KCB Season 2, Episode 7 (New Family, New House and New Life)

12 Okt

Annyeong mates..

Kembali bertemu dengan cerita gila KCB

Bagi yang gak sabar..selamat membaca..

Enjoy this..


“Kita”. Ucap kim bum mengantung.

“Kita apa?? Kau berpikiran kita apa?”. Sinis so eun.

“Kita..m.. mandi saja”. Jail kim bum. So Eun membuang nafasnya.

“Ya sudah.. aku mandi duluan.”. ucap so eun. Kim bum membaringkan tubuhnya di kasurnya. Namun beberapa langkah so eun menoleh kearah Kim bum. “Kau jangan berani berbuat hal yang aneh yah.. jangan berani masuk kedalam kamar mandi”. Ucap so eun.

“Memangnya kenapa?”. Tanya Kim bum.

“Ku pastikan kepalamu ada di mulut paus kalau kau berani melakukannya”. Ancam so eun.

“Sebenarnya yang aku nikahi itu KIM SO EUN aktris yang sedang naik daun apa seorang kanibal paus sih?”. Ketus Kim bum. So eun menatap tajam.

“Aku ini sudah menjadi suami mu yang sah dimata hukum dan agama, jadi aku sudah memilikimu seutuhnya.. aku berhak meraba-raba, menciumimu bahkan melakukan hal yang lebih dari itu, araso???”, ucap Kim bum. So eun langsung menutup dada dan mukanya. Dia pun bergidig.

“Dasar… otak kotor”. Ucap so eun sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi kim bum. Kim bum hanya tertawa geli dan membaringkan lagi tubuhnya diatas kasur.

Setengah jam telah berlalu, so eun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, rambutnya masih terlihat basah, diapun mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil berwarna putih, yang sudah dipastikan itu handuk Kim bum.

“Ternyata wangi-wangian dari ibu harum juga.. tubuhku jadi harum seperti ini”. Ucap so eun, diapun menoleh dan melihat kim bum tengah tertidur.

“Hei.. mandi sana.. jangan dulu tidur.. dasar gaya hidup jorok”. Ucap so eun sambil menggoyang-goyangkan kaki kim bum. Kim bum tersadar.

“Kau itu.. mandi atau semedi, lama sekali.. setengah jam aku menunggumu”. Ujar Kim bum sambil menggosok matanya yang masih terlihat mengantuk.

“Aku mandi lah..”. ucap so eun.

“Wangi apa ini?”. Ucap Kim bum sambil menciumi wangi-wangi disekitarnya.

“Akulah.. aku kan wangi”. Ucap so eun sambil menggoyangkan badanya. *bayangin gaya semerbak wangi molto.. haghaghag*..*author korban iklan*.

“Kau memakai wewangian dari ibu yah???”. Tanya Kim bum, so eun menggangguk.

“Ah…… kau ingin menyenangkanku yah malam ini. Wahhhhh kalau begitu aku akan minum madu sejirigen itu”. Ujar Kim bum bercanda. So eun kemudian mencubit tangan kim bum dengan cubitan semut yang alama………..sakit.

“Mandi sana.. bersihkan badan dan pikiranmu”. Ucap so eun sambil mencubit hingga ujung kamar mandi.

“ye…ye..”. ucap kim Bum sambil masuk kedalam kamar mandi.

Lima belas menit kemudian, kim bum keluar dari kamar mandinya. Dia terlihat begitu tampan, wajahnya yang bening terlihat terpancar dengan rambut yang masih basah. Tubuh yang basah juga.. auuuuuuuuuu

“Jiahhhhhhhhhh kenapa kau mengulangi hal yang dulu”. Ucap so eun sambil menutup matanya. Kim bum terheran-heran, karena biasanya dia melakukan hal itu.

“Wahhhhh aku sadar, ada kau dikamarku.. aku lupa jika aku sudah menikah”. Teriak kim bum sambil menutupi dadanya yang masih basah.

“Cepat..cepat.. pakai bajumu. Aku tak tertarik menatapi dadamu yang datar”. Ucap so eun. Kim Bum segera memakai bajunya. Dan diapun merapihkan rambutnya. So eun sesekali mencuri pandang.

Kim bum pun beranjak menuju kasurnya yang telah ditiduri so eun. so eun mulai melotot.

“Hei.. apa yang akan kau lakukan?”. Ucap so eun.

“Tidur..”. ucap Kim bum.

“Eh……. Andweeeeee.. ini daerahku, jangan berani-benari memasuki wilayah ini”. Teriak so eun dengan volume yang rendah, karena kalau kencang pasti ketahuan keluarga.

“Hei.. sejak kapan ini  menjadi daerah kekuasaanmu.. kamar ini telah aku tempati selama 21 tahun, kau mengerti”. Ucap kim bum, sambil berusaha menempati kasurnya.

“Tidur dilantai!!!!!!!!!!!”. Teriak so eun.

“Mwo??? Kau saja yang tidur dilantai.. ini kasurku”. Ucap kim bum.

“Aku istrimu.. milik suami..akan menjadi milik istri, betul kan???”. Ucap so eun.

“Ini miliku.. sana pergi”. Ucap kim bum sambil menempati tempat tidurnya, so eun terlihat kesal, dan JEDERRRRRRRRRRRRR pantat kim bum ditendang hingga kim bum nyungsruk.

“So eun-ah kenapa kau menendang pantatku??”. Ucap kim bum sambil melotot. kemudian kim bum mengelus tumitnya yang kesakitan.

“Aku bilang jangan tidur disini. Sesuai dengan kontrak cinta itu, tidak boleh melakukan hal yang diluar batas”. Ucap so eun.

“Nah kau pikir yang barusan kau lakukan bukan hal yang diluar batas? Lagi pula ini kamarku, kau yang tidur di lantai”. Ucap Kim bum. So eun dengan sigap mengambil satu bantal dan memberikan pada kim bum yang terduduk dilantai.

“Sekarang aku yakin dengan laguku itu, bahwa kau memiliki betis yang besar dan kaki yang kuat sehingga dapat menedang sapi keneraka”. Ucap Kim bum.

“Oh iya.. lagu itu… aku belum memberikan pelajaran untukmu yah.. kau berani-beraninya menghinaku di lagu itu.. kau akan mendapat balasan dariku Bum”. Ucap so eun sambil mengepalkan tangannya. Diapun menonjok2, mencubit-cubit, memukul-mukul, hingga menjambak-jambak rambut Kim bum. Kim bum benar-benar babak belur malam itu

“Selamat malam suamiku”. Ucap so eun. Kim bum tak bisa apa-apa lagi.

“mimpi buruk apa aku mempunyai istri seperti ini.. wanita kasar”. Ucapnya lemah.

Kim bum beranjak diam-diam keluar dari kamarnya untuk mengambil selimut, kemudian dia kembali lagi kekamarnya. Diapun tertidur tepat di bawah kasur, dia tidur di karpet nya yang hangat, karpet bulu berwarna hitam abu itu menjadi saksi pertama kalinya kim bum tidur di lantai dikamarnya sendiri. So Eun berusaha memejamkan matanya.

“Harum sekali bantalnya.. pasti bau harum rambutnya.. wangi..wangi.. ah kalau wangi pasti dari rambu dan tubuhku”. Batin so eun.

Tak lama terdengar derap langkah seseorang yang semakin mendekat ke area kamar Kim Bum. So eun berusaha mendengarkan secara seksama derap langkah itu, namun ternyata semakin terdengar begitu jelas..jelas..jelas..dan…

“Bum..bum…bangun”. bisik so eun sambil menggucangkan tubuh kim bum. Kim bum malah berbalik tidur.

“Aish.. dasar tidurnya seperti kudanil saja, hei kecobong bangun..bangun gawat”. Bisik so eun ditelinga Kim bum, kim bum terbangun.

“Ada apa???”. Tanyanya yang masih semu sadar dan tidak sadar.

“Aneh.. aku panggil namanya dia tidak bangun, aku panggil kecobong dia bangun”. Bisik so eun seperti terlihat komat kamit.

“Ada orang mau masuk.. ayo… kemari tidur di  ranjang”. Bisik so eun dengan wajah cemas, Kim Bum langsung memasukan bantal dan selimut ke kolong ranjang dan bergegas duduk disamping so eun dan memasukan kakinya kedalam selimut. Dia berbaring dengan tenang seolah-olah mereka tampak seperti sedang mengobrol, kim bum menoleh kearah kiri sambil membungkukan badannya yang masih terasa pegal bekas tonjokan so eun.

Tok..tok…. boleh nenek masuk. Terdengar suara itu.

“Aish..nenek lagi”. Batin kim bum.

“Tidak dikunci nek”. Ucap so eun. Nenek pun masuk kedalam kamar.

“Kalian belum tidur kan???? Sedang apa kalian ini?”. Tanya neneknya.

“Ini.. aku hanya meminta kimbum bernyanyi lagu cinta untukku sebelum tidur, tapi dia tak mau”. Dusta so eun.

“Yeoboya… kau ini”. Ucap Kim Bum sambil menoleh memandang so eun dan bergelayutan manja. Spontan so eun melongo dengan aksi kim bum, tak perlu lama-lama jederrrr kaki kim bum ditendang sekuatnya didalam selimut. Kim bum ingin berteriak namun tertahan karena ada nenek.

“Nenek ada apa kemari?”. Tanya so eun.

“Nenek lupa, ini ada pengaharum ruangan, semprotkan dulu yah..supaya ruanganya wangi dan juga jangan lupa nanti kunci pintu kamarnya. Selamat tidur cucu-cucuku”. Ucap neneknya.

“Selamat tidur nek.. akan aku kunci pintunya”. Ucap Kim bum. Neneknya pun keluar dari kamarnya.

“Auuuuuuuuuuuuuuu sakit…”. Ucap kim bum meringis mengelus kakinya yag sakit ditendang so eun.

“Rupanya kau mengibarkan bendera perang denganku yah.. sesuai kontrak tak boleh lebih dari pegangan dan pelukan”. Ucap so eun. Kim bum menatap marah.

“Ahhhh.. dasar kau wanita kasar..”. bentak kim bum.

“turun.. cepat turun lagi kebawah.. atau kau mau bagian tubuhmu yang lain aku patahkan juga??”. Ucap so eun. Kim bum pun tidur dibawah.

Matahari bersinang dengan cerahnya,  hari ini begitu cerah.. mentari terang, kicauan burung menyertai suasana musim gugur yang indah ini. So eun terbangun mendengar kicauan burung itu. Dia beranjak dari kasurnya. Dia pun menatap Kim Bum yang tengah tertidur.

“hei..bangun…pagi”. ucap so eun.

“hm… 5 menit lagi”. Ucap Kim bum dengan suara payaunya.

“Bangun… aku mandi dulu, kau tidur di kasurmu saja.. sana.. ayo pindah”. Ucap so eun. Kim bum pun bangun dari tidurnya.

So eun beranjak membuka tirai kamar, diapun berjalan sambil mengikat rambutnya yang panjang itu, dia kemudian membuka pintu kamarnya, ditatapnya tak ada seorangpun, padahal semalam tidurnya terus saja terganggu, Tanpa menutup pintu so eun langsung beranjak ke kamar mandi. Selang sepuluh menit kemudian kim bum terbangun. Dia beranjak mengambil handuk.

“Ah.. iya dia kan sedang mandi… dia kan kalau mandi seperti orang semedi”. Ucap Kim bum. Diapun beranjak mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya.

“Hei.. jangan lama-lama mandinya, aku juga harus cepat mandi”. Teriak kim bum.

“Cerewet..tunggu sebentar lagi”. Teriak so eun dari dalam kamar mandi.

Tak lama ibunya So eun melewati kamar kim bum.

“Apa yang sedang kau lakukan?”. Tanya ibunya so eun, kim bum menoleh dan tersenyum.

“Eomma.. aku sedang menunggu giliran mandi dengan so eun”. ucap Kim bum.

“Kenapa kau tak masuk saja kedalam.. mandi bersama saja, kalian kan suami istri..sekalian saling menggosok badan masing-masing”. Ucap Ibunya so eun.

“Mwo????”. Kaget kim bum.

“Waeyo?? itu kan hal rutin yang dilakukan suami istri setelah.. ahahaha sudahlah.. masuk saja.. “. Ucap ibunya so eun.

“Aku menunggu saja, sebentar lagi juga selesai”. Ucap kim bum.

Tak lama Ibunya so eun turun lagi kebawah, so eun keluar dari kamar mandi. Diapun memeletkan lidahnya pada kim bum. Sementara kim bum menyipitkan matanya.

“Kenapa kau tak menungguku saja bangun.. kita mandi bersama..kan bisa saling menggosok”. Jail Kim bum. So eun melempar handuk bekas mengeringkan rambutnya pada kim bum.

“Mandi sana”. Ucap so eun.

15 menit kemudian, so eun baru beres mengeringkan rambut, sementara Kim bum baru selesai mandi. Kim bum bergegas berganti pakaian, sudah 3 kali hal yang sama terjadi, so eun melihat kim bum bertelanjang dada. Dia terus mengusap dadanya, sepertinya ini akan sering terjadi, tapi tidak akan berlangsung lama. Kim bum merapihkan dirinya didepan kaca, begitupun so eun ikut ngaca bersama.

“Kau tidak turun duluan kebawah?”. Tanya kim bum, sambil menyisir rambutnya, lalu memakai jam tangannya.

“Kita harus turun bersamaan lah”. Ucap so eun sambil mengikat rambutnya.

“baiklah.. kau sudah siap???”. Tanya kim bum. So eun mengangguk. Mereka berjalan keluar dari kamar.

“Kenapa jalan mu seperti itu???”. Tanya so eun yang heran melihat jalan kim bum.

“Ini hasil perbuatanmu.. kakiku menjadi sakit, seluruh badanku juga sakit”. Ucap Kim bum.

“Salah sendiri mencari ribut”. Ucap So eun.

Merekapun tiba di meja makan, kedua orang tua mereka beserta nenek tengah duduk di meja makan menunggu mereka.

“Akhirnya pengantin baru turun juga”. Ucap nenek menyambut.

“Bum-ah kenapa jalanmu seperti itu?”. Tanya ayahnya heran.

“Kakiku sakit.. badanku juga terasa remuk”. Ucap Kim bum.

“Wah… sepertinya semalam berhasil.. tapi kenapa so eun baik-baik saja.. kau yang lemah berarti bum”. Ucap ayahnya kim bum. Kim bum melongo bersama so eun.

“Apa madunya kurang berkhasiat yah??”. Tanya ibunya so eun.

“Kakiku sakit karena  terus ditendang oleh putrimu ayah mertua…badanku remuk karena aku dipukuli putrimu juga”. Batin kim bum.

“Menghabiskan berapa ronde memangnya???? Haghaghag…”. Tawa ayahnya Kim bum.

“3 ronde…”. Polos so eun. “tiga ronde.. iya, satu ronde mencubit, satu ronde menojok, satu ronde menendang”. Batin so eun.

“Wahhhhhhh pantas saja badan kim bum remuk seperti itu.. kalau seperti itu terus aku akan segera mendapatkan cicit”. Ucap nenek spontan.

“Jangan membicarakan hal itu.. kan..”. ucap Kim bum.

“Kan apa??? Min ji sudah berangkat sekolah juga…”. Ucap ayahnya. Kim bum terdiam.

“So eun..kemari duduk dekat nenek”. Ucap nenek. So eun berpindah duduk kedekat nenek.

“Ayah tak menyangka putri ayah pintar juga kalau dikamar… tangan suamimu sampai merah seperti itu.. lehernya juga.. tapi tidak di..”. ucap ayahnya so eun.

“ayah…”. So eun menatap manja.

“Iya.. dasar sadis.. tangan dan leherku merah di cubit dan dicakarnya..”. batin Kim Bum. So eun hanya tertawa mengingat kejadian semalam.

“Jadi kemarin itu malam yang terindah yah?”. Tanya ayahnya Kim bum.

“Semalam.. tentunya malam paling indah untuk kami”. Ucap Kim Bum pada kedua ayahnya. “Iya.. bagai masuk lubang buaya…”. Batin Kim bum.

“Lihatlah banyak sekali tanda ditubuhmu Bum… kalau keluar rumah tutupi yah”. Ucap ibunya Kim bum. Semua tertawa termasuk so eun dan nenek. Apalagi so eun yang tengah membayangkan kejadian penganiyaan semalam.

“Seharusnya kau menutupi semua tubuhmu saja pengantin laki-lakiku”. Canda so eun.

“Berpura-pura manis..”. batin Kim Bum jengkel.

“Dagingmu terlalu manis, sehingga mudah mendapatkan tanda dariku”. Ucap so eun.

“Ya sudah.. ceritanya dilanjut nanti.. sekarang kita sarapan dulu, pasti sudah lapar bukan?’. Ajak ibunya kim bum.

Mereka pun sarapan bersama. Tak lama kedua orang tua so eun berpamitan pulang lagi kerumah. Sementara so eun tetap dirumah Kim bum. Hari ini mereka berdua masih cuti kerja. Ibunya Kim Bum sedang berbicara dengan ayahnya Kim Bum ditaman belakang. Kim Bum sibuk di studio pribadinya di lantai 3 rumah. So eun akhirnya yang tak ada kerjaan berjalan menuju ruang tengah, dia melihat-lihat foto yang ada disana.. ada foto yang menarik perhatianya, seperangkat Foto Kim bum kecil.

“Ini foto sikecobong??? Wah.. ternyata waktu kecilnya lucu dan tampan juga.. wajahnya polos tanpa dosa, tapi kenapa sekarang dia begitu menyebalkan”. Gumam so eun. Dia menatap foto kim bum lagi dan lagi. Tak terasa ada yang menepuk bahunya lembut.

“Itu foto kim bum kecil”. Ucap ibunya kim bum.

“Eomma…”. Ucap so eun dengan senyum manisnya.

“Sejak kecil dia tampan bukan??”. Tanya ibunya Kim bum. So eun mengangguk.

“Dari kecil dia ingin selalu menjadi seorang penyayi meskipun pada awalnya ayah tidak menyetujuinya. Ayahnya ingin Kim Bum menjadi penerus saja”. Ucap Ibunya, so eun mengangguk.

“Nanti siang kita akan pergi ke suatu tempat.. bersiap-siaplah”. Ucap ibunya.

“Odiroyo????”. Tanya so eun.

“Kejutan”. Ucap ibunya membuat penasaran.

“Baiklah eomma.. akan ku beritahu Kim bum”. Ucap so eun.

Sementara itu Min Ji baru saja tiba disekolahnya. Dia berjalan riang karena kemarin dia bisa berbicara dengan Seung Ho, rasanya dia ingin segera memberitahukannya pada kedua sahabatnya Ji Hyun dan Ji yeon.  Tak disangka dia bertubrukan dengan seseorang.

“Mianhe..”. ucap pria yang bertubrukan dengan Min ji, min ji menoleh dan jantungnya kembali berdetak kencang.. jesssss jesss bagai ada sengatan listrik.

“Gwenchanayo????”. Tanya Yoo Seung Ho, lelaki yag disukai Min Ji.

“Ye…”. Ucap Min Ji terbata-bata.

“Ah.. tunggu.. bukankah kau adik iparnya So eun noona?”. Tanya seung ho sambil memperhatikan wajah Min ji yang sudah tak asing baginya.

“ne.. ternyata sunbae masih mengingatku”. Ucap Min Ji.

“Kau memanggilku sunbae??? Memangnya kau adik kelasku?”. Tanya seung ho.

“Ne.. aku siswa kelas 2 C”. ucapnya dengan hati berdegup kencang.

“Oh.. begitu yah.. perkanalkan namaku Yoo seung Ho”. ucapnya ramah.

“Pasti semua juga tahu.. siswa pintar sekaligus actor muda siapa yang tak tahu.. aku Kim Min Ji”. Ucapnya.

“Jangan berkata seperti itu.. aku biasa saja”. Ucap Seung Ho. Min ji rasanya ingin berteriak dari namsan tower memberi tahu pada kedua sahabatnya.

“Kita berbicara sambil berjalan masuk saja”. Ucap seung ho. Min Ji mengagguk. Merekapun mengobrol hingga berpisah menuju kelas masing-masing.

Smentara itu So eun berjalan menuju studionya Kim Bum yang super duper gelap.

“Kau itu senang ditempat-tempat gelap yah..seperti cicak”. Ucap so eun mengalihkan perhatian Kim Bum.

“Apa maksud mu.. kenapa kau datang kemari juga?”. Tanya Kim Bum.

“Aku baru sadar mempunyai suami seorang penyanyi.. ayolah buatkan lagu untukku”. Ucap so eun setengah bercanda.

“Tidak akan.. untuk apa aku membuatkna lagu untuk wanita kasar sepertimu”. Ucap Kim bum, so eun manyun.

“Dasar menyebalkan..”. kesal so eun.

“Lalu untuk apa kau kemari? Kau belum menjawabnya”. Ucap Kim Bum.

“Cepat bersiap.. kita akan diajak pergi oleh orangtuamu”. Ucap so eun.

“Kemana?”. Tanya Kim bum. So eun hanya mengangkat kedua bahunya lalu dia pergi ngeloyor keluar dari studio Kim bum.

Siangnya, so eun dan Kim Bum terlihat di dalam mobilnya Kim Bum. Mereka berjalan mengikuti jalan mobil orang tuanya Kim Bum. Arahnya seperti ke Sango Pagu, Jamsil. Tak lama merekapun tiba di area kompleks perumahan. Merekapun memparkirkan mobil mereka. So eun dan Kim bum turun dari mobil, sudah tampak kedua orang tua so eun juga disana.

“Ada apa ini?”. Tanya kim bum setegah berbisik ditelinga so eun.

“Kau kira aku peramal…. Mana aku tahu”. Ucap so eun. Kim bum menatap kesal.

Kim bum dan so eun segera menghampiri kedua orangtua mereka. Kim bum dan so eun saling menatap bangunan di depan mereka, kemudian mereka saling menatap bingung.

“Ini rumah siapa?”. Tanya kim bum.

“Ini Rumah baru untuk kalian”. Ucap ayahnya so eun sambil menunjukan rumah mewah dihadapan mereka. Kim Bum dan so eun melongo.

Kini mereka semua tengah berada didalam rumah.. rumah yang sukup membuat ngiler, dengan gaya modernnya. Rumah ini adalah rumah yang akan ditempati oleh bumsso couple.

“Kami baru beberapa hari yang lalu melihat-lihat rumah ini.. perumahan ini juga termasuk perumahan yang elit dan kami merasa cocok, bagaimana dengan kalian?”. Tanya ayahnya so eun.

“kalian suka tidak?”. Tanya ayahnya kim bum. Kim bum dan so eun hanya mengangguk.

“Baguslah kalau begitu.. rumahnya juga terkesan sangat hangat”. Sambung nenek.

“Tadinya kami memilih rumah yang mungil dengan satu kamar saja..tapi”. belum sempat ayahnya kim bum berucap kim bum langsung memotongnya.

“Satu kamar???????????”. Teriaknya.

“Iya.. tapi kami merubah pikiran, siapa tahu ada tamu datang, jadi kami memilih yang dua kamar saja”. Ucap ayahnya Kim bum. Kim bum dan so eun mengelus dada.

“Semua pelengkapan rumah sudah lengkap.. tinggal pembantu saja”. Ucap ibunya so eun.

“Jangan adakan pembantu”. Kompak kim bum dan so eun dengan wajah cemas.

“Kenapa memangnya?”. Tanya ibunya so eun.

“Kami ingin menikmati waktu bersama kami dulu.. kalau ada pembantu tidak asyik.. betulkan yeoboya”. Ucap Kim bum sambil menatap so eun.

“Ne…”. Sambung so eun.

“Baiklah.. “. Ucap ibunya so eun.

“Oh iya.. kita belum membahas mengenai bulan madu kalian.. kalian mau berbulan madu kemana?”. Tanya ibunya Kim Bum.

“Kami masih sibuk.. aku sibuk dengan film dan drama terbaruku.. begitu juga dengan Kim Bum, sepertinya nanti saja jika ada waktu luang kami baru akan membahasnya lagi”. Ucap so eun.

“Betul.. aku juga harus mempersiapkan untuk FansMeeting Asia ku yang pertama”. Ucap Kim bum.

“Itulah yang ayah tak suka.. kalian jadi tak ada waktu jika bekerja di dunia hiburan…”. Ucap ayahnya Kim bum.

“Tenang saja.. bagi kami tiap hari bisa menjadi bulan madu.. rumah ini juga bisa menjadi tempat yang indah bagi kami”. Ucap Kim bum.

“Baiklah terserah kalian saja”. Ucap ayahnya so eun.

Keesokan harinya Kim Bum dan so eun saling mengambil barang masing-masing dan mengalihkan ke rumah baru mereka di Jamsil. Agenda yang sungguh melelahkan, tapi mereka juga dibantu manager Joo dan manager Uhm. Mereka berempat saling bekerja sama. Setelah selesai mereka berempat duduk bersama di ruang tengah.

“Kalian harus akur tinggal berdua disini”. Ucap manager Uhm.

“Iya… jangan saling bertengkar.. jangan sampai tetangga yang lain tahu jika kalian bukan suami istri pada umumnya”. Ucap manager Joo.

“Tenang saja..selama dia tak berbuat gila”. Ucap so eun.

“Siapa yang berbuat gila.. bukankah kau??? Manager Joo kau tahu tidak, tubuhku remuk disiksa olehnya”. Teriak Kim Bum nafsu.

“Apa yang baru kami katakan barusan.. jangan bertengkar..jangan berteriak, bisa-bisa tetangga yang lain tahu”. Ucap manager Uhm.

“Kalian berhati-hatilah… aku sedang menyelidiki sesuatu”. Ucap manager Joo.

“Apa itu?”. Ucap manager Uhm. Kim bum dan so eun menatap serius.

“Hati-hati tak semua warga di perumahan ini warga asli.. aku akan menyelidikinya”. Ucap manager Joo, manager Uhm menatap bingung.

“Maksudmu?”. Tanya kim bum.

“Aku menyelidiki ada sebagian warga baru di perumahan ini, nah sepertinya ada wartawan internet *netizen* yang berpura-pura tinggal disini hanya untuk mencari berita tentang kalian saja.. karena sesuai informasi beberapa orang yang baru tinggal dirumah ini, membeli rumahnya beberapa hari yang lalu, selang beberapa hari setelah orang tua kalian kedapatan membeli rumah disini”. Ucap manager Joo.

“Baiklah kami akan lebih berhati-hati”. Ucap Kim Bum.

“Kami akan menjadi suami-istri yang mesra dan harmonis didepan tetangga”. Ucap so eun.

“Dan ingat jangan mudah terpancing dan percaya pada semua orang di perumahan ini”. Ucap manager Uhm mengingatkan.

“Ne…”. ucap so eun.

Kim Bum dan so eun melewati hidup mereka bersama dengan yah seperti biasa, pasti tiap hari ada saja yang diributkan. Entah masalah pembagian kerja atau hal-hal kecil yang sepertinya bisa diselesaikan tanpa mulut, namun bagi mereka pertengkaran sudah menjadi makanan sehari hari. Kim Bum dan so eun tidur terpisah. Kamar mereka sama-sama di lantai 2, kim bum di ujung kiri sementara so eun diujung kanan. Mengenai kamar itu privasi mereka, tak boleh ada campur tangan orang lain, dan merekapun dilarang keras masuk kamar tanpa ijin.

Sudah memasuki hari keempat mereka tinggal dirumah itu. Rumah sungguh tak karuan, mereka berdua sama-sama saling menyalahkan karena rumah berantakan juga kotor tak ada yang membereskan. Kim bum dan so eun terlihat sedang duduk di ruang tengah.

“Jadi itu sudah menjadi keputusannya yah”. Ucap kim bum.

“Ne… kita harus bekerja bersama.. kalau aku mencuci piring, kau yang merapihkan piringnya, kalau aku yang menyapu kau yang mengepel, kalau aku menyiram bunga kau yang memotong rumput, dan apa lagi yah…???”. Tanya so eun, sepertinya ada yang kurang.

“Kalau memasak??”. Tanya Kim bum.

“Aku tak ahli memasak”. Ujar so eun.

“Aku juga…”. Ucap Kim bum.

“Kalau memasak, siapa yang ada waktu, siapa yang bisa kerjakan saja”. Ucap so eun.

“Oh..ya, mencuci baju”. Ucap Kim bum.

“Kan ada mesin cuci.. bodohmu jangan keluar”. Ucap so eun. kim bum mengetok kepala so eun. So eun menatap sambil mengelus kepalanya.

“Kalau hal-hal yang menyangkut pekerjaan laki-laki kau yang harus melakukanny”. Ucap so eun.

“kalau begitu lebih baik aku cari asisten saja.. aku rasanya tak sanggup”. Ujar Kim bum.

“Kau mau semua orang tahu tentang penipuan kita.. sudahlah lagipula ada aku juga”. Ucap so eun.

“weheeeeeeee.. kerjamu menyiksaku terus”. Ujar Kim bum.

“Mau aku cakar lagi mukamu”. Ancam so eun. Kim bum meggeleng.

Rutinitas itu mereka kerjakan bersama-sama, sudah memasuki minggu pertama mereka menempati rumah itu. Mereka berdua hanya bertatap muka beberapa jam, pagi mereka kadang sarapan bersama kadang tidak, sarapan pun kadang tak ada karena so eun harus segera kerja, tugasnya numpuk, dia harus shooting Film Mystery Of Love, sekaligus shooting drama yang sedang tayang juga SARANGILKKAYO yang dibintangi nya bersama senior Jin Yi Han. Sementara Kim Bum juga sibuk manggung sana-sini, comeback stage di Mubank, menghadiri acara Seoul fashion Week, hingga menjadi pengisi acar di Music Core, selain itu juga dia tengah disibukkan dengan jadwal latihan persiapan untuk FM ASIA yang pertamanya, yang dimulai di Dataran Cina, hingga berakhir di Korea. Sehingga mereka jarang bertengkar.

Hari ini hujan mengguyur Kota Jamsil pada musim gugur. Hujan begitu deras, Kim Bum hari ini free dari semua jadwal nya. Dia terlihat duduk di ruang tengah sambil asyik menonton TV. Terlihat so eun baru saja pulang dari shootingnya.

“Wah… hujan deras sekali”. Ucap so eun sambil masuk dan duduk dikursi seberang Kim Bum. Kim bum tak merespon aksi so eun.

“Hei.. kau tak ada perhatianya sama sekali.. Tanya aku, bagaimana keadaanku”. Ketus so eun. Kim bum menatap so eun.

“Ada urat sarapmu yang hilang yah?? Aneh sekali kau mau aku perhatikan.. ayeayyyyyyyyyy ada apa???”. Tanya kim bum. So eun kemudian memasang aksi mengendus nya.

“Hei..kecobong kau belum mandi yah?”. Tanya so eun.

“Memangnya kenapa?”. Tanya kim bum.

“Aishhhhhhhhhhhhhhhhhh bauuuuuuuuu… kau jorok sekali sudah jam 4 sore kau belum mandi juga.. ayo cepat mandi.. jorok”. Teriak so eun.

“Nanti saja jam 6”. Ucap Kim bum.

“Mandi!!!…dasar lelaki jorok tak mau mandi, para fans mu gila mengidolakan orang yang tak suka mandi”. Ucap so eun.

“Kau itu kenapa mulai menyulut peperangan??? Jangan merembet ke fans ku.. fans mu juga aneh, mengidolakan gadis kasar dan cerewet sepertimu”. Balas Kim Bum.

“Dasar kecobong rawa”. Bentak so eun.

“Gadis pendek”. Balas Kim Bum.

“Dasar bau…”. Timpal so eun.

“Gadis cerewet..bawel..galak..pendek..kecil”. ucap Kim bum beruntut.

“Dasar lelaki bau..ketek bau..bau ketek…kau.. mandi sana”. Ucap so eun.

Mereka pun mengakhiri pertengkaran mereka dengan berjalan berpisah menuju kamar mereka. Kim bum masuk kemarnya untuk mandi. So eun juga masuk kedalam kamarnya, namun…

“Kamarku..ahhhhhhhhhhh bocor..”. Teriak so eun dengan wajah kaget.

Tak lama so eun langsung keluar dari kamarnya, dia berlari menuju kamarnya Kim Bum, diketuknya pintu kamar Kim bum. Kim bum baru saja selesai mandi, dia baru keluar dari kamar mandi menuju kamarnya sambil mengeringkan rambutnya dengan menggosok-gosokkan pada handuk. Karena tak ada respon dari kim bum, so eun langsung masuk kemarnya Kim bum. Kim bum terdengar setangah berteriak karena dia masih memakai handuk.

“Ah..kenapa kau masuk ke area privasiku”. Teriak kim bum sambil menutup dadanya.

“Ikut aku..ayo..gawat”. ucap so eun sambil menarik tangan kim bum.

“Ada apa???”. Tanya kim bum sambil menahan tarikan so eun.

“Ikut saja”. Ucapnya tegas.

Merekapun sampi dikamar so eun. kim bum melongo menyaksikan kamar so eun yang bocor.

“Apa ini akan masuk berita, rumah artis bocor dikala hujan?”. Tanya Kim bum.

“Ah.. aku tak memikirkannya.. yang jelas bagaimana ini?”. Tanya so eun.

“Bagaimana ini.. bagaimana??? Memangnya apa yang harus aku lakukan?? Ini juga kamarmu”. Ucap Kim bum.

“Kau..egois sekali.. bagaimana ini kamarku basah”. Ucap so eun merengek.

“Pel saja… pel sana.. kau mau kau terpeleset ketika masuk kamar”. Ucap Kim bum.

“Bum.. besok kau benarkan genteng kamarku yah”. Ucap so eun.

“Mwooo??? Kau kira aku tukang genteng?? Aku seorang penyanyi mana bisa aku melakukan hal itu”. Ucap kim bum.

“Ayolah…..suamiku”. ucap so eun.

“Ah… pel saja dulu lantainya”. Ucap Kim bum sambil keluar dari kamar so eun.

So eun segera mengambil lap pel, dia pel lantai yang basah, dia raba kasurnya yang basah. Mana bisa so eun tidur di ranjang yang sangat basah. Sore telah berganti malam, Kim bum bulak balik tak bisa tidur diranjangnya, jelas dia tidur enak di ranjang sementara istrinya.

Kim bum segera keluar dari kamarnya, dia berjalan menuruni anak tangga. Dia berjalan menuju ruang nonton TV. Terlihat so eun tengah tertidur diatas sofa yang jelas sofa itu juga hangat dan empuk tentunya. Kim bum menatap so eun.

“Kenapa aku jadi tak tega dengan gadis cerewet ini”. Gumamnya. Kemudian kim bum menggoyangkan tubuh so eun.

“Bangun..bangun..”. ucapnya. So eun yang sebelumnya tertidur, kemudian membuka matanya.

“Apa apa??”. Tanya so eun dengan suara payau.

“Pindah kemarku sana..”. ucap kim bum. So eun menatap kim bum aneh.

“Aku yang tidur disini”. Ucap kim bum.

So eun yang tidur hanya maggut-manggut, so eun langsung beranjak dari kursi, dia berjalan menuju anak tangga, dan masuk kekamar kim bum. Diapun tidur dengan nyaman dikamar suaminya itu. Sementara kim bum menggeletakan tubuhnya di sofa. Entah kenapa meskipun tidur disofa kali ini dia bisa tidur nyaman, mungkin karena dia tahu istrinya sudah tidur nyaman dan aman dikamarnya.

Keesokan harinya so eun terbangun duluan. Dia segera merapihkan kamar kim bum. Kemudian dia teringat kim bum. Dia segera turun kelantai dasar, dilihatnya Kim bum masih tidur lelap, so eun ingin mengucapkan rasa terimaksihnya dalam bentuk kopi, dalam sejarah pertama kalinya so eun membuatkan kopi untuk kim bum. Dibuatnya dengan riang itu kopi. Diapun beranjak mendekat dengan memutar-mutarkan kopi didekat wajah kim bum, perlahan tercium aroma kopi brazil itu oleh Kim bum. Kim bum segera membuka matanya.

“Kopi untukmu”. Ucap so eun.

“Aneh.. dalam rangka apa?”. Tanya kim bum.

“Karena aku tidur dikamarmu dan untuk hari ini.. kau akan membenarkan genteng kamarku, bukan begitu”. Ucap so eun. “Baiklah..akan aku minum”.  Ucap Kim bum.

Siangnya terlihat so eun sedang melindungi sinar kematanya dengan tangan kanannya, sambil dia terus menatap kearah atap rumahnya, sementara kim bum terlihat merayap-rayap di atap rumahnya.

“Mimpi apa aku semalam.. tak ada jadwal manggung, tak ada jadwal latihan..malah mendapatkan jadwal membenarkan genteng”. Ucap Kim bum komat kamit.

“Sudah benar belum????”. Ucap so eun yang masih menunggui tangga.

“Iya.. sebentar lagi”. Teriak Kim bum. “Dasar cerewet… kenapa kami seperti suami istri.. dia membuatkan kopi..dan aku membenarkan genteng.. ah..gila”. ucap Kim bum.

“Lama sekali..ayo…”. ucap so eun.

“Ne..ini juga sudah”. Ucap Kim bum.

Tak lama tetangganya keluar,

“Nyonya Kim Bum”. sapa Nyonya Ann, tetangga mereka.

“Bibi…”. Jawab so eun hormat.

“Ah..rasanya masih tak percaya artis idolaku memanggilku bibi dan sekarang bertetangga denganku”. Ucapnya, so eun hanya tersenyum.

“Kau sedang apa?”. Tanya Nyonya Ann.

“Sedang menungguku suamiku.. dia sedang membenarkan atap rumah dan ini sedang menjemur kasur”. Ucap so eun.

“Wah.. iya juga, aku masih kaget mengetahui pernikahanmu dengan penyanyi Kim Beom, rasanya seperti mimpi.. tapi kalian begitu serasi”. Ucap Nyonya Ann.

“Ah..ye”. Jawab so eun.

“Bagaimana hari-harimu sekarang?? Pasti menyenangkan yah?”. Tanyanya lagi, batin so eun mulai jengkel karena ditanya terus, tapi dia harus tersenyum.

“Suamiku orang yang tahu bagaimana cara menyenangkan istrinya, jadi aku sangat senang sejauh ini.. hari-hariku selalu ada yang special darinya”. Dusta so eun.

“Pastinya tidurmu nyenyak dinyanyikan oleh suamimu”. Gumamnya, so eun mengangguk.

Kim bum segera turun dari atap, dia menuruni lewat tangga yang dipegangi oleh so eun. Setelah itu Kim bum masuk kedalam rumah, sementara so eun memukul-mukuli kasur dengan pemukul kasur. Tak lama Kim Bum mandi dan bergegas pergi. So eun baru saja masuk kedalam sehabis ngobrol dengan tetangganya.

“Kau mau kemana kecobong???”. Tanya so eun.

“Aku jenuh, aku mau pergi sebentar.. jaga rumah baik-baik”. Ucap Kim bum. Kim bum naik mobil dan so eun masuk kedalam rumah.

Jam sudah menunjukan jam 2.37, so eun terlihat sedang santai membaca majalah fashion di ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara bel. So eun bergumam masa jam segini kim bum sudah pulang, dia segera beranjak dan membuka pintu, dan ternyata..kyaaaaaaaaaaaaa tamunya.

“Annyeong………eonnia..”. sapa min ji dengan riang. So eun melotot.

 

^^TO BE CONTINUED^^

Preview For Next Episode.

“Aku ingin menginap disini yah.. besok kan hari minggu”. Ucap Min Ji, so eun kaget mendengarnya.

“Jadi eonnie itu sudah kenal dengan oppa sejak SMA yah?”. Tanya min ji, so eun melongo.

“Kau ikut aku yah ke acara pernikahan teman”. Ucap so eun.

“Kita tidur satu kamar malam ini?”. Tanya kim bum kaget, so eun mengangguk.

“Ah… iya, karena baju kami yang banyak, jadi lemari bajunya dipisah… tapi aku dan oppa mu masih tidur satu kamar dong.. rasanya dingin tidur sendiri”. Ucap so eun sambil tertawa dusta.

“Wah..kenapa badannya panas seperti ini?”. Gumam so eun sambil memegang kening kim bum yang panas itu. Segera dia turun ke dapur membawa air dan es balok serta handuk kecil.

“Kita berangkat sekarang?”. Tanya Kim bum, so eun mengangguk sambil tersenyum.

“Kau bisa bertemu dengan model video clip lagumu itu”. Ujar manager Joo diujung telepon.

“Kim So Eun-ssi dengan sangat meyesal kami harus meluarkanmu dari produksi Film ini”. Ujar ketua Tim produksi Film Mystery Of Love itu.

“Nam Syin-ssi????????”. Kaget kim bum saat bertemu dengan model video clip nya dengan mata berkaca-kaca.

Wait For Next Episode kya..!!!!!

51 Tanggapan to “KCB Season 2, Episode 7 (New Family, New House and New Life)”

  1. enno 12 Oktober 2010 pada 7:32 AM #

    Kyaaaa . . . .makin gillaa aja nui sist.
    Hahaha
    C kse galak beud dah yak mpe bdn c bum babak belur gt,ckckck . . .

    Ayo sist,lnjudkan . . . !😉 gak sbr nui pgn tau crita mrk yg dah mule slg suka.

    • NdenSangEun 12 Oktober 2010 pada 3:49 PM #

      ennoooooooooo
      gomawo udah baca n komen FF aku yah
      hahahahaha iya galak banget
      semoga di Ep 8 gak terlalu galak
      jampe2in atuh
      ok lanjutanya jangan lupa baca aja yah

  2. diann 12 Oktober 2010 pada 11:09 AM #

    Mkin seru! Smangt bwt lnjutin ya bwt author!😄

    • NdenSangEun 12 Oktober 2010 pada 3:50 PM #

      gomawo udah baca n komen yah
      lanjutanya jangan lupa baca

  3. Melisaluvbumsso 12 Oktober 2010 pada 3:31 PM #

    makin seru aj nie kak…
    lanjutin kak…
    udh g sbr in…
    hehehehe~

    • NdenSangEun 12 Oktober 2010 pada 3:51 PM #

      melisa gomawo udah baca n komen yah
      ok lanjutanya jangan lupa baca aja yah

      • Melisaluvbumsso 14 Oktober 2010 pada 8:35 PM #

        siep kak…
        aq pasti baca lanjutannya…
        pasti🙂

      • Nden BumSsoeulSangEun 15 Oktober 2010 pada 2:52 PM #

        Okkk siep juga deh
        aku tulis FF nya yah

  4. citra anisa aprilia 12 Oktober 2010 pada 4:01 PM #

    waw seru kak nden. lanjutkan! jangan lama lama hehe

    • NdenSangEun 12 Oktober 2010 pada 5:53 PM #

      gomawo citra dahbaca n komen FF aku yah
      lanjutanya jangan lupa baca yah

      • citra anisa aprilia 12 Oktober 2010 pada 7:03 PM #

        sipp! (Y) jangan lama lama kak nden *nggasabaranbangetsih* haha maafkan akuuuuu

      • NdenSangEun 12 Oktober 2010 pada 10:59 PM #

        wahahah iya iya saengku
        tunggu aja..
        saya masih belum ada ide..
        masih ada ide buat final nya haha
        *aneh yah…*

  5. RhaA luph BUMSSO 12 Oktober 2010 pada 5:38 PM #

    kyaa… Senengnya akhirnya yg ditunggu2 dtang jg thanx very much… ka nden ( bener g c sbnrna q pgl ka2 ?) pokoknya ni ff seruu…. keren…. bagus n TOP abiz deh… lucu n bikin ngakak banget deh mlam prtma mreka wadoh so eun ikt2tan tu ad paus kim bum ba2k belur he… he.. ga kbayang klau ni ff dbwt drama beneran pzti pr mates pd klepek2 n jingkrak2 tu… he… ma2f yach klau comen nya kbykan he… he……. tetap SEMANGAT…..

    • NdenSangEun 12 Oktober 2010 pada 5:52 PM #

      wahrha gomawo yah udah baca n komen FF aku yang ini
      huahaha terserah mau panggil nama juga gak apa2.. aku kelahiran ’91 mungkin aku yang harusnya manggil kakakak ke kamu hahahaha
      #abaikan
      iya malam pertama hancur..gatoiot..
      ya ampun saiia terharu kalau ada yang mau bikinin dramanya nih
      lanjutanya jangan lupa baca..
      aku suka komen panjang koq

  6. dini ramadhani 13 Oktober 2010 pada 12:50 AM #

    waduh,soeun anarkhis bgt kesian mbum teraniaya
    si mbum nurut aja dsuruh ngapa2in,gak kebayang kalo mbum bisa benerin genteng
    OK nden kayaknya yg part 8 seru tuh,lanjutkan!

    • NdenSangEun 13 Oktober 2010 pada 9:01 AM #

      Kak dini gomawo udah komen dan baca FF aku yang ini
      hehehehehehe
      iya anarkhis..
      tapi di epi akhir juga gak anarkhis..
      ceweknya ntar keluar juga
      hahahahasebagai cowok harus bisa dong wakwakwak..
      di Episode 8 akan datang sesuatu yang baru..
      apa itu??
      tunggu dan jangan lupa baca aja

  7. renata 13 Oktober 2010 pada 8:33 AM #

    Ndeeeeeeeeeeeeeen….. Ffmu T.O.P dech
    Kk tnggu part selanjtnya yaaack,,btw smpe brapa part sih???
    Ntar klo udh dipost Tag kk difb yack.. Heheheh #ngarep.
    Jngn kelamaan nden ngepostnyaaaaaaa *plakditmparnden* :p

    • NdenSangEun 13 Oktober 2010 pada 9:03 AM #

      Kak renata
      gomawo udah baca n komen FF aku kak
      wah gomawo buat pujanya semakin terharu aku
      iya kak episode selanjutnya jangan lupa baca aja yah
      rencana 11 atau 12 episode ditambah KCB 2,5 Spesial Episode
      tapi gak tahu.. kemungkinan rubah konsep bisa jadi hahaha
      ok kalo di FB pasti..jangan lupa di komen aja di FB juga hahaha
      episode selanjutnya belum tahu kapan.. belum ngetik kak
      haha diusahakan secepatnya..gak nyampe sebulan

  8. Rahmi 13 Oktober 2010 pada 9:05 PM #

    Hua
    hua
    hua
    nden
    keren
    keren
    *lupa td mau komen pas ol jd komenx g jelas* /plakkk
    hua hua hua
    sapa it yg dtg? *sy udh tau* ououou
    lanjutkan lanjutkan *gy org demo*

    hua nden, aq kngen lulu *g nymbung*

    ayo ayo lanjutkan!
    Tp pa tuh mksd KCB 2,5? Aq mw nya dgenapin aja. *ap toh mii*

    malam pertama gagal, huhuhu. . . Gmna mau cpt dpt adik. . . *ngambek m appa kb n eomma kse smbl niru shichan kalo ngmbek*

    • NdenSangEun 13 Oktober 2010 pada 9:47 PM #

      iya kak gomawo udah baca n komen
      berasa kayak apa hua hua..
      gomawo buat pujianya..
      hahaha itu yang datang kakak tahu??
      siapa itu?? hayoooo siapa?????
      sama aku juga kangen lulu.. tapi bagaimana lagi 3 minggu dia training…
      #menangislebe
      maksudnya KCB 2,5 itu Spesial Edition nya kak
      iya tunggu malam selanjutnya aja kak hahahaha

  9. puchaaby 14 Oktober 2010 pada 10:52 AM #

    annyonghaseyo author,,,

    kalimat pertama gw buat ff ini,,wuaaaaa ndeennnnn kereeeennnn buaaaangettt *

    tambah seru ajah,,makin ngk sabar nunggu part selanjutnya
    maapin yah kalo commentnya ntar panjang dan lebar hehehe,,yo wis capcus lanjut yah…

    “Aku ini sudah menjadi suami mu yang sah dimata hukum dan agama, jadi aku sudah memilikimu seutuhnya.. aku berhak meraba-raba, menciumimu bahkan melakukan hal yang lebih dari itu, araso???”, ucap Kim bum. So eun langsung menutup dada dan mukanya. Dia pun bergidig.—->>>hahaha hadew gw yang bacanya jadi geli sendiri,,kb minta di makan ma pausnya so eun ney..

    “Akulah.. aku kan wangi”. Ucap so eun sambil menggoyangkan badanya. *bayangin gaya semerbak wangi molto.. haghaghag*..*author korban iklan*.—–>>>tambah ngakak baca yang ini,,sambil inget2 iklannya kayak gimana..

    “Ini.. aku hanya meminta kimbum bernyanyi lagu cinta untukku sebelum tidur, tapi dia tak mau”. Dusta so eun.“Yeoboya… kau ini”. Ucap Kim Bum sambil menoleh memandang so eun dan bergelayutan manja. Spontan so eun melongo dengan aksi kim bum, tak perlu lama-lama jederrrr kaki kim bum ditendang sekuatnya didalam selimut. Kim bum ingin berteriak namun tertahan karena ada nenek.—–>>>hahaha kasian banget kaki kb di tendang so eun,,haduw ni neneknya kb selalu muncul dengan tiba2,,datang tak di jemput pulang tak diantar kekeke

    “Lihatlah banyak sekali tanda ditubuhmu Bum… kalau keluar rumah tutupi yah”. Ucap ibunya Kim bum. Semua tertawa termasuk so eun dan nenek. Apalagi so eun yang tengah membayangkan kejadian penganiyaan semalam.—->>>ngakak guling2 baca yang ini,,kasian banget kb disiksa 3 ronde,,tambah 1 ronde lagi dpt hadiah piring cantik niy dr so eun..

    “Kenapa aku jadi tak tega dengan gadis cerewet ini”. Gumamnya. Kemudian kim bum menggoyangkan tubuh so eun.—–>>>unyu,,unyu,,,uhuy,,udah mulai ada tanda2 niey..*sorak2 bergembira ma yesung hehehe

    aghhh kb benerin atap rumah,,,sekalian dunk bang di rumah saya suka jg bayak yg bocor ni,,* langsung di gantung di pohon toge gw ma so eun

    demikian commentnya,,maapin yah kl kepanjangan,,two thumbs up deh buat authornya..
    ditunggu part slanjutnya,,
    fighting,,
    kamsahamnida * bow

    • NdenSangEun 14 Oktober 2010 pada 11:00 PM #

      Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaww like this comment
      I like long comment to come up my spirit to write..
      *plakkkkkkkkkkkkk*

      ahaha gomawo yah kamu udah baca n komen FF aku yang ini
      hahaha padahal FF gaje n gape.. hahaha
      Tapi aku berterimakasih amu muji ne FF yang gila haha

      sebelum aku mau reply aku mau bilang
      Annyeonghaseyo…

      sabar-sabar yah nunggu Episode 8 nya hahaha
      berasa apa aja yah *denggggggggggggggggggg*
      tak apa panjang…. aku suka koq
      sering sering aja yah hahaha

      hahaha hadew gw yang bacanya jadi geli sendiri,,kb minta di makan ma pausnya so eun ney..=> waduh geli kayak lagi di kelitikin aje..
      minta di hableum langsung itu mah…heheh *sadisnya keluar*

      tambah ngakak baca yang ini,,sambil inget2 iklannya kayak gimana..
      iya Andi dan Lili tersesat dan bertemu dengan gaya semerbaknya hadeuh koran iklan beneran saiia
      tuplak dung dung hahahaha…

      hahaha kasian banget kaki kb di tendang so eun,,haduw ni neneknya kb selalu muncul dengan tiba2,,datang tak di jemput pulang tak diantar kekeke => iya KB ngasih ngibarin bendera perang seh hahah gelayutan segala… tahu yang empunya itu pemelihara paus hahaha.
      Iya neneknya ngeganggu udah tahu yang muda mau istrihata malah di ganggu..

      ngakak guling2 baca yang ini,,kasian banget kb disiksa 3 ronde,,tambah 1 ronde lagi dpt hadiah piring cantik niy dr so eun..=>haha kayak iklan ciftaden aja.. *korban iklan lagi….*
      pokoke jangan kebawa gila karena FF saiia yang gaje ini dah hahahaha

      aghhh kb benerin atap rumah,,,sekalian dunk bang di rumah saya suka jg bayak yg bocor ni,,* langsung di gantung di pohon toge gw ma so eun => Jiahhhhhhhhhhhh bayarnya berape tuh nyewa tukang genteng bang Kim Bum…KB nya kang Beni kali yah hahahahaha. bukan di gantung dipohon toge tapi di ikat di pohin cabe..

      Cheonmaneyo buat komenya
      lanjutanya jangan lupa baca dan..
      tetap setia baca FF saiia yah

  10. nada 14 Oktober 2010 pada 1:32 PM #

    baca FF KCB ini ga ada bosennya, aq dah baca sampai 4x loh, tetep aja ketawa ketiwi terus, setuju banget sama yang kasih ide untuk kalau cerita ini dibuat dramanya *menghayalnya ketinggian ya* hehehe. Buat author TOP banget deh. Ditunggu kelanjutannya ya

    • NdenSangEun 14 Oktober 2010 pada 11:02 PM #

      Gomawo Nada udah baca n komen FF aku yah hahaha
      wahhh senang kalau gak bosen mah
      *melayang ke negri korea*
      wah baca ampe 4 kali???
      bagus bagus.. pertahankan dan tingkatkan
      #abaikan
      wah gomawo ntar aku bicarain ke KingKongEnt… *gilaaaaaaa aje nden*
      ok lanjutanya jangan lupa baca yah
      gomawo

  11. dae 14 Oktober 2010 pada 3:58 PM #

    aaaah seru seru, seru banget ga bisa berkata-kata &%*^(*)(*)(

    • NdenSangEun 14 Oktober 2010 pada 11:03 PM #

      gomawo dae udah baca n komen FF aku yah
      lanjutanya jangan lupa baca yah gomawo

  12. mvncdr 15 Oktober 2010 pada 6:57 AM #

    4WEUhz kyodycpdhghn, [url=http://ouqrlwudanwk.com/]ouqrlwudanwk[/url], [link=http://acvdpvgbnikv.com/]acvdpvgbnikv[/link], http://aladvvpvjyah.com/

  13. anya 15 Oktober 2010 pada 10:41 AM #

    * huaaaaww…seru..seru seru banget dech🙂
    kapan neh kelanjutan kcbnya.., dah ga sabar neh sist…
    ceritanya keren… smoga ga jd cerita aja tp jd kenyataan hahaha… lebbay yach. semangat sist buat cerita lanjutannya… aq tggu yach. hehehe

    • Nden BumSsoeulSangEun 15 Oktober 2010 pada 2:50 PM #

      Gomawo udah baca n komen yah hahahahaha
      gomawo buat pujianya
      amiiiiiiiinnnn semoga jadi yah aslinya juga
      tapi jangann berantem
      iya lanjutanya jangan lupa baca aja yah
      gomawo

  14. nhaa joonie 15 Oktober 2010 pada 12:20 PM #

    Kerennndd …
    Pengen cepet2 baca lanjuttannddnya …
    Jangan lama2 yahhh kak, di tungguuu ….!!!

    • Nden BumSsoeulSangEun 15 Oktober 2010 pada 2:51 PM #

      gomawo udah baca n komen FF aku yah
      hahahahahaha
      lanjutanya di tunggu aja yah
      gomawo

  15. Afrida 15 Oktober 2010 pada 7:53 PM #

    Hhe, smpe2 d tnyain orang rmh gra2 ktwa2 sndri bca ni ff…
    Ttep smangat nglnjtin ff’a ya kak!

    • NdenSangEun 16 Oktober 2010 pada 10:20 AM #

      ahaha gomawo udah baca n komen FF aku yah
      hahah waduh ketawa sendiri dikiranya haha
      ok lanjutanya jangan lupa baca yah
      gomawo

  16. anggi giesen 19 Oktober 2010 pada 5:40 PM #

    huahahaha….. sumpah aku tuh klo baca kcb dari awal ampe akhir *belum tamat juga gie.. * seruuu bgt nenk.. aduuuh. bisa masuk rs grogol aq *baru keluar padahal* . klo tiap hari baca FF nenk nden. haha😀..

    muan ya saeng ku. baru sempet comment disini. maklum jiwa sok sibuk ini suka gak mau pergi. jadi suka heboh gak puguh tea. *asli bahasa korea euy* haha

    binun aq mu comment ap. abis udah byk yg comment jadi bikin otak tumpul. pengen kash komen yg beda dari yg laen jadi curcol. hahaha😀

    aq suka adegan penganten baru. haha😀. ada adegan tanggung nden. padahal waktu mbum nunggu so eun di luar kamar mandi harusnya ibu so eun maksa mbum msk kamar mandi juga. biar so eun yg lagi mandi kaget. eehh…. *trus mbum grogi dech liat so eun lagi mandi* “NC” sensoooor yaah😀

    aq suka gambar2 nya nenk. dpt drmana? bagi2 laah rahasianya.apa edit dari video dijadiin gambar? haha😀 maklum lah anak2 seumuran aku kan lagi pengen serba tau *anak2??? kata lo gie??* haha😀

    yoweish2… ntar ku tunggu di FF ampe part finalnya ya nenk.

    sebenernya aku pgn komen di ff lainnya jg. mungkin lain kali ajja yah aku koment di FF yg lain juga cs lagi dateline aku nya sibuuuuuuuuk bgt *udah tau mmg suka sok sibuk* hahaha😀

    goodluck ndeeen… jangan lupa ttp tag aq yah😀.

  17. dea 27 Desember 2010 pada 2:02 PM #

    nie beneran pa ga ?????

    • 라미 'Rahmi' 27 Desember 2010 pada 8:34 PM #

      gak.. cuma cerita buatan mates

  18. Tya Rijoly 16 Januari 2011 pada 7:34 PM #

    waH,,seRu bGt ceritaNya…

    d’TuNggu yacH episodE s’LanjuTnya….

    ^_^….

  19. cucancie 20 September 2012 pada 1:36 PM #

    Huaaahaha…lucu…lucu part ini makin seruu…kim bum betulin genteng…daebak nih authorny..kereennn…

  20. umi_ali 17 Mei 2013 pada 3:02 PM #

    Eyyya… Datanglah min ji si pemersatu
    Kurang lengkap klo blm ada nenek… Qiqiqi

  21. Aisyahyesung 18 November 2013 pada 2:37 PM #

    wak kok dikeluarin kenapa

  22. Dewi 30 Desember 2013 pada 11:13 AM #

    bagus kak,
    senyum2 sendiri bacanya
    terus berkarya kak🙂

  23. Kim Jihyun 9 Januari 2014 pada 3:56 PM #

    netizen bertebaran😐 puhaha

  24. nuri 25 Juli 2014 pada 5:29 PM #

    malam pertama yg sangat mengenaskan bagi bum q suka q suka

  25. Mia 30 Juli 2014 pada 11:00 PM #

    Masalah udah mulai muncul nih

  26. Mia 30 Juli 2014 pada 11:01 PM #

    Masalah udah mulai muncul nih,siapa yg bakalan jadi korban eah

  27. ainami 8 Agustus 2014 pada 4:57 PM #

    malam pertama yang super konyol, sadis bener sih sso hahaha
    tp dikiranya mereka kerja keras wkwkk

    mereka udh tinggal serumah, masih suka ribut tp akhirnya mau kerjasama juga ngurusin rumah dan lama2 jarang ribut krn sama2 sibuk haha~~~

    udh ada sedikit perhatian ya, bum mau ngalah… rela bobo disofa, mau aja diminta benerin genteng… kenapa ga panggil tukang ya? hahaha

  28. uchiha zoro 23 Februari 2015 pada 8:25 PM #

    seruuuuuu bangettttttt ahhh penasaran next chapter…

  29. shintiarillyani 3 April 2015 pada 11:57 PM #

    Wahhhhh kim bum udah perhatian sama so eun🙂

  30. Arir 15 April 2015 pada 10:33 PM #

    Makin seru nihh,aku suka

  31. Femkim 22 September 2015 pada 5:11 PM #

    Next

  32. humairah khairani 11 April 2016 pada 1:49 AM #

    Ff ini Ceritanya lucu dan kasihan bumpa selalu jd korban so. Wah min ji akan menginap lalu ap yg akan terjadi? Kmar spa yg akan d tiduri min ji. Next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: