ONLY YOU – chapter 1

31 Okt

Warning: untuk chapter 1 ini cerita pertemuannya terinspirasi dari sebuah cerpen di buku teks SMA. Namun, nama tokoh, tempat kejadian, dan profesinya, serta kisah hidupnya mengalami perubahan…


Author mohon untuk meninggalkan komentar sejujur-jujurnya setelah membaca… bagus maupun jelek, supaya author bisa tau kekurangannya di mana, bagus apa nggak cerita yang author buat.. ingat TUHAN MAHA MENGETAHUI dan author gak akan marah kalo reader jujur.😀


Annyeong haseyo, mates, chingu, eonni, dongsaeng…. Nyonya Choi kali ini muncul dengan membawa sebuah cerita gaje….. LOL

Lagi ngerjain tugas kul, ngetik sebuah cerpen… eh, jadi dapat ide buat bikin ff…. sebenarnya males bikin ff, tp karena kepala saya udah mau pecah, jadi dikeluarin aja sebagian isinya… *author lebay* mudah2an ceritanya g bosenin ya….

 

 

HAPPY READING ^^

(backsound –> Tiffany – Banji – OST. Haru)

 


Pagi hari sekali di Gangwon-do (Provinsi Gangwon). Matahari yang bersinar cerah menimpa pohon-pohon yang ada di wilayah itu sehingga membuat pohon-pohon tersebut kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Gwon dan Gunung Geum, yang merupakan bagian dari Pegunungan Seorak, muncul di atas warna-warna hijau kebiruan alam di sekitarnya, meskipun diselimuti sedikit awan. Langit sangat bersih, biru cerah, menjadi latar belakang yang menonjolkan kegagahan gunung itu.

 

 

So Eun POV

Keindahan alam pagi itu aku potret dari beberapa sudut dengan menggunakan kamera Canon D400 kesayanganku. Selesai memotret, aku menoleh sekeliling dan menangkap sesosok tubuh yang menarik perhatianku, yang berada di tempat orang berjualan makanan dan berbagai aksesoris yang ada di daerah wisata tersebut. Segera saja aku ingin memotretnya.

Cepat-cepat aku bidikkan lensa ke arahnya. Melalui lensa, aku melihat seorang pria berpakaian sangat sederhana, sedang melayani beberapa pembeli yang membeli bakso ikan yang merupakan dagangannya. Di wajahnya yang masih muda, dan menurutku tampan, mengguratkan sedikit kelelahan. Namun, dia masih setia menebarkan senyumnya kepada para pembeli.

Aku mencoba mendekat untuk mengambil gambarnya. Dua kali aku memotretnya dalam jarak yang lumayan dekat, tapi tampaknya dia tidak menyadari apa yang telah aku lakukan.

Aku memperhatikan dia sedang melayani para pembelinya. Aku memperhatikannya dengan seksama. Dia terlihat sangat tampan dan manis. Melihat senyumnya membuat perasaanku tenang.

“Mau beli bakso ikan, agassi?” tanyanya.

Aku sedikit kaget saat dia menegurku. Ternyata, tanpa kusadari aku sudah berada dekat dengan tempat dia berjualan. Dan ternyata, pembeli yang lain sudah pergi. Dia membuyarkan lamunanku.

“Agassi, Anda mau beli bakso ikan?” tanyanya lagi.

Aku pun hanya mengangguk. Kemudian dia segera menyiapkan bakso ikan. Aku menunggu duduk di salah satu kursi yang ada di situ. Setelah itu, dia pun datang membawa 1 piring pesananku.

Aku langsung saja menikmati bakso ikan buatannya. Di sela-sela makan, aku merasa pria itu memperhatikanku. Aku menengok ke arahnya. Betul saja, dia menatapku.

“Eunni, ya?” katanya sambil menunjuk ke arahku.

Aku kaget. Dari mana dia tahu nama panggilanku? Siapa dia sebenarnya? Rasanya aku tidak mengenal siapa pun di wilayah ini.

End So Eun POV


Kim Bum POV

Aku sedang sibuk melayani pembeli yang sedang membeli daganganku. Di sela-sela sedang melayani pembeli, aku merasa ada seseorang yang sedang memperhatikanku.

Aku sedikit melirik ke arahnya. Dia seorang wanita yang cantik dan manis. Dia terlihat membawa sebuah kamera. Sepertinya, dia sedang memotret pemandangan di sekitar sini. Tapi, kenapa dia memperhatikanku seperti itu? Membuatku sedikit salah tingkah saja. Hahahaha…

Setelah pembeli daganganku pergi, aku mencoba menyapanya, yang sudah berada di dekatku berjualan, dengan menawarkan daganganku. Mungkin dia tidak menyadari dengan posisinya sekarang.

““Mau beli bakso ikan, agassi?” tanyaku.

Dia nampaknya sedikit kaget saat aku menegurnya. “Agassi, Anda mau beli bakso ikan?” tanyaku lagi.

Dia pun hanya mengangguk. Kemudian aku segera menyiapkan bakso ikan.

Saat dia sedang menikmati makanannya, aku memperhatikannya. Sepertinya aku pernah melihatnya, bahkan mungkin aku pernah mengenalnya.

Dia merasa kikuk saat aku perhatikan. Kemudian dia menoleh ke arahku. Saat dia menoleh, aku yakin aku mengenalnya. Bahkan sangat yakin.

“Eunni, ya?” tanyaku sambil menunjuk ke arahnya.

Dari raut mukanya, dia tampaknya bingung dari mana aku tau nama panggilannya.

“Ayolah, Eun, seharusnya kamu tidak melupakanku,” sambungku sambil menundukkan kepala dengan suara yang sedikit lirih memelas.

End Kim Bum POV


So Eun POV

Aku mengamati wajahnya dalam-dalam. Aku berusaha mengingat-ingat. Pelan-pelan terasa kalau aku pernah mengenalnya. Tapi, siapa? Oh Tuhan, siapa pria yang telah menarik hatiku ini dengan senyumannya yang begitu manis?

“Kamu lupa sama aku. Bummie, Kim Bum, Kim Sang Bum,” lanjutnya dengan wajah yang betul-betul menghancurkan perasaan.

End So Eun POV


Author POV

So Eun tidak dapat berkata-kata. Dia rasanya seperti ingin menangis. Dia Kim Bum, teman sekelasnya di SMP, yang juga cinta pertamanya. Begitu juga dengan Kim Bum. Saat SMP mereka sempat membina hubungan pacaran, namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena orang tua So Eun tidak menyetujui So Eun berhubungan dengan Kim Bum hanya karena masalah status sosial. Ya, So Eun merupakan putri tunggal dari pemilik Kim Corp, salah satu perusahaan yang berpengaruh terhadap perekonomian di Korea Selatan. Sedangkan Kim Bum, dia hanya berasal dari keluarga kalangan ke bawah saja.

Saat SMP, mungkin sampai sekarang, Kim Bum merupakan anak yang sangat pintar. Dalam persaingan pelajaran, dia selalu mengalahkan So Eun. So Eun juga termasuk murid berprestasi, tapi kepintarannya masih di bawah Kim Bum. Banyak orang yang memuji otak Kim Bum yang cemerlang. Tapi, apa yang terjadi dengan Kim Bum sekarang?

Lama mereka terdiam, larut dalam pikiran mereka masing-masing. Setelah menekan perasaan kuat-kuat, So Eun akhirnya memecahkan kesunyian dengan mulai bercerita tentang dirinya. So Eun mengatakan bahwa dia sedang melakukan studi tour kampusnya ke Pegunungan Seorak yang berada di Provinsi Gangwon. Dia serombongan sudah dua hari menginap di S resort, salah satu resort yang ada di Provinsi Gangwon.

End Author POV


Kim Bum POV

“Kamu terlihat senang, ya?” tanyaku yang tiba-tiba memotong ceritanya.

“Punya kesempatan untuk meneruskan sekolah, punya banyak teman, punya kesempatan untuk jalan-jalan menikmati hidup.”

“Tapi, aku … rasanya semua sudah hilang….”

“Kamu ingat, Eun, ayahku tukang pos,” lanjutku, “Ayahku meninggal saat aku kelas 2 SMA. Kami harus berjuang keras untuk hidup. Mula-mula, kami menjual rumah yang ada di Seoul untuk modal. Kami pindah ke Gangwon, di sini. Kami mencoba membuka warung. Namun, hasilnya pas-pasan, sementara kebutuhan makin besar. Akhirnya, aku memutuskan untuk berhenti sekolah dan mencoba mencari tambahan. Itu aku lakukan kira-kira enam bulan setelah ayahku meninggal.”

End Kim Bum POV


So Eun POV

Aku kaget dan sedih setelah mendengar ceritanya. Ini benar-benar kenyataan yang sangat buruk yang tidak pernah aku bayangkan akan dapat terjadi.

“Sulit sekali bagiku mencari pekerjaan yang layak. Aku pernah menjadi pelayan sebuah restoran bubur di Seoul. Tapi, biaya untuk pulang pergi ke sana terlalu besar. Aku terpaksa berhenti bekerja dan membantu ibuku bejualan bakso ikan. Kadang, kalau pengunjung tempat wisata ini tidak terlalu banyak, jualanku tidak akan habis,” katanya sambil memandang jualannya.

“Adikmu bagaimana?” tanyaku setelah terdiam beberapa saat.

“Syukurlah, sampai sekarang dia masih bersekolah. Sekarang dia sudah kelas dua SMA. Tapi, terkadang dia juga ikut membantu aku dan ibu untuk berjualan,” jawabnya.

“Sekarang hari Sabtu,” tiba-tiba dia memecah kesunyian, “nanti, pasti akan banyak pengunjung yang datang untuk berlibur di akhir pekan. Mudah-mudahan saja daganganku terjual habis,” sambungnya.

Dia mulai beranjak dari tempat duduk dan membereskan piring yang aku pakai untuk menikmati bakso ikan tadi.

Saat aku juga mulai beranjak dari tempat duduk untuk mebantunya, teman-temanku memanggilku dan menyuruhku untuk segera kembali ke penginapan.

“Bum, aku harus pergi. Teman-temanku sudah memanggilku. Terima kasih untuk bakso ikannya,” ucapku sambil menyerahkan beberapa lembar uang untuk membayar.

“Tidak usah bayar,” tolaknya.

“Jangan, Bum. Aku pembeli jualanmu, jadi aku harus membayarnya.”

“Aniyo,” dia berusaha mengembalikan uangku.

“Sudahlah, ambil saja,” kataku sambil berlalu pergi, “Kalau mau mentratirku, lain kali saja,” lanjutku sambil tersenyum padanya, dan ternyata Kim Bum juga membalas senyumanku dan dia melambaikan tangannya.

Matahari bersinar terik saat aku kembali ke penginapan. Hawa dingin terasa segar di badan. Penginapanku berada di bukit Pegunungan Seorak. Puncak Gunung Gwon dan Geum mulai tertutup kabut. Alam Pegunungan Seorak memang indah, tapi nasib Kim Bum kini membayangi pikiranku.

End So Eun POV


Malam hari di rumah Kim Bum yang tampak sederhana namun terlihat asri…

Kim Bum POV

Meskipun aku sangat lelah hari ini, tapi menurutku hari ini merupakan hari yang menyenangkan. Aku tidak menyangka hari ini, aku bertemu dengan cinta pertamaku, seorang wanita yang pernah menjadi kekasihku saat SMP. Meskipun aku sudah putus dengannya, tapi rasa itu masih ada. Aku masih mencintainya.

Senyumnya masih sama seperti dulu, manis, bahkan menurutku tambah manis. Senyumannya selalu saja membuatku tenang dan bersemangat. Wajah manisnya dulu kini bertambah manis seiring dengan kedewasaannya yang terpancar dari sorot matanya. *author sok puitis*

Dengan adanya pertemuan yang tidak aku duga sebelumnya, aku berharap, aku akan selalu menjumpainya. Aku sangat ingin selalu memandangnya, ingin selalu melihat senyumnya, ingin selalu memandang wajah manisnya. Aku ingin memilikinya seutuhnya. Dan aku berharap, semoga dia juga berpikiran sama denganku sekarang, semoga dia juga masih menyimpan rasa itu.

End Kim Bum POV


-to be continued-

 


Sekian dulu ya…. untuk lanjutannya, aku g bisa memastikan cepet ato lama…. soalnya aku mulai2 sibuk dengan tugas kul dan bentar lagi udah Midtest (UTS).

Special thanks, to:

  • Kim Bum dan Kim So Eun, couple yang selalu memberikan inspirasi
  • den, dongsaeng saya yg bersedia kasih saran buat judul dan cerita buat chapter setelahnya, tapi g tau bakal nongol di chapter berapa. LOL
  • Mates, reader, yang selalu setia membaca ff yang ada di sini

22 Tanggapan to “ONLY YOU – chapter 1”

  1. Melisa Korean Loverz 31 Oktober 2010 pada 9:59 PM #

    kakak!!!!!!!!!!!
    keren!!!
    lanjutin…
    kak…
    bcanya sambil dengenrin lgunya tiffany mlah bkn tambah menghayati loh…*lebay banget*
    udh kak..
    aq tunggu lanjutannya kak..

    • 라흐미 'Rahmi' 31 Oktober 2010 pada 10:11 PM #

      makasih udah baca + komen…
      hehehhehe iya.. makanya disaranin baca sambil denger lagu itu…. jadinya bisa menghayati…

      iya udah..
      ok tunggu aja lanjutannya

  2. Kim Dong Mun 1 November 2010 pada 10:02 AM #

    Kakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuu… aku dating
    *plakkkkkkkkkk* emang ada yang nunggu???
    Ada dong kak Rahmi yang nunggu
    *sambil masang tampang imut*

    Ya ampunnnnnnnnnnn kakak
    Aku suka FF nya…
    Aku teriak-teriak di ruang tamu
    Aku guling-guling gaje
    Imajinasiku terbawa..
    Ya ampun ya ampun.. *maaf gak nyante*
    Hahahahaha

    Mian banget kali ini komennya gak panjang
    Coz udah kehabisan kata-kata mau ngomong apa
    Mau ngoment apa
    Yang jelas KEREN banget
    Aku dan suamiku.. senang
    Kim Dong Mun (Shi Min Mi) dan Cho Kyuhyun menyukainya
    LIKE THISSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS

    Kak Entah kenapa aku terbayang so eun itu
    Dalam imajinasiku itu
    Waktu dia ketemu KB dia itu
    Lagi asyik moto-moto
    Gayanya casual banget,
    Pake sepatu, celana jeans pensil warna abu pudar.. agak kumel
    Pake kaos oblong putih dengan leter U
    Pake rompi warna putih agak krem dengan motif rongkal rengkol
    Rambutnya digerai gak beraturan…warna rambutnya agak kecoklatan dikit
    N dia nenteng kaera SAMSUNG-nya KB di HARU
    Oh my………………………….. lagunya lagu Banji ma Angel pas aku baca ni FF di HP

    Keindahan alam pagi itu aku potret dari beberapa sudut dengan menggunakan kamera Canon D400 kesayanganku => Mian so eun aku bayanginnya kamera SAMSUNG nya KIM BUM di HARU

    Selesai memotret, aku menoleh sekeliling dan menangkap sesosok tubuh yang menarik perhatianku, yang berada di tempat orang berjualan makanan dan berbagai aksesoris yang ada di daerah wisata tersebut. Segera saja aku ingin memotretnya. => Jiahhhhhhhhhhhh itu mah kan mantan dikau so eun… Lebih baik motret aku… aku udah siap gaya di depan paus sealaihum gambreng neh

    Melalui lensa, aku melihat seorang pria berpakaian sangat sederhana, sedang melayani beberapa pembeli yang membeli bakso ikan yang merupakan dagangannya => Langsung kebayang EAST EDEN dah gayanya kumel banget hahahaha. Wuhaaaaaaaaa KimBum meskipun kau miskin tetap aja aku suka…. tak beli itu bakso ikan sama gerobaknya juga…*terlalu berlebihan*

    Di wajahnya yang masih muda, dan menurutku tampan, mengguratkan sedikit kelelahan. Namun, dia masih setia menebarkan senyumnya kepada para pembeli => Reader pingsan neh………. senyumnya mengalihkan dunia pembaca neh.. *tapi masih di dunia manusia koq*

    Dia terlihat sangat tampan dan manis. Melihat senyumnya membuat perasaanku tenang => PASTINYA, TIDAK DIRAGUKAN LAGI… READER GULING-GULING NEH…..

    “Mau beli bakso ikan, agassi?” tanyanya => MAUUUUUUUUUUUUUUUUU….. 100 porsi.. wuhahaha mau bagi-bagi saa korban merapi neh.. *sok sosial..*

    “Eunni, ya?” katanya sambil menunjuk ke arahku=> HUAAAAAAAAA OPPA JAHAT.. Aku Kim Dong Mun.. lupa kisah kita yang telah lampau oppa… *plakkkkkkkkkkkkkk sadarlah*

    “Kamu lupa sama aku. Bummie, Kim Bum, Kim Sang Bum,” lanjutnya dengan wajah yang betul-betul menghancurkan perasaan => OH MAAF KEMARIN AKU AMNESIA SEHARI…*plak plak plak.. 3tamparan mendarat di pipi author*

    Dia Kim Bum, teman sekelasnya di SMP, yang juga cinta pertamanya. Begitu juga dengan Kim Bum. Saat SMP mereka sempat membina hubungan pacaran, namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena orang tua So Eun tidak menyetujui So Eun berhubungan dengan Kim Bum hanya karena masalah status sosial => YA AMPUNNNNN TRAGIS.. saiia saksi nya.. saiia kakak kelas mereka saat SMP… *bergaya di interview wartawan koran*

    Kim Bum, dia hanya berasal dari keluarga kalangan ke bawah saja => Awalanya Kim Bum yang kaya… nah gini dong.. sekali-kali miskin.. asal jangan jadi pengemis aja perannya..terlalu ganteng

    “Kamu ingat, Eun, ayahku tukang pos,” => Oh iya.. aku ingat.. *angguk-angguk*… *sadarlahhhhhhh dia nanya So Eun.. Dong Mun.. sambil dibelai rambutnya ma Kyuhyun… Dong Mun tersenyum manis*

    Syukurlah, sampai sekarang dia masih bersekolah. Sekarang dia sudah kelas dua SMA. Tapi, terkadang dia juga ikut membantu aku dan ibu untuk berjualan => Keluarga yang kompak euyyyyyyy *SAIIA ADIKNYA..EONNIE………………..sambil angkat-angkat tangan setinggi-tingginya diantara ribuan paus*

    Senyumnya masih sama seperti dulu, manis, bahkan menurutku tambah manis. Senyumannya selalu saja membuatku tenang dan bersemangat. Wajah manisnya dulu kini bertambah manis seiring dengan kedewasaannya yang terpancar dari sorot matanya => Oppaaaaaaa kau menggambarkanku segitunya.. *aku langsung nangis massal ma ribuan paus neh……….*

    Sekian komen dari saiia.. mian kalo pendek
    Wassalam……….
    Muah miauhhhhhhhhhhhhhhhhh

    • 라흐미 'Rahmi' 1 November 2010 pada 7:37 PM #

      astaga….. o.O
      *permisi author pingsan dulu*
      ………………………………………………………….
      ………………………………………………………….

      pendek apanya ini…. *nunjuk ke atas*
      ckckckck
      baca komen ini bikin saya senyum2 sendiri di kampus…

      kamu g nyante?? apalagi aku yg baca komen kamu

      soeun dlm imajinasimu itu, klo aku bayangin kayak pas dia ke dokter akupuntur itu… hahahhahah

      Jiahhhhhhhhhhhh itu mah kan mantan dikau so eun… Lebih baik motret aku… aku udah siap gaya di depan paus sealaihum gambreng neh –> *siap2 lempar nuklir* ckckckcck ya ALLAH… istri kyu narsis bgt… *kompresan*

      Langsung kebayang EAST EDEN dah gayanya kumel banget hahahaha. Wuhaaaaaaaaa KimBum meskipun kau miskin tetap aja aku suka…. tak beli itu bakso ikan sama gerobaknya juga…*terlalu berlebihan* –> reader lebay… memang kamu punya uang?? hutang ma saya 1 M aja blom bayar… *datang bawa bodyguard*

      Reader pingsan neh………. senyumnya mengalihkan dunia pembaca neh.. *tapi masih di dunia manusia koq* –> author juga ikut pingsan ah… zzzzzzzz *malah tidur*

      PASTINYA, TIDAK DIRAGUKAN LAGI… READER GULING-GULING NEH….. –> sama nden….. saya guling2 di tepung roti.. *loh?*

      MAUUUUUUUUUUUUUUUUU….. 100 porsi.. wuhahaha mau bagi-bagi saa korban merapi neh.. *sok sosial..* –> wew…. sekalian sama di mentawai….

      HUAAAAAAAAA OPPA JAHAT.. Aku Kim Dong Mun.. lupa kisah kita yang telah lampau oppa… *plakkkkkkkkkkkkkk sadarlah* –> author pingsan lagi……

      OH MAAF KEMARIN AKU AMNESIA SEHARI…*plak plak plak.. 3tamparan mendarat di pipi author* –> knp pipi saya??? *bawa sapu*

      YA AMPUNNNNN TRAGIS.. saiia saksi nya.. saiia kakak kelas mereka saat SMP… *bergaya di interview wartawan koran* –> readernya tua donk… LOL

      Awalanya Kim Bum yang kaya… nah gini dong.. sekali-kali miskin.. asal jangan jadi pengemis aja perannya..terlalu ganteng –> iya nden.. bosen saiia klo yg kaya itu kimbum mulu…. author kan juga mau jadi kaya *ceritanya soeun itu author* #plakkkkk #abaikan

      Oh iya.. aku ingat.. *angguk-angguk*… *sadarlahhhhhhh dia nanya So Eun.. Dong Mun.. sambil dibelai rambutnya ma Kyuhyun… Dong Mun tersenyum manis* –> *kompresan* ya TUHAN………. *berdoa sambil meratap*

      Keluarga yang kompak euyyyyyyy *SAIIA ADIKNYA..EONNIE………………..sambil angkat-angkat tangan setinggi-tingginya diantara ribuan paus* –> reader tambah stress…. huaaaaaaaaaaaa ada apa dgn ff saya ini???

      Oppaaaaaaa kau menggambarkanku segitunya.. *aku langsung nangis massal ma ribuan paus neh……….* –> *lagi2 author pingsan* kasihan pausnya… ckckckckck kena air mata sang reader + author gila…. *kabur bawa sandal nden*

      Sekian komen dari saiia.. mian kalo pendek
      Wassalam……….
      Muah miauhhhhhhhhhhhhhhhhh –> segini pendek?? gimana panjangnya???

      gomawo ndennnnnnnnnnnnnnnnnnnn *peluk cium membabi buta*

  3. Moza Desy 1 November 2010 pada 7:34 PM #

    Wuhui….
    crita’y kerend….
    bgus deh….
    tpi kurang buanyak *ketahuan serakah*…..

    tp, gpp deh….
    and pkok’y aQ tunggu bwt next chapter….
    and author, ttp semangat lnjutin FF’y yah….

    • 라흐미 'Rahmi' 1 November 2010 pada 7:38 PM #

      hahahah reader serakah.. *kabuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrr*

      ok tungguin aja.. g janji cepet….

      makasih udah baca

  4. puchaaby 2 November 2010 pada 2:19 PM #

    sebelumnya mau ngucapin salam dulu ah #bareng2 ma upin ipin….
    assalamualaikum wr wb……

    annyonghaseyo author rahmiiiiiiiiiiiii…………#teriak pake toa masjid

    wuaaaaaaaaaaa akhirnya author rahmi menelurkan ffnya juga……
    baguuuuuuuuuuuuuussssssssssss bgt FFnya padahal baru part 1…q^^P
    aq suka cara authornya mendeskripsikan ceritanya,,,detail banget,,….

    Keindahan alam pagi itu aku potret dari beberapa sudut dengan menggunakan kamera Canon D400 kesayanganku——>>>>kyaaaaa kamera kita sama *bangga gitu barangnya ada yang mirip artis hahaha

    Selesai memotret, aku menoleh sekeliling dan menangkap sesosok tubuh yang menarik perhatianku, yang berada di tempat orang berjualan makanan dan berbagai aksesoris yang ada di daerah wisata tersebut. Segera saja aku ingin memotretnya.—–>>> udahlah soeun ngk usah segitunya ma aq,,,udah banyak kok yang bilang aq menarik *plaaaakkkkk langsung ditampar author..

    Aku memperhatikannya dengan seksama. Dia terlihat sangat tampan dan manis. Melihat senyumnya membuat perasaanku tenang—–>>>haduw jadi malu niey di puji mulu * langsung di tendang ma authornya,,berisik banget dah ni reader…

    Aku sedikit melirik ke arahnya. Dia seorang wanita yang cantik dan manis.—->>>>kyaaaaaa bummie ngelirik aq *kalo yang ini pasti bener aq kan author hahahaa # noel2 author sambil nyogok authornya pake paus nden….

    “Ayolah, Eun, seharusnya kamu tidak melupakanku,” sambungku sambil menundukkan kepala dengan suara yang sedikit lirih memelas.—->>>tenang bummie,,soeun tidak akan melupakanmu,,*sambil jedot2in kepala so eun ke meja biar cepet ingat #langsung dicincang ma mates aq * kaburrrrrrrrr

    Kamu lupa sama aku. Bummie, Kim Bum, Kim Sang Bum,” lanjutnya dengan wajah yang betul-betul menghancurkan perasaan.—>>>ngk ngerti ma part ini, wajah yg menghancurkan perasaan maksudnya gmn yah???

    Aku kaget dan sedih setelah mendengar ceritanya. Ini benar-benar kenyataan yang sangat buruk yang tidak pernah aku bayangkan akan dapat terjadi.—–>>>huhuhuhu sama aq jg kaget,,,kasihan bgt sie nasib kim bum,,*sambil ngebayangin muka bummie jadi orang sussah,,kyknya ngk cocok deh tetep ajah keliatan muka tajirnya hahahaha

    “Sudahlah, ambil saja,” kataku sambil berlalu pergi, “Kalau mau mentratirku, lain kali saja,” lanjutku sambil tersenyum padanya, dan ternyata Kim Bum juga membalas senyumanku dan dia melambaikan tangannya.——>>kyaaaaaa ngebayanginnya labgsung melting aq…btw kalo ada traktiran ajak2 mates yah..itung2 pajak jadian wkwkwkw

    yups demikian comment saya,,
    buat authornya,,update ASAP yah,,
    sukses buat UTSnya…
    kamsahamnida
    bow

    • 라흐미 'Rahmi' 2 November 2010 pada 6:12 PM #

      waalaikum salam wr. wb….

      wow annyeong haseyo jugaaaaaaaaaaaaaaaa

      kyaaaaa kamera kita sama *bangga gitu barangnya ada yang mirip artis hahaha –> weh,, sama?? tapi tau ga?? canon D400 itu emang asli punya kse loh… hhhehehhe

      udahlah soeun ngk usah segitunya ma aq,,,udah banyak kok yang bilang aq menarik *plaaaakkkkk langsung ditampar author.. –> *author pingsan* LOL…. hahaahhha narsisnya dirimu nak… ckkckckck

      haduw jadi malu niey di puji mulu * langsung di tendang ma authornya,,berisik banget dah ni reader… –> saya tendang sampe ke kutub utara… hahahaahaaahhaha

      kyaaaaaa bummie ngelirik aq *kalo yang ini pasti bener aq kan author hahahaa # noel2 author sambil nyogok authornya pake paus nden…. –> ckckckcckk *kompresan* ya Tuhan… hahahhhahahh hati2 loh digebukin soeun

      tenang bummie,,soeun tidak akan melupakanmu,,*sambil jedot2in kepala so eun ke meja biar cepet ingat #langsung dicincang ma mates aq * kaburrrrrrrrr –> bener bener.. hahaah *author ikutan dicincang*

      ngk ngerti ma part ini, wajah yg menghancurkan perasaan maksudnya gmn yah??? –> maksudnya, kimbum tuh sedih klo soeun tidak ingat sama dia… jadi dia menunjukkan ekspresi yg murung gitu

      huhuhuhu sama aq jg kaget,,,kasihan bgt sie nasib kim bum,,*sambil ngebayangin muka bummie jadi orang sussah,,kyknya ngk cocok deh tetep ajah keliatan muka tajirnya hahahaha –> wow… kaget ya kamu… aku juga (loh?) hahahhahhh iya seh, susah ngebayanginnya…

      kyaaaaaa ngebayanginnya labgsung melting aq…btw kalo ada traktiran ajak2 mates yah..itung2 pajak jadian wkwkwkw –> iya klo itu mah aku mau ditraktir juga… *author tukang makan* LOL

      makasih udah baca, reader……
      gak bisa janji cepet.. sekarang aja untuk part 2 nya blom dapat ide,,,
      makasih buat doanya….
      chonmaneyo….

      btw, BOW itu kepanjangannya apa ya?? *author sungguh katro*

      • puchaaby 2 November 2010 pada 10:55 PM #

        wah jadi kembaran dunk kameranya sama punya so eun,,,apakah ini pertanda kalo aq jg berjodoh ma yesung *nnnnggggggkkkkkk nyambuuuuunnnngggg LOL hahaha

        apaaaaaa???aq mau ditendang samapi korea selatan *pura2 salah baca…* mauuuuuu…..!!!
        *authornya langsung pingsan lagi hehehehe

        waaaahhh ketauan ni authornya juga demen traktiran gratisan apalagi pas tanggal tua, nasib mahasiswa,,selalu ada sinyal yang kenceng kalo denger kata traktiran * curcol dah heahehe

        owwhhh,,,BOW ini maksudnya membungkukan badan buat salam hormat,,kyk orang korea…

      • 라미 'Rahmi' 2 November 2010 pada 11:25 PM #

        aduhhhhh aku baru tau kalo kamu itu sesepuh..#plakkkk
        maksudnya kakak saya… hoooho mianhe…..
        aku g tau…..

        wahhhhhhhh aku baru buka blog kk… wiihhh ada ff juga… kenapa g ngasih tau saya?? saya kan mau baca ff bumsso!!! ato knp g dikirim ke BSI gitu???

        oh ya kak.. mau tanya.. cara bikin tulisan / postingan di wp biar berwarna gimana?? n gede2 gitu??

      • puchaabyzone 3 November 2010 pada 10:03 PM #

        ahahaha hayo…hayo…pada sungkem dulu sama sesepuh,,ayo pada baris yah …#gubrak !!!!!

        hehehe udah mampir ke blog aq yah,,,kamsahamnida🙂

        tuh ff yng ada di blog,,awal dibikinnya cuma iseng2 ajah buat ngisi2 blog gt jadi ceritanya gaje banget…agak2 minder juga kalo mau ngirim ke blog ini ato di bsi..ni ajah ceritanya mentok udh kehabisan ide,bisnya kemarin lg enak2 semedi buat dapet ide di gunung merapi eh malh di usir gara2 gunungnya meletus..jd idenya jg baru setengah hahahaha *cari2 alibi

        kalo tulisannya bisa berwarna and gede2 kyk gitu,,bukannya udah ada yah pengaturannya yg pas kita nulis buat blog,,yang pilihan paragraf,,warna tulisan,,dll *sebenarnya kmrnaq juga asal2 an ngutak atik,,padahal aq juga ngk ngerti hehehe

  5. dita tomat 2 November 2010 pada 7:37 PM #

    hohohohoho
    comment ke 3
    ahahahhahahahahhahahahhaha

    pembuka *serasa pidato*: keren bgt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    kya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    manteb aq suka

    oppa kasian bgt TT^TT
    gak bisa ngelanjutin sekolah
    sekolah di indo aja oppa biaya hidup di indo lebih murah (?)
    uhahahhahahahah

    aq udah gak sabar liat eunnie sama bummie mesra”an lagi *plak*
    kangen adegan romantis bumsso
    hohohoho

    aduh buset ngeliat commentnya kak n’nden kya baca OS dadakan
    *saya selalu cari masalah sama ny.ratu paus*
    hohohoho

    kakak pokoknya lanjut!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    d tunggu ^^
    ahahhahahahhahahhahah
    *udah yah kak suer dah ah otak jebol mikir mau comment apaan, panjang juga klo di pikir” commentku klo di satuin hohohohoho*
    LANJUT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • 라미 'Rahmi' 2 November 2010 pada 7:42 PM #

      keren bgt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
      kya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ==> wow teriaknya………. hahahahhahahaha

      sekolah di indo aja oppa biaya hidup di indo lebih murah (?) ==> iya iya.. di banjarmasin aja.. murah juga kok… huhhuhuhu

      aq udah gak sabar liat eunnie sama bummie mesra”an lagi *plak*
      kangen adegan romantis bumsso ==> sama.. aku juga udah g sabar… padahal mereka tiap hari, tiap malam, tiap detik, selalu mesra2an… aih aih…

      aduh buset ngeliat commentnya kak n’nden kya baca OS dadakan ==> iya noh.. aneh dia.. komen sepanjang itu dibilang pendek.. ckckcckkkckcck

      ok tunggu aja lanjutannya…
      hohoho disatuin pke apa?? pake tali kah?? hahhahahaahaah

      gomawo dita saeng, udah baca… + comment

  6. Ivana 2 November 2010 pada 9:43 PM #

    bagus banget ff nya!
    lanjutkan yah kak.. gomawo :))

    • 라미 'Rahmi' 2 November 2010 pada 11:26 PM #

      makasih….
      ok tunggu aja….

  7. zararara 5 November 2010 pada 9:57 PM #

    buset komennya panjang2 amat ya =.= WOAH KEREN! iya bagus tuh si akang jadi MISKIN, haha emang enak?! ¤ditampar¤ aku kebayang dia jualan sate keliling,yg teriak2 HAHAHAHAHA. si akang putus sekolah =.= lu kesini kang,ke jakarta, langsung dikawinin (?) dah! oke sekian komen saya.LANJUTKAN!😀

    • 라미 'Rahmi' 5 November 2010 pada 9:59 PM #

      hahahaahhaahhaha
      mereka emang suka komen panjang…. hahahhhahaha

      hahahhahaahh akang oh akang… iya sesekali kimbum yg miskin… masa author mulu.. *loh?*

      gomawo udah baca….

  8. geill 22 Desember 2011 pada 9:45 PM #

    salam kenal……….
    ceritanya bagus, penggunaan bahasanya jg bagus, enak di baca.
    top deh buat author, aq lanjut dl ya………………

  9. Kim Jihyun 11 Januari 2014 pada 8:51 AM #

    yah beda status ya ._.

  10. madi 18 Januari 2015 pada 10:27 AM #

    Keren, kasihan kim bum, hidupnya mnderita, smoga bumsso bsa bersama lg ,

  11. Dela safitri 13 Februari 2015 pada 12:04 PM #

    Jd mereka itu pernah berhubungan. Ternyata bumppa msh menyayangi dan mencintai sso. Miris jg kisah hidup bumppa.

  12. humairah khairani 13 April 2016 pada 8:12 AM #

    Kompliknya dsni beda status ya.
    Aduch cinta mereka terpisah krn ortu so.
    Ap so maih memiliki perasaan sama dgn bumpa
    Next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: