KCB Episode 5 (She Is My Girl, He Is My Boy, and We Get Marreid?)

22 Sep

Annyeong mates..chingu..eonnie..saeng

Ketemu lagi dengan kegilaan ceritaku

Langsung aja yah… enjoy this!


“Eomma..aboji..”. ucap kim bum diiringi wajah kagetnya, benar-benar kaget.

“Annyeong bum”. Ucap ayahnya sambil terdiam menatap putera pertamanya itu.

Kim Bum telah selesai membersihkan dirinya, setelah hampir 20 menit dia mandi, diapun telah bersiap untuk menemui kedua orang tuanya di ruang keluarga. Sret…srot… parfum pun disemprotkan ke pakaiannya. Tiba sang adik perempuan Kim Min Ji datang kekamarnya.

“Oppa.. cepatlah.. kau sudah ditunggu di ruang tengah”. Ucapnya mengingatkan.

“Ne… min ji-ah”. Ucap kim bum, min ji menengok kearah kakaknya.

“Apa aku akan mati disidang hari ini?”. Tanya kim bum. Min ji hanya tersenyum mendengar ucapan kakaknya itu.

“Yang jelas.. aku akan segera mempunyai kakak yang baru”. Ucap min ji sambil ngeloyor keluar dari kamar. Kim bum pun membuang nafasnya yang panjang.

Kim Bum berjalan dengan tegap menuju ruang tengah. Tampak ayah, ibu dan neneknya tengah duduk sambil mengobrol, nampaknya pebincangan yang cukup ringan karena sesekali terlihat gurat tawa di wajah ketiganya. Kim Bum langsung duduk di sebuah kursi yang langsung berhadapan dengan kedua orang tuanya dan berdampingan dengan neneknya.

“Kau mau menceritakannya duluan?”. Tanya ayahnya dengan wajah yang mulai serius.

“Menceritakan apa?”. Tanya kim bum kebingungan.

“Calon cucu menantuku”. Jail neneknya sambil tersenyum. Kim Bum mulai gugup dibuatnya.

“Ayah ingin mendengarkan cerita yang mananya?”. Tanya kim bum.

“Semuanya, jelaskan pada ayah benar dia kekasihmu?”. Tannya sang ayah.

“Ye, Kim So Eun-ssi adalah kekasihku. Kami sudah menjalin hubungan satu tahun belakangan ini, dan hubunganku sangat baik denganya”. Ucap kim bum sambil membayangkan betapa buruknya hubungan aslinya dengan so eun.

“Kau tahu keluarga kita tidak boleh dan tidak akan pernah terkena skandal. Benar kau sedang tidak membuat suatu skandal untuk karirmu dan untuk membohongi ayah?”. Tanya ayahnya.

“Dia kekasih sungguhanmu kan bum?”. Tanya ibunya.

“Ye, dia kekasihku. Ayah dan ibu tenang saja ini bukan skandal untuk menarik popularitasku”. Terang kim bum.

“Kalau begitu ayah sedikit tenang, tapi apa kau sudah tahu latar belakang keluarganya?”. Tanya ayahnya.

“Oh.. tentu…”. Ucap kim bum dengan wajah gugupnya. “Tentu..aku tak tahu, kenal dia saja baru beberapa minggu yang lalu, mana aku tahu seluk beluk keluarganya”. Batin kim bum sambil dia tersenyum nyengir seadanya.

“Apa pekerjaan orangtuanya?”. Tanya ayahnya. Duk!!! Bagai kena timpukan satu paus raksasa dikepalanya, kim bum diam seribu bahasa tak tahu apa yang harus dijawabnya. “Babo.. bagaimana ini.. aku tidak tahu pekerjaan ayahnya”. Batin kim bum. Disaat yang bersamaan tiba-tiba sepertinya bala bantuan datang, handphone kim bum berdering dan tepat yang menelepon adalah Kim So Eun.

“Ada panggilan dari manager Joo, sepertinya sangat penting. Aku harus menjawabnya dulu. Permisi”. Ucap kim bum sambil ngibrit kebelakang. Segeralah telepon dari so eun diangkat.

“Ye, yeoboseyo.. terimakasih Tuhan kau telah membantuku”.

“Hei, kecobong..ini aku Kim So Eun”.

“de, aku juga tahu. So eun-ssi cepat katakan apa pekerjaan ayahmu?”.

“Ada masalah bum-ssi”.

“Cepat katakan apa pekerjaan ayahmu, sekarang juga!”.

“Hei kecobong, kita terkena masalah kau malah menanyakan pekerjaan ayahku”.

“kau tidak mendengar yah, cepat katakan apa pekerjaan ayahmu, sangat mendesak”.

“Ayahku pemimpin Group KCC Korea-Jepang, memangnya ada apa?”.

“Baiklah.. aku tutup teleponnya, annyeong”.


“Dasar stress, kecobong rawa!!!!! Bagus sekali tingkah lakunya, aku yang meneleponnya dan dia yang memutuskan teleponnya. Kurang ajar. Padahal aku ingin membicarakan masalah penting. Orang ini bennar-benar ingin membuat rambutku rontok”. Gerutu so eun sambil marah-marah menatap handphonenya.

Kim Bum kembali ke ruang tengah, dia kembali duduk tenang dikursinya.

“Jadi apa pekerjaan ayahnya?”. Tanya ayahnya Kim Bum.

“Ayahnya pemimpin Group KCC”. Ucap kim Bum.

“KCC bukanya perusahaan kerja sama Korea-Jepang di bidang makanan?”. Tanya neneknya.

“Betul ibu”. Jawab ibunya Kim Bum.

“Pertemukan ayah dengan kekasihmu dan keluarganya”. Ucap ayahnya tegas. Jederrrrrrr ratusan paus jatuh dipelukan kim bum hingga kim bum mau terjatuh dari kursi tempat duduknya, matanya melotot.

“Kalian ingin bertemu dengan kekasihku?”. Kaget kim Bum.

“Memangnya kenapa, reaksmu kaget sekali, apa salah jika kami ingin bertemu dengan mereka?”. Tanya ibunya kim bum.

“Akhirnya…. Ga beong min menjadi cucu”. Ucap neneknya sambil tersenyum bahagia.

“Baiklah nanti aku akan memberitahu dia tentang hal ini”. Ucap kim bum

Sementara itu di kediaman so eun. so eun tengah terdiam merenungi masalah yang sedang menimpanya ini, dia mencari bantuan pada kim bum pun tak mendapat respon.

“Sekarang aku benar-benar akan mati ditangan orang tuaku”. Gumam so eun. Tak lama masuklah manager nya, manager Uhm langsung menatap so eun.

“Annyeong… kenapa wajahmu muram seperti itu?”. Tanya manager Uhm.

“Aku akan mati manager Uhm”. Ucap so eun lemah.

“Mwo??? Kau sakit apa?”. Kaget manager Uhm.

“Aish.. maksudku aku sedang terkena masalah”. Ucap so eun menatap kecewa.

“Masalah apa?”. Tanya manager Uhm.

“Tadi sore ibu meneleponku dan katanya ayah dan ibu akan sesegera mungkin kembali ke korea untuk membahas masalahku dan kekasihku”. Ucap so eun.

“Kim Bum-ssi maksud kekasihmu itu?”. Tanya manager Uhm.

“Tentu, siapa lagi kalau bukan si kecobong rawa itu. Semua ini karena ulah kau dan manager Joo, aku sekarang aka mati dengan dia”. Kesal so eun.

“Lalu bagaimana sekarang, sudah terlanjur basah juga. Tadi juga aku membuka Daum-mu dan ada satu berita mengenai kau dan kim bum-ssi”. Ucap manager Uhm. “Aku sudah gila dengan berita-berita di internet itu, para netizen aktif sekali memperhatikan kalian”. Ucap manager Uhm.

“Memangnya apa lagi berita tentang kami?”. Tanya so eun.

“Kau dan Kim Bum-ssi katanya pura-pura mengakui kalau kalian berpacaran, pasalnya kalian tidak pernah sekalipun terlihat bersama, dan acara vacation kemarin itu semuanya palsu”. Ucap manager Uhm.

“Memang semuanya palsu, rasanya ingin aku mengakhiri semua ini”. Ucap so eun.

“Aku dan manager Joo harus bekerja lagi membereskan masalah ini”. Ucap manager Uhm.

“Ehm, nampaknya akhir-akhir ini kau jadi lebih sering bertemu dengan manager Joo”. Ucap so eun sambil tertawa menyindir.

“Kami tidak ada apa-apa”. Teriak manager Uhm.

“Manager Uhm, usiamu sudah cukup memasuki area rumah tangga, masa kau belum terpikirkan juga untuk mempunyai sebuah keluarga.. dengan manager Joo mungkin”. Ucap so eun.

“Diam kau!!”. Teriak manager Uhm. So Eun tertawa puas menyaksikannya.

Keesokan harinya, hari itu Hari senin seperti biasanya Min Ji terlihat duduk dibangkunya yang tepat bersebelahan dengan jendela. Ditatapnya para siswa lelaki yang sedang bermain basket di bawah. Memang kelasnya min ji ada di tingkat 2.

“Min Ji-ah , ini sudah waktnya istirahat. Ayo kita ke kantin”. Ajak ji Hyun.

“Tidak aku disini saja”. Ucap Min Ji sambil kembali menatap ke jendela.

“Mau sampai kapan kau menjadi putri malu”. Ucap Ji Yeon.

“Entahlah”. Ucap Min Ji Lemah tanpa menatap kedua sahabatnya itu.

“Kau terus saja menatap seung ho sunbae dibalik jendela kelas, menatap seseorang yang tak pernah sekalipun tahu ada seorang wanita yang tetap setia menatapnya. Tak aku sangka seorang Kim Min Ji wanita yang melankolis juga”. Ucap Ji Hyun.

“Biar saja, aku percaya jika sudah waktunya aku dipertemukan dengannya maka dia akan tahu aku. Aku akan menunggu waktu itu”. Ucap Min Ji percaya diri.

“ya sudah, tunggu saja waktu itu, kami mau ke kantin, benar kau tak mau ikut?”. Tanya Ji Yeon. Lagi-lagi Min Ji hanya menggeleng.

Kedua sahabatnya pun pergi ke kantin, sementara Min Ji asyik dengan aktivitas semulanya memperhatikan Yoo Seung Ho, kakak kelas nya yang sudah dua tahun belakangan ini di kagumi Adik dari Kim Bum ini. Dia mengagumi Seung Ho yang juga seorang actor muda ini setelah seung Ho sempat menjadi mentor nya ketika masa orientasi. Seung Ho memang tak memperhatikan Min Ji, tapi Min Ji langsung menggumi seung Ho, sampai drama yang dia bintangi dengan wanita yang dianggap kekasih kakaknya, Kim So Eun dalam drama MIANHE selalu dan rajin dia tonton.

Kim Bum terlihat sibuk di studionya, tampak tampan dengan gitarnya. Dia sedang latihan menyanyi sambil bermain gitar. Hari itu dia terlalu banyak pikiran, nanti malamnya dia juga ada janji bertemu dengan so eun membicarakan masalah kemarin. Sementara so eun terlihat sedang asyik belanja dengan manager Uhm. Memang kalau sedang pusing mereka berdua menghilangkan stress dengan belanja saja. *ini mah kayak authornya hahaha*.

“Manager Uhm, terimakasih untuk hari ini, aku jadi tidak terlalu stress”. Ucap so eun sambil tertawa. Manager Uhm mengangguk.

“sudahlah.. ayo kita masuk, malam ini aku menginap disini saja yah”. Ucap manager Uhm.

“tentu.. nanti kita maskeran yuk…”. Ajak so eun.

Mereka berduapun masuk kedalam rumah so eun, namun alangkah terkejutnya so eun ketika dia memasuki ruang tamu, dua orang menyambutnya. Mata so eun melotot sampai bulat.

“Annyeong so eun..”. sapa ibunya sambil menghampiri dan memeluk so eun. so eun masih kaget dengan apa yang terjadi.

“Eomma, aboji kapan kalian tiba di Seoul? Kenapa tak menghubungiku?”. Tanya so eun.

“ Sekitar satu jam yang lalu”. Ucap ayahnya.

So Eun dan manager Uhm bergegas ke kamar. Manager Uhm memilih untuk pulang dan berpamitan denga kedua orang tua so eun, sementara so eun langsung mandi dan merapihkan diri. Setelah selesai dia segera menghadap kedua orang tuanya.

“Jadi kapan kau akan memperkenalkan kekasihmu pada ayah dan ibu?”. Tanya ayahnya.

“Mwo???”. Kaget so eun.

“Kenapa kau kaget seperti itu??? Dia benar kan kekasihmu?”. Tanya ibunya.

“Secepat itu ya”. Ucap so eun.

“Iya, ayah selama di Jepang tetap memantau keadaanmu di korea. Pak Min juga tetap melaporkan segala yang terjadi. Kekasihmu seorang penyanyi muda”. Ucap ayahnya so eun.

“Kau sedang tidak melakukan pembohongan public kan?”. Tanya ibunya.

“Eomma… tentu tidak, dia orang yang aku cintai”. Ucap so eun. “gila… cinta apanya, yang aku benci sebenarnya”. Batin so eun.

“Jadi, tolong secepatnya atur pertemuan dengan dia dan keluarganya”. Ucap ayahnya.

“Aboji.. aku rasa itu terlalu cepat..”. belum selesai so eun berbicara ayahnya memotong.

“Ayah tidak mau tahu.. lusa pertemukan ayah dengan mereka”. Ucap ayahnya. So eun hanya terdiam tak berdaya menerima semua ini.

Dikediamannya Kim Bum segera meraih ponselnya, dia memencet nomor so eun, tak lama terhubunglahdengan so eun. So eun langsung mengangkat telepon dari kim bum

“Yeoboseyo..”.

“Ye, yeoboseyo.. kau sudah siap belum?”

“Ne, sebentar lagi.. aku siap-siap dulu”.

“Baiklah.. aku sudah mau berangkat..”

“Ne, sebentar lagi juga selesai, maklum aku kan wanita”

“Ya sudah.. hati-hati nanti”.

“hm….”.

Jam menunjukan jam 7.46 p.m Kim Bum terlihat sedang duduk santai di kursi pojok di sebuah VIP Room di sebuah coffee shop di daerah Apgujeong. Dia duduk dengan kaki terlipat, dengan pakaian yang amat sangat santai. Tak lama datang wanita cantik menghampirinya dengan setelan sederhana, rambut keriting yang terurai membuatnya tampak cantik.

“Mwo??? Orang tuamu ingin bertemu denganku???”. Kaget so eun sampai dia tersendak kopi yang sedang di minumnya. Kim bum mengangguk.

“sungguh kita berdua sudah terjebak dalam semua kepalsuan ini”. Ucap so eun.

“Aku juga sudah tak tahu lagi, jadi bagaimana kita sepakat lusa mempertemukan kedua keluarga kita?”. Tanya kim bum.

“Ne, ayahku juga sudah memaksaku untuk bertemu denganmu dan keluargamu lusa. Kita tentukan saja jam berapa dan dimana”. Ucap so eun.

“Untuk masalah itu biar aku saja yang mengurusnya. Inilah yang aku takutkan sejak awal. Ucapan manager Joo membawa kita ke jalan sempit seperti ini”. Ucap Kim Bum. So eun mengangguk.

“Kita harus segera membuat kontrak itu”. Ucap kim bum.

“Baiklah, berikan aku waktu sehari untuk memikirkan butir-butir perjanjian dariku untuk kontrak itu”. Ucap so eun.

“Baik, lusa sebelum kita bertemu dengan orang tua kita, kita bertemu lagi disini bersama manager kita, dan aku harap perjanjian darimu sudah ada”. Ucap Kim Bum.

“Mengenai kontraknya kau yang buat”. Ucap so eun, kim bum mengangguk.

“Baiklah, kalau begitu sekarang kita pulang saja”. Ucap Kim Bum. Mereka berduapun berjalan keluar ruangan beriringan. Tak disangka di coffee shop itu juga ada dua orang wartawan yang sedang minum kopi, alhasil mereka dengan sigap menghampiri so eun dan kim bum. Mereka berdua kaget dengan kehadiran wartawan itu.

“Maaf, boleh kami meminta waktu sebentar untuk wawancara.”. Ucap seorang wartawan, kim bum tak kuasa menolak, akhirnya dia mau diwawancara, sebelumnya dia member kode pada soeun untuk mendekat, so eun tahu tanda itu, dengan sigap dia langsung merangkul tangan kim bum.

“Apa kalian sedang berkencan?? Kebetulan sekali malam ini adalah malam minggu”. Tanya wartawan Park Seo Joon itu.

“Oh.. ne.ne, hari ini kebetulan kami mempunyai waktu luang, jadi kami sengaja bertemu untuk sekedar bertemu dan meminum kopi”. Jawab kim bum.

“Sepertinya ini untuk pertama kalinya kalian berani tampil bersama di depan public”. Tanya wartawan.

“Oh, ne, sebelumnya kami juga sering bertemu, hanya saja kalian yang tidak pernah melihatnya, benarkan so eun-in?”. Tanya kim bum sambil menatap so eun dan menyodorkan mic pada soeun.

“Iya, tentu kami sering bertemu jika ada waktu kosong. Aku dan kekasihku memang suka makan atau minum kopi bersama di Apgujeong”. Ucap so eun sambil tersenyum manis.

“Baiklah.. sepertinya wawancaranya disudahi saja, kami masih ada urusan lain”. Ucap kim bum. Wawancaraun di hentikan, dan dalam sekejap berita itu sampai diberbagai situs.

Dua hari kemudian, kim bum sudah siap pergi bersama manager Joo. Dibawanya sebuah berkas didalam amplop berwarna cokelat. Dia dan manager Joo pun tiba di Coffee shop di Apgujeong. Sementara so eun terlihat masih di sebuah pusat perbelanjaan.

“Manager Uhm, apa benar aku harus tampil cantik nanti malam?”. Tanya so eun.

“tenanglah, kita akan belanja pakaian, kau harus tampil cantik di depan calon mertuamu.. hehehe aku geli jika harus membayangkannya nanti”. Ucap manager Uhm.

“Kau bisa tertawa, sementara aku menderita”. Ucap so eun.

“tenanglah.. akan aku pilihkan baju yang paling bagus untukmu”. Ucap manager Uhm.

Merekapun tiba di pusat pakaian, so eun terlihat memilih-milih pakaian, manager Uhm juga begitu. Beberapa baju telah ia pilihkan untuk so eun namun tidak ada yang dipilih oleh so eun. padahal baju yang dipilih bagus-bagus.

“Aku sudah pusing, baju seperti apa yang kau inginkan??? Yang seperti ini?”. Tanya manager Uhm sambil menunjukan baju terusan berwarna ungu dengan motif kotak-kotak.

“Nah, iya itu saja.. simple is beautiful”. Ucap so eun.

“Ini baju untuk main, bukan untuk bertemu calon mertua”. Ucap manager Uhm.

“Sudahlah itu saja, kita sudah telat, si kecobong pasti akan marah. Cepat bayar saja bajunya”. Ucap so eun. So eun pun pergi ke salon untuk merapihkan rambut dan make up nya serta berganti pakaian dengan baju yang telah dibeli.

Sudah hampir setengah jam kim bum menunggu, akhirnya orang yang ditunggu pun datang. Wajah kim bum benar-benar sudah geram.

“Hei, gadies cerewet kemana saja kau.. ingin membuatku sampai berkumis menunggumu disini”. Teriak kim bum.

“hei kecobong… aku juga punya urusan dulu. Tak usah berteriak seperti itu, cepat waktu kita sudah mepet”. Ucap so eun.

“kau yang telat, cepat serahkan mana butir perjanjian darimu, aku ingin membacanya dulu”. Ucap kim bum. So eun melemparkan berkasnya pada kim bum, begitupun kim bum. Mereka berdua sama-sama saling membaca berkas itu.

“apa ini? butir kedua, jangan saling mencampuri urusan masing-masing, hei siapa yang akan mengurusi masalahmu, urusanmu yang kau sendiri saja yang mengurusnya, untuk apa aku pusing-pusing mengurusnya”. Ucap kim bum, so eun manyun 2 cm.

“butir ketiga, tidak melakukan hal-hal yang diluar batas, hanya boleh berpegangan tangan dan berpelukan, manager Joo lucu sekali bukan, memangnya aku berniat melakukan apa pada gadis cerewet seperti dia”. Ucap kim bum.

“Lalu kau sendiri apa, butir ke tiga kedua belah pihak harus siap sedia 24 jam jika dibutuhkan, hei, kau pikir aku itu satpam apa?”. Teriak so eun.

“Sudahlah jangan ribut, kalian berdua tandatangani saja apa susahnya, bukankah waktu kalian sempit”. Ucap manager Joo.

“Betul, kalian kan ada janji dengan orang tua kalian, cepat”. Ucap manager Uhm. So eun dan kim bum pun menandatangni dan langsung berangkat menuju restoran Pyoungi-Ja menggunakan mobil Kim Bum.

Mereka berduapun tiba di restoran itu, so eun berjalan beriringan dengan kim bum.

“Nomor berapa tempat duduk yang kau pesan?”. Tanya so eun. “6”. Jawab kim bum. Mereka kembali melanjutkan jalan mereka.

“Aku yakin orang tua kita sudah saling bertemu, kita telat setengah jam”. Ucap so eun.

“Gara-gara tadi kita bertengkar dulu”. Ucap Kim bum. Langkahnya terhenti ketika so eun menarik bajunya, dan mereka bersembunyi di luar restoran.

“Kau bilang, nomor 6 kan, apa itu orang tuamu???”. Tanya so eun yang melihat dua pasang bapak ibu sedang duduk di bangku dan terlihat begitu akrab. “Ye, itu orang tuaku”. Ucap kim bum.

“Aku mempunyai firasat buruk, kita lebih mendekat ayo”. Ucap so eun.

“hei, kenapa kita mengendap seperti maling, kita masuk saja”. Ucap kim bum.

“jangan banyak bicara, diam saja”. Teriak so eun, kim bum ngikut saja. Mereka semakin mendekat kedalam mencoba menguping pembicaraan kedua orang tua mereka. Benar saja so eun tercengang ketika mendengar ucapan orang tuanya dan orang tua kim bum.

“Ternyata orang tua kita sudah saling mengenal?”. Kaget kim bum dan so eun. “teman kuliah bum…”. Ucap so eun masih tak percaya. “mati kita”. Ucap keduanya.

Mereka berduapun masuk kedalam, dan disambut hangat oleh kedua orang tua mereka, mereka berdua saling gugup. Kedua orang tua mereka saling berbincang pada keduanya. So eun dan kim bum hanya manggut-manggut saja.

“Ternyata anak ku tak salah mencari calon istri, kau cantik, baik, dan sopan”. Ucap ibunya Kim Bum, so eun terdiam gugup. Ibunya so eun tersenyum pasti.

“kim bum juga lelaki tampan yang bertanggung jawab”. Balas ibunya so eun. Kim Bum tersenyum pasti.

“Kim Bum-ssi jika aku boleh tahu, apa yang kau sukai dari anaku?”. Tanya ibunya so eun.

“Apa yah?? Apa yang aku suka?.”. bisik kim bum. Tak lama jederrrrrrr kakinya diinjak so eun.

“Oh.. itu.. aku suka karena sifat lembut, hangat, dan sifat penyayangnya. So eun adalah pribadi yang asyik dan selalu membuat orang disekitarnya tersenyum bahagia, memberikan energy yang positif, itu yang aku suka dari so eun”. ucap kim bum. Kedua orang tuanya dan orang tua so eun tersenyum pasti. “Benar-benar jawaban paling bodoh… wanita kasar”. Batin kim bum.

“Nah, kalau so eun-ssi apa yang kau suka dari kim bum?”. So eun kaget mendenggar pertanyaan itu.

Untuk beberapa saat so eun terdiam, dia bingung apa yang harus dia jawab, apa yang dia suka dari kim bum, kenal saja baru beberapa minggu, dan setiap bertemu pun mereka selalu bertengkar. Namun pikirannya melayang ketika so eun mengingat kejadian-kejadian di pulau Nami.

“karena perhatianya”. Ucap so eun tegas. Kim bum menoleh menatap so eun. “Ketika aku sedang ada masalah, ketika aku down kim bum selalu memperhatikanku, memberikan pengertian, perhatian, sikap hangatnya. Ketika aku sedih dia menyemangatiku dengan nyanyiannya. Ketika aku sedang tak perduli dengan diriku, kim bum selalu memperhatikanku, sekedar menanyakan apa aku sudah makan atau minum vitamin, aku sangat suka semua itu”. Ucap so eun berdusta. Rasanya kim bum mau menjatuhkan diri dari kursi, benar-benar 100%  tipu, kapan dia melakukan hal itu.

“Kali ini aku benar-benar yakin kalian sudah saling memahami”. Ucap ibunya kim bum.

“tentu”. Jawab kim bum langsung merangkul so eun. Mereka saling tertawa palsu.

“Kalau begitu, rencana tadi yang sudah ayah dan ayahnya so eun bicarakan bisa terlaksanakan”. Ucap ayahnya Kim Bum.

“Apa itu?”. Tanya kim bum.

“Aku harus kembali lagi ke Jepang mengurusi perusahaan kurang dari dua minggu lagi, maka dari itu aku ingin sebelum aku kembali ke Jepang aku sudah lega menitipkan anaku pada lelaki yang dia cintai”. Ucap ayahnya so eun.

“Maksud ayah?”. Tanya so eun.

“Aku juga akan kembali ke Jepang, maka dari itu kami sudah memutuskan”. Ucap ayahnya kim bum menggantung.

“Kalian harus menikah dalam jangka waktu dua minggu ini”. Ucap ayahnya so eun.

“Mwo???????????????menikah????????”. teriak keduanya.

^^TO BE CONTINUED^^

Preview For Next Episode

“Apa ini harus di lakukan??? Pers conference rencana pernikahan kami?”. Tanya kim bum pada manager Joo dan manager Uhm.

“Kami akan menikah tepatnya tanggal 27 September 2010 di Sheraton Grande Hotel, dan aku sangat yakin degan calon istriku”. Ucap Kim Bum tegas dalam sesi pers conference, so eun menatap lembut kim bum tapi tetap palsu.

“Apa harus melakukan sesi foto pra wedding?”. Tanya so eun pada ibunya dan ibunya kim bum sambil dia sibuk menggunakan gaun pengantin yang cantik.

“Kalau boleh berpendapat, foto praweddingnya aku inginkan juga yang outdoor dan menggambrakan cerita pacaran ku dengan calon istriku”. Ucap kim bum pada sang fotografer.

“Saya Kim Sang Bum, bersedia menerima Kim so eun apa adanya dan menemani kim so eun dalam keadaan senang dan susah sampai akhir hayatnya”. Ucap Kim bum ketika mengucapkan janji nikahnya. So Eun merinding mendengar janji yang diucapkan kim bum.

“Malam ini.. malam milik kalian, bum-ah ayah sudah menyiapkan banyak madu untukmu”. Ucap ayahnya kim bum, kim bum melongo melihat banyak madu dibawa ayahnya so eun.

“So eun-ah buatlah suamimu senang malam ini, sebelumnya mandi dulu.. ibu sudah menyiapkan aroma wangi-wangian”. Ucap ibunya so eun, nenek dan min ji tertawa, sementara so eun bergidig menatap kim bum.

Wait For Next Episode Kya..!!!


47 Tanggapan to “KCB Episode 5 (She Is My Girl, He Is My Boy, and We Get Marreid?)”

  1. rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 2:12 PM #

    aku mohon kerjasamanya.. aku harap komen nya ya mates..chingu..
    kalau ada komen aku bisa semangat menulis lagi..
    so.
    no comment..no post..
    *di jitakin mates sedunia*

    Nden

  2. my_sita 22 September 2010 pada 2:39 PM #

    Ndennnnn..

    Makinn kerenn ajaa neyhhhh…

    Ciamik bangett dechh pokokonyaa…

    ughhhhh… Akuu penasaran tingkat tinggi neyhh
    kau senang membuatku penasarann yachh…heheheeheheh
    Salamm yachh buat si Pauss muu itu…hhiihiii

    Ditunggu loch part selanjutnya..
    jangan lama2 yach Darling…

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 2:42 PM #

      hahhahhhahhaha
      ntar saya sampaikan ke nden dan pausnya….
      iya tuh si neng satu, suka bikin org penasaran.. btw, aku blom baca… *digetok nden*
      baca dulu ahhhhhhhh

  3. rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 2:45 PM #

    @kak sita:
    kakak gomawo udah baca n komen yah kak hahaha
    gomawo buat pujianya juga
    gerrrrrrrrrr
    aku salamin buat paus nya
    penasaran??
    kan ada preview net epi nya kak
    hahahahaha

    @kak mi:
    hayo baca baca…
    itu foto editanya
    aku ngakak..
    tapi gak terlalu jelek juga kan..
    hahahaha

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 2:51 PM #

      rahmi mau komennnnnnnnnnn

      iya nden, kemarin aja aku ngakak bgt…. ternyata emang bagusan editanmu…. ehehehhe btw saya baca dulu

      • NdenSangEun 24 September 2010 pada 12:36 AM #

        sama aja kak
        aku juga gak mahir edit foto
        makanya kita sama-sama lagi belajar

  4. V!@_2023 22 September 2010 pada 2:46 PM #

    Ndeeeeen, KEREN ABiez deh, tapi kok kayaknya lebih pendek ya, hehehe.

    Huaaa, Eunnie nya masih cuek bebek nih sama Bummie, padahal Bummie tadinya dah mulai tertarik.

    Makany ga sabar nih untuk baca lanjutannya y mereka nikah, pasti seru abiez deh.

    Pokoknya TOP BGT deh Nden. Hwaiting! Dtunggu lanjutannya ya😉

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 3:54 PM #

      Kak via
      gomawo udah baca n komen yah kak
      haha gomawo buat pujianya
      hahahahahaha
      so eun cuek bebek..
      kim bum juga kayaknya
      haha
      ok lanjutanya jangan lupa baca
      but kalo NC dikit gak apa-apa yah
      hahahahha

  5. Retno Myaniezasia 22 September 2010 pada 2:56 PM #

    Keereenn…!!!!
    Lucu Nden! I Like It!?
    Jangan lupa ditag ya notes FB ke q
    *sekedar ngingetin agy :p
    Wkwkwkwk…

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 3:50 PM #

      retnooooooooooooooo……………. ff kamu di sini juga banyak yg suka…🙂🙂🙂

    • NdenSangEun 22 September 2010 pada 3:56 PM #

      Kak retno
      gomawo udah baca n komen yah kak
      hahahahahaha
      lanjutanya jangan lupa baca kak
      Ok note FB pasti kak

  6. dini ramadhani 22 September 2010 pada 3:19 PM #

    makin keren nden,kayaknya gara2 ucapan manajer jo ke public semua jd runyam but bagus jg wat bumsso makin dekat.
    btw ada “paus raksasa” jg,ngebayangin segedhe apa ya?
    nden,tetep semangat wat nulis part slnjtnya ya?

    • NdenSangEun 22 September 2010 pada 3:58 PM #

      Dini
      gomawo udah baca n komen FF aku yah
      iya manager Joo tuh
      buat semua jadi hancur
      tapi kalau gak gitu
      mates gak rame dong
      hahahahaha
      bayangin paus raksasa..
      bayangin aja di laut lagi renang
      hahahaha
      lanjutanya jangan lupa baca ok

  7. Merli Beomsoeul 22 September 2010 pada 3:38 PM #

    Hwaaa semakin Seru ka nden ..
    Aku makin ga Sabar tunggu Part2 Selanjutnya!

    Hwaiting !!!!!!!

    • NdenSangEun 22 September 2010 pada 3:59 PM #

      Merli gomawo udah baca n komen FF aku yah
      makasih buat pujianya
      penasaran???
      tunggu di Episode 6 nya yah hahahaha
      berasa kayak apa aja

  8. rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 3:48 PM #

    rahmi mau komen kembali…….

    hahahahhahhahhhahhahahahaha…. ngakak sambil ngebayangin ratusan paus di pelukan kim bum…. hahhaahahhahahah

    Tak aku sangka seorang Kim Min Ji wanita yang melankolis juga”. Ucap Ji Hyun. ==> seperti kakaknya, kim bum (?)

    Memang kalau sedang pusing mereka berdua menghilangkan stress dengan belanja saja. *ini mah kayak authornya hahaha* ==> author boros.. -__- coba klo aku dibeliin juga, g bakaln boros… *loh?*

    itu foto yg lagi nelpon… klo diperhatikan… raut wajahnya sama… foto 1, 2, 3……

    Ucapan manager Joo membawa kita ke jalan sempit seperti ini”. Ucap Kim Bum. So eun mengangguk. ==> ntar deh saya lebarin jalannya bareng nden dan lulu

    hhhmmmm apa yg disukai kim bum dari soeun dan sebaliknya… seperti itu dlm kehidupan nyata kayaknya… hmhmhmhmhmhm

    episode selanjutnya,,,, aku tunggu tgl 27 september 2010…. ahhahhhhhhaha

    kim bum melongo melihat banyak madu dibawa ayahnya so eun. ==> madu?? ekor ikan juga nden… biar tokcer…. suami istri, terutama suaminya yg makan… hahahhhhah

  9. Enn0 BumSso 22 September 2010 pada 4:03 PM #

    Kyaaaa . . .kocak bgd sumpah,mpe q cengar-cengir ndiri mbygn ekspresina kimbum d karakter ff ini,pa agy yg wkt gy gugup d dpn ortuna n kl paz gy brantem ma so eun. Hahaha . . ,

    Pkokna q tunggu y klnjutanNa😉
    Brarti sblm tgl 27 dunt dpostna,cz bumsso qn prescon dl trz blg tgl 27 mndtg nikahna,jd post tgl 25 aja biar kyk asli. . .ho ho ho

    @mb mi : wuidiw . . .mb mi pngalaman bgd dh soal yg bgtuan,yg lbh tokcer dr madu,hagagagagag . . . . *dsambit mb mi* ^^

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 23 September 2010 pada 7:19 PM #

      bukan karena berpengalaman enno……….. *saya kan blom nikah* hehehehhe

      aku tau karena liat drama korea…. hahahahaahha

  10. NdenSangEun 22 September 2010 pada 4:04 PM #

    Kak mi
    gomawo udah baca n komen FF aku yah
    iya biasanya rautsan bummies di pelukan kim bum
    kali ini bummies kalah ma paus

    yups min ji kayak kakaknya
    lihat di episode selanjutnya
    KB melankolis banget
    huahahahaha tapi tetep aja gila

    beliin kak mi sama aja boros
    sama-sama gak bener
    huahahaha

    wah benarkah sama?
    aku gak nyadar
    yang penting
    ada foto itu
    aku pake aja
    hahahaha

    jiahhhhhhh emang aku ma lulu apa?
    lebarin jalan
    iya pake cangkul?
    hahahahaha

    iya juga mungkin
    dikehidupan nyatanya juga gitu hehehehe

    ok 27 september saya masuk kuliah sebenarnya
    hahahahaha
    tapi bumsso nikah

    iya ekor ikan
    ntar aku beli di pasar ikan yah
    hahahaha
    ide yang bagus…..

  11. NdenSangEun 22 September 2010 pada 4:39 PM #

    @enn0:
    gomawo dah mau baca n komen yah,
    ahaha aku juga ketawa waktu ngetikxa, berusaha menyelami karakter kimbum yg dlu kuat dg cassanovanya.

    Betul sist, kta kak mi dia tahu xa dari drama korea tuh ekor ikan.

    Post ep 6 nya gak thu kpan sist. Haha d tunggu aja y

  12. nda bum 22 September 2010 pada 6:39 PM #

    eonnnnnnnnnnnnnnnnnn *triak dr sni * ..
    trs so eun m kim bum bner” cnta bneran g??
    aku tnggu part slnjut’a ya ^^

    • NdenSangEun 24 September 2010 pada 12:23 AM #

      nnda gomawo udah baca n komen yah
      wuhahah lanjutanya jangan lupa baca n komen yah
      tahu juga mereka bener2 cinta apa enggak..
      ihat saja nanti

  13. ybfanfiction 22 September 2010 pada 8:39 PM #

    ngakak guling2 baca eps yg ini. oohh… yg nulis namanya nden, yaa…
    Salam kenal, nden… tulisannya bagus… paling suka sama karakternya so eun apalagi klo udah mulai marah2 trus maki2. “Eh, kecobong”-> makian favoritku nih… xixixixi…
    Teruskan… akan kuikuti terus perkembangan ceritanya… ^^

    • NdenSangEun 24 September 2010 pada 12:27 AM #

      waduh..
      ngakak guling2..
      BTW ybfanfiction
      gomawo udah baca n komen yah..
      iya lam kenal juga..
      jika kamu pernah buka blog aurora..
      aku juga yang nulis 4L1TL hahah *promosi..tetep..*
      huahaha itu kecobong ganteng banget kalo KB
      huahahaha ok lanjutanya jangan lupa baca yah…

  14. sarah 23 September 2010 pada 1:11 AM #

    wah ka nden tambah keren FF nya hahaha! FF nya sebagian dari kenyataan bumsso lagi haha aku jadi ngebayangin dan senyum sendiri abisnya lucu bumsso nya ! next episode di tunggu banget hahaha! Cepat cepat cepat hehe!

    • NdenSangEun 24 September 2010 pada 12:29 AM #

      sarah..gomawo udah baca n komen yah
      hahaha
      makasih buat pujianya juga
      iya sebagian dari kenyataan sarah…
      next Epi tetep baca yah
      kalo mau tahu gimana endingnya

  15. Tykha lupph BumSSo 23 September 2010 pada 7:33 PM #

    Very… Good… Very Good… Beneran deh Baca ni ff kyak lg baca sinopsis KDrama ha.. ha.. Seruu…. banget critanya Benar benar bikin penasaran 1000 % slalu jadi pikiran n ga sabar baca part slanjutnya…. liat tingkah Bumsso bikin ketawa tawa… senyum2 sndiri disangka aneh ma orang diskitar hu.. Tetap Semangat ya bikin FF nya pokoknya TOP AbiZ di tunggu Klanjutannya… SEMANGAT… SEMANGAT…. n semoga sehat slalu..

    • NdenSangEun 24 September 2010 pada 12:31 AM #

      thyka gomawo udah baca n komen yah
      huah makasih buat pujianya
      terharu ampe nangis ngebanjiri rumah
      seneng kalau yang baca seneng
      bikin penasaran mah ahrustapi di FF ini mah gak penasaran
      kan ada preview next part nya
      hahaha
      ok lanjutanya jangan lupa baca yah
      gomawo

  16. Rhyea 23 September 2010 pada 9:10 PM #

    Kak KCB bgus..!! =)..!! G sabar nggu part 6..!! Hahah..!! Bnyak yg coment..!! =)..!!

    • NdenSangEun 24 September 2010 pada 12:34 AM #

      Rhyea gomawo udah baca n komen yah
      uahhhhhhhhhhh
      iya aku juga gak nyangka…
      koz disini gak kayak di BSI
      ok lanjutanya jangan lupa baca yah

  17. Melisa luv Bumsso 24 September 2010 pada 11:35 PM #

    kak lanjutin dong..
    aq udh g sbr mw bca episode 6 nya..
    ff klian emg bgs smw ogg..
    aq ska bc smwnya..
    hehehe
    (xori g ad bhs Korea’na… Soalnya bru gbung n Blum ngerti bhs Korea)

    • NdenSangEun 27 September 2010 pada 12:12 PM #

      gomawo udah baca n komen yah..
      kelanjutanya sudah ada silahkan baca

  18. qinqin 25 September 2010 pada 1:39 PM #

    kaka semangat ya untuk melanjutkannya,kami selau menunggu cerita” kalian

    • NdenSangEun 27 September 2010 pada 12:13 PM #

      gomawo ya udah baca n komen yah..
      ok kelanjutanya silahkan dibaca

  19. bummiesonelf 29 Oktober 2010 pada 6:41 PM #

    akhirnya setelah BSI ditutup aku nyari” FF ini akhirnya ketemu😀

  20. lisa 리사 5 Desember 2010 pada 5:19 PM #

    critanya kocak bgt…………
    bkin crita yg bgys lgi ya…………

  21. cucancie 20 September 2012 pada 7:26 AM #

    Wahhh…makin seruu….

  22. umi_ali 17 Mei 2013 pada 2:24 PM #

    Ini baru namanya bacaan yg menhibur…
    Bener2 deh… Jd hilang stres…
    Good job thor

  23. Aisyahyesung 17 November 2013 pada 11:45 PM #

    para orang tua mereka lucu

  24. Kim Jihyun 9 Januari 2014 pada 8:48 AM #

    nah yo lho ._. disuruh nikah kan tuh wkwkwk

  25. nuri 25 Juli 2014 pada 12:28 PM #

    scandal berujung pernikahan…wow

  26. Mia 30 Juli 2014 pada 8:42 PM #

    Akan jdi apa ea mereka

  27. ainami 8 Agustus 2014 pada 4:09 PM #

    yeaay kawin…. kawin…. lol

    aiiish kali ini perutku berasa dikocok2 saking konyolnya dialog demi dialog yg disajikan hahaha…

    terutama saat bumsso ditanyain kenapa saling suka… .hadeh perfect bgt kebohongan mereka…

    well, sampe saat ini bumsso memang msh menganggap semua hanya akting kan haha

  28. kimmayurinerays 23 Januari 2015 pada 4:36 AM #

    Wah mkin seru ja ne, gmna yah acra prnikhan mereka udh ga sbr ne. Next ja lah🙂

  29. uchiha zoro 23 Februari 2015 pada 7:24 PM #

    nah lo makin runyam dah, tp dstu letak serunya.. keren thor..

  30. shintiarillyani 3 April 2015 pada 10:35 PM #

    Hahahhah lucu pasti ekspresi keduanya hahah

  31. Arir 15 April 2015 pada 7:55 PM #

    Wahh keren nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: