Harmoni Cinta (os)

21 Jan

Author: Lulu_seungho

Main cast: Kim Bum dan Kim So Eun

Other cast: Yoo Seung Ho, Moon Chae Won, Jung Il Woo

Genre: Romantic, Friendship

Type: One Shoot

 

 

Annyeong haseyo…… kali ini lulu bikin ff…. ayo dibaca-dibaca,…. tapi bagi yg mau baca aja. Dan pastinya juga mau komen!!!!!!!!

 

 

HARMONI CINTA

 

 

Sebagian dari yang kukatakan tidak bermakna, tetapi aku mengatakan ini semua karena sebagian yang lainnya mungkin akan dapat menyentuhmu. (Kahlil Gibran)

 

 

 

Namaku kim sang bum, dan cita – citaku adalah menjadi seorang penyanyi. Dengan segenap kemampuanku akan kukerahkan agar ku bisa menggapai impianku. Aku adalah anak sebatang kara, aku ditinggal meninggal oleh kedua orang tuaku sejak aku berumur sekitar 15 tahun, dan mulai dari sana lah aku berusaha menghidupi kehidupanku sendiri.

Hari ini aku pergi ke rumah sakit untuk mengantar kado pada sahabatku yang menjadi dokter disana, ia adalah Yoo Seung Ho. Hari ini ia berulang tahun. Seung ho begitu aku memanggilnya, ia adalah sahabat setiaku bahkan sebelum kedua orang tuaku meninggal. Dan dia adalah salah satu yang selalu membantuku hingga saat ini.

“saenggil chukahamnida seung ho –ssi …” nyanyiku diiringi petikan gitar yang kumainkan.

Seung ho menoleh kearah pintu “bumm-ah …” ujarnya dengan mimik muka yang kaget melihatku.

“hai sahabatku, selamat ulang tahun.”ujarku sembari menghampirinya

“hai … terima kasih sobat !”ujar seung ho. Kami pun berpelukan.

“ini aku bawakan hadiah untukmu, memang tidak begitu berharga tapi perjuanganku untuk mendapatkannya yang sangat sulit membuatku merasa ini sangat pantas kuberikan untukmu.”tukas kimbum diiringi senyum manis dan menyodorkan kado tersebut.

“terima kasih. Aku tidak sabar untuk melihatnya isi kadonya.”gumam seung ho. Ia pun membuka bungkusan kado berwarna biru tua tersebut dan taraaaaaa … sebuah miniatur mirip christiano ronaldo itu pun berdiam disana.

“bumm –ah, dari mana kau tau aku menginginkan ini?”tanya seung ho dengan mata yang berbinar.

“aku adalah sahabatmu, dan pastinya aku harus selalu tau apa yang diinginkan oleh sahabatku bukan?”tukas kimbum.

“tapi bukankah ini sangat mahal.”ujar seung ho

“tentu saja.”jawab kimbum.

“tapi apa ini tidak terlalu membebanimu?”tanya seung ho

“mengapa aku harus terbebani kalau ini demi untuk seorang sahabat yang selalu aku sayangi.”ujar kimbum.

 

Setelah lama berbincang – bincang, kimbum pun pamit pulang. Ia berjalan dengan riang disekitar koridor rumah sakit. Kemudian disaat ia melintasi sebuah kamar bernomor 173 ia berhenti. Kimbum menoleh kearah pintu tersebut. Entah kenapa ia ingin sekali melihatnya. Kimbum melangkah pelan menuju pintu kamar tersebut dan ia intip sedikit dari balik pintunya.

Kimbum menatapnya takjub. Seorang gadis cantik terbaring disana dengan alat – alat pengobatan tersambung ketubuhnya. Hatinya miris melihat itu, entah magnet apa yang menariknya, kimbum memasuki kamar tersebut. Dilihatnya dengan seksama gadis itu. Ia masih tertidur. Lelap bahkan saking lelapnya ia tidak mendengar suara sepatu kimbum yang menghampirinya.

“apa kau bidadari ?”tanya kimbum dengan tatapan masih penuh ketakjuban melihat gadis tersebut. “Tuhan, kebaikan apa yang telah kulakukan sehingga aku bisa melihat keindahan yang paling indah dihidupku?”batin kimbum.

 

Suara derapan sepatu mulai terdengar seperti memasuki kamar tersebut. Kimbum panik, ia pun mencari – cari tempat agar ia bisa bersembunyi. “sepertinya disini aman.”gumam kimbum. Ia pun bergerak menuju lemari didepan kasur tempat gadis itu terbaring.

 

Seorang perempuan yang tengah menangis disamping kekasihnya menghampiri gadis yang masih terbaring lemah dikasurnya. “so eun, cepatlah kau sembuh sayang. Kami sangat merindukanmu.”ujar perempuan tersebut. Ia adalah moon chae won yang merupakan kakak dari gadis tersebut kim so eun.

“sabarlah sayang, kuyakin so eun gadis yang kuat dan dia pasti akan segera sadar.”ujar kekasihnya jung il woo yang mencoba menenangkan perasaan chae won.

“ya aku tau, tapi apakah so eun akan sadar ketika nanti pesta pernikahan kita?”ujar chae won yang masih menangis menggenggam tangan adiknya tersebut.

“so eun pernah berjanji untuk menyanyi dipernikahan kita, dan so eun tidak pernah ingkar janji. Karena itu aku yakin dia akan sembuh sebelum pernikahan kita tiba.”tukas il woo.

“iya, dia gadis yang baik. Dia seperti ini juga karena dia ingin menyelamatkan seorang gadis kecil yang akan tertabrak dan akhirnya malah dia yang kena.”ratap chae won.

“orang yang baik pasti akan mendapatkan kebaikan pula. Kau jangan bersedih lagi. Kau pasti lapar bukan? Dari tadi kau belum makan. Ayo kita cari makan dulu.”tukas il woo.

“ya, tapi setelah ini kita kemari lagi kan?”tanya chae won.

“tentu saja. Ayo !”ujar il woo

“so eun, aku pergi dulu sebentar yah, aku pasti akan menemuimu dan menemanimu lagi disini.”ujar chae won yang kemudian mengecup kening adiknya tersebut.

Chae won dan il woo pun pergi mencari makan keluar meninggalkan so eun. Setelah mereka menutup pintu kamarnya, kimbum yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka dari lemari pun menghampiri so eun kembali.

Kimbum menatapnya lekat “kau bidadari yang baik hati so eun.”ujar kimbum.

Kimbum pun meraih gitar kesayangannya, kemudian dia mainkan sebuah alunan lembut

 

Engkau yang terindah yang terjadi dihidupku

Bangunlah dan raihlah tanganku untuk kau genggam

Berlarilah bersamaku meraih mimpi dan cita

Mari kita lukis pelangi paling indah dengan jemari kita

Engkau imajinasi yang menjadi nyata

Memberiku inspirasi setiap kularung puisi

Walau raga baru menyapa

namun hati terasa penuh denganmu

Izinkan kulantunkan simfoni dari hati

Sekedar untuk menguraikan rasa yang tak kumengerti ini

Sebuah rasa yang luas dan tak terbatas

Rasa yang tak pernah kurasakan sebelumnya

Petikan gitar terakhir pun mengakhiri kidung yang kim bum lantunkan. Ia pun menyentuh tangan so eun “senyumlah dalam baringan pejammu, aku akan kembali lagi kemari.”ujar kimbum. Ia cium kening so eun dan tersenyum kemudian melangkah pergi.

 

Malamnya ..

Kimbum menatap langit malam dari balik jendelanya. Ditatapnya rembulan yang bersinar mengingatkannya pada sosok gadis yang terbaring lemah bernama so eun tersebut. Entah mengapa bayangnya sedari tadi terus mengusik imajinya. Membuat ia tak sempat berpaling dan jujur saja kimbum menyukainya.

“gadis cantik yang malang, andai saja saat ini aku bisa berada disampingmu. Ingin kudekap engkau agar tak menggigil disentuh dinginnya malam. Membelai rambutmu sekedar isyaratkan bahwa aku ada disampingmu, bernyanyi untukmu agar kau tak kesepian dan memelukmu agar kau merasa hangat.”batin kimbum

 

seminggu telah berlalu semenjak pertemuannya dengan so eun. Dan mulai hari itu kimbum rajin mengunjungi so eun dan menyanyikan alunan lagu miliknya. Tentu saja ia menggunakan alibi untuk mengunjungi seung ho ditempat kerjanya.

“hei bum sebenarnya kenapa kau mengunjungiku terus setiap hari?”tanya seung ho yang mulai memperhatikan keanehan yang terjadi pada sahabatnya itu akhir – akhir ini.

“aku hanya ingin sering bertemu denganmu saja, apa aku salah?”ujar kimbum berbohong untuk menutupi alasan yang sebenarnya.

“benarkah? Kau memang sahabat yang baik, bahkan kurasa kau terlalu baik.”ujar seung ho.

“tentu saja. Oh iya boleh aku bertanya sesuatu ?”tanya kimbum yang mulai memasang tampang serius.

“apa?” tanya seung ho

“apa kau tau pasien yang ada di kamar 173?”tanya kimbum

“kamar 173? Oh maksudmu kim so eun? Iya aku mengetahuinya. Dia adalah salah satu pasienku. Memangnya kenapa?”tanya seung ho

“jadi nama panjangnya kim so eun? Baru tau aku.”ujar kimbum sembari menggaruk – garuk kepalanya.

“iya. Dia adalah pasienku. Ada masalah?”tanya seung ho

“tidak . aku tidak bermasalah dengannya. Tapi aku heran dia sakit apa?”tanya kimbum

“oh dia mengalami gegar otak. Dan cukup parah. Sudah seminggu ini dia mengalami koma, dan belum memberikan tanda – tanda bahwa dia akan sadar.”jelas seung ho

“tapi dia masih memiliki harapan hidup bukan?”tanya kimbum yang mulai khawatir.

“mungkin, aku hanya dokter bukan Tuhan yang memegang jiwa manusia dan memiliki hak penuh atas dirinya.”tukas seung ho

“ya kau benar.”gumam kimbum

 

kimbum berjalan gontai dikoridor rumah sakit, fikirannya dipenuhi oleh kekhawatiran akan keadaan soeun. “sebenarnya apa yang terjadi denganku? Mengapa aku begitu peduli pada gadis itu?”batin kimbum. Langkahnya pun terhenti didepan kamar so eun. Dengan langkah pelan kimbum memasuki kamar tersebut. Seperti biasa kimbum menghampiri so eun yang tengah tergolek lemas dikasur. Kemudian ia meraih gitar kesayangannya yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Kidung cinta itu pun mengalun lirih membuat damai hati yang mendengarnya.

 

Keesokan harinya ..

Hari ini seperti biasa kimbum pergi kerumah sakit, tapi kali ini entah mengapa ia ingin cepat – cepat sampai dikamar so eun tanpa bertemu dengan seung ho dahulu.

Setelah tiba dikamar tersebut, kimbum pun membuka pintunya, namun suasanya lengang. Semua peralatan yang tersambung ke tubuh so eun pun tak lagi ada, bahkan gadis yang selama ini selalu ada disetiap bayangnya kini menghilang tak berbekas. Tatapannya nanar . “kemana so eun?”batinnya.

“bum?”ujar seung ho tiba – tiba

kimbum menoleh ke asal suara dan betapa terkejutnya ketika ia melihat seung ho telah berada dibelakangnya. “seung ho !!” ujar kimbum dengan nada kaget.

“sedang apa kau disini?”tanya seung ho yang heran mengapa kimbum berada dikamar pasien.

“ah tidak, aku hanya …… “tak sempat kimbum melanjutkan kata – katanya seung ho pun memotong pembicaraan.

“kim so eun kan? Kau terlambat bum. Dia telah pergi ke jerman untuk pengobatan, karena dia membutuhkan perawatan yang lebih daripada dikorea.”ujar seung ho

“apa? “gumam kimbum yang semakin kaget mendengarnya.

“aku tau, selama ini kau selalu mengunjungi so eun bukan?”tanya seung ho

“ya, begitulah.”jawab kimbum

“dia baru saja pergi. Mungkin kau masih bisa mengejarnya, dia menggunakan mobil mercy berwarna hitam.”tukas seung ho

“doakan aku kawan.”gumam kimbum dan berlari secepat yang ia mampu.

Kimbum terus berlari tabrak sana tabrak sini, ia benar – benar berusaha semampunya, ia kerahkan seluruh tenaganya menyusuri koridor rumah sakit, sampai akhirnya ia tiba diparkiran, ia pun melihat mobil yang ditunjukkan seung ho, namun mobil itu terus melaju tak menghiraukan panggilan kimbum yang terus berteriak “tunggu … tunggu aku ….”. kimbum terus berlari mengejar mobil tersebut, namun mobil itu terus melaju, hingga akhirnya kimbum ketinggalan. Kimbum kelelahan dan terduduk lemas sambil memandangi mobil yang membawa soeun. “selamat tinggal bidadariku.”gumamnya dalam nada getir.

 

Beberapa minggu kemudian ..

Kimbum tengah berjalan menyusuri jalanan kota seoul hari itu ditengah hiruk pikuknya orang – orang yang berlalu lalang. Ia masih tetap menggendong gitar kesayangannya. Ditengah keramaian itu pun kimbum mengambil gitarnya dan mulai memainkan senar – senarnya hingga menghasilkan melodi yang harmonis.

 

Aku masih ingin mendengar tawamu

Aku masih ingin melihat senyum diwajahmu

Kecantikan abadi yang pernah terlahir

Bidadari terindahku …

Masihkah kau disini ataukah telah menjadi bagian dari surga?

Ingin kusapa lagi dirimu

Lewat barisan melody lembut memujamu

Untuk sampaikan satu kata

Kata – kata diatas cinta …

 

“rasanya aku kenal dengan suara ini.”ujar so eun yang berada dekat dengan tempat kimbum bernyanyi. So eun terus menajamkan pendengarannya, berusaha mencari sumber suara. Ia yakin betul bahwa dia sangat dekat dengan suara ini, rasanya ia damai mendengarnya.

So eun pun berlari sambil mencari – cari asal suara itu, kemudian ia pun mendengar sebuah lagu yang ia rasa berada dialam mimpinya “lagu itu?”gumam soeun.

 

Engkau yang terindah yang terjadi dihidupku

Bangunlah dan raihlah tanganku untuk kau genggam

Berlarilah bersamaku meraih mimpi dan cita

Mari kita lukis pelangi paling indah dengan jemari kita

 

Riuh tepukan tangan dari orang – orang disekitar yang mendengarkan kimbum bernyanyi, mereka pun mengisi topi yang disodorkan kimbum dengan beberapa lembar uang, “ghamsahamnida …. “ujar kimbum.

 

So eun pun sampai ditempat kimbum tadi bernyanyi, beberapa orang terlihat meninggalkan tempat itu, “maaf apa kau tau yang tadi menyanyi?”tanya soeun pada seorang ahjumma. “oh pemuda itu sudah pergi.”ujar ahjumma tersebut. “mwo??? Bagaimana ciri – cirinya?”tanya so eun. “dia tampan, memakai topi, kaos putih dan membawa gitar akustik.”tukas ahjumma tersebut. “kemana dia pergi?”tanya so eun lagi.”sepertinya kearah sana.”ujar ahjumma tersebut sambil menunjuk ke arah tadi kimbum pergi.

So eun pun dengan segera meluncur ke arah yang ditunjukkan oleh ahjumma tersebut, entah mengapa so eun merasa ingin sekali bertemu dengan seseorang itu. Ia pun merasa heran mengapa lagu dan suara yang ia dengar tadi persis seperti yang ada dalam mimpinya. So eun merasa ia harus menemukan orang itu.

Namun telah beberapa jam so eun mencari, ia tak juga temukan sosok orang yang ia cari. Ia benar – benar lelah namun ia tak ingin menyerah. Tapi harus bagaimana lagi, ia benar – benar kehilangan jejak, dan ia pun tak tahu rupa orang tersebut seperti apa. “Tuhan izinkan aku untuk bertemu dengan seseorang itu. Kumohon tuntun aku untuk ketempatnya.”doa so eun.

 

Malamnya ..

Seung ho dan kimbum tengah bercengkrama dirumah seung ho, seperti biasa mereka selalu bersama bila ada acara bola. “bum, besok aku ada undangan pernikahan dari temanku, kau ikut yah.”ajak seung ho disela – sela mereka menonton tv.

“oh, ya baiklah.”jawab kimbum singkat.

 

Esoknya ..

Pesta kebun menjadi tema pernikahannya hari itu, kimbum dan seung ho pun tlah tiba, mereka berpakaian resmi dengan menggunakan jas sehingga aura mereka semakin terpancar.

Kimbum dan seung ho pun ikut menyalami pengantin. “rasanya aku pernah melihat 2 orang ini, tapi dimana yah?”batin kimbum saat berjabat tangan dengan 2 mempelai.

Kimbum dan seung ho pun menikmati jamuannya, ia bercengkrama dengan seung ho didekat salah satu meja makanan.

Sebuah suara tanpa iringan musik pun mengalun menggetarkan hati setiap yang mendengarnya. Suara dari seorang wanita bergaun biru tua dengan suara jenis tenor.

 

Engkau yang terindah yang terjadi dihidupku

Bangunlah dan raihlah tanganku untuk kau genggam

Berlarilah bersamaku meraih mimpi dan cita

Mari kita lukis pelangi paling indah dengan jemari kita

 

“laguku?”batin kimbum. Ia pun menoleh kesumber suara. Ia tertegun melihat wanita yang menyanyi tersebut. Tubuhnya kaku, ia sangat kaget dengan pemandangan itu, terlebih gadis itu menyanyikan lagu ciptaannya yang memang tercipta untuknya “kim so eun?”gumam kimbum.

So eun terus bernyanyi dengan mata terpejam “ya Tuhan kuharap saat kubuka mataku aku bisa melihatnya.”batin so eun. Ia terus menyanyi menyelesaikan setiap bait yang ia pun tak tahu entah kapan ia hafal.

Namun tiba – tiba alunan petikan gitar pun ikut mengiringi nyanyian so eun. So eun pun membuka matanya melihat siapa yang ikut bermain. Sosok seorang pria yang tak ia kenal namun ia merasa dekat sekali dengannya. Terlebih hatinya.

Kimbum pun ikut melagu sambil memetik gitar, begitu pula so eun. Akhirnya duet dadakan pun terjadi.

 

Engkau imajinasi yang menjadi nyata

Memberiku inspirasi setiap kularung puisi

Walau raga baru menyapa

namun hati terasa penuh denganmu

Izinkan kulantunkan simfoni dari hati

Sekedar untuk menguraikan rasa yang tak kumengerti ini

Sebuah rasa yang luas dan tak terbatas

Rasa yang tak pernah kurasakan sebelumnya

 

Mata mereka saling beradu seolah mata itu berbicara bahwa ada seutas rindu dalam batin mereka. Suara tepuk tangan dari para tamu pun menyadarkan mereka dari dunia imaji. So eun dan kimbum pun menundukkan kepalanya tanda diakhirinya penampilan mereka.

 

So eun menghampiri kimbum dibelakang panggung, ia pun memeluknya. “terima kasih kau telah mengajarkanku untuk bertahan melawan hal yang kufikir aku tidak akan pernah mampu melawannya.”ujar so eun dan melepaskan pelukannya. “aku telah mendengar semuanya dari dokter seungho kalau kau selalu menemaniku ketika aku masih terbaring dirumah sakit seoul dan menyanyikan sebuah lagu untukku.”tukas so eun.

Kimbum hanya bisa tersenyum mendengar so eun, ia masih belum bisa berbicara apapun karena lidahnya terasa kelu, ia sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan seseorang yang ia nanti.

“awalnya aku menyangka bahwa lagu itu adalah bagian dari mimpi panjangku, namun ternyata ini nyata saat aku mendengarmu menyanyikan lagu ini. Jujur saja karena suaramu membuatku bertahan.”ujar so eun tulus.

So eun terus saja mengoceh menceritakan bagaimana ia merencanakan pertemuan ini dengan seung ho, namun kimbum hanya terdiam. Ia masih terus memandangi so eun dengan pandangan lembut.

“terima kasih kau masih hidup.”gumam kimbum tiba – tiba menghentikan pembicaraan so eun.

so eun pun tersenyum dan mengangguk. “sebenarnya perasaan apa ini?”gumamnya dalam hati.

 

Kini saatnya acara untuk pelemparan bunga pengantin, so eun pun tak mau ketinggalan ikut acara tersebut. Ia pun ikut berbaris ditengah gadis – gadis, “1 … 2 … 3….”chae won pun melempar bunga tersebut dan “happ … aku dapat.”teriak so eun dengan girangnya.

Kimbum pun memperhatikannya dan tersenyum kearahnya ketika so eun menoleh padanya. Beberapa saat kemudian kimbum pun menghampirinya “bolehkah aku mengenalmu lebih dekat?.”bisiknya.so eun pun tersipu mendengarnya disertai anggukan tanda mengiyakan.

 

 

THE END

 

 

Aneh gk sih cerita saya ??? difikir – fikir kayaknya maksa banget yah. Hahaha …

Os ini udah lama banget kubikin klo gk salah sejak bulan januari 2010*sumpah gk ada yang nanya* . btw, makasih buat mates yang bersedia baca os saya, terlebih yang selalu menantikan karya saya *sambil menitikkan air mata dan jatuh menjadi berlian* . PD sangat diriku ini.

 

Ayo silakan dikomen – komen, gk bayar kok gratis .. klo ada hal yang gk suka mohon kasih tau aku yah, supaya jadi perbaikan buat aku. *btw maaf klo saya rajin banget post ff. Heheh … *

 

7 Tanggapan to “Harmoni Cinta (os)”

  1. Rara bumssoeul 21 Januari 2011 pada 1:40 PM #

    Cerita.na seru kok.
    Aku suka ma os nie, kku kasih 4 jempol dhc..
    2 tangan n 2 kaki
    ^^
    . andai aj.jha jdi kenyataan kb n kse duet. * ngarep !!

  2. hanie_ 21 Januari 2011 pada 2:14 PM #

    .q kira td bkal sad ending
    .tnyata…
    .huhuhu
    .aq suka…

  3. isma 15 Maret 2011 pada 4:07 PM #

    keren banget lahh, sukses selalu yaa,,😀😀

  4. geill 19 Desember 2011 pada 7:48 PM #

    bagus bagus bagus, hanya itu yg bisa q blg untuk mu.
    jd bersemangatlah membuat ff yg banyak tentang so eun, q tunggu lho ff yg lain.
    good luck deh buat km ^_^

  5. sukma 2 Januari 2012 pada 10:38 PM #

    Mantaap!!!!!

  6. kiki chan 11 April 2013 pada 10:21 PM #

    baguuuus.. coba ada sequelnya. hehe #eh, ini wp nya ud hiatus ya?😦

  7. vonnysumali 20 Juli 2013 pada 4:56 PM #

    bagus, alurnya tidak biasa menarik… ditunggu selanjutnya… mungkin memasuki usia bumsso yang lebih dewasa dalam ceritanya. thanks ditunggu ya, dikirim ke emailku : vonnysumali@gmail.com (kalau ada ff bumsso atau os yang baru, ) asap ya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: