Aufklarung part 5

4 Jan

Author: Lulu_seungho

Main cast: Kim Bum dan Kim So Eun

Other cast: Jang Geun Suk, Park Shin Hye, Go Ara, Yunho, Seohyun, Jung Yung Hwa

Genre: Romantic, Friendship, Family

Type: Sequel

 

 

Annyeong haseyo….

Aahhhahaha kayaknya telat lagi ya…. hehheheh mianhae… karena sibuk jadi admin yg satu ini lupa postingin part selanjutnya..

Ya sudah.. langsung saja ya….

 

 


PART 5

Mengapa tak kau biarkan aku melupakanmu walau sejenak jika memang kau tak bisa berdiri di sini bersamaku???

 

 

 

So eun terus saja melirik arloji dilengannya, hatinya sangat resah. Malam ini ia harus bertemu dengan kak jung hwa untuk nonton. Tapi ia tidak bisa karena harus menemani kimbum.

“ahh .. kenapa handphoneku bisa lowbatt sih.”rutuk so eun kesal.

“kalau begitu pakai saja hp ku. Kau mau menghubungi kekasihmu itu kan?”ujar kimbum yang masih sibuk menyetir mobil.

“aku tidak hafal nomornya, jadi percuma saja.”ujar so eun

“bagaimana mungkin kau tidak hafal nomor kekasihmu.”ujar kimbum

So eun mendelik kimbum, ingin rasanya ia menjambak – jambak rambut kimbum sampai botak dan melemparkannya kelaut. Tapi ia berfikir lagi karena masa depannya tidak ingin ia habiskan dipenjara.

“kita sudah sampai. Ingat kau jangan berisik, dan jangan melakukan apapun kalau aku tidak memerintahmu.”ujar kimbum mengingatkan.

“ya baiklah, kau laki – laki tapi cerewetnya seperti ibuku.”kesal so eun.

Kimbum pun memegang tangan so eun untuk menuntunnya mengikuti langkah kimbum. Mereka menuju sebuah taman dikota seoul, sebuah pohon besar nan rindang pun dipilih kimbum untuk bersembunyi.

“hei sebenarnya apa yang mau kau lakukan?”ujar so eun

“ssstt …. Jangan berisik lihat saja dan tidak usah banyak komentar.”ujar kimbum dengan setengah berbisik sambil membekap mulut so eun.

“mwo??? Itu kan shin hye dan geun suk.”ujar so eun yang langsung menghempaskan tangan kimbum yang sedang membekap mulutnya.

“sudah kubilang diam.”ujar kimbum sambil melotot.

“iya…iya. Biasa aja matanya yah,”ujar so eun

 

Geun suk dan shin hye terlihat sedang duduk disebuah bangku memanjang ditaman tersebut. Geun suk hanya memasang tampang malas sedang shin hye terlihat sedikit ragu untuk memulai pembicaraan.

“sudahlah katakana apa yang mau kau katakana.”ujar geun suk tanpa memandang shin hye.

Shin hye menoleh kearah geun suk, perlakuan geun suk yang dingin dan ketus membuatnya sakit hati, namun ia harus mengatakannya sekarang untuk memastikan.

“aku dijodohkan oleh kedua orang tuaku dengan cucu dari perusahaan sangcorp.”ujar shin hye lemah.

“lalu?”gumam geun suk seakan tak peduli.

“tapi aku masih mencintaimu. “ujar shin hye

“hahaha … jadi itu maksudmu. Ketika aku memutuskan untuk berpisah denganmu itu artinya aku memang sudah tidak menyukaimu lagi. Jadi aku tidak akan menghalang – halangi perjodohanmu itu.”ujar geun suk.

“geun suk …” gumam shin hye, terlihat ada seberkas cahaya dari sudut matanya, ia menangis.

“perusahaan sangcorp adalah perusahaan yang paling berkuasa dikorea bahkan mereka merupakan orang terkaya pada peringkat 5 didunia. Kurasa kau cukup beruntung untuk bisa menjadi bagian dari keluarga mereka. Jadi tidak ada lagi alasan untukmu menolaknya kan?”ujar geun suk.

Shin hye masih tetap diam, dia menahan air matanya untuk keluar lebih banyak lagi. Shin hye tak ingin terlihat begitu lemah dihadapan geun suk.

“kalau sudah tidak ada lagi yang mau kau katakana aku akan pergi.”ujar geun suk.

Geun suk pun bangkit dari duduknya, ia melangkah untuk pulang.

“untuk pertama kalinya ..”ujar shin hye

Geun suk menghentikan langkahnya.

“untuk pertama kalinya aku benar – benar menginginkan sesuatu, untuk pertama kalinya hatiku tersentuh, untuk pertama kalinya aku …. Aku jatuh cinta.” ujar shin hye sambil tersedu sedan.

Geun suk hanya diam mendengarnya.

“kau tidak tau betapa aku tak pernah bisa menepis kenangan kita, betapa aku tersiksa karena aku sangat merindukanmu. Apa kau tau untuk pertama kalinya aku membunuh keangkuhanku untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu …..hiks …hiks …”ujar shin hye mengguncang hatinya.

Geun suk terkesiap mendengar pengakuan shin hye, ia tak pernah menyangka bahwa shin hye benar – benar menyukainya. Bahkan shin hye berani mengatakan bahwa ia mencintainya, hal yang tak pernah shin hye ucapkan ketika mereka masih berpacaran,

“aku tak pernah menganggap kau adalah pelengkap kesempurnaan kepopuleranku, dan sebagai symbol keangkuhanku. Aku hanya terlambat menyadari bahwa kau benar – benar berarti untukku.” tukas shin hye dengan suara garau penuh tekanan kini ia tak bisa lagi menahan keinginannya untuk menangis. Seluruhnya terburai – burai.

“lupakan aku.”ujar geun suk. Ia pun melangkah pergi walau hatinya kini terasa campur aduk,

“kau jahat!”gumam shin hye pelan sambil menitikkan air mata.

 

So eun memperhatikan shin hye yang terlihat begitu rapuh ditinggalkan geun suk. Ia pun melirik kimbum yang memasang wajah iba pada shin hye.

“ternyata ia begitu menyukai geun suk.”ujar so eun

“ya.”sahut kimbum.

“apa kau kasihan padanya?”Tanya so en

“ya.”sahut kimbum kembali.

Entah mengapa so eun merasa tak suka mendengar kimbum kasihan padanya, itu artinya ia peduli pada shin hye. Ia merasa tak rela apabila kimbum peduli padanya, sungguh tak ingin. So eun memegang dadanya. Hatinya ngilu.

***

Ara terlihat begitu bersemangat walau seharian ini untuk pertama kalinya ia bekerja paruh waktu. Sesekali ia melirik yun ho yang tengah mengelap meja para tamu. Toko hampir tutup dan yang ada sekarang hanyalah ia, yun ho, dan seorang pegawai yang bertugas untuk mengunci toko.

“hei kita pulang sama – sama yah.”ujar ara

Yun ho hanya diam saja ia masih sibuk mengelap meja.

“kalau kau diam berarti iya, hehe ..”ujar ara.

Yun ho pun ngeloyor kedapur.

“yes!!”teriak ara bahagia.

Ara pun segera mengganti pakaiannya dan bergegas untuk menunggu yun ho didepan toko. Setelah menunggu beberapa waktu yun ho pun keluar. Yunho terus saja berjalan tanpa memperhatikan ara. Walau ia cuek pada ara, namun ara tak pernah patah semangat. Ia berjalan berusaha menyesuaikan jajarannya dengan yun ho.

“hei apa kau sedang kebelet BAB? Kenapa jalanmu cepat sekali”ujar ara

Yun ho hanya diam.

“ahh .. kau masih tidak mau berbicara padaku yah?”ujar ara lagi sambil melirik yun ho.

Ara pun tersenyum, ia kemudian meloncat kedepan yun ho membuat yun ho menghentikan langkahnya,

“aku akan menghalangi jalanmu.”ujar ara.

Yun ho mendeliknya tajam, ia pun menyingkirkan tubuh ara dari hadapannya dan kembali berjalan.

“aish .. dia benar – benar berpendirian keras. Tapi .. aku suka.”ujar ara

Ara pun kembali mensejajarkan posisinya dengan yun ho. Ara terus saja mengoceh bercerita tentang dongeng, ara menceritakan cerita mengenai gadis penjual korek api. Dongeng kesukaan ara sejak kecil.

Setibanya di halte mereka langsung naik bis yang sama karena kebetulan arah rumah mereka searah.namun malang bagi mereka karena bis sudah penuh mereka pun harus berdiri berdesak – desakkan.

Yun ho terus saja memasang ekspresi datar, namun ara terlihat mencari celah – celah untuk ia bisa mencapai tempat yun ho berdiri. Ia benar – benar harus berusaha menerobos penumpang yang menyesaki bi situ. Yun ho pun melihat ara yang sedang kesulitan, ia terlihat berdesak – desakan. Tiba – tiba yun ho pun menarik ara sehingga kini ia berada dihadapannya. Ara pun memandang yun ho yang masih memasang tampang datar, ara tersenyum.

“gomawo.”ujar ara sambil mesem – mesem.

***

Semua penonton bioskop telah bubar namun so eun tak kunjung datang juga. Jung hwa benar – benar kesal dibuatnya, seo hyeon yang masih duduk disampingnya pun meliriknya.

“kurasa kekasihmu memiliki alasan yang jelas mengapa ia tak datang begitu juga dengan temanku.”ujar seo hyeon.

“entahlah.”ujar jung hwa yang Nampak tak bersemangat.

“aku khawatir, aku takut mereka ada masalah.”ujar seo hyeon

Jung hwa pun menoleh, ia memperhatikan seo hyeon yang terlihat sibuk menghubungi temannya namun tak jua ada jawaban.seo hyeon pun kembali melirik jung hwa. Ia tersenyum kecil.

“ada apa?”Tanya seo hyeon

“apa kau selalu berfikir positif terhadap orang lain?”ujar jung hwa

“mmm … maksudmu?”Tanya seo hyeon lagi

“kau telah menunggu temanmu selama 2 jam lebih dan duduk disini bersamaku, tapi kau tak terlihat marah sedikitpun. Malah kau takut terjadi sesuatu pada temanmu. Kupikir kau adalah wanita yang lembut dan bijak.”tukas jung hwa.

“hehe .. bila itu sebuah pujian maka kuucapkan terima kasih.”ujar seo hyeon tersipu.

Jung hwa membalas senyum seo hyeon, ia pun melirik arlojinya. Kelihatannya sudah malam.

“apa kau akan pulang?”Tanya jung hwa

“mm .. ya. Kurasa ini sudah malam. “ujar seo hyeon

“kalau begitu aku akan mengantarmu.”ujar jung hwa

“tidak usah, aku hanya akan merepotkanmu.”ujar seo hyeon

“tak apa. Ini sebagai rasa terima kasihku karena kau telah berbaik hati padaku.”ujar jung hwa

“hehe .. apa tak apa? Rumahku dekat hanya sekitar 15 menit. Aku bisa sendiri.”ujar seo hyeon berusaha menolak.

“tapi aku memaksa.”ujar jung hwa.

“hahha .. baiklah kalau begitu.”ujar seo hyeon.

Seo hyeon menunggu didepan bioskop sedangkan jung hwa pergi ke parkiran mencari motor sportnya. Kemudian ia pun menjemput seo hyeo didepan.

“ayo naik. Ini helm mu.”ujar jung hwa seraya menyerahkan sebuah helm pada seo hyeon.

“gomawo.”ujar seo hyeon.

“oh ya, bisakah kau pegang kantungku ini?”ujar jung hwa sembari menyodorkan kantung berisi hadiah sepatu yang ingin ia berikan untuk so eun.

“tentu saja.”ujar seo hyeon.

Beberapa waktu kemudian mereka telah tiba didepan kediaman keluarga Park sebuah rumah yang juga ditempati shin hye.

“bukankah ini kediaman keluarga shin hye?”Tanya jung hwa keheranan

“iya. Aku adalah anak pengurus keluarga park jadi aku pun tinggal disini.”tukas shin hye

“oh pantas.”gumam jung hwa.

“terima kasih kau telah mengantarku.”ujar seo hyeon.

“sama – sama. Oh ya, apakah kau memiliki alamat email?”Tanya jung hwa

“ya, memangnya kenapa?”Tanya seo hyeon

“aku sangat senang sekali bisa berkenalan denganmu apalagi bisa mengobrol banyak. Mungkin bila ada kesempatan aku bisa chat denganmu.”ujar jung hwa

“mm .. ide yang bagus. “timpal seo hyeon sembari tersenyum.

Setelah tuker – tukeran alamat email jung hwa pun segera pamit pulang. Setelah tiba dikamar seo hyeon baru menyadari bahwa kantung hadiahnya masih berada padanya. “ahh .. mengapa aku bisa lupa? Sebaiknya nanti kukatakan saja padanya.”gumam seo hyeon.

***

So eun telah tiba dirumah beberapa waktu yang lalu. Kini ia sedang menyendiri dikamarnya. Entah mengapa hatinya terasa sedikit berbeda hari ini. Ada rasa ngilu yang merasuk kedalam hatinya ketika ia melihat raut wajah kimbum yang terlihat iba melihat shin hye menangis. Hatinya seakan tak menerima hal itu. Namun tiba – tiba dering handphonena berbunyi.

“yoboseyo ..”sapa so eun

“yoboseyo .. so eun apakah besok kita bertemu?”ujar kimbum

“untuk apalagi?”ujar so eun dengan nada ketus

“aku ingin membuntuti shin hye lagi.”ujar kimbum

“aish .. aku tidak mau!!!”ujar so eun dengan nada sedikit kesal

“ayolah kumohon..”pinta kimbum

“aku bilang tidak ya tidak!!! “sahut so eun

“hai .. mengapa kau jadi marah – marah seperti itu. Apa kau sedang datang bulan?”ujar kimbum

“mendengar suaramu membuatku ingin marah – marah. Sudahlah jangan ganggu aku. Aku mau tidur. “ujar so eun.

So eun pun memutus sambungan teleponnya, ia berfikir sejenak “mengapa aku kesal sekali terhadapnya yah?”gumamnya. tiba – tiba dering handphonenya terdengar berbunyi kembali.

“sudah kubilang aku tidak mau membantumu lagi..!!!”teriak so eun kesal

“sso-ah aku tidak minta bantuanmu.”ujar jung hwa yang ternyata ia lah yang menelpon.

“ahh .. jung hwa??!! Mianhamnida,, kukira kau kim bum .. eh kim bummie.”ujar so eun tergagap

“ou .. oh ya mengapa kau tidak datang tadi? Aku menunggumu semalaman.”ujar jung hwa

“ah mian . aku tadi ada acara mendadak dan kebetulah hp ku lowbatt jadi aku tidak bisa menghubungimu.”tukas so eun

“oh .. baiklah aku memaafkanmu, tapi lain kali aku tidak ingin kau seperti itu lagi.”ujar jung hwa

“gomoawo. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.”janji so eun

“kalau begitu besok kita bertemu lagi. Aku menunggumu di arena ice skating.”ujar jung hwa

“baiklah aku akan kesana dan berjanji tidak akan terlambat.”ujar so eun

“baiklah. Kalau begitu cepatlah tidur. “ujar jung hwa

“ya, gomawo.”timpal so eun

Click .

So eun mendesah, kini fikirannya benar – benar kacau. Untuk pertama kalinya ia mengecewakan jung hwa. Padahal kencan ini telah dipersiapkannya sejak seminggu yang lalu.. namun tak apa, ia masih bisa membalas kekecewaan jung hwa esok. “so eun kau tidak boleh mengecewakan kekasihmu lagi. Aza aza hwaiting!!!”gumam so eun. Nada sms dari handphone so eun pun berbunyi

From : kim bum/bummie

+829987639373

So eun bagaimana ini, geun suk mengajak bummie bertemu besok di arena ice skating. Kalau aku tidak mau datang, dia akan datang langsung kerumahku untuk mengajakku. Apa yang harus kulakukan?

 

so eun terperanjat melihat isi sms kimbum. Beberapa saat kemudian, so eun tertawa terbahak – bahak sampai mau muntah ia merasa geli mengingat geun suk menyukai bummie yang ternyata seorang laki – laki. Namun sejenak ia pun berfikir, ia harus menolong kimbum besok tapi bagaimana dengan kencannya???

 

 

TO BE CONTINUED

 

 


Ok sekian dulu…

Jangan lupa berikan komentarnya ya..

 

 

JANGAN COPY-PASTE FF DARI SINI TANPA SEIZIN DARI KAMI

 

11 Tanggapan to “Aufklarung part 5”

  1. kiyky luph bumsso 4 Januari 2011 pada 11:13 AM #

    *tengok kanan, tengok kiri* horre…!! koment pertama..!!

    wuaah,, keren banget eon…
    mata aku sampe berkaca” waktu baca pernyataan shin hye…
    pengen nangis……:'(
    tpi langsung ngakak waktu denger bummie d’ajakin kencan ma geun suk,
    emang bummie wktu jdi cewek secantik apa sih…..???

  2. Nadia Maghfira 5 Januari 2011 pada 2:12 PM #

    wah ffnya tambah kereen..
    aku tunggu cerita selanjutnya yaaa….🙂

  3. Shinta_anNtaLovez 7 Januari 2011 pada 8:38 PM #

    kereeenn!!!!!!!!!

  4. Isti SB 2 Februari 2011 pada 2:19 AM #

    Lanjutannya manaaaa???

    • 라미 'Rahmi' 4 Februari 2011 pada 11:23 AM #

      search aja ya

  5. dhiya 9 Februari 2011 pada 4:03 PM #

    i lik it

  6. rahillah (chiaki) 25 Februari 2011 pada 8:32 PM #

    hihih…!!! yun ho oppa sama chia aja deh eunnie😛

  7. geill 19 Desember 2011 pada 3:07 PM #

    wala2 so eun-nya bingung mo gimana, ada yg bs bantu???????????????
    hahaha, lucu jg lama2 ceritanya dan seru. bagus2……………….
    lanjut ya…………………….lanjut ya…………………….hehehehehe …………..

  8. cucancie 23 September 2012 pada 5:44 PM #

    Ya ampun udh tbc lg,padahal masih asik baca….seru nih ceritanya…

  9. Kim Jihyun 11 Januari 2014 pada 10:05 AM #

    ffnya tambah keren… penasaran

  10. indah 20 Mei 2015 pada 1:22 AM #

    so eun udh punya rasa cemburu sma kim bum nii.
    waduh… antara kencanya dan cinta barunya, so eun jdi bingung *pusing pala barbie* hehe
    makin ceritanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: