The Love For Happy Together Part.5

25 Sep

So Eun masih terus melamun dikamarnya. Dia masih memikirkan kejadian tadi.
”Hhh…. Kenapa Ji Yun bisa berbuat begitu?” So Eun hanya bisa menghela napasnya. Jadi tidak mengerti.
”Haruskah aku memberitahukannya?” Lagi-lagi hati kecilnya sedang berkecamuk untuk menyikapinya. Akhirnya So Eun memilih untuk tidur.

*****

So Eun sedang mencari sebuah buku di toko buku. Lama dia mencarinya, tetap tidak menemukannya. Akhirnya dia pun menyerah. So Eun berniat keluar dari toko itu. Tetapi terpaksa ditunda karena dia bertemu dengan Kim Bum. Kim Bum pun terkejut melihatnya. Mereka pun saling tersenyum.

So Eun terus terdiam begitu juga Kim Bum. Kini mereka berada dikafe.
“Uhm… Kau baik-baik saja?”Tanya So Eun yang rupanya melihat wajah Kim Bum yang pucat.
”Ah? Oh. Aku tidak apa-apa.”
”Kelihatannya kau sedang sakit ya?”tanya So Eun sambil memeriksakan kening Kim Bum dengan punggung tangannya.
”Wah… panas sekali. Kau sedang sakit begini. Kenapa kau keluar?”ujar So Eun mulai cemas dengannya. Kim Bum tersenyum melihat So Eun.
”Aku benar-benar tidak apa-apa, So Eun. Aku hanya merasa bosan saja berada dirumah. Jadi aku keluar saja.”
”Oh…” So Eun mengangguk mengerti. Pelayan kafe telah datang. Dia pun meletakkan makanan dan minuman yang dipesan Kim Bum. So Eun tercengang melihat pesanannya, sandwich dan jus jeruk. Kim Bum siap-siap minum jus namun So Eun malah menarik makanan dan minumannya.
”Ah. Maaf! Bisa kau bawakan bubur dan teh hangat?”kata So Eun kepada pelayan kafe itu.
”Baik.” Pelayan itu pun pergi untuk mengambil pesanan So Eun.
Kim Bum mengernyitkan dahinya melihat So Eun tiba-tiba mengambil pesanannya.
”So Eun. Bisa kau kemarikan piring itu? Aku kan mau makan.”
So Eun malah menutup piring itu dengan tangannya. So Eun menggeleng dengan tegas.
”Kim Bum! Kau kan sedang sakit. Mana boleh kau makan semacam ini.”tegasnya.
”Lalu aku makan apa dong? Aku kan lapar, So Eun.”ujar Kim Bum.
Pelayan kafe pun datang dengan membawa semangkok bubur dan teh hangat. Lalu dia letakkan pesanan itu didepan So Eun.
Lalu So Eun mendorong mangkuk bubur dan gelas teh hangat ke Kim Bum.
”Kau makan bubur saja. Bubur ini sangat baik untuk kesehatanmu. Dan jangan lupa minum teh hangat. Bisa menghangatkan badanmu. Kau tahu, cuaca disini agak dingin.”terang So Eun. Kim Bum pun melongo mendengarnya.
”Lalu? Sandwichnya?”tanya Kim Bum sambil menunjuk sandwich.
”Untuk sandwich dan jus ini. Buat aku saja. Kebetulan aku juga sedang lapar.”jawab So Eun sambil minum jus jeruk. Kim Bum hanya tertawa melihat tingkahnya. So Eun hanya senyum-senyum melihat tawanya.
”Dasar kau ini!”ucap Kim Bum sambil membelai kepala So Eun. So Eun pun terdiam. Terasa hatinya kembali berdebar saat diperlakukan tadi.
So Eun terdiam melihat Kim Bum memakan buburnya dengan tersenyum. So Eun pun mengalihkan pandangannya.

Akhirnya mereka pun selesai makan. Mereka benar-benar kenyang.
”Terima kasih atas pesananmu, So Eun. Tubuhku saat ini benar-benar hangat.”ucap Kim Bum.
”Sama-sama.”jawab So Eun sambil tersenyum. Suasana jadi hening kembali. Kim Bum tidak berbicara lagi. Malah dia menatap ke jendela sambil memikirkan sesuatu. So Eun yang melihat itu jadi heran.
”Ada apa, Kim Bum? Sepertinya kau ada masalah ya?”tanya So Eun. Kim Bum yang mulai sadar dari lamunannya pun tersenyum.
”Entahlah, So Eun.”
So Eun mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Kim Bum.
”Maksudmu?”
”Ji Yun. Meskipun aku mencintainya. Tetapi kenapa aku merasa sepertinya dia hanya memberiku separuh cintanya. Tidak seluruhnya.”
”Apa maksudmu?” So Eun bertanya lagi. Dia belum mengerti perkataan Kim Bum.
”Ah. Tidak apa-apa So Eun. Lupakan saja perkataanku tadi.”
”Jangan sungkan denganku, Kim Bum. Ceritakan saja padaku.”ujar So Eun sambil memegang tangan Kim Bum. Kim Bum pun terkejut melihatnya. So Eun pun mulai sadar dengan tingkahnya. Dengan cepat, dia pun melepaskan tangannya. Lagi-lagi Kim Bum tersenyum. So Eun hanya bisa terdiam malu.
”Seandainya dia bisa sepertimu, So Eun.”
”Hah?” So Eun terkejut mendengar Kim Bum yang membandingkannya.
”Kau tahu? Selama ini aku selalu berharap dengan pertunangan ini. Dia akan semakin perhatian denganku. Aku sudah memberikan segalanya untuk membuatnya dia bahagia. Namun dia hanya tersenyum dengan semua pemberianku. Terkadang aku sadar, dia tidak pernah memberikan yang terbaik untuk kebahagiaanku.”
So Eun tertegun mendengarnya.
”Hari ini aku bertengkar dengannya. Hanya karena aku minta penjelasannya, kemana dia pergi selama malam minggu.”
So Eun jadi teringat dengan tadi malam. Melihat Ji Yun telah kembali dengan mantan kekasihnya.
”Kim So Eun. Begitu bertemu denganmu. Entah kenapa aku merasa kau membawa cahaya kebahagiaanku. Sepertinya aku salah memilihnya. Seharusnya kau yang jadi tunanganku.”
So Eun tertegun mendengarnya. Tidak percaya apa yang diucapkannya.
”Benarkah?”batin So Eun yang kini kembali berharap. Tiba-tiba Kim Bum tertawa. So Eun pun jadi bingung.
”Hahaha… Maafkan aku soal perkataan tadi. Aku cuma bercanda.”celetuk Kim Bum. So Eun pun jadi sedikit kecewa.
“Ah. Aku tahu. Kau kan memang suka bercanda denganku.”ujar So Eun sambil memukul bahu Kim Bum. Kim Bum hanya mesem-mesem melihatnya.

Tidak lama, mereka pun tertawa.

*****

Akhirnya So Eun bisa membeli syal dengan harga yang murah. So Eun terus berjalan menyusuri kota. Tiba-tiba mobil putih berhenti disampingnya. So Eun terkejut melihatnya.

”Hyun Joong?”
Hyun Joong memberi senyuman sapanya. Lalu dia membuka pintu sebelahnya. So Eun jadi bingung melihatnya.
”Masuklah!”
”Hah?”
”Ayo cepat masuk, So Eun. Ada yang mau kutunjukkan kepadamu.”
So Eun hanya terdiam bingung sambil masuk kedalam mobilnya.
”Memangnya kita mau kemana?”tanya So Eun.
”Nanti kau akan tahu.”
Hyun Joong pun menyetir mobilnya.

So Eun terpukau melihat keindahan laut. Ombak laut yang menghantam daratan, burung-burung yang beterbangan. Mereka pun telah sampai. So Eun tercengang melihat sebuah rumah yang megah.
”Ini rumah siapa?”
Hyun Joong tidak menjawabnya. Dia malah turun dari mobilnya. Melihat itu, So Eun pun ikut turun dari mobil putih. Kemudian Hyun Joong mengajak So Eun masuk ke dalam rumah.
”Ayo, So Eun.” Hyun Joong memegang tangan So Eun dan menariknya masuk kedalam rumah yang bercat putih itu.

So Eun terpukau melihat isi rumah itu. Terlihat bermacam-macam lukisan yang dipajang.
”Wah…. Indah sekali lukisan ini.” Dan tentunya So Eun bisa melihat laut di jendela dengan jelas.
”Wah……” So Eun jadi tidak bisa berkata apa-apa. Sungguh sangat takjub melihat pemandangannya. Hyun Joong hanya tersenyum melihatnya. So Eun pun kembali sadar dari pemukauannya.
”Tapi Hyun Joong. Sebenarnya ada apa kau membawaku kesini?”
”Mari kita duduk dulu.”
So Eun pun menurutnya. Duduk menghadap laut memang sangat segar dilihatnya.
”Ini adalah rumahku.” So Eun tertegun mendengarnya.
”Benarkah?”
Hyun Joong mengangguk.
”Namun aku selalu kesepian dirumah ini. Karena orang tuaku sedang tinggal di London.”
”Memang kekasihmu kemana?”celetuk So Eun. Hyun Joong tertawa. So Eun jadi bingung melihatnya.
”Aku tidak mempunyai kekasih.”
”Apa? Masa sih?”
So Eun tidak percaya. Hyun Joong mengangguk lagi.
”Tapi kau itu kan tampan dan pintar. Masa sih kau tidak ada kekasih?”
”Kalau begitu, kenapa kau juga tidak ada kekasih? Padahal kau kan cantik dan baik juga.”timpal Hyun Joong. So Eun jadi terdiam mendengarnya.
Hyun Joong pun tertawa.
”Maaf. Yang tadi aku cuma bercanda.”kata Hyun Joong. So Eun hanya tersenyum.
”Sebenarnya ada seorang gadis yang kucintai.”ujar Hyun Joong sambil menatap laut yang berombak. So Eun pun memandang Hyun Joong.
”Siapa?”
”Kau.”
So Eun terkejut mendengar jawabannya, ”Apa?”

Kim Bum terus menelepon Ji Yun. Namun tidak ada jawabannya. Kim Bum pun melempar ponsel ke kasurnya dengan sedikit kesal.
”Kau kenapa, Ji Yun? Kenapa kau mulai menghindariku?”
Kim Bum pun keluar dari rumah walaupun kondisinya tidak sehat.

”Ah. Haha….. Kau jangan bercanda Hyun Joong.”ujar So Eun sambil tertawa yang dikiranya Hyun Joong sedang bercanda. Namun dugaannya salah. Hyun Joong menggenggam tangan So Eun dan menatapnya dengan serius.
”Aku tidak bercanda, So Eun. Aku serius.”
So Eun terdiam.
”Kau tahu. Aku jatuh cinta padamu sejak kita pertama kali bertemu. Aku tidak bisa melupakan senyuman indahmu. Maukah kau jadi kekasihku? Yang akan menemani kesepianku dirumah ini?”
So Eun terdiam mendengar Hyun Joong menyatakan perasaannya. Dengan perlahan, dia menarikkan tangannya dari genggaman Hyun Joong.
”Uhm… Aku… Maaf. Aku tidak bisa menerimamu, Hyun Joong.”jawab So Eun sambil mengalihkan pandangannya dari Hyun Joong.
”Apa karena kau belum bisa melupakan Kim Bum?”tanya Hyun Joong. So Eun tertegun mendengarnya.
”Tidak… bukan itu, Hyun Joong. Aku… aku senang dengan perasaanmu. Tetapi… aku… memang tidak bisa menerima cintamu, Hyun Joong. Maafkan aku.”
Hyun Joong kecewa mendengarnya. Namun dia mengerti maksud jawaban So Eun.
”Aku harap kau tidak marah denganku. Kau adalah temanku yang paling berharga bagiku.” So Eun jadi merasa bersalah dengannya. Takut Hyun Joong akan patah hati dengan penolakannya.
Hyun Joong tersenyum kepadanya, lalu dia membelai kepalanya.
”Kau tidak usah bersikap begitu. Aku mengerti maksudmu. Kau tidak perlu khawatir denganku.”
So Eun hanya bisa terdiam.

Hyun Joong pun mengantar So Eun pulang. Mereka berhenti di depan toko mini market. So Eun pun turun dari mobilnya.
“Hyun Joong. Terima kasih atas ajakanmu tadi. Rumahmu sangat bagus.”
”Terima kasih. Hati-hati ya dijalan.”pesan Hyun Joong. So Eun mengangguk mengerti. Hyun Joong pun meninggalkannya. So Eun pun berjalan menuju pulang ke tempat Min Jung.

Kim Bum keluar dari Mini Market. Dia membawa plastik yang dibelanjanya. Saat dia mau memasuki mobilnya. Namun Kim Bum melihat Ji Yun sedang menunggu di depan kafe.
”Ji Yun.”
Sebuah mobil sedan hitam berhenti didepan Ji Yun. Geun Suk keluar sambil membukakan pintu mobilnya untuk Ji Yun. Ji Yun tersenyum. Lalu Ji Yun pun masuk kedalam mobil. Geun Suk pun berputar masuk ke dalam mobilnya.
Kim Bum terkejut melihat Ji Yun bersama Geun Suk yang diketahuinya mereka sudah putus.
”Ji Yun!”teriak Kim Bum sambil mengejarnya.

Hyun Joong sedang asyik menyetir. Saat dia mengambil ponsel di jok sebelah. Dia melihat barang So Eun yang tertinggal. Hyun Joong mengambilnya dan memeriksa isinya yang ternyata sebuah syal yang dibeli So Eun.
Hyun Joong pun banting setir. Memutar arah ke tempat So Eun.

So Eun yang sedang berjalan terkejut melihat Kim Bum berlari mengejar sesuatu.

”Ji Yun!” Sayangnya Kim Bum gagal menghampirinya. Mobil sedan hitam itu sudah hilang dari pandangannya. Kim Bum pun mengatur napasnya. Karena kondisinya yang masih demam.
”Kim Bum.”panggil So Eun. Kim Bum menolehnya dan tertegun melihat kemunculannya.
”Kim So Eun.”
So Eun langsung menghampiri Kim Bum.
“Apa yang sedang kau lakukan disini, Kim Bum? Kenapa kau berlari?”Tanya So Eun cemas.
“So Eun. Tadi aku melihat Ji Yun bersama Geun Suk. Bukankah mereka sudah putus?”
So Eun terkejut mendengarnya. So Eun jadi salah tingkah. Akankah dia memberitahukan yang sebenarnya kepada Kim Bum? So Eun masih terus terdiam bingung membuat Kim Bum heran melihatnya.
“Kim So Eun. Kau kenapa?”
”Kim Bum. Ada sesuatu yang harus kau ketahui.”
Kim Bum mengernyitkan dahinya.
”Ji Yun… Dia…. dia kembali lagi dengan Geun Suk.”ucap So Eun dengan hati-hati. So Eun akhirnya memberanikan dirinya memberitahu tentang Ji Yun.
Kim Bum terdiam kaget mendengarnya. Tidak lama, dia tertawa. So Eun jadi bingung.
”Hahaha… Kau jangan bercanda, So Eun. Kau tahu sendirikan? Dia dicampakkan Geun Suk. Tidak mungkin dia kembali lagi dengan Geun Suk lagi pula dia sudah jadi tunanganku.”bantahnya.
”Aku tidak bohong, Kim Bum. Kemarin malam aku bertemu dengannya. Aku melihat dia berciuman dengan Geun Suk.”
”Apa?! Ciuman? So Eun. Kau itu kan sahabatnya. Sahabatku juga! Kau jangan mengada-ada!”teriak Kim Bum yang mulai emosi dengan So Eun.
”Kim Bum. Percayalah kepadaku. Ternyata dia masih mencintai Geun Suk…”
”Tidak mungkin!” Kim Bum menampar pipi So Eun yang belum sempat menyelesaikan perkataannya.
Kim Bum terkejut dengan kelakuannya yang telah menampar pipi kiri So Eun dengan keras hingga membekas. So Eun menatap Kim Bum dengan berkaca-kaca sambil memegang pipi yang terasa sakit akibat ditamparnya.
”Ah. So… So Eun…”
Air mata So Eun pun terjatuh, Kim Bum jadi bersalah dengannya. So Eun pun berlari meninggalkannya sambil menangis.
”Kim So Eun!”teriak Kim Bum memanggilnya. Namun tiba-tiba bahunya ditahan. Kim Bum menengok dan terkejut melihat Hyun Joong geram dengannya. Hyun Joong langsung menonjok wajah Kim Bum. Kim Bum pun tersungkur dilantai.
”Teganya kau menampar So Eun!?”teriak Hyun Joong yang rupanya melihat tamparan Kim Bum kepada So Eun. Kim Bum hanya menatap heran sambil memegang pipinya yang sakit akibat ditonjok Hyun Joong.
”Kenapa kau memukulku?”
Dengan geram, Hyun Joong berlutut dan menarik kerah Kim Bum.
”Walaupun kau sudah menyakiti So Eun berkali-kali. Tapi aku tidak akan memaafkanmu telah menampar So Eun!”seru Hyun Joong dengan emosi.
”Menyakiti So Eun, berkali-kali? Apa maksudmu?” Kim Bum tertegun mendengar perkataan Hyun Joong.
”Kuberitahu kau satu hal. Kim So Eun mencintaimu, Kim Bum!”
”Apa?!” Kim Bum terkejut mendengarnya. Mengetahui perasaan So Eun yang sebenarnya.
”Kau tahu? So Eun terpaksa untuk melupakanmu setelah mendengarmu bertunangan dengan Ji Yun. Dia sudah berkali-kali menangis karenamu! Melihatmu bersama Ji Yun!?”
Kim Bum tidak bisa berkata apa-apa. Hyun Joong pun melepaskannya dan langsung berlari mengejar So Eun.
”Benarkah itu? Dia mencintaiku?” Pikiran Kim Bum kini mulai berantakan. Rintikan hujan telah mengenai kepala dan pakaiannya. Seolah-olah rintikan hujan telah mewakili kesedihan So Eun akibatnya.

So Eun pun menangis terisak di depan toko. Seseorang menahan tangannya agar So Eun tidak terus berlari. So Eun menolehnya.

”Kim Hyun Joong.”
So Eun terkejut melihat kemunculan Hyun Joong dengan pakaiannya yang agak basah karena hujan mulai deras. So Eun tidak kehujanan karena dia berteduh di depan toko.
”Kau tidak apa-apa, So Eun?”

”Kenapa kau ada disini?” So Eun tidak menjawab pertanyaan Hyun Joong. Lalu Hyun Joong mengembalikan barang milik So Eun yang tertinggal dimobilnya.
”Ini kan syalku?”
”Barangmu tertinggal dimobilku.”
Mereka pun terdiam.
”So Eun. Pipimu tidak sakit kan?”
“Bagaimana kau bisa tahu?” So Eun terkejut Hyun Joong mengetahuinya.
“Kau… melihatnya?”tebak So Eun. Hyun Joong terdiam.
“Hyun Joong. Tolong tinggalkan aku sendiri.”
Hyun Joong hanya terdiam melihat So Eun yang mulai jauh meninggalkannya.

Kim Bum terus berjalan dengan linglung ditengah derasan hujan. Dia tidak mempedulikan kondisinya yang makin memburuk. Kemudian dia melihat sebuah bar. Kim Bum pun masuk kedalam bar.

So Eun terus berjalan. Masih sedih memikirkannya.
”Maafkan aku, Kim Bum. Aku tidak bermaksud membuatmu marah.”batinnya terus berkata-kata sambil menyentuh pipi halusnya yang telah ditampar Kim Bum. Tiba-tiba ponselnya berdering. So Eun tertegun melihat nomor yang rupanya dari Kim Bum.
”Halo.”
”Halo, apakah benar ini Kim So Eun?”jawabnya. So Eun mengernyitkan dahinya. Dia merasa suara Kim Bum berbeda.
”Iya, aku Kim So Eun.”
”Begini Nona. Pemilik ponsel ini sedang mabuk berat di bar kami. Bisakah Anda kesini?”
”Apa? Oh. Baiklah. Aku akan segera kesana.”
So Eun pun langsung berlari menuju ke bar yang dimaksudnya.

So Eun terkejut melihat Kim Bum sedang sibuk meminum alkohol dengan pakaiannya yang basah kuyup.
”Kim Bum!”teriaknya sambil mendekati Kim Bum yang sudah mabuk berat.

”Eh, So Eun. Kenapa kau ada disini?”tanya Kim Bum.
”Kim Bum! Kau sudah mabuk.”
”Maaf, Nona. Ini kunci mobilnya.”ujar pelayan bar itu sambil menyerahkan kunci mobil milik Kim Bum kepada So Eun.

”Heh? Tapi aku tidak bisa menyetir.”
”Benarkah? Bagaimana ini?”
”Uhm… Begini saja. Bagaimana kalau dia menginap disini dulu?”
”Oh, baik. Disini memang ada penginapan. Saya ambil kunci kamarnya dulu.”
Pelayan bar itu keluar dari tempatnya dan mengambil kunci kamar.
”Kim Bum. Kau jangan minum lagi.” So Eun berusaha mengambil botol bir dari tangannya.
”Ini, Nona.” Pelayan bar itu memberikan kunci kamar kepada So Eun. So Eun pun memapah Kim Bum dan membawanya ke kamar penginapan.
Akhirnya mereka pun sampai di depan kamar. So Eun membuka pintunya lalu masuk kedalam sambil menutup pintu kamar. Kemudian So Eun menjatuhkan tubuh Kim Bum ke kasur.
So Eun jadi merasa kasihan melihat Kim Bum tidak berdaya karena dirinya dan Ji Yun. So Eun hendak pergi keluar. Namun tangannya ditahan Kim Bum.
”Kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku.”gumam Kim Bum masih dalam keadaan tutup mata dan mabuk. So Eun berusaha melepaskan tangannya. Namun Kim Bum menariknya ke kasurnya lalu menindihnya.
”Kim Bum!?” So Eun berusaha menyingkirkan tubuh Kim Bum yang menindihnya.
”Ji Yun! Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Kenapa kau mengkhianatiku? Padahal sebentar lagi kita akan menikah!” Kim Bum mulai meracau.
”Kim Bum!? Sadarlah! Ini aku, Kim So Eun! Bukan Ji Yun!?” So Eun berusaha menyadarkan Kim Bum. Namun pengaruh alkoholnya mulai menguasai pikirannya. Kim Bum langsung mencium So Eun. So Eun terkejut dengan ciuman paksanya. So Eun berusaha mendorong Kim Bum. Tiba-tiba Kim Bum membuka mantel yang dipakai So Eun.
”Kim Bum! Apa yang kau lakukan?” So Eun terkejut melihat keagresifan Kim Bum terhadap dirinya.
Kim Bum tidak menjawabnya. Kim Bum mulai merobek pakaian So Eun yang bagian lengan sambil berusaha mencium lehernya.
So Eun mulai panik. Dia menyadari rupanya Kim Bum sudah kehilangan akal sehatnya. Kini Kim Bum berusaha memperkosanya.
“Kim Bum! Jangan, Kim Bum!?”teriak So Eun berusaha melepaskan diri dari Kim Bum. Namun tenaga Kim Bum makin kuat. Dia pun tidak bisa melepaskan dirinya sementara Kim Bum masih terus menyentuhnya dengan penuh nafsu dibawah kesadarannya. So Eun hanya bisa berteriak menangis berharap Kim Bum sadar dari pengaruh mabuknya.
”Hiks… hiks…Aku mohon, Kim Bum! Jangan!?”teriaknya sambil berontak dan menangis melihat Kim Bum masih terus menguasai dirinya.

TO BE CONTINUED…………………………………………………………….

Bisakah So Eun menyadarkan Kim Bum dari pengaruh alkoholnya dan selamat dari pemerkosaannya?

Tunggu part.6!?

15 Tanggapan to “The Love For Happy Together Part.5”

  1. Triple SElf 25 September 2010 pada 9:29 PM #

    Kim bum kok gitu?
    Lanjutin ya, penasaran nih!

  2. Afrida 25 September 2010 pada 9:44 PM #

    Jdi pnsran ni!!ntar so eun’a d tlngin gak?jdi ksian…

  3. Melisa luv Bumsso 25 September 2010 pada 10:02 PM #

    penasaran nieh kak…
    lanjutin y…
    yg cpet klo bs…
    heheheh
    jd kesan memaksa…
    abiz seru sieh…
    wkwkwk
    xori y kak klo ad kesan memaksa..

  4. Melisa luv Bumsso 26 September 2010 pada 12:57 AM #

    ok kak..
    aq setia nunggiin ffnya kakak ogg..
    asalkan ttp buat aj jgn stop..
    hahahaa

  5. dini ramadhani 26 September 2010 pada 2:31 AM #

    huwaaa adegan di atas umur,gmn ntar soeun?
    lanjutannya jgn lama2 ya?

  6. citra anisa aprilia 26 September 2010 pada 3:59 AM #

    lanjutannya jangan lama” dong. penasaran saya hehe🙂

  7. diann 26 September 2010 pada 10:02 AM #

    Waw.. Ga sbr pengen tw klanjutannya.

  8. tykha lupph BUMSO 26 September 2010 pada 7:52 PM #

    Kerennn… tapi sedih ngeliat So eun ko di sini kim bum jahat banget sii di tunggu lanjutannya Semangat….

  9. rossita 27 Desember 2012 pada 7:09 PM #

    aigoo .. kim bum sadar dong! itu so eun bukan ji yun..
    aishh …

  10. Aisyahyesung 19 November 2013 pada 6:20 PM #

    wah kim bum oppa sadar dong

  11. Kim Jihyun 8 Januari 2014 pada 3:33 PM #

    omg ‘o’ andwe!!!

  12. Mia 30 Juli 2014 pada 3:32 PM #

    Aku rasa dia tdk kan selamat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: