The Love For Happy Together Part.3

21 Sep

So Eun dan Hyun Joong pun duduk di ruang tamu di rumah Min Jung. Sejenak mereka terdiam. Min Jung sedang menerima telepon di ruangan lain. Hyun Joong pun membuka suaranya.
”Aku tidak menyangka kau rupanya sahabat Min Jung.”
So Eun tersenyum, dia pun juga menjawabnya.

”Aku juga tidak menyangka kalau sepupunya adalah kau.”
Mereka pun tertawa kecil mendengar perkataan masing-masing.
”Sungguh tidak terkira kita bertemu lagi disini.”
”Iya. Oh iya, katanya kau sekelas denganku. Tetapi aku tidak pernah melihatmu dikelas.”tanya So Eun.
”Oh itu. Kau sudah mendengar apa yang dikatakan Min Jung kan? Aku orangnya sangat sibuk.”jawab Hyun Joong. So Eun mengangguk mengerti.
”Memangnya kau sibuk apa?”tanya So Eun lagi. Hyun Joong tersenyum lagi.
”Urusan bisnis.”
”Oh.” So Eun pun terdiam. Dia tidak tahu apa yang harus ditanyakan lagi.
”Bagaimana?”tanya Hyun Joong.
”Apanya?”
”Kau sudah tenang? Apa kau bisa menceritakan kepadaku kenapa kau menangis tadi?”
So Eun tertegun mendengar pertanyaan Hyun Joong. So Eun terdiam memikirkannya.
“Itu….aku….”
Tiba-tiba ponsel milik So Eun berdering. So Eun pun langsung mengangkatnya.
“Halo. Apa? Buku? Tunggu sebentar.” So Eun pun memeriksa tas yang dibawanya. Tidak lama, dia pun menepuk dahinya. Hyun Joong tertawa kecil melihat kepanikan So Eun.
”Ah iya! Bukumu memang ada padaku. Baiklah. Sekarang aku akan kesana. Sampai jumpa.” So Eun pun mengakhiri percakapannya diponsel. Dia pun memandang Hyun Joong dengan sedikit menyesal.
”Maaf, Hyun Joong. Aku ada urusan….”
”Tidak apa-apa. Kau pergi sajalah. Biar aku yang katakan kepada Min Jung.” Hyun Joong memotong pembicaraannya.
”Terima Kasih.” So Eun pun meninggalkan Hyun Joong dengan buru-buru. Hyun Joong hanya tersenyum melihatnya sampai jauh.

Min Jung pun datang.
”Maaf, aku lama. Tadi ada telepon. Eh? Mana So Eun?”tanya Min Jung sambil duduk disamping Hyun Joong.
”Dia pergi ada urusan.”jawab Hyun Joong sambil meminum teh yang sudah tersedia di meja.
”Oh begitu. Ngomong-ngomong, Hyun Joong. Bagaimana kau bisa mengenalnya? Memangnya dimana kau mengenalnya?”tanya Min Jung bertubi-tubi karena penasaran. Hyun Joong pun tertawa.
”Hei! Orang sedang bertanya, kau malah tertawa?”kesal Min Jung melihat sikapnya.
”Bukankah waktu itu aku sudah pernah mengatakannya kepadamu?”
”Hah?” Min Jung tetap tidak mengerti.
”Gadis yang kutemui sedang menangis ditaman.”ujar Hyun Joong.
”Oh! Maksudmu gadis itu adalah dia?”tanya Min Jung tidak percaya. Hyun Joong mengangguk.
”Apa? Oh…” Min Jung mengangguk. Saat Hyun Joong melihat kebawah. Dia menemukan sebuah foto yang terjatuh. Rupanya saat So Eun sedang memeriksa tasnya, dia tidak menyadari bahwa foto miliknya terjatuh dilantai. Hyun Joong pun mengambil dan mengamatinya.
”Bukankah ini So Eun, Kim Bum dan Ji Yun?”tanya Hyun Joong yang membuat Min Jung pun memperhatikannya.
”Iya benar, memang mereka.”
”Hah?” Hyun Joong mengernyitkan dahinya.
”Mereka ini sahabat satu sekolah semasa SMA. Lihat So Eun dulu kan begitu buruk.”
”Tapi sekarang dia berubah.”
”Tentu saja dia berubah karena dia sedang berjuang….” Min Jung langsung menutup mulutnya. Hampir saja dia membocorkan rahasia So Eun karena dia sudah berjanji kepadanya untuk tidak memberitahukan siapa pun.
”Berjuang apa?” Hyun Joong semakin penasaran.
”Ya. Tentu saja berjuang untuk dirinya sendiri. Karena dia bosan jadi orang buruk.”jawab Min Jung berbohong sambil tersenyum. Hyun Joong hanya terdiam.
”Min Jung. Kau bilang dia adalah sahabatmu.”tanya Hyun Joong lagi. Min Jung mengangguk.
”Apa kau tahu alasan kenapa dia menangis ditaman?”
Min Jung tertegun mendengar pertanyaan Hyun Joong. Min Jung jadi salah tingkah.
”Uhm… Maaf, Hyun Joong. Aku mau ke kamarku dulu. Aku lupa kalau aku harus mengembalikan buku ke Kim Joon.” Min Jung langsung ke atas meninggalkan Hyun Joong yang mulai sedikit curiga dengannya. Dia pun memperhatikan foto itu lagi.
”So Eun, Kim Bum, dan Ji Yun?”gumamnya dengan penasaran.

”Maafkan aku.”ucap So Eun menyesal kepada temannya di kampus.
”Sudahlah, tidak apa-apa So Eun. Yang penting kau sudah mengembalikan bukuku.”ujar temannya sambil menepuk bahunya lalu dia pun pergi. So Eun pun jadi lega. Dia pun berbalik menyusuri lorong kampus.
Dia pun melewati taman. Dan dia terkejut bertemu dengan seseorang.
”Gook Ji Yun?”panggilnya tepat didepan Ji Yun yang sedang jalan. Ji Yun pun ikut terkejut melihatnya.
”Kim So Eun.”

Mereka berada dikafe. Mereka pun duduk berhadapan. Ji Yun meminum kopi hangat karena suasana sedang dingin. Sedangkan So Eun awalnya terdiam, tidak lama dia pun ikut meminum kopi. Ji Yun yang melihat So Eun langsung meletakkan gelasnya.
”Kim So Eun. Aku tidak menyangka kau jadi berbeda dengan yang dulu.”ujar Ji Yun sambil tersenyum. So Eun pun berhenti minum dan dia pun meletakkan gelasnya. Sambil berusaha menghilangkan rasa sakit hatinya. Dia pun ikut tersenyum.
”Oh, iya?”
”Iya. Kau jadi terlihat lebih cantik dibanding yang dulu.” puji Ji Yun.
”Terima kasih.” ucap So Eun.
”Tapi biasanya kau tidak suka diet. Kenapa tiba-tiba kau bisa berubah pikiran?”tanya Ji Yun.
So Eun tertegun mendengarnya. Dia harus mengingatkan dirinya, meskipun Ji Yun adalah sahabatnya yang dulu, sahabat yang sering dijadikan tempat curhatnya. Namun kini sudah berbeda. Kini dia tidak hanya sahabat, dia adalah tunangan Kim Bum. So Eun pun berbohong kepadanya.
”Karena aku bosan jadi orang yang buruk.”
”Uhm…. begitu ya?” Ji Yun kembali meminum kopi hangatnya. So Eun terus memandanginya.
”Ji Yun. Bagaimana kau bisa menyukai Kim Bum dan menjadi tunangannya?” Akhirnya So Eun pun memberanikan dirinya bertanya kepada Ji Yun.
Ji Yun tertegun mendengarnya. Dia jadi sedikit kikuk. Kemudian dia pun meletakkan gelasnya.
”Oh itu. Awalnya aku tidak menyukainya, So Eun. Karena aku tahu kau masih menyukainya. Namun sejak kau pindah, dia semakin mendekatiku. Tentu aku yang masih menganggapnya sahabatku jadi malah aku yang terus curhat dengannya. Kau tahu waktu itu aku masih memiliki kekasihkan?”
So Eun mengangguk.
”Dia memutuskanku. Waktu itu, suasana hatiku benar-benar sangat buruk. Tetapi Kim Bum yang selalu menghiburku disaat aku sedang duka. Dan tiba-tiba dia menyatakan perasaannya.” Ji Yun berhenti sejenak sambil meminum kopinya. So Eun masih tetap setia menunggu kelanjutan ceritanya. Ji Yun pun melanjutkannya.
”Awalnya aku tidak menerimanya karena aku mengingatmu yang masih menyukainya dan tentu aku tidak pernah menyukainya. Namun dia tetap mengejarku. Dan akhirnya aku pun luluh. Tidak lama hubungan kami direstui orang tua kami dan kami pun bertunangan.” Ji Yun pun kembali meminum kopi.
So Eun hanya bisa terdiam sambil meminum kopinya juga.
”So Eun.”panggil Ji Yun. So Eun pun memandangnya.
“Kau tidak apa-apa kan? Aku takut kau akan membenciku karena hal ini. Aku tidak mau dianggap mengkhianati sahabatku sendiri.”
So Eun tertegun mendengarnya. So Eun berusaha tabah dan menahan kesedihannya.
So Eun pun tersenyum.
“Tidak apa-apa, Ji Yun. Bukan salahmu juga. Dia yang menyukaimu, bukan aku. Aku mengerti hal itu.”
“Sungguh? Terima kasih.” Ji Yun pun menggenggam tangan So Eun dengan lega. So Eun hanya tersenyum melihatnya. Padahal hatinya kini kembali jadi sesak mendengar cerita Ji Yun tadi.

So Eun masih terus mengingat cerita Ji Yun tadi siang. Dirinya sungguh tidak mengira kalau Ji Yun begitu masih mengingat persaannya. Namun apa daya, mungkin memang bukan takdir. Dia harus tetap menerima keputusan Kim Bum menjadi milik Ji Yun. Bukan dirinya. Min Jung langsung masuk ke kamar So Eun.

”Hai, So Eun! Kau sedang apa? Malam-malam begini kau melamun lagi.”ujar Min Jung yang begitu mengagetkan So Eun.
”Tidak apa-apa.” So Eun menggeleng kepalanya.
”Oh. Begitu.”
So Eun langsung mengambil mantel dan tasnya. Min Jung terkejut melihatnya.
”Kau mau kemana, So Eun?”
”Aku mau keluar cari udara segar.”jawab So Eun sambil tersenyum.
So Eun pun keluar meninggalkan Min Jung yang masih terdiam bingung.

So Eun terus berkeliling di sekitar kota. Mencari ketenangan dirinya. Dari pertama kali kuliah sampai sekarang rasanya So Eun terus sakit kepala dan hati. Sungguh tidak bisa mengawali hari-harinya dengan gembira. Entah bagaimana cara melupakan rasa sakit hatinya kepada mereka.

So Eun terus menggosok tangannya yang sudah bersarung tangan. Cuaca malam ini begitu sangat dingin. Sesekali dia mengelus kedua lengannya sendiri memberi kehangatan kepada dirinya. Kemudian dia melihat sebuah toko. So Eun pun masuk kedalam dan memesan minuman kopi hangat.
So Eun pun keluar sambil minum kopi pesanannya. Dia melanjutkan perjalanannya.
Menyusuri kota-kota yang begitu terang dan indah. So Eun jadi terhibur melihat lampu-lampu yang menerangi kota begitu sempurna. Sesekali dia melihat pasangan-pasangan bahagia yang dilewatinya.
So Eun kembali muram melihatnya. Tidak lama, dia pun menggelengkan kepalanya sendiri untuk tidak terlalu memikirkannya. Dia kembali meminum kopinya sampai habis.

So Eun meminum kopinya namun dia baru sadar kalau kopinya sudah habis. Dia melihat sekeliling mencari kotak sampah. Dia menemukannya lalu dia berlari dan membuang gelas plastik itu. Tidak jauh dari hadapannya, dia melihat sosok yang dikenalnya yang sedang menunggu seseorang di depan sebuah butik.
”Gook Ji Yun.” So Eun terus memerhatikannya. Tidak lama sebuah mobil datang dihadapannya. Kim Bum keluar dari mobilnya.

Ji Yun tersenyum dan berlari sambil memeluk Kim Bum.
”Maaf, lama ya?”tanya Kim Bum.
”Iya. Kau ini membuatku menunggu kedinginan seperti ini. Aku hampir saja beku!”kesal Ji Yun ngomel. Kim Bum tertawa.
”Maafkan aku, sayang.”ucap Kim Bum sambil membelai kepalanya. Namun tetap saja Ji Yun cemberut. Kim Bum tertawa melihatnya. Lalu dia mencium bibir Ji Yun dengan mesra.
So Eun tertegun melihatnya.

Hyun Joong yang sedang jalan-jalan malam. Dia menghentikan langkahnya karena tidak sengaja melihat Kim Bum dan Ji Yun berciuman di depan kap mobilnya.
”Huh! Dasar pasangan norak!? Tidak tahu malu berciuman ditempat umum. Ckckck…” Hyun Joong menggeleng kepalanya dengan heran. Namun tatapannya menangkap So Eun sedang memperhatikan mereka.
”Bukankah itu So Eun?” Hyun Joong menyipitkan matanya untuk melihatnya dengan jelas. Namun dia tertegun melihat So Eun langsung mengeluarkan air matanya dengan terdiam.
”Kenapa dia menangis?” Hyun Joong memperhatikan So Eun. Lalu mengikuti arah tatapan So Eun yang melihat Kim Bum dan Ji Yun yang sedang berciuman.
Hyun Joong pun memikirkannya. Dan dia pun menyadarinya.

So Eun pun terpaksa mengeluarkan air matanya. Dia tidak bisa menahan kesedihannya.
Dia tidak tahan melihatnya, dia pun berbalik bermaksud pergi dari tempatnya namun dia menabrak tubuh seseorang. So Eun pun mendongakkan kepalanya. So Eun terkejut.
”Kim Hyun Joong.”panggilnya dengan lirih. Hyun Joong tidak menjawabnya, dia malah memerhatikan pasangan di depan butik itu.
”Sudahlah, Kim Bum! Ayo kita masuk. Aku sudah kedinginan nih.”keluh Ji Yun sambil mengelus lengannya sendiri. Kim Bum pun membuka pintu untuk Ji Yun dan Ji Yun pun memasuki mobil itu begitu juga Kim Bum. Mereka pun meninggalkan tempat butik itu. Sementara So Eun berbalik menatap kepergian mobil itu sampai jauh
”Aku rasa. Aku sudah mengetahui alasan kenapa kau selalu menangis.”
So Eun tertegun mendengarnya.
”Apa maksudmu?”tanya So Eun bingung.
”Kau menangis karena kau menahan rasa sakit hatimu kepada Kim Bum yang sudah menjadi tunangan Ji Yun kan?”
Jawaban Hyun Joong membuat So Eun terkejut.
“Hah? Apa maksud ucapanmu itu? Aku sama sekali tidak mengerti.” So Eun berusaha mengelaknya sambil melewatinya, menghindarinya.
”Lalu apa maksud foto ini?” Hyun Joong menunjukkan foto milik So Eun yang terjatuh di rumah Min Jung tadi. So Eun berhenti dan berbalik. Terkejut melihat Hyun Joong memegang fotonya.
”Bagaimana kau bisa mendapatkan foto itu?”tanya So Eun sambil mengambil foto yang dipegang Hyun Joong.
”Kau menjatuhkannya di rumah Min Jung.”
So Eun terdiam.
”Jawab pertanyaanku. Benarkan yang aku katakan tadi?” lagi-lagi So Eun tetap diam. Hyun Joong pun menariknya, membawa ke suatu tempat.

Hyun Joong membawakan dua gelas kopi hangat. Satu gelas diberikannya ke So Eun. Dan dia langsung meminum kopi hangat itu. Sementara So Eun masih tetap memegang gelasnya. Mereka duduk di bangku taman. Suasana masih tetap dingin sesuai dengan perasaan So Eun saat ini.
”Apakah dia tahu perasaanmu?”tanya Hyun Joong.
So Eun menggeleng kepala. Tetap dengan posisinya yang sambil menunduk. Hyun Joong pun meletakkan gelasnya begitu juga milik So Eun.
”Hhhh…. So Eun. Aku mengerti perasaanmu. Tetapi bukankah kau tidak harus selalu sedih melihatnya.”
Tiba-tiba air mata So Eun kembali jatuh. Hyun Joong jadi terdiam melihatnya.
”So Eun. Apa kau membawa saputanganku?”
So Eun mengangguk. Lalu dia mengeluarkan sapu tangan milik Hyun Joong dari tasnya. Dan diberikannya ke Hyun Joong. Hyun Joong malah menyeka air mata So Eun sehingga So Eun terkejut melihatnya.
”Hyun Joong?”
”Kenapa setiap kita bertemu, kau selalu seperti ini? Padahal aku tidak mau kalau bertemu denganmu selalu dalam keadaan sedih. Aku lebih senang melihatmu tersenyum dan tertawa dihadapanku, Min Jung, dan yang lainnya. Aku tidak mau terus melihatmu terpuruk dalam perasaanmu yang sedang sedih.”ujar Hyun Joong tetap menyeka air matanya sampai kering.
Namun air mata So Eun kembali terjatuh. Kini dia menangis dihadapan Hyun Joong. Hyun Joong berhenti menyekanya.
”So Eun.”
So Eun langsung memeluknya, mengeluarkan semua air mata yang ditahannya. Dia terus menangis terisak.
”Lalu apa yang harus aku lakukan, Hyun Joong? Bagaimana caranya agar aku tidak terus sedih? Bagaimana caranya agar aku bisa ceria? Bagaimana caranya agar aku bisa bahagia melihat mereka bahagia? Bagaimana caranya?!” teriak So Eun sambil memukul dada Hyun Joong. Hyun Joong pun menahan rasa sakitnya. So Eun terus menangis terisak. Sementara Hyun Joong pun membalas pelukan So Eun dan membelai kepalanya untuk menenangkannya.
Hyun Joong tidak mengira So Eun begitu menderita dengan perasaannya.

TO BE CONTINUED………………………..

Apakah yang harus dilakukan Hyun Joong kepada So Eun agar So Eun bisa kembali ceria dan bahagia tanpa harus selalu merasa sakit hati setiap melihat Kim Bum bersama Ji Yun?
Akankah So Eun mampu?

10 Tanggapan to “The Love For Happy Together Part.3”

  1. dini ramadhani 22 September 2010 pada 12:56 AM #

    makin sedih aja ceritanya hiks hiks
    hyun jung baek bgt,kalo gitu soeun ma hyun jung aja deh!*mang siapa yg jd author*
    dtunggu part 4 nya

  2. Afrida 23 September 2010 pada 5:25 PM #

    Kok g dlnjtn lg?atau blm di posting ya?pdhl sru lo

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 23 September 2010 pada 7:13 PM #

      ntar ya lanjutannya… coz masih sibuk kul jadi g bisa posting.. insya ALLAH hari sabtu ya…

      makasih udah baca🙂

  3. Triple SElf 25 September 2010 pada 9:27 PM #

    Kim Bum kok gitu? Lanjut ya, penasaran nih!

  4. sukma 6 Januari 2012 pada 1:45 PM #

    gak terimaaaaaaaaaaa….
    masak kimbum ciuman sma jiyun…:(

  5. rossita 27 Desember 2012 pada 6:50 PM #

    aissh … kim bum, neo pabboya! kenapa sih kenapa harus sama ji yun??
    padahal so eun udah bela2in buat ngerubah penampilannya ..

  6. Aisyahyesung 19 November 2013 pada 4:48 PM #

    wah pajat hati banget jd soo un

  7. Kim Jihyun 8 Januari 2014 pada 8:25 AM #

    uh kimbum gak peka -,-

  8. Mia 30 Juli 2014 pada 3:01 PM #

    Cinta memang tak harus memiliki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: