Aufklarung part 9

31 Jan

Author: Lulu_seungho

Main cast: Kim Bum dan Kim So Eun

Other cast: Jang Geun Suk, Park Shin Hye, Go Ara, Yunho, Seohyun, Jung Yung Hwa

Genre: Romantic, Friendship, Family

Type: Sequel

 

 

Annyeong haseyo….

Kali ini kita lanjut ke part selanjutnya ya…

Ya sudah.. langsung saja ya….

 


PART 9

Telah benarkah engkau mencintai yang mencintaimu?

 

 

So eun dan kimbum tengah berdiri didepan sebuah rumah yang tampak asri karena banyak terdapat pohon ditamannya. so eun melirik kimbum yang ada disampingnya.

“sebenarnya dalam rangka apa kita berdiri didepan rumah orang seperti ini?”tanya so eun

“mangga itu.”tunjuk kimbum

so eun melihat kearah yang ditunjuk kimbum. buah mangga yang tampak ranum.

“ikut aku!” ujar kimbum sambil menarik paksa tangan so eun.

kimbum mengetuk pintu gerbang rumah tersebut setelah beberapa lama kemudian sang pemilik rumah tersebut keluar. seorang ibu yang berusia sekitar 35 tahun.

“ada yang bisa saya bantu?”tanya sang pemilik rumah.

“perkenalkan namaku kimbum dan ini istriku so eun.”ujar kimbum sambil merangkul bahu so eun. so eun nampak kaget.

“ahh … pengantin muda yah?? manis sekali”tanya ibu itu.

“begitulah, mmm … bolehkah kami meminta bantuan?”ujar kimbum

“tentu saja, apa?” sahut si ibu.

“istriku sedang hamil muda, dan tak sengaja ia melihat buah mangga yang sangat ranum dari rumah ini. kebetulan ia sedang ngidam ia ingin buah mangga tersebut.”ujar kimbum

“mwo??!!!”teriak so eun

“tidak usah malu istriku ini demi anak kita.”ujar kimbum

“ahahah … tak apa. sebentar aku petikkan untuk kalian.”ujar ibu tersebut.

“gomawo .”ujar kimbum sembari membungkukkan badannya. beberapa saat kemudian

“eheheheh ….” ia tertawa aneh. soeun pun memegang bulu kuduknya.

“tawamu membuatku merinding”ujar so eun.

***

ara tengah sibuk melayani pelanggan di kasir ketika seorang laki – laki berperawakan tinggi datang menyapanya.

“go ara ?!!!” ujar lelaki tersebut

ara pun menoleh ke arah lelaki tersebut “oppa hyun joong!!!” ujar ara kaget

“sedang apa kau disini?”tanya hyun joong

“aku kerja sambilan disini.” jawab ara

“apa uang saku mu kurang sehingga kau harus kerja sambilan?” tanya hyun joong

“hehe … bukan begitu, aku hanya tengah berjuang.”ujar ara

“berjuang? untuk apa?” tanya hyun joong lagi.

“sudahlah oppa tdk usah terlalu banyak bertanya, lihat saja nanti.” ujar ara sambil mengedipkan sebelah matanya.

“hmm … baiklah,” timpal hyun joong.

“mau pesan apa?”tanya ara

“tiramisu, ada kan?” ujar hyun joong

“tentu saja. akan kubawakan special untukmu.”ujar ara

hyun joong pun tersenyum, ia pun duduk disebuah meja yang menghadap kaca. beberapa saat kemudian ara menghidangkan pesanan hyun joong, “oppa ini semua gratis untukmu. sssttt … aku yang bayar.”bisik ara sambil terkekeh. hyun joong pun membalas senyum ara “gomawo” ujarnya sambil mengacak – acak rambut ara.

yun ho memperhatikan tingkah ara dan hyun joong dari jauh, ia pun memegangi dadanya. sakit.

***

shin hye berlari – lari sendiri menyusuri jalanan kota di sekitar Myeondeong. wajahnya terlihat gelisah, bahkan ada air mata mengalir disudut matanya ia terus memegangi sebuah kalung dengan bandul matahari.  ia pun kemudian memasuki sebuah toko perhiasan.

“mianhe, apakah kau bisa membantuku?”ujar shin hye dengan nafas yang tersengal – sengal . “tentu, ada apa nona?”ujar sang pramuniaga. “kalungku, kumohon bisakah ini diperbaiki?”ujar shin hye.

sang pramuniaga itu pun mengambil kalung tersebut, bandul tersebut patah menjadi dua. “maaf sepertinya ini tidak bisa diperbaiki.”ujar pramuniaga tersebut. “kumohon !!! tolonglah aku berani membayar berapapun asal ini kembali seperti semula.”ujar shin hye sambil terisak – isak. pramuniaga itu pun menggelengkan kepalanya. shin hye pun terus memaksanya, tapi hasilnya tetap nihil.

shin hye berjalan menuju taman kota, ia menangis tersedu sedan sambil duduk ditaman. “hiks … bahkan aku tidak bisa menjaga kenangan yang berharga darinya. kalau begini mana mungkin aku bisa menjaga cintaku. huhuhu …” rengak shin hye.

***

“annyeong … !!!” sapa so eun setelah sampai kembali ke restoran bubur milik keluarganya. “kalian sudah kembali rupanya, bagaimana apakah kalian letih mengantar pesanan?”tanya ibu soeun. “tentu saja tidak, ini sangat mengasyikkan. seumur hidupku aku tidak pernah merasakan sensasi seperti ini.”jawab kimbum . “sensasi?! aku baru tahu kalau mengantarkan bubur pun menimbulkan sensasi.”gumam ayah so eun. “begitulah pak kim.”sahut kimbum. “hmmm … kau tidak perlu memanggilku pak panggil saja aku appa, seperti hal nya so eun.”ujar ayah so eun.

“mengapa dia harus memanggil appa juga, sejak kapan ibunya menikah dengan ayah?”ujar so eun. “aishh …bukankah kimbum akan menjadi bagian dari keluarga kita?”ujar ibu so eun sambil menjitak lembut kepala so eun. “apa appa dan amma berniat mengadopsinya?” ujar so eun. “so eun anakku, apakah selama kau tinggal di asrama makananmu memiliki kandungan gizi yang sedikit? tentu saja kimbum akan menjadi keluarga kita, karena suatu saat nanti kalian akan menikah.”ujar ibu so eun girang.

“mwo??!!!” teriak so eun kaget bahkan kimbum sampai keselek bubur. “bukankah kalian pacaran?”tanya ibu so eun. “itu tidak mungkin.”jawab so eun disertai anggukan kimbum. “aishhh …. ikut ibu!”ujar ibu so eun sambil menggiring so eun kebelakang.

“ya!!! apa kau benar – benar tidak berpacaran dengan kimbum?”tanya ibu so eun. “tentu saja bu, “jawab so eun. “apakah dia sudah memiliki pacar?”tanya ibu menyelidik. “sebenarnya dia telah memiliki calon tunangan tapi dia akan membatalkannya. “jawab so eun. “jeongmal??!! mengapa?”tanya ibu lagi. “karena dia tidak menyukai calonnya mungkin.”jawab so eun lagi. “baguslah kalau begitu, kau masih memiliki peluang. tenanglah anakku, aku akan membantumu untuk mendapatkan hati kimbum.”ujar ibu so eun. “ibu!!! itu tidak mungkin. itu hanya akan terjadi kalau bulan terbelah dua. ” ujar so eun kesal . “kalau begitu ibu yang akan membelah bulan menjadi dua.” ujar ibu so eun dengan semangat kemerdekaan.

***

jung hwa, seo hyeon beserta il woo dan chae won sosengnim telah sampai di thailand. mereka kemudian segera menuju hotel HILTON di kota Bangkok ibukota Thailand. jung hwa dan il woo mendapat kamar nomor 614 sedangkan seo hyeon dan chae won di kamar 615.

“hari ini kita istirahat saja dulu, makan malam akan diantar langsung ke kamar masing – masing. ingat istirahatlah yang cukup karena esok kita harus bangun pagi untuk melaksanakan tugas kita disini.” tutur il woo sosengnim bijak.

“ne sosengnim, kami mengerti.” sahut jung hwa disertai anggukan seo hyeon.

mereka pun akhirnya memasuki kamar masing – masing. beberapa saat kemudian makanan yang mereka pesan telah diantar ke kamar masing – masing. pukul 09 malam mereka diharuskan untuk segera tidur.

seo hyeon terus saja mengganti posisi tidurnya, entah mengapa hatinya begitu resah. senyum jung hwa terus saja menghantuinya, itu membuat seo hyeon penasaran dengan apa yang terjadi pada dirinya. ia pun memutuskan untuk keluar kamar untuk mencari udara segar. saat seo hyeon baru saja membuka kamar hotelnya, ia melihat jung hwa melakukan hal yang sama.

mata mereka pun bertemu. “kau mau kemana?”tanya jung hwa . “entahlah, hanya ingin mencari udara segar. malam ini aku tak bisa tidur.”ujar seo hyeon. “kebetulan, aku pun begitu.”ujar jung hwa. seo hyeon pun tersenyum. “kudengar kota Bangkok saat indah bila dilihat dari atap hotel ini, apa kau tertarik?”ajak jung hwa. seo hyeon pun mengangguk sambil tersenyum simpul.

***

seperti biasa, pukul 09 malam saatnya bagi yun ho dan ara untuk beres – beres. baru saja ara akan memasuki ruang ganti wanita tiba – tiba saja tangan seseorang menariknya kuat dan menyenderkannya pada tembok. yun ho pun menaruh kedua tangannya kebelakang punggungnya, “siapa laki – laki yang bersamamu tadi?”tanya yun ho tanpa menatap ara.

“laki – laki yang mana?” tanya ara bingung. “pria yang memesan tiramisu tadi.” ujar yun ho masih dengan tatapan sungkan. “oh … oppa hyun joong. memangnya ada apa?”tanya ara. “apakah dia kekasihmu?”tanya yun ho. “tentu saja bukan, dia adalah kakak sepupuku.”jawab ara. “ou … “sahut yun ho datar. “tunggu sebentar, apa kau cemburu?”tanya ara menyelidik. “tentu saja tidak.”jawab yun ho refleks. “biasa saja, tidak usah heboh kalau memang tidak, aku jadi makin curiga … haha …”ujar ara jahil. wajah yun ho pun memerah, “terserah kau!!!” ujar yun ho dan buru – buru masuk kamar ganti pria. ara pun menahan tawanya. “kau manis sekali .” ujar ara.

***

 

jung hwa dan seo hyeon telah tiba di atap hotel HILTON dengan menggunakan tangga darurat. pemandangan kota Bangkok memang sangat indah bila dilihat dari atap hotel apalagi lukisan malam dengan kerlip bintang merupakan unsur paling berpengaruh.

“huaaa … ini lebih indah daripada yang kubayangkan.”ujar seo hyeon. ” tentu saja, tidak salah kan aku mengajakmu kemari?”ujar jung hwa. “gomawo, “ujar seo hyeon.

seo hyeon dan jung hwa pun memilih diam, terbuai oleh belaian angin malam dan romantisme pemandangan malam kota Bangkok. seo hyeon mengelus – elus lengannya tubuhnya sedikit menggigil disentuh angin malam. jung hwa yang melihatnya pun melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada seo hyeon.

“jangan sampai besok kau sakit gara – gara ini.”ujar jung hwa. “gomawo, tapi bagaimana denganmu? kau juga pasti kedinginan kan?”ujar seo hyeon. “tak apa. lagipula aku laki – laki kau tidak perlu khawatir. “ujar jung hwa. “aku tidak akan membiarkan seseorang menderita karena aku. kemarilah mendekat padaku, kita pakai jaket ini sama – sama.”ujar seo hyeon sambil menarik jung hwa mendekat padanya. “hmm … gomawo.” ujar jung hwa. “cheonmaneyo …” balas seo hyeon.

“sepertinya ini sudah larut malam. sebaiknya kita kembali ke kamar, aku takut bu chae won dan il woo sosengnim akan mencari kita.”ujar seo hyeon. “baiklah, ayo kita kembali.”ujar jung hwa.

mereka pun kembali ke kamar masing – masing menggunakan lift. namun, terjadi sesuatu pada lift tersebut sehingga lift itu berhenti tiba – tiba. seo hyeon panik, beruntung jung hwa cekatan ia segera menenangkan seo hyeon “jangan panik, kalau kau panik nanti kita akan kekurangan oksigen.”ujar jung hwa. seo hyeon segera menguasai dirinya. “aku akan meminta bantuan, “ujar jung hwa ia pun menekan tombol SOS pada lift tersebut. “sebentar lagi bantuan pasti akan datang.”ujar jung hwa. “de… semoga tak akan lama. “ujar seo hyeon.

jung hwa dan seo hyeon pun memilih untuk duduk di lantai lift, mereka berdua saling diam karena canggung. tiba – tiba saja detak jantung mereka berdetak lebih cepat, “boleh aku bertanya sesuatu?”ujar jung hwa. seo hyeon pun mengangguk. “apa pendapatmu mengenai cinta?”tanya jung hwa. seo hyeon pun menatap jung hwa kemudian tersenyum. “cinta itu pengabdian.” ujar seo hyeon. “mengapa pengabdian?”tanya jung hwa kembali. “Ketika Tuhan menanamkan perasaan cinta kedalam hatiku kepada seseorang maka ketika itu pula aku harus ikhlas untuk mencintainya. kuserahkan sepenuhnya cintaku untuk Tuhan berikan kepada seseorang yang memang Ia pilihkan untukku, itulah pengabdian, pengabdianku terhadap Tuhan. kucintai seseorang itu karena Tuhan.”jawab seo hyeon. jung hwa pun tersenyum “jawaban yang tak pernah kuduga sebelumnya dan tak pernah kudengar dari siapapun.”ujar jung hwa.

seo hyeon dan jung hwa pun saling menatap, mata mereka bertemu. untuk pertama kalinya ada sesuatu hal yang membuatnya ingin lebih dekat dengan orang yang ada didepannya. cup …. seo hyeon dan jung hwa pun berciuman.

 

 

TO BE CONTINUED

 

 

Sekian dulu untuk part kali ini…

Penasaran sama lanjutannya?? Tunggu aja ya….

Untuk part selanjutnya akan dipost bulan Maret ntar ya… jadi tunggulah dgn sabar.. hehehheheehhehehe

 

9 Tanggapan to “Aufklarung part 9”

  1. Thenx'zmanlyteukie 31 Januari 2011 pada 10:51 PM #

    Ukh ko Lma bGt cehhhhhhh..,_penAsaran setengah mati^_¤

  2. kiyky luph bumsso 3 Februari 2011 pada 9:14 AM #

    omo~~
    itu si JungHwa bukannya pacarnya soeun yach??
    kok ciuman ma seoHyeon siiy???

    udah soeun..mau aja dikawinin ma Mbum.. si JungHwa udaa gak setia gitu kok..

    Mbum juga nich.. jangan nolak dong.. kawin itu enak loo..#plakk..kayak pernah kawin aja degh..

    jadi.. soeun ma Mbum bakal kawin kan…
    ayo.. kita syukuran..#lemparin undangan syukuran ke author

    loo? maret? lama banget dong thor…huhuhu..:'((

  3. Icha 3 Februari 2011 pada 2:54 PM #

    Wiihh!!b bagus! Aq g sabar denager cewrita lanjutan.na! Jgn lma 2 ok!

  4. claudialangi 9 Februari 2011 pada 2:11 PM #

    Aku sukaaa..
    Aplagi yg YunHo-Ara..
    Like Like Like !
    Di tngu lanjutannya !

  5. rahillah (chiaki) 25 Februari 2011 pada 11:58 PM #

    ahahaha… makin seru aja, yun ho cemburu tapi pura2 gak, hihihi… ngebayangin mukanya waktu nanya ara, bikin chua senyumw sndri, adegan bummie waktu ingin mangga ranum itu juga , adegan terkhirnya bikin speechless *mauuuu….!!!* hihihi >.<d

  6. geill 19 Desember 2011 pada 8:28 PM #

    makin seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu……………
    aq kesal ama jung hwa bisa2nya dia ciuman ama seo hyeon, dah gak setia kg tuh ama so eun, dah mending ama kim bum aja deh ………………..
    langsung aja ah ke part berikutnya, penasaran nih……………….

  7. cucancie 23 September 2012 pada 6:53 PM #

    Ya ampyun…kim bum ngidam mangga ya?wkwkwk…

  8. Kim Jihyun 11 Januari 2014 pada 10:50 AM #

    wks? junghwa selingkuh!! ah gpp, soeun sama kimbum aja hehe

  9. indah 20 Mei 2015 pada 3:02 PM #

    ibunya so eun lucu, tpi smoga jdi knyataan mrka menikah
    wah seo hyun sma jung hwa blum pacaran udh brni ciuman .klo so eun tau gmna. tpi gpp kan ada kim bum hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: