 

Kim Bum kemudian menuruni lift dan berjalan kembali menuju tempat parkiran. Dari arah 1 meter dia mengaktifkan kunci mobilnya, dan masuk. Dia nyalakan mobilnya dan ngeng…… jalan dech tuh mobil menuju sekolahan nya Han Byul. Sesampainya di sekolahan, ternyata sekolahan belum bubar. Kim Bum pun menunggu di mobilnya, Tak lama dia melihat ada pedangan ice cream.

“Paman.. aku beli ice cream nya dua yah, rasa cokelat”. Ucap Kim Bum.

“Baik..”. Ucap paman penjual ice cream. Tak lama dua corong ice cream rasa cokelat sudah tersaji.

“Ini uangnya paman”. Ucap Kim Bum sambil menyodorkan uang kertas dua lembar,

“Iya terimaksih”. Ucap paman penjual ice cream. “Sedang menunggu adiknya yah?”. Tanya paman itu.

“Ahahah bukan.. tapi anakku”. Jawab Kim Bum dengan kondisi dua tangan memegang ice cream yang mulai meleh.

“Wah.. aku kira adiknya.. kau masih terlihat sangat muda”. Ucap paman itu.

“Huahahah pama penglihatanmu memang masih bagus.. “. Sambungnya lagi.

“Aku merasa tak asing dengan wajahmu.. tapi aku pernah melihatmu dimana yah??”, Tanya paman itu.

“Dimana???”. Heran Kim Bum.

“Apa kau seorang selebritis?”, Tanya paman itu. Kim Bum kaget

“Wahahahah ice cream nya meleh.. anakku kenapa belum keluar yah??? Ahh aku makan saja punyaku”. Ucap Kim Bum mengalihkan suasana.

“Iya.. meskipun matahari menyinari tapi udara masih saja dingin yah”. Ucap paman itu.

“Ah..iya benar.. bahkan kemari sampai ada badai salju”. Lanjut Kim Bum.

“Dia anak pertamamu??”. Tanya paman.

“Iya..”. jawab Kim Bum yang melahap habis ice cream miliknya hanya tersissa corongnya, dan tanpa sadar selama dia berbicara dia melumat ice cream untuk anaknya juga.

“ini meleleh terus aku makan saja”. Ucap Kim Bum.

 

Tak lama bel bubar sekolah berbunyi, terlihat anak-anak keluar secara bersamaan. Kim Bum mulai menyipitkan matanya mencari sosok anaknya itu, karena semua terlihat sama. Namun samar terdengar suara.

“Ayahhh!!!!!”. Teriaknya, suara yang taka sing lagi ditelinga Kim Bum, dia menoleh.

“Kya!!!! Anakku”. Ucap Kim Bum sambil tersenyum simpul.

“Ayah apa itu???”. Tanya Han Byul sambil menunjuk 2 corong ditangan Kim Bum.

“Ice cream.. untuk kita”. Ucap Kim Bum polos.

“Loh??? Tapi mana ice cream nya.. kenapa sisa corongnya saja?”. Tanya han Byul.

“Ini untukmu..makanlah.. ice cream nya tadi ayah yang habiskan”. Ucap Kim Bum.

“Jiahahaha ayah licik, kenapa aku corongnya dan ayah yang makan ice cream nya??? Aku mau ice cream nya”. Rengek Han Byul.

“Tadi sih kau keluarnya telat.. jadi ice nya meleleh.. ayah makan saja”. Ucap Kim Bum. “Ya sudah kau beli ice cream nya yah..”. Ucap Kim Bum.

“Benarkah ayah mau membelikanku ice cream???”. Tany han Byul.

“Ne….”. Ucap Kim Bum.

“Teman-teman.. kemarilah ayahku mau menjajani kalian ice cream…”. Teriak han Byul, menyerbu lah 20 anak kecil atau mungkin sekitar 25-an anak.

“Huahhhhhhh kalau begini aku bisa bangkrut… “. Ucap Kim Bum sambil mau menjatuhkan kedua corong ice cream nya.

 

So Eun dan Min Ji baru saja tiba dirumah nenek. Mereka berdua disambut hangat oleh nenek. Min Ji dan So Eun hanya cengar cengir. Akhirnya So Eun dan Min Ji bisa melepas lelah selama perjalanan.

“Ah.. akhirnya sampai jumpa.. “. Ucap Min Ji sambil menyimpan tas dan bahan kerjanya.

“Sungguh lelah juga tapi seru.. heheh”. Ucap So Eun.

“Ya sudah kalian istirahat dulu.. apalagi kau so eun kau sedang mengandung bukan..”. Ucap nenek.

“Nenek… kami rindu sekali pada nenek… hehehehe”. Ucap Min Ji sambil memeluk neneknya itu.

“Nenek juga rindu pada kedua cucu perempuan nenek”. Ucap nenek sambil memeluk.

“Oh ya.. eonnie kau haus tidak?? Aku bawakan dulu air yah.. takut kau dehidrasi”. Ucap Min Ji sambil beranjak dari duduknya.

“Ne..gomawo”. Ucap So Eun. Min Ji pun berjalan menuju dapur.

“Nenek ini ada makanan buatan kami , ada kue juga serta baju-baju hangat, sekarang kan sedang musim dingin.. jadi nenek harus menjaga kesehatan”. Ucap So Eun sambil menyerahkan 2 bungkusan besar.

“Wah… gomawo cucuku…”. Ucap nenek sambil memeluk So Eun.

“Iya.. kalo aku membelikan obat-obat herbal untuk menghangatkan tubuh.. bibi Yang menjaga nenek dengan baik kan???”. Ucap Min Ji yang baru saja datang dari dapur dengan segelas teh hangat.

“Gomawo  uri min ji.. sudah menikah kau tambah dewasa saja”. Ucap nenek sambil mencubit pipi min ji.

“Tapi masih tetap mencubitku”. Ujar Min Ji.

“Nah.. Min Ji-ah eonnie mu saja sudah mau menambah momongan.. lalu kapan kau akan memberikan nenek cicit?”. Tanya nenek, Min Ji hanya tersenyum simpul.

“Nenek.. aku dan suamiku tak pernah menunda untuk mempunyai anak, tapi memang kami belum diberikan kepercayaan oleh tuhan melalui seorang anak, melihat sekarang saja kami masih sibuk dengan urusan kami”. Ucap Min Ji.

“Betul juga.. lagipula Min Ji kan masih muda usia 23 tahun kan masuh muda”. Ucap So Eun membela sang adik.

“Tapi nenek juga ingin menimang cicit darimu”. Ucap nenek.

“Ya sudah.. nanti aku buat dulu cicit untuk nenek”. Ucap Min Ji

“Huahah harus ada kesepakatan bersama MOU neh sama seung ho”. Jail So Eun.

 

Sore itu so eun baru saja selesai mandi, dia duduk minum teh hangat di dapur. Kemudian beranjak menuju ruang tengah. Terlihat Min Ji juga baru selesai mandi, dia mulai menatap lembaran-lembaran kertas design nya. So Eun duduk menghampiri Min Ji.

“Rancangan apalagi?”. Tanya So Eun.

“Baju hangat untuk anak remaja”. Ucap Min Ji.

“Biasanya kalau remaja lebih melirik kearah model nya yah”. Ucap so eun.

“Iya eonnie.. aku juga masih bingung”. Ucap Min Ji.

“Remaja identik dengan keindahan dan semangat, jadi kau harus menonjolkan model yang lebih berwarna yah colorful, yang menggambarkan keindahan masa remaja, kadang banyak juga yang suka memakai ornament bulu-bulu lembut, atau yang sportif tapi masih menunjukkan sisi keremajaan”. Ucap So Eun.

“Lebih baik aku buat apa yah???”. Tanya Min Ji.

“Baju hangat dan sweater dari bahan wol sepertinya itu bagus. Sweater bisa dipadupadankan dengan syhal. Malah kadang dijadikan baju dalam dan memakai jaket lagi”. Ucap So Eun.

“Sepertinya itu ide yang bagus.. setidaknya eonnie pernah berkecimpung di dunia model”. Ucap Min Ji.

“Ya syukurlah jika ideku bisa diterima”. Ucap So Eun.

 

Perlahan Min Ji menggoreskan pensilnya membentuk gambar-gambar rancangan baju musim dinginnya, hingga dalam sekejap sudah jadilah 4 rancangan terbarunya yang original. Begitulah kespontanan dalam bergambar yang menjadi focus of interest karya-karya Ny. Yoo ini. Dan itulah yang harusnya dimiliki, kenaturalan, ketika menggambar entah kenapa tangan bisa bergerak sesuai dengan irama hati menghasilkan rancangan yang kalau dr.Yoo bilang perfecto, itulah kalimat yang selalu menyemati Min Ji. Iba-tiba handphone Min Ji berdering,

 

 

 

Oppa…yeoboseyo

Min Ji-ah.. kau masih ada di rumah nenek?

Ne.. oppa mau kesini?

Sepertinya iya.. lagipula pasien ku sudah tak ada

Jeongmal.. hehe ya sudah.. oppa jangan lupa bawa baju ganti yah

Siap istriku.. oh ya.. kim bum hyong sudah datang???

 

Tak lama terdengar suara gaduh..

“Ibu…..”. teriak Han Byul masih dari luar.

“Han Byul…”. Sahut So eun, Han Byul langsung memeluk ibunya dan mengelus perut so eun.

“Adikku..apa kabar???” Sahut han Byul.

“Ayah mana?”. Tanya So Eun.

 

 

 

“Di teras depan bersama nenek buyut”. Ucap Han Byul. “Aaaa min ji ahjuma….”. Teriak Han Byul langsung mendekati Min Ji yang sedang berteleponan dengan Seung Ho.

 

Nah… terdengar sendiri bukan.. ini keponakanmu berteriakan disampingku.. Kim bum oppa baru saja tiba.

Baiklah uri minji… aku akan segera siap-siap yah.. ada yang harus aku bawa tidak?

“Suamiku menelepon.. katanya ada yang mau dibawakan sesuatu tidak?”. Teriak Min Ji.

“Ah.. iya min ji ahjuma… katakan pada ahjussi bawakan icre cream dan cokelat.. bawakan baso ikan juga”. Teriak han Byul sambil melihat-lihat gambar rancangan Min Ji.

“Jiahahaha ni setan ice cream.. tadi kan sudah ayah belikan ice cream”. Sahut Kim Bum yang baru saja masuk kedalam rumah dan melambaikan tangan pada So Eun.

 

 

 

“Iya.. min ji-ah suruh dia bawakan bahan2 untuk BBQ saja.. malam ini kita pesta BBQ”. Ucap So Eun.

“Ide bagus.. siiiplah..”. Ucap Min Ji sambil mengacungkan jempolnya.

 

Oppa.. bawakan saja bahan2 untuk BBQ.. beli daging yah

Okelah siappp kalau begitu aku akan datang sedikit terlambat

Tak masalah lah oppa…

Ih iya tadi keponakanku minta dibawakan apa????

“Weh.. han byul-ah ini pamanmu ingin bicara”. Ucap Min Ji sambil memberikan sambungan telepon pada Han Byul.

 

Yeoboseyo..ahjussi…!!!!

Ne.. jagoanku.. tadi kau minta apa??

Bawakan aku cokelat, ice cream dan baso ikan..

Baiklah kalau begitu.. tunggu yah

Ne.. khamsahamnida uri ahjussi….

Ne… ya sudah berikan lagi pada ahjuma mu.

Han Byul memberikan kembali teleponnya pada Min Ji.

Ya sudah aku tutup dulu yah teleponnya.

Ne.. hati-hati yah oppa.. jangan lupa pakai baju hangat.. dingin sekali

Baiklah..

“Cie… uri min ji neh..”. Jail Kim Bum.

“Wae????”. Balas Min Ji.

“Sudah..sudah.. ayo chajiya.. kau belum mandi kan.. sekarang ajak sekalian Han Byul yah.. kan kita mau pesta”. Ucap So Eun.

“Siapppp..”. Ucap Kim Bum. “Ayo kita mandi dulu”. Ajak Kim Bum pada Han Byul.

“Baju nya telah ibu bawa di tas yah… nanti ibu siapkan!!!”. Teriak So Eun.

“Siappp!!!”. Teriak keduanya.

 

Malam pun tiba, Seung Ho baru saja selesai mandi. Dia keluar dari kamar bersama dengan Min Ji, Kim Bum dan So Eun terlihat sibuk mempersiapkan untuk BBQ-an, sementara nenek dan han Byul asik bercengkrama di ayunan kayu di taman.

“Mari kami bantu..”. Ucap Seung Ho sambil menarik lengan bajunya.

“Wehehe dr.Yoo.. bagaimana kabar rumah sakit?”. Ucap Kim Bum.

“Hyong.. bisa saja.. rumah sakit kabarnya semakin penuh dengan pasien. Apa  kabar juga dengan perusahaan, presdir??”, Timpal Seung Ho.

“Sudah.. chajiya dan oppa siapkan saja pembakaran.. aku dan so eun eonnie yang menyiapkan dagingnya”. Ucap Min Ji.

“Baiklah kalau begitu.. mari dokter”. Jail Kim Bum.

“Baiklah presdir”. Ucap Seung Ho.

 

 

 

Acara BBQ pun dimulai, suasananya sangat hangat. Han Byul memang yang membuat suasana semakin rame, dia menjadi pusat perhatian. Han Byul banyak bercerita tentang klub sepak bolany, tentang sekolahnya dan teman-temannya, masih juga Han Byul menjali bibinya itu, seung ho hanya tersenyum. Acara pun selesai, So Eun sudang menidurkan Han Byul, sementara Kim Bum entah kemana dia. Min Ji dan Seung Ho sudah bersiap tidur dikamarnya.

“Kau darimana saja?”. Tanya So Eun.

“Aku baru saja dari paman Kang”. Ucap Kim Bum.

“Sudah apa?”. Tanya so eun.

 

 

 

“Ini…”. Ucap Kim Bum sambil membawa sebuah jirigen.

 

Tok..tok..tok…

“Ada apa hyong?”. Tanya seung ho sesaat setelah membuka pintu.

“Malam ini begitu dingin kan??”. Tanya Kim Bum.

“Lalu???”. Tanya Seung Ho.

“Ini akan sangat bagus.. kau baru saja memakan daging”. Lanjut Kim Bum, seung ho semakin tak mengerti.

“Ini…”. Ucap Kim Bum sambil memberikan sebuah jirigen.

“Apa ini??”. Tanya Min Ji.

“Seung ho-ah cepat berikan cicit baru yah.. ini madu sejirigen”. Ucap Kim Bum. “nah.. ini ekor ikan”. Ucap nenek sambil cengar cengir.

“Hehehehehe”. Tawa so eun mengingat masa lalunya bersama Kim Bum.

 

Keesokan harinya mereka berempat kembali lagi pulang kerumah masing-masing. Min Ji bersama seung ho, Kim bum beserta so eun dan han Byul. Hari ini memang hari sabutu, dan akhir pekan.

“Sore-sore seperti ini enaknya makan apa yah???”. Tanya Kim Bum sambil menonton acara kesayangannya.

“Ah.. chajiya.. rasa-rasanya aku ingin kentang kukus….”. Ucap so eun.

“Wahaha yeobo.. jangan katakan jika kau sedang ngidam”. Ucap Kim Bum.

“Sepertinya…”. Ucap Kim Bum.

“Wahaha inilah masa2 sulitku.. kau sudah ngidam..”. Ucap Kim Bum.

 

 

 

“Ayolahhh cepat belikan.. lidahku sudah ingin memakan kentang kukus”. Ucap So Eun.

“Ne..ne tunggulah”. Ucap Kim Bum.

“Ayah.. ayo aku temani..”. Ucap Han Byul.

 

Dan itulah rutinitas yang harus kim bum hadapi, So Eun memang hobi ngidam yang aneh-aneh, dia pun pernah ngidam nonton Kim Bum nyanyi di TV, sehingga Kim Bum kembali lagi on stage setelah 8 tahun lebih facum daru dunia keartisan. Kemudia so eun ngidam tidur sendiri saja tanpa Kim Bum dan masih banyak ngidam-ngidam lainnya yang menyiksa Kim Bum. Sampai ngidam yang kali ini, So Eun ingin melihat matahari terbit.

“Benar apa yang sudah bisa kau janjikan?”. Tanya So Eun.

“Benar.. ikuti saja aku..”. Ucap Kim Bum. So Eun pun membereskan bekal makannya.

“Sebenarnya calon anakku ini akan menjadi apa?? Kenapa ibunya mesti ngidam seperti ini”. Aneh Kim Bum.

“Sepertinya adikku akan menjadi seorang pemanjat”. Ucap Han Byul.

 

 

 

“Siappp!!!!”. Ucap So Eun dan Han Byul.

“Berangkat!!!!!!!!!!!!”. Kompak ketiganya.

 

Petualangan pun dimulai. Kim Bum memilih gunung Gwon sebagai tempat tujuan. Mereka bertiga pun berjalan sedikit demi sedikit menaiki tangga alami yang sudah tersedia. Ya, mereka bertiga akan melihat matahari terbit esok hari tepat jam 6 KST. Sehingga hari ini mereka mendaki gunung itu. Besok juga bertepatan dengan hari valentine tanggal 14 Feb, dimana pasangan lain merencakan hal yang romantic pasangan bumsso ini juga merancanakan hal yang tak kalah aneh.

Sore oun tiba, mereka bertiga sampai di atas, dipuncak. Udaa memang sangat dingin, mereka bertiga langsung membuat tenda kecil, menghamparkan karpet bulu didalam tenda, merapihkan bantal gas kecil. Memang sudah dipersiapkan secara matang semuanya. Setelah selesai malamnya Kim Bum membuat api unggun kecil.

 

 

 

“Dulu waktu aku masih SMA, aku pernah pergi kemari bersama dengan teman-teman.. dan mataharinya terlihat sangat indah”. Ucap Kim Bum.

“Chajiya.. aku sungguh tak sabar ingin melihatnya”. Ucap So Eun.

“Demi calon anakku..”. Ucap Kim Bum.

“Ayah.. ayah kan seorang penyanyi.. ayo nyanyikan lagu”. Pinta Han Byul.

“Mau lagu apa????”. Tanya Kim Bum.

“Lagu biasa saja..”. Ucap Han Byul.

“Baiklah…”. Ucap Kim Bum, dia pun mulai bersiap.

 

kom sema-ri-ga han chi-be-yi-so

appa gom, omma gom, ae-gi gom

appa gommun tung-tung-hae

omma gommun nal-shin-hae

ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo

hishuk hishuk cha-rhan-da

kom sema-ri-ga han chi-be-yi-so

appa gom, omma gom, ae-gi gom

appa gommun tung-tung-hae

omma gommun nal-shin-hae

ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo

hishuk hishuk cha-rhan-da

 

“Jiahahah andai saja aku bisa bawa gitar.. aku lupa membawanya, padahal kalo kemah seperti ini enaknya bawa gitar yah”. Ucap Kim Bum.

“Iya.. aku juga ingin bawa alat music kesayangnku.. tapi tak bisa”. Ucap Han Byul.

“Memangnya kau mau membawa apa???”. Tanya So Eun.

“Drum!!!”. Polos nya. So Eun dan Kim Bum langsung menjatuhkan tubuhnya.

“Itu mah sama saja beratnya seperti paus.. memangnya kau bisa menenteng drum ke gunung…”. Ucap So Eun.

“Bawanya juga pake helicopter han byul-ah.. aduuuhhh kali ini otak siapa nih?”. Ucap Kim Bum.

“Aku rasa otakmu yang berperan”. Ucap So Eun.

 

Beberapa saat kemudian, Han Byul terlihat sudah tergolek tidur di pangkuan so eun. Perlahan Kim Bum mengangkat kakinya han byul dan menyimpannya di pahanya. Han Byul tampak tidur dipangkuan kedua orang tuanya, tak kalah romantic kan malam valentine pasangan ini???

“So Eun-ah”. Ucap Kim Bum.

“Hmhm?”. Tanya So Eun sambil mengelus-elus Han Byul.

“Terimakasih selalu berada disampingku hingga saat ini”. Ucap Kim Bum.

“Aku juga berterimaksih padamu.. karena selalu memberikanku kebahagiaan”. Ucap So Eun.

“Kau tahu sebenarnya bodyguard ku adalah kau”. Ucap Kim Bum. “Kau yang selalu menjadi pelindungku.. menjadi penyemangatku dan aku tak tahu apa jadinya bila tak ada kau dalam hidupku”. Ucap Kim Bum.

“Terimakasih kau telah menjadi suami dan ayah yang baik dan perhatian”. Ucap So Eun.

“Kesempatan itu memang sangat berharga”. Ucap Kim Bum, dia pun tersenyum so eun menatap lembut, Kim Bum kemudian menepuk bahu kirinya, isyarat agar so eun bersandar dipundaknya. So Eun tersenyum dan menyandar di bahu Kim Bum.

 

Sementara itu Seung Ho sengaja pulang lebih cepat dari rumah sakit. Dia pun mampir dulu belanja ke minimarket, membeli bahan pasakan. Sementara Min Ji masih belum pulang dari kantor. Hari ini MIN Ji memang ada rapat persentasi rancangannya. Setibanya di rumah Seung Ho langsung menyimpan baju dinas nya, mengganti dengan sweater hitam, dia pun pergi dapur, menyingsingkan lengan bajunya, memakai celemet berwarna pink milik Min Ji. Lalu dia mulai mencuci sayuran, daging, mengiring bahan dan memasak. Masakan special valentine dipasak dengan rasa cinta.

Tak lama Min Ji tiba, dan dia terkejut melihat sudah ada hidangan makan malam yang begitu romantic dengan 14 tangkai mawar merah, putih, pink dan kuning dalam sebuah vas kaca. Disertai lilin yang mempercantik. Seung Ho memang bisa dan paling bisa membuat kejutan romantic untuk Min Ji.

 

 

 

“Oppa… ini..???”. Tanya Min Ji takjub.

“Happy valentine.. maaf hanya ini yang bisa aku persiapkan”. Ucap Seung Ho dengan kondisi masih menggunakan celemek.

“Gomawo…”. Ucap Min Ji, Min Ji pun mendekat dan memeluk Seung Ho.

“Tubuhku bau..”. Ucap seung ho.

“Harum.. harum dengan cintamu oppa”. Ucap Min Ji. Seung Ho tersenyum dan membelai Mi Ji.

“Siap untuk menghabiskannya???”. Tanya Seung Ho.

“Aku merancang sweater couple.. untuk kita.. kita ganti baju dulu yuk.. lalu makan”. Ajak Min Ji, Seung Ho mengangguk, pasangan muda yang manis.

 

 

 

Dan inilah rangkaian kata-kata yang Seung Ho buat diatas kertas kecil berwarna pink kunguan untuk Min Ji

 

Hatiku seperti sebuah buku..

Dihalaman pertama kutulis nama Tuhan dan orang tuaku

Karena.. tanpa mereka aku tidak aka nada di dunia ini

Dihalaman selanjutnya, kutulis nama-nama saudaraku

Karena mereka sangat berarti bagiku…

Lalu aku buka halaman tengahnya..

Disitu ku tulis nama-nama orang yang pernah menyakitiku

Karena bagian tengah mudah disobek dan dihilangkan

Dan..dihalaman terakhir..

Ku tulis namamu KIM MIN JI

Karena..kamu akan menjadi satu-satunya orang

Yang tidak akan pernah aku lupakan

Sampai akhir cerita kehidupanku…

-Yeobo..saranghae-

 

Paginya, kicauan burung tak terlalu bersuara, udara pagi ini lumayan dingin. So Eun terbangun dari tidurnya, jam menunjukkan jam 5.45 KST. So Eun bergegas membangunkan Kim Bum dan han Byul yang tidur dengan pulas. Tak lama Kim Bum dan Han Byul bangun, mereka bertiga pun siap melihat matahari terbit.

“Ayah yakin.. pasti akan sangat indah”. Ucap Kim Bum.

“Aku juga.. paling puncak.. pasti matahari nya akan terlihat jelas”. Ucap Han Byul.

“Anakku.. kita aka melihat sebentar lagi”. Ucap So Eun.

“Siap…”. Ucap kim bum sambil bersiap membuka sleting tenda nya.

“Siapp… 3…2…1…”, Dan sleting tenda pun terbuka, dan……

“Hoh??? Aigo…….”. Kaget ketiganya menyaksikan apa yang terjadi.

 

Min Ji terbangun dari tidurnya, kali ini seung ho sudah tak berbaring lagi disampingnya. Min Ji heran, dia pun beranjak dari kasurnya. Terlihat Seung Ho sedang menyiapkan sarapan pagi.

 

 

 

“Oppa…”. Ucap Min Ji.

“Kali ini biar aku yang membuatkannya untukmu”. Ucap Seung Ho.

“Pasti makanannya enak”, Ucap Seung Ho.

“Pastinya, Min Ji-ah nanti datanglah makan siang bersamaku di rumah sakit yah.. hari ini kau tidak kerja bukan?”. Tanya Seung Ho.

“dr.Yoo ingin istrinya menemani makan siang yah…????”. Ucap Min Ji.

“Ne.. hehehe”. Ucap Seung Ho.

 

Balik lagi ke erita bumsso dan anaknya. Sebenarnya apa yang terjadi hingga mereka kaget seperti itu???

“Apa-apaan ini chajiya???”. Kaget so eun.

“Aigo.. kenapa jadi seperti ini??”. Kaget Kim Bum melihat kabut turun sangat deras.

 

 

 

“Mana bisa melihat matahri terbit”. Ucap Han Byul.

“Ini mah rubah acara jadi  melihat kabut turun”. Ucap So Eun.

“Ini diluar rencana”. Ucap Kim Bum.

“ Mana jarak pandang paling hanya 5 meter ini mah. Gagal lah semuanya”. Ucap So Eun pasrah melihat semuanya.

 

Beberapa bulan kemudian,

Waktu dilalui dengan sangat cepat, Kini So Eun telah siap melahirkan anak keduanya. Kim Bum terlihat mondar mandir didepan ruang bersalin. Nenek, Han Byul, Min Ji dan Seung Ho pun terlihat disana. Orang tua Kim Bum dan So Eun pun umplit ada disana.

“Mana suami pasien?”. Tanya doketr.

“Saya”. Ucap Kim Bum sambil mengacungkan tanganya tinggi-tinggi.

“Masuklah.. istri anda sangat memerlukan bantuan anda”. Ucap Dokter.

“Baiklah.. siap laksanakan!”. Ucap kim bum dengan semangat juang ’45.

 

So Eun pun mulai merintih kesakitan, karena So Eun memang ingin melahirkan dengan cara normal tanpa sesar. Kim Bum yang berada disampingnya hanya bisa memberikan bantuan doa dan semangat.

“Ayo..istriku ayo.. kau pasti bisa. Ikuti aku tarik nafas.. buang..tarik nafas.buang.. ayooo dorong”. Ucap Kim Bum,

“Ah.. au bisa bicara begitu.. sakit sekali”. Ucap So Eun yang masih kuat menjitaki Kim Bum.

“Tuan.. istrinya jangan diajak bicara.. nanti tenaga nya kurang”. Saran suster.

“Oh..iya..iya”. Angguk Kim Bum.

“A….A…sakit… bum-ah carikan pegangan”. Ucap So Eun.

“Pegangan.pegangan apa yah.. pegangan”. Ucap Kim Bum khawatir.. ah tanpa perlu lama-lama kim bum langsung ditarik lehernya. So Eun terus merintih kesakitan sementara Kim Bum kelewer-kelewer sesak nafas, lehernya dijadikan pegangan.

“Ini..ohok ohok aku bisa manti.. tolong..!!!!!”. teriak Kim Bum,

 

Dan akhirnya tangisan bayi perempuan pun terdengar. Semua anggota keluarga besyukur atas lahirnya si bayi perempuan yang cantik ini. Kim Bum pun tergolek lemas setelah lehernya di cekik So Eun. Kim Bum terus mengelus lehernya, sementara So Eun juga tergolek lemas.

Semua anggota keluarga pun melihat bayi kecil canti itu. Kim Bum terlihat sudah sadar dan duduk disamping So Eun.

“Bagaimana perjuanganya eonnie?”. Tanya Min Ji

“Syukur semua lancar”. Ucap So Eun.

“Aku juga ikut berjuang”. Ucap Kim Bum.

“Itulah resikonya.. berani berbuat.. berani bertanggung jawab”. Ucap Seung Ho.

“Terimakasih dr.Yoo”. Ucap Kim Bum.

“Akan kau beri nama apa.. untuk anakmu yang cantik ini?”. Tanya nenek.

“Sebelum ini aku dan So Eun sudah memilih nama, karena anak kedua kami perempuan, jadi kami akan member nama Kim Sang Eun”. Ucap Kim Bum.

“Sang dai ayahnya dan Eun dari ibunya..”. Ucap So Eun.

“Wahh aku jadi ingin punya anak”. Ucap Min Ji.

“Kau mau anak???”, Tanya Seung Ho, tiba-tiba saja Min Ji tersugesti, dia pun merasa mual.

“Uok…”. Min Ji mual.

“Min Ji-ah?????”. Kaget semua yang ada disana.

“Oppa… apakah aku????”. Heran Min Ji, Seung Ho tersenyum sambil mengangguk.

 

 

 

Beberapa bulan sudah dilewati. So Eun telah kembali pulih, tubuhnya kembali ramping dan cantik seperti sedia kala. *bahasanya*. Kini giliran Min Ji yang chubby, yah, sudah memasuki usia kandungan bulan ke 5. Tubuhnya terlihat membesar saja, Min Ji sibuk dengan rutinitas nya yang baru yaitu senam ibu hamil. Tak kalah heboh nya Seung Ho juga dipaksa Min Ji ikut kelas parenting, usia anak lahir sampai 3 tahun. Dia belajar memandikan, membersihkan pup, membantu ibu menyusui dan masih banyak lagi. Dan itu sebenarnya membuat Seung Ho geli.

“Ahhhh apa harus seperti ini?”. Gumam seung Ho.

“Demi uri Min Ji dan calon anakku”. Gumam Seung Ho lagi.

 

Siang itu Kim Bum dan So Eun menghadiri sebuah talk show. Mereka di undang diacara Sang Sang Plus. Setelah 9 tahun facum dari dunia keartisan, mereka pun kembali tampil bersama dengan setelan hitam-hitam nya.

“Yah.. meskipun sudah lama kita tak melihat pasangan ini dilayar kaca, tapi untuk malam ini khusus kami mengundang pasangan yang sudah dikaruniai dua orang putra putri ini”. Ucap sang MC.

“Mari kita sambut.. Kim Bum-ssi dan Kim So Eun-ssi”. Ucap sang MC. Kim Bum dan So Eun berjalan masuk ke studio itu.

 

Tepuk tangan riuh gemuruh menggema di studio itu, meskipun sudah lama tapi magnet mereka masih besar. Masih banyak fans setia mereka yang meneriakkan “Bumsso..bumsso.. FIGHTING”. “Kim Bum-hyong…kim bum hyong….aaaaa”. “Kim Bum oppa..sarangheyo…saragheyo…”. “Eonnie..eonnie.. a… so eun eonnie FIGHTING!!!”. Itulah beberap teriakan yang masih terdengar diantara gemuruh suara gaje.

“Selamat datang kembali.. pasangan yang fenomenal ini”. Ucap sang MC.

“Ahaha.. khamsahamnida”. Ucap Kim Bum yang masih tampan dan charismatic.

“Bagaimana kabarnya???”, Tanya sang MC.

“Kabar kami berdua baik”. Jawan Kim Bum.

“Kim So Eun-ssi ini baru saja melahirkan.. tapi sudah kembali cantik dan ramping seperti masih gadis”. Ucap sang MC.

“Memangnya istriku tak cantik hahaha”. Jail Kim Bum.

“Maksudku bukan begitu..hahaha”. Ujar sang MC. Suasana pun mencair seiring dengan Kim Bum yang sangat bersahabat.

“Kalian kan sudah memilik dua orang putra dan putri, siapa saja namanya???”. Tanya sang MC.

“Yang pertama laki-laki namanya Kim han Byul, sekarang sudah kelas..”. Ucap Kim Bum.

“Kelas 4 SD, iya.. dan yang kedua Kim Sang Eun, baru saja 5 bulan usianya”. Ucap So Eun.

“Iya.. sekarang dimana anak kalian??? Hahaha orang tuanya ada disini”. Ucap MC.

“Aku yakin kedua anakku sedang melihat kami disini.. han Byul-ah Sang Eun-ah.. sarangheyo..!!!”. Ucap Kim Bum sambil membentuk symbol love dengan kedua tanganya.

“Ahahaha senangnya anak kalian, ayah dan ibunya artis besar. Tampan dan cantik..”. Ucap MC.

“Anak kami juga tampan dan cantik”. Ucap So Eun.

“Nah, sekarang pertanyaan untuk Kim Bum-ssi bagaimana perasaanmu setelah memasuki usia pernikahan 9 tahun??”. Tanya MC.

“Aku bersyukur masih bisa melewati hingga saat ini.. orang banyak berkata usia 5 tahun pertama.. adalah usia pernikahan kritis, dimana ego masih tinggi dan rawan perceraian. Tapi kami berdua sudah melewatinya dan aku sangat bangga terhadap istriku ini yang sudah banyak bersabar dan berkorban”. Ucap Kim Bum sambil mengelus So Eun.

 

 

 

“Oh… romantic sekali”. Ucap sang MC dengan gaya alay nya.

“Nah kalo Kim So Eun-ssi???”. Tanya sang MC.

“Ahahaha aku juga senang karena memaliki suami yang baik dan perhatian.. suami ku jago loh.. jago semuanya”. Ucap So Eun.

“Iya. Kau tak tahu kan betapa jago nya aku”. Ucap Kim Bum.

“Jago bagaimana??”. Tanya MC.

“Suamiku jago semuanya.. jago nyapu.. jago ngepel, jago masak, bantu-bantu mengurusi anak juga”. Ucap So Eun.

“Aku juga jago mengganti pampers anakku”. Ucap Kim Bum. Kontan semua audience dibuat tertawa, tak menyangka nya.

“Kau begitu bangga melakukannya”. Ucap MC.

“Aku juga senang memandikan anakku.. terutama anakku yang pertama”. Sambungnya.

“Sepertinya kau bisa membantuku dirumah”. Ujar sedang MC.

“Nah.. pertanyaan untuk keduanya.. apa kalian berfikir untuk comeback lagi, So Eun-ssi menjadi artis lagi, mungkin sudah tak berperan menjadi gadis lagi hahaha, dan Kim Bum –ssi kembali comeback dengan album nya?”. Tanya MC.

“Wahaha setua itukah aku??? Rasanya aku masih muda”. Ujar So Eun sambil memegang wajahnya. Sang MC tertawa beserta audience.

“Rasanya keriputmu mulai terlihat”. Jail Kim Bum.

 

 

 

“Sepertinya aku belum ingin kembali yah.. lagipula aku masih mempunyai bayi dan aku memberikan asi eksklusif.. jadi tidaklah.. mengurus anak adalah kewajiban sekaligus tanggung jawabku.. jadi aku belum ingin comeback”. Ucap So Eun.

“Aku pun sama.. aku masih disibukkan dengan urusan kantorku, kadang ada dinas juga ke cabang perusahaan di Jepang. Jadi mungkin bukan untuk sekarang ini. Tapi menyanyi adalah hobiku”. Ucap Kim Bum.

“Tapi tidak untuk aku.. aku selalu mendengar nyanyiannya setiap hari”. Ucap So Eun.

“Tentunya..”.  Ucap Kim Bum.

 

Dan acara pun selesai, talkshow yang sungguh sangat kocak karena bintang tamu nya juga yang kocak. Acara ditutup dengan nyanyian dari Kim Bum. Dia menyanyikan lagu Jigeum Manero Gamnida.

 

Sementara itu han Byul tersenyum menonton tayangan yang langsung tayang di stasium KBS ini. Dia tersenyum melihat tingkah orang tuanya di TV, tapi Han Byul tak sendiri, Dia menonton bersama Seung Ho, Min Ji dan sang Eun yang digendong oleh Seung Ho.

“Mereka memang pasangan yang unik”. Ucap Seung Ho.

“Tapi sungguh sangat manis”. Sambung Min Ji sambil mengelus perutnya yang membuncit.

 

^^THE END^^

Nah akhirnya selsai juga KCB edisi kali ini. Bagaimana mabok membaca KCB saiia??? Semoga tidak. Semoga FF ini gak nge bosenin yah..

Cukup puas kah atau masih ada yang nanggung ceritanya???

Mian kalo rada gaje ceritanya…

Sebenarnya ini cerita 50 lembar.. tapi aku potong bagian lainya.. supaya gak panjang banget.. *gak ada yang nany*

So..so.. jangan lupa komen nya yah

  1. Bagian yang gila?
  2. Bagian yang rame?
  3. Bagian yang heboh?
  4. Bagian yang mengagetkan?
  5. Bagian yang di suka?
  6. Bagian yang gak disuka?
  7. Karakter siapa yang disuka?
  8. Tolong kasih pendapat kalian tentang karakter Han Byul, mian aku gak bisa buat karakter        anak soalnya.. sebagai masukan saja.

GOMAWO FOR YOUR COMMENT ^^

 

34 Tanggapan to “KCB Valentine Edition (This is Trully Houshold)”

  1. Mii-kun 7 Februari 2011 pada 1:40 AM #

    Saiia tetap suka eonnie apapun FF yg dibikin sama ratu paus………….^^ selalu buat saiia senyam-senyum gaje……
    1. Bagian yg gila –» pas Kim Bum klewar-klewar sesak nafas karena lehernya dijadikan pegangan sama So Eun saat melahirkan……….
    2. Bagian yg rame –» semua part rame……~.~
    3. Bagian yg heboh –» saat Han Byul pakai krim malam So Eun……..lucu bgt muka nya…..kekekek >.<
    4. Bagian yg mengagetkan –» saat mau liat sunrise a.k.a matahari terbit eh malah liat kabut turun……*penonton kecewa*
    5. Bagian yg disuka –» SEMUAnya saiia SUKA BGT….!!
    6. Bagian yg ga disuka –» ada beberapa salah tulis,,,kayaknya author lg typo…….tp dpt dimaklumi karena tertutupi oleh cerita yg sangat bagusss!!
    7. Karakter yg di suka –» Kim Bum, So Eun, Han Byul, Min Ji, Seung Ho………….^^
    8. Karakter Han Byul menurut saiia :
    – lucu
    – suka yg aneh-aneh *turunan siapa ya?*
    – pokoknya wajar aja kelakuannya sebagai anak kecil…………..~~

    Good Job Eonnie………saiia merasa puas sekali membaca FF special edition for val's day ini………………^^
    Sekian dan terima kasih…….
    Maapp yah eonnie comment saiia pendek……

    Gamsahamnida~

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 8 Februari 2011 pada 3:43 PM #

      gomawo banget neh dah baca n komen
      sekaligus jawab pertanyaanya
      iya heheheh banyak typo
      maklum neh klewer2 juga nulis panjang
      hahahahahaha
      aka dijadikan introspeksi bagi saiia..

      ok wahh komennya segini mah panjang beud
      hehehehehehehe

  2. Kim So In 7 Februari 2011 pada 11:40 PM #

    Tak ada kata lain yg bisa aku ucap selain Perfect…
    100 jempol deh buat author’a…

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 8 Februari 2011 pada 3:44 PM #

      gomawo neh udah baca n komen juga disini
      okokok jempolnya aku terimka dengan senang hati hehe
      gomawo

  3. Nhaa Joonie 8 Februari 2011 pada 4:11 PM #

    Eonni … FF’y keren bangett … aku suka …

    Bagian yang gila –> waktu so eun narik leher kim bum pas ngelahirin … ^ aku gak bisa ngebayangin, pasti oppa tersiksa banget …
    Bagian yang rame –> kaya’y semua’y rame … aku suka
    Bagian yang heboh –> waktu so eun ngelahirin trus di temenin kim bum^ heboh bangett, aku salutt ma oppa mau ajja jadi korban kekerasan dalam waktu melahirkan ..
    Bagian yang mengagetkan –> waktu mo liat matahari terbit eh malah liat kabut ynag terbitt …^lho
    Bagian yang di suka –> semua’y …
    Bagian yang gak disuka –> kaya’y gak ada
    Karakter siapa yang disuka –> tentu ajja kim bum ma so eun trus kim han byul …
    tentang karakter Han Byul –> anak yang energik, rame, bawel, polos banget …^ turunan kedua ortu’y sih …

    eonni daebakkk … FF’y seru …

    • negista 9 Februari 2011 pada 11:02 PM #

      Nhha gomawo udah baca n komen FF aku yah
      waduhhhhhhh gomawo banget buat pujiannya
      terimaksih alhamdulillah kalo suka

      gomawo loh dah jawab semua pertanyaanya
      tunggu aja yah karya selanjutnya

  4. Citra Aprilia 8 Februari 2011 pada 4:40 PM #

    waaaaaa kak nden daebak
    Aku baca di tengah” pelajaran math nih. Sampe cengar cengir sendiri.
    Uh kim bum unyu banget… Mau punya suami kayak kim bum. Amin amin
    Seung ho jg. Ah pokoknya top lah

    Sebenernya sih aku msh penasaran sama kcb. (buset deh reader ngga ada puasnya) seru aja liat kehidupan rumah tangga bumsso. Ehm kalo boleh request kayaknya boleh buat os kcb pas kim sang eun mulai 3 atau 4 tahun. Kan seru tuh hehe

    • negista 9 Februari 2011 pada 10:59 PM #

      Citra…
      akhirnya dikau mucul juga
      gomawo loh dah baca n komen juga
      wehehehehe baca ditengah pelajaran MTK..
      ngilangin stress neh..

      sama aku juga pengen punya suami kayak bum..
      baik hati.. dulu berantem…
      sekarang cinta mati hahahahaha

      rata2 masih penasaran yah..
      peasaran apa lagi hayo???????… aku juga seru lihat angga mereka hahahahaha
      hahaha OS KCB kayaknya seru kkkkk

  5. Melisa luv Bumsso 8 Februari 2011 pada 5:48 PM #

    kak nden !!!
    perfect ^^
    ini ada lanjutannya gk ??
    *udh dibkn’in banyak msi aja nuntu lgi ,, emg reader gk tw diri nir –*
    cz sru bgt ^^

    • negista 9 Februari 2011 pada 10:57 PM #

      wahhh melisa makasih dah baca n komen FF aku yang super duper gaje ini
      hehehehehe gomawo loh buat pujiannya
      tersanjung saya jadi tersayang dah… *sinetron*

      lanjutanya belum pasti..
      bisa ada n bisa juga gak…
      tunggu aja yah kalo ada

      • Melisa luv Bumsso 11 Februari 2011 pada 11:34 PM #

        aku akan slalu menunggu ff kakak
        yg psti sie aku mnt secepatnya ..
        hheheheeh ^^

      • negista 12 Februari 2011 pada 5:48 PM #

        huahahah iya ditunggu ajaj
        secepatnya..
        ya sebisanya hahahaha

  6. merli bumssoeul 8 Februari 2011 pada 11:36 PM #

    Hwaaa Romantis dan membayangkan kehidupan asli BUMSSO kaya gini , tapi kak di sini bumsso kurang mesra dan soeun kurang manja kalo lebh manja dan mesra bikin aku ngayal kak ..
    Kim bum dan Seung ho suami idaman !
    Karakter han byul disini lucu , pinter kak bagus ko aku suka .

    • negista 9 Februari 2011 pada 10:54 PM #

      yah merli gomawo udah baca n komen FF aku tentunya
      aminnn iya semoga mereka dalam kehidupan nyata juga gitu
      hehehehehehehehehe

      kurang mesra..
      aku buat sengaja..
      karena udah usia juga jadi faktor disini
      so eun sangat dewasa tentunya..jadi gak manja
      hehehehehehe

      gomawo yah

  7. Davina Magdalena 9 Februari 2011 pada 8:12 PM #

    author ndennnnn
    ni ad lnjtanx gak??
    kan Min Ji nya blom melahirkan😀

    • negista 9 Februari 2011 pada 10:43 PM #

      wahahah davina gomawo udah baca n komen yah
      hehehehehe
      ini belum tentu pasti yah
      tergantung req
      mau ada lagi atau gak
      jiahahahahaha
      iya juga seh Min Ji belum punya anak
      ntar kalo ada lagi reader pada bosen

  8. pucha 9 Februari 2011 pada 11:35 PM #

    annyeooooooooooooooooongggg ndennnnn *teriak pake toa di deket kuping authornya

    wuaaaaaaaaaa akhirnya di buat edisi spesiaaaaaaallllllll lagi😀
    kyaaaaaaaaaaaa ceritanya romantis abissssssssss *sambil megang leher authornya,,sama kayak soeun waktu megang leher kim bum pas lahiran hahaha

    baiklah sebagai murid yang baik,,saya akan menjawab pertanyaan dari bu guru nden..
    1. Bagian yang gila? ngk ada,,kecuali authornya.!!gileeee authornya keren banget dah buat ceritanya hehehehe

    2. Bagian yang rame? yang pasti pas soeun lahiran,,terus pake acara megang leher kim bum sampe kim bum klepek2 ahahaha….ngk bisa bayangin kalo soeun tiap tahun hamil,,bakalan klepek2 beneran itu kim bum tiap tahun hahahaa

    3 Bagian yang heboh? waktu han byul pake krimnya soeun,,,hahaha untung krim yang di olesin coba odol kan bisa gawat…kayak gini keturunan dari sapa yah *gaya mikir…

    4. Bagian yang mengagetkan? masak kim bum ngatain anaknya setan es krim,,padahal bapaknnya juga tuh,,eskrim anaknya ajah di makan untung masih disisain corongnya hahahaha….
    sama part kim bum bawa madu satu jirigen hahahah..aya2 wae kim bum ini

    5. Bagian yang di suka? semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    6. Bagian yang gak disuka? nggak adaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    7. Karakter siapa yang disuka? han byul,,,karena sifatnya perpaduan antara soeun dan kim bum,,,,ngak tau nie ntar sang eun mirip sama siapa

    8. Tolong kasih pendapat kalian tentang karakter Han Byul, mian aku gak bisa buat karakter anak soalnya.. sebagai masukan saja.—->>> karakternya ngk jauh beda sama kayak dok lip di AGWTB..jadi menurut aku udah dapet kok karekter anak2nya,,

    saran buat author…….
    buat lagi part spesialnya,,kan sang eun belum muncul karakternya hahahah * authornya langsung cenat cenut hahaha

    sekian comment dari saya,,mian kalo commentnya ngk panjang,,bisnya udh ke awang2 ngebayangin ceritanya,,smoga ajah bisa jadi kenyataan..aminnnnn

    gomawo
    _bow_

    • negista 10 Februari 2011 pada 3:19 PM #

      wuhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
      seperti biasa reader yang satu ini pasti komen panjang
      dan aku suka dengan komennya kak..
      karena sukses bikin aku ngkaka ampe lahar digin dari merapi beku
      *halahhhhh ngikut gaje ni author*

      ne………….. sesuai request jadi aku bikin KCB lagi..
      halahhh siapa yang req lagi
      kekekekekekeke

      ya ampun leherku di cekek kak puchaaby..
      tolong kyu.tolong………………
      ampunnnnnnnnnn ampunnnnnnnnnnn

      bagian yang gila kenape author
      hehehehe baca lanjutanya dong author..
      gomawo banget dech kak tiwi hehehehehehe

      jajajajajajaj gomawo pisan udah jawab semua pertanyaan dariku kak
      kayak ujian aja yah banyak beud soalnya hahahaha

      jajajaja buat lagi spesial apa kak??? maulid nabi hahhahahaha
      langsung cenat cenut iya..
      papapapapapapapapapa

  9. dini ramadhani 10 Februari 2011 pada 12:41 AM #

    ndeeeeeen akhirnya dipost jg ni ff,mian mian baru bisa komen
    kyaaaa saiia suka kta2 kim bum 4 so eun d prolog
    kaget wkt baca cerita bumsso dan minHo,lho minho kok dbwa2 batinku tp kmdian baru nyadar~reader telmi nie
    aaaarrggghhh ngiri ma rumah tangga mrk berempat yg romantis abis heuheuheu
    wokeh,siap jwab kuisnya
    1.bag.yg gila:wkt soeun ngidam ngeliat mtahari terbit ampe rela kemping kekekek
    2.bag.yg rame:wkt soeun ngelahirin anak kedua hahaha kasian kim bum dcekik
    3.bag.yg heboh:wkt han byul nraktir teman2nya beli eskrim gra2 eskrimnya diabisin bapaknya
    4.bag.yg dsuka:semuanyaaaa….
    5.bag.yg g dsuka:g ada deh kyknya
    6.bag.yg mengagetkan:hahaha wkt hanbyul pake krim ibunya
    7.karakter yg dsuka:han byul tentu saja,dr mukanya aja dah bkin gemeeeeeezzzz~reader pengen nyubit pi2nya
    8.karakter han byul?hmmm dya lucu,pintar,jail,kadang2 berkelakuan aneh,pengen tau segala hal kok jd sma ma karakter dsni heheheh tp bayanganku emang spt itu
    hohoho segni aja komennya,mian kalo ada slah2 kata~jiaaahhh kyk pidato upacara
    oke nden ff yg laen dtunggu lanjutannya ya?

    • negista 10 Februari 2011 pada 3:21 PM #

      Kak Dini………………
      gomawo kak udah komen..
      akhirnya nemu juga kak dini di FF aku
      maksudnya dikomennya kak
      halahhhhhhhhhhhhhhhhhmulai gaje neh saiia

      kak gomawo banget udah jawab juga semua pertanyaan dariku
      omplit plit jawabannya
      hahahahahahahahhahaha

      iyaaa jangankan kakak.. aku aja yang ngetiknya suka
      aduhhhhhhhh romantis yah itu kata2

      minho kan min ji seung ho hahahaha lupa yah
      ada karakter minho couple kekekekekekeke

      ok gomawo yah kak

  10. rini 22 Februari 2011 pada 11:02 PM #

    wahh kak kerennnnnnnnn,,
    perfect,,
    udah lma gak bca KCB n akhir.a ad lgi,,
    senank banget liat bumsso hidup bhagia n mereka menbah stu anak lagi wahh betapa rame rumah,a,,
    smoga aj ad KCB” yg selanjut,a,,

  11. tessa 26 Februari 2011 pada 5:17 PM #

    wahhhh keren sangattt.
    mian gk bsa comnt d fb…. cz d hp gk muat ehehehe…

    pkok’na ff nie TOP BGT deehhh…… hehehe

  12. Ndasyalala 27 Maret 2011 pada 11:12 PM #

    Hii
    aku orang baru disini
    hehe
    seru seruuu bgt ceritanya
    Mau lagiiiii dong KCB nyaaa
    ditunggu ceritanya lagi yaaa😀

  13. nisrina 13 Desember 2011 pada 3:40 PM #

    woooooooooahhh…..
    ceritanya lucu….
    aku jga pengen kalo punya suami kaya kim bum, yang perhatian, dan baik kepada istrinya….
    MMMmmmmmmmAAAAaaaaaaaUUUuuuuuuuuu

    hehehe🙂

  14. Gee 21 Desember 2011 pada 6:43 PM #

    Baru baca..bagus..DAEBAK pkonya. Ampe mataQ perih gara2 gak bisa lepas dr laYar laPtop..hehe…
    (Pas pertma bc, kirain aQ Seung Ho’nya MBLAQ..secara lgi suka lgu MonaLisa..he.he..)
    Qu tunggu krya Eon’ yg lain’nya….Gomapta 4making inspiring story^_^

  15. sukma 3 Januari 2012 pada 11:16 AM #

    kereeennnnn….
    adegan gila’a yg bkin sakit perut baca’a pas so eun jdiin leher kimbum sbg pegangan..hahaahaha…bisa dibyangin kejadian’a gmna..:D

    Overall,,FF’a muantaap bget..^^

    ditunggu lho ff’a yg lain…

  16. Natalia 23 November 2012 pada 8:43 AM #

    Satu kata untuk penulisss……perfectttttt…ceritax benar2 sangat lucu dan menghiburrr…

  17. Ivo 4 Oktober 2013 pada 10:00 PM #

    Gag ada lanjutannya ya??
    Padahal critanya bagus banget, aku sampai ngulang baca 4 kali.

  18. Aisyahyesung 18 November 2013 pada 7:05 PM #

    wah ceritanya sangat romantis

  19. ainami 9 Agustus 2014 pada 11:16 AM #

    sukaaa bgt yg valentine edition ini..
    rame, kocak, romantis campur2 dah..

    keluarga kecil bumsso bikin iri haha.. what a happy family😀

    aku suka semua scene nya, berkesan …
    cuma ada satu yg terasa spesial yaitu saat bumsso menghadiri talk show..

    soalnya aku bayangin suatu saat bumsso asli seperti itu, mereka tampil bersama dlm sebuah talkshow dimana status mereka udh jd suami istri dan punya anak gitu deh….

    hahaha lagi2 delusi *_*

  20. kimmayurinerays 23 Januari 2015 pada 7:11 PM #

    1. Bgian yg gila _ ktika sso ngidam, aneh2 tngjah ngidam sso aplgi ngidam pas ank ke2 pkok nya seru dech.
    2. Bgian yg rame_ saat han byul mnta adik tpi dy yg ggalin acra proses pmbuatan, dan ktika bermain bersma.
    3.bgian yg heboh_ saat kim bum mmbrikan mdu sederigen buat seung ho adik ipar ny dan nenekny yg jg ikutan mmbrikan ekor ikan, hboh mlm2 mereka smpat2 ny mmbrikan itu agr min ji cpt hamil.
    4.bgian yg mngagetkn _ ia ktika mreka jln2 kbukit untuk mlhat mthari terbit eh mlah kabut yg dilihat, lucu ngbyangi expresiny han byul dan sso. Sngguh di luar dugaan kim bum.
    5.bgian yg di suka_ saat mereka sling mnjahili stu dg yg lainnya, trlhat snnguh bhagia bumsso. Pa lg da ny han byul yg sllu bkin ulah.
    6.bgian yg tdk disukai_ kyak ny ga da dech, q suka smua critanya.
    7.krakter bumsso dong
    8.krakter han byul ny udh kren koq bgus, lcu lgi,,,, jd ktwa2 sndri wktu scene yg da han byul ny.

    Good luck ya chingu, lam knal dariku🙂

  21. sanylisany 11 Maret 2015 pada 2:14 PM #

    Aaaaaaaaaaa,,,, perfect bgt ceritanya!! ( Kim sang bum + Kim so eun = kim han byul & kim sang eun ) aigooo jd KB (Keluarga Bahagia) hahaaa.. 😍😍,, semoga lanjut terus ff nya!! Kibarkan terus semangat ’45 nya kaaa!!!! 😄😁😄😁😄

  22. faizahrahmawati10 13 April 2015 pada 9:06 PM #

    Daaaeebbaaaakkkkk!!!!!! 10 jempol buat Author, lucu, kocak, romantis, udah deh pokoknya AMAZING !!! Di tunggu karya selanjutnya thor,

  23. yooonhaae 13 Maret 2016 pada 3:48 PM #

    Huaaa bgs bget endingny aku suka” buat klanjutanny dong di bgian minji pny dd dn han byul mulai suka cwek wkwkw pasti seru tuhhh bgian gila mencekik kimbum rame pas bbqan bgian heboh kim bum bliin han byul dn tman”ny es krim bgian yg disuka kejutn seung ho utk minji yg gak dsuka overall is great so I don’t think it have a unlike part karakter yg dsuka semuanya dong meraka itu slg melengkapi cerita trs han byul anak ceria yg penuh ksh syg kedua org tuany

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: