The Love For Happy Together Part.2

21 Sep

Annyeong mates!!??
Masih ingat kan So Eun terus menangis di taman sambil duduk ditanah?
Apa yang terjadi selanjutnya???
Dari pada penasaran, langsung aja deh!

So Eun masih terus menangis ditempatnya. Seorang pemuda datang menghampirinya sambil menyodorkan saputangan miliknya. Melihat itu, So Eun mendongakkan kepalanya untuk melihat pemuda dengan jelas. Seorang pemuda tampan dengan jaket coklatnya. Pemuda itu berjongkok didepan So Eun yang masih berlutut.

”Kau tidak apa-apa?”tanya pemuda itu sambil tersenyum.
So Eun menggeleng pelan.
”Pakailah saputanganku ini.” Pemuda itu pun terus menyodorkan saputangannya.
So Eun pun menerima saputangannya dan menghapus airmatanya yang membasahi pipinya.
”Terima kasih.”ucap So Eun sambil berdiri. Pemuda itu pun ikut berdiri.
”Tapi saputanganmu…..”
”Kau pakai sajalah.”potong pemuda itu.
So Eun pun tersenyum. Pemuda itu jadi terpesona melihat senyuman So Eun yang begitu manis.
”Kalau begitu. Nanti aku akan kembalikan saputanganmu. Aku pergi dulu ya.”
So Eun pun meninggalkan pemuda itu yang masih terpana dengan senyuman So Eun tadi. Ponselnya pun berdering.
”Halo.”jawabnya.
”Kim Hyun Joong! Kau dimana? Kami sedang menunggumu dikafe.”ujar yang ternyata sepupunya, Min Jung.
”Iya. Aku akan segera kesana.”
Hyun Joong mengakhiri percakapannya dan dia langsung menuju ke kafe.

Keempat orang itu sedang asyik bercanda dikafe. Dan Hyun Joong langsung duduk bergabung.
”Hyun Joong. Kau tadi dari mana saja? Kami sudah lama menunggumu.”omel Min Jung kepada sepupunya. Hyun Joong tertawa cekikikan.
”Maaf ya. Tadi aku bertemu dengan seorang gadis.”
”Hah? Gadis?”heran Kim Bum.
”Iya. Tadi dia sedang menangis. Karena kasihan, jadi aku memberikannya saputanganku.”
”Wah…. sejak kapan kau jadi peduli begitu? Biasanya cuek.”jahil Ji Yun.
”Tentu saja tidak denganmu. Karena kau itu tunangannya.”balas Hyun Joong. Mereka pun tertawa mendengarnya.
”Hahahaha…. Ngomong-ngomong, siapa gadis itu?”tanya Kim Joon penasaran.
”Entahlah. Aku tidak tau namanya, karena aku belum mengenalnya.”
”Aih! Kau ini bagaimana sih? Kenapa tidak langsung berkenalan dengannya?”kata Min Jung sambil memukul kepala Hyun Joong.
”Bukannya begitu. Masalahnya dia langsung pergi begitu aku memberikan saputanganku.” Hyun Joong melindungi kepalanya agar Min Jung tidak memukulnya lagi.
”Lagi pula senyumannya. Baru kali ini aku melihat senyuman seorang gadis yang begitu manis dan indah seperti bidadari.”lanjut Hyun Joong sambil menerawang memikirkan senyuman So Eun.

Min Jung, Kim Joon, Kim Bum, dan Ji Yun saling berpandangan mendengarnya.
”Hyun Joong. Sepertinya kau sedang jatuh cinta ya?”tebak Kim Bum yang membuyarkan lamunan Hyun Joong. Hyun Joong hanya tersenyum.
”Mungkin.”

Malam harinya, So Eun terus melamun mengingat kejadian tadi siang. Sungguh tidak menyangka kalau Kim Bum mencintai Ji Yun. Bukan dirinya. So Eun memandang foto yang menggambarkan dirinya bersama Kim Bum dan Ji Yun sejak SMA. Tanpa disadarinya, airmatanya kembali jatuh di atas foto itu. So Eun pun kembali bersedih.
Min Jung yang ke kamar So Eun terkejut mendapatinya sedang bersedih.
”So Eun? Kau kenapa?”tanya Min Jung sambil mendekati So Eun.
Melihatnya datang, So Eun langsung menghapuskan airmatanya.
”aku tidak apa-apa, Min Jung.”
”Tapi kau menangis.”
Min Jung melihat foto yang dipegang So Eun.
”Ini kan Kim Bum dan Ji Yun kan?”
So Eun mengangguk.
”Oh iya, kalian kan bersahabat. Lalu apa yang membuatmu menangis?”tanya Min Jung lagi. So Eun tidak menjawabnya.
”So Eun. Ceritakanlah padaku. Kau kan sudah berjanji kalau kita adalah sahabat.”
”Sahabat?” So Eun memandang Min Jung dengan serius. Min Jung mengangguk.
”Kalau aku cerita, apakah kau bisa kupercaya?”tanya So Eun membuat Min Jung mengernyitkan dahinya.

Kim Bum mengacak-acak seisi laci dikamarnya. Dia sedang mencari sebuah album. Dan dia pun menemukannya. Diambilnya album itu yang sudah berdebu. Dia meniupnya agar debu-debu itu hilang dari albumnya. Kemudian dia duduk disofa. Dengan perlahan, dia pun membuka album itu. Kim Bum tersenyum melihat macam-macam fotonya bersama So Eun waktu SMA.

”So Eun begitu jelek penampilannya dulu. Tapi sekarang dia jadi cantik. Aku heran memangnya ada kejadian apa ya membuatnya berubah begitu? Tapi aku senang melihatnya apalagi senyumannya lebih indah dibanding yang dulu.”pikir Kim Bum sambil mengelus foto itu.

“Cinta pertamamu itu adalah Kim Bum dan Ji Yun adalah sahabatmu?”heran Min Jung kaget. So Eun mengangguk sambil menahan kesedihannya.
“Tapi mereka bertunangan.”
“Makanya itu. Aku sudah tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Semua usahaku telah sia-sia. Aku harus melupakannya. Aku tidak mungkin tega menghancurkan kebahagiaan mereka jika aku tetap egois untuk memilikinya.”ucap So Eun.
Min Jung pun mendekati So Eun dan membelai kepala sahabatnya.
”Aku mengerti. Kau yang sabar saja ya. Aku yakin kau pasti bisa melupakannya dan menemukan penggantinya yang lebih baik.”hiburnya.
”Terima kasih, Min Jung.” So Eun kembali tersenyum merasa terhibur dengan perkataan Min Jung.
”Oh iya. Aku punya sepupu. Dia sudah datang kesini. Dia juga mahasiswa Shinhwa dan mengambil jurusan yang sama, ekonomi. Bagaimana kalau aku perkenalkan dia kepadamu?”tanya Min Jung dengan sifat cerianya. So Eun tersenyum mendengarnya.
”Kau mau kan?”bujuk Min Jung. So Eun hanya bisa mengiyakan. Lalu Min Jung memeluknya.
”Baik. Aku akan menghubunginya. Kapan dia bisa menemuimu. Soalnya dia orangnya suka sibuk.”
Kemudian Min Jung pun keluar dari kamarnya.

Ponsel milik So Eun berdering. Segera dia mengambilnya. Dahinya mengernyit melihat nomor yang tidak dikenalnya. Segera dia mengangkatnya.
”Halo.”jawab So Eun.
”Halo. So Eun ya? Ini Kim Bum.” Rupanya dari Kim Bum. Hati So Eun kembali berdebar mendengarnya.

”Oh. Kim Bum. Aku kira siapa.”ujar So Eun sambil berusaha menahan debaran hatinya.
”Uhm… Besok kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan dan kita mengobrol-ngobrol. Karena kita kan sudah lama tidak berjumpa.”ajak Kim Bum membuat So Eun terdiam memikirkan tawarannya.
”Aku harus menerimanya atau tidak?”batin So Eun yang rupanya bingung dengan tawarannya.
”So Eun?”panggil Kim Bum yang tidak mendengar suara So Eun.
So Eun pun menyadarkan dirinya dan menjawabnya dengan tersenyum.
”Baiklah. Besok aku bisa.”
”Oke. Besok kita ketemu dikafe setelah pulang dari kuliah.”
So Eun pun mengiyakan sekaligus mengakhiri percakapannya.
So Eun pun duduk ambruk dikasurnya. Hatinya berkecamuk memikirkannya.
”Apa yang harus aku lakukan?”tanya So Eun kepada dirinya sendiri.

*****

So Eun sedang duduk dikafe sementara Kim Bum sedang mengambil pesanannya. Kemudian dibawanya pesanan itu ke meja So Eun. Kim Bum memberikan roti ke So Eun dan So Eun pun menerimanya.

”So Eun, aku sungguh tidak mengira kalau dirimu ini adalah So Eun yang dulu.”
So Eun menghentikan aksi makannya. Dan dia menatap Kim Bum.
”Kenapa kau bisa berpikir begitu?”
Kim Bum tersenyum mendengar pertanyaan So Eun.
”Dulu kau kan jelek. Sekarang kau berubah. Jadi cantik dan senyumanmu yang dulu kini semakin indah. Aku jadi menyukai dirimu seperti ini.”
Hati So Eun berdebar mendengar pujian Kim Bum. So Eun langsung meminum jusnya agar wajahnya yang merona tidak terlihat oleh Kim Bum.
”Kim Bum, bagaimana kau bisa mencintai Ji Yun?”tanya So Eun.
Kim Bum terdiam, tersenyum sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

Lalu dia memohon kepada So Eun dengan menyesal.
“So Eun. Maafkan aku. Bukan maksudku menyakitimu.”
So Eun jadi bingung melihat sikapnya.
”Aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Kau pasti masih ingatkan waktu aku berkenalan denganmu?”
So Eun mengangguk.
”Aku mendekatimu karena ingin kenal lebih dekat dengan dia.”
So Eun terbelalak mendengarnya. Hati So Eun jadi sedih.
”Tapi bukan maksudku memanfaatkanmu. Aku juga senang bersahabat denganmu. Berkatmu, aku jadi bisa kenal dekat dengan dia. Kau mengertikan? Kau tidak marah kan?”tanya Kim Bum yang mulai khawatir melihat raut So Eun yang begitu terkejut.
So Eun menggeleng sambil tersenyum.
”Tidak apa-apa, Kim Bum. Aku mengerti. Aku senang bisa dianggap jadi sahabat yang berguna bagi kalian.”jawabnya sambil menahan kesedihan. Dia tidak ingin menangis dihadapan Kim Bum. Kim Bum tersenyum lega. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Kim Bum pun mengangkatnya.
”Halo, Ji Yun? Iya? Oh… Baiklah. Sebentar lagi aku akan menjemputmu.”ucap Kim Bum sambil menutup ponselnya.
”Maaf, So Eun. Sepertinya kita tidak bisa mengobrol lebih lama lagi. Kau tidak apa-apa kan kalau aku tinggalkan kau sendiri?”tanya Kim Bum.
”Tidak apa-apa, Kim Bum. Kau pergilah menjemputnya. Nanti dia akan kelamaan menunggumu.”jawab So Eun. Kim Bum pun pergi meninggalkannya di kafe.
So Eun kembali memakan rotinya. Dan air matanya pun terjatuh menyatu dengan rotinya. Kini So Eun bisa mengeluarkan air matanya tanpa dihadapan Kim Bum.

Hyun Joong memasuki kafe dan memesan pesanannya. Dia melihat sekeliling ruangan di kafe itu dan dia melihat So Eun yang sedang makan roti sambil menangis terdiam. Lalu Hyun Joong membawa pesanannya ke meja So Eun.
”Hai.”sapa Hyun Joong membuat So Eun sedikit terkejut melihat kedatangannya.
”Kau?”
Hyun Joong tersenyum.
”Sepertinya setiap kali aku bertemu denganmu pasti kau sedang menangis.”ujar Hyun Joong. So Eun menunduk malu dan buru-buru menghapuskan air matanya.
”Oh iya. Ini saputanganmu. Aku tidak tahu kapan aku bisa menemukanmu dan mengembalikannya.”
So Eun mengeluarkan saputangan milik Hyun Joong dari tasnya lalu menyerahkannya. Namun Hyun Joong menolaknya.
”Sepertinya hari ini bukan waktu yang tepat untuk mengembalikan saputanganku. Lebih baik kau pakai untuk menghapus air matamu. Nanti kalau kau sudah tidak bersedih lagi, barulah kau bisa mengembalikan saputanganku.”
So Eun tertegun mendengarnya. Dengan sedikit terpaksa dia pun memasukkan kembali saputangan itu ke dalam tasnya. Dan kembali memakan rotinya sambil minum jusnya. Begitu juga Hyun Joong.
”Oh iya, aku belum mengetahui namamu. Aku Kim Hyun Joong, panggil saja Hyun Joong.”kata Hyun Joong sambil mengulurkan tangannya.
So Eun pun menyambutnya sambil tersenyum.
”Kim So Eun, So Eun.”jawab So Eun sambil berjabat tangan dengannya.
”Kim So Eun. Nama yang indah.”
So Eun tersenyum mendengarnya.
Mereka pun kembali memakan roti.
”Oh iya, kalau aku boleh tahu. Kenapa kau menangis?”tanya Hyun Joong.
So Eun terdiam.
”Oh maaf. Kalau kau tidak mau cerita. Tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksakanmu.”ujar Hyun Joong yang merasa bersalah dengan So Eun.
So Eun malah tertawa cekikikan. Membuat Hyun Joong agak bingung melihatnya.
”Kenapa kau malah tertawa?”tanya Hyun Joong.
”Kau ini sungguh lucu sekali. Aku bukannya tidak mau cerita denganmu tetapi memang aku sedang malas bercerita.”jawab So Eun.
”Oh begitu. Aku pikir kenapa. Baiklah. Kalau kau memang sudah ingin bercerita. Jangan lupa panggil aku ya?” ucap Hyun Joong sambil menunjukkan jari kelingkingnya.
Melihat itu, So Eun tertawa dan menyatukan jari kelingkingnya ke jari Hyun Joong yang diacungkan.
“Baiklah.” mereka pun berjanji dan mengobrol-ngobrol. Perkataan Hyun Joong kadang membuat So Eun tertawa seolah dia melupakan kesedihan yang tadi karena Kim Bum.

Min Jung terus gelisah di depan rumahnya. Dia sudah berjanji akan memperkenalkan sepupunya kepada So Eun. Namun So Eun belum menampakkan batang hidungnya.
Tidak lama, akhirnya So Eun pun datang. Min Jung langsung menghampirinya.
”So Eun! Kau ini dari mana saja? Aku menunggumu.”tanya Min Jung dengan sedikit kesal. So Eun pun langsung meminta maaf.
”Maaf, Min Jung. Tadi aku ada urusan dengan temanku.”
”Ah sudahlah, yang pasti sebentar lagi dia akan datang.”
Min Jung menarik So Eun masuk ke dalam rumahnya. Namun langkahnya terhenti karena sebuah mobil berhenti didepan mereka. Dan seorang pemuda keluar dari mobilnya dan menghampiri Min Jung.
”Maaf Min Jung. Aku terlambat.”ucapnya menyesal.
So Eun tertegun melihatnya.
”Lupakan saja itu. So Eun, kenalkan dia ini sepupuku. Kim Hyun Joong.”
Hyun Joong pun terkejut melihat So Eun.
”Kim So Eun?”
So Eun pun tidak kalah kagetnya.
”Kim Hyun Joong?”
Min Jung hanya terdiam bingung melihat keterkejutan mereka.

TO BE CONTINUED……………………………..

So Eun terkejut rupanya Hyun Joong adalah sepupunya Min Jung.
Akankah Hyun Joong mengetahui alasan So Eun menangis sementara Min Jung sudah berjanji kepada So Eun untuk tidak memberitahu siapa-siapa?

5 Tanggapan to “The Love For Happy Together Part.2”

  1. dini ramadhani 22 September 2010 pada 12:44 AM #

    kim bum tega nian drmu,deketin soeun cm buat dapetin ji yun hik hik hik
    *pdhal di bof,aq sebeeel bgt ma ni cwek,eh dsni mkin bikin kesel aaarrrgh!*
    tp bgs jg,berarti authornya berhasil bikin sedih sm sebel pembaca,trs semangat

  2. rossita 27 Desember 2012 pada 6:31 PM #

    aishh ..
    kim bum asli tega. deketin so eun cuma untk dapetin ji yun ..
    ngeselin !

    smoga hyun joong bisa bantuin so eun buat lupain rasa sedihnya dia .. tapi so eun ga boleh jadian sama hyun joong. harus sama kim bum😀 hahahaha

  3. Aisyahyesung 19 November 2013 pada 4:19 PM #

    wah gimana kelanjutan kisah mereka ia

  4. Kim Jihyun 8 Januari 2014 pada 8:18 AM #

    soeun ama hyunjoong aja.. ^^ wkwkwk

  5. Mia 30 Juli 2014 pada 2:47 PM #

    Moga aja hyun joong bisa jdi obat sakit hati untk so eon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: