Tentang cinta yang sederhana [OS]

21 Sep

Adakalanya aku bisa hidup tanpa air, tanpa sinar, tanpa udara

Tapi bisakah aku hidup tanpamu? Kurasa jawabannya tidak.

Hari ini tanggal 06 juli 2015 pukul 16.00 waktu korea. Ceritanya bermula ketika kimbum sedang berada dirumahnya. Ia baru saja pulang dari acara fanmeetingnya di Indonesia. Rasa lelah dan letih tentu saja hinggap padanya. Memang cukup menyenangkan hari ini, surprise dari para penggemar saat dibandara kemudian saat pulang pun disambut oleh keluarga tercinta dengan disajikan masakan favoritnya.

Karena hari ini, ia sudah tidak ada lagi kegiatan. Maka kimbum pun segera pergi tidur lebih cepat dari biasanya. Ia ingin segera esok, karena esok adalah hari ulang tahunnya yang ke 27 tahun. Setelah ia terlelap sekitar 1 jam. Tiba – tiba datang beberapa orang menggunakan topeng dan berpakaian serba hitam membawanya dengan paksa dan menutup wajahnya dengan kain sehingga ia tidak bisa melihat apapun. Berkali – kali ia berusaha menjerit dan berontak namun tidak ada yang berusaha untuk menolongnya.

Setelah sekitar setengah jam ia pun telah berada disebuah tempat. Entah dimana. Iya lihat disekitarnya dengan seksama, namun tidak satu pun dari mereka yang ia kenali. Seorang mendekatinya dan membuka pakaiannya hingga tinggal kaos dalam dan boxer, kimbum merasa marah juga takut beserta bingung “sebenarnya mereka akan melakukan apa terhadapku?” tanyanya dalam hati, namun tentu saja ia tidak bisa berkata – kata karena mulutnya dibekap.

Kemudian kimbum pun dipakaikan kemeja putih dengan dasi dan jas warna hitam lengkap dengan sepatu hitam yang mengkilap. Rambutnya ditata rapi dan wajahnya pun didandani sedemikian rupa sehingga ia tampak lebih fresh dan tampan. Berbagai pertanyaan terus berkecamuk didadanya “maaf sebenarnya kalian mau apa?”Tanya kimbum yang kini bekapan mulutnya sudah dibuka.

“tadahhh…..”ujar mereka orang – orang yang berpakaian hitam dan bertopeng itu berbarengan. “min ho, il woo, joon, dan hyun joong???”teriak kimbum yang terkaget – kaget melihat pelaku penculikan dirinya ternyata adalah sahabat – sahabatnya sendiri.”hahahaha … iya ini kami bum.”ujar min ho. Kim joon pun membuka ikatan kimbum. “kalian …. Mau apa?”Tanya kimbum yang semakin heran. “sudahlah kau ikuti saja kami. Jangan khawatir kami tidak akan membunuhmu.”ujar il woo. Sedangkan hyun joong hanya tersenyum simpul saja seperti biasa dengan gayanya yang kalem. Hadooh …. Si ganteng kalem….


Min ho, il woo, kim joon dan hyun joong pun memapah kimbum menuju atap gedung. Kimbum pun hanya bisa mengikuti keinginan mereka karena il woo mengancam akan menjatuhkannya dari gedung lantai paling atas. “yoboseyo…. hye sun apa sudah siap semuanya?”Tanya min ho ditelepon. “siipppppppp …. Mantap !!!”jawab hye sun diujung telepon sana. “apa itu noona hye sun?”Tanya kimbum. “de …. Memangnya kenapa?”Tanya min ho. “apa yang kalian rencanakan?”Tanya kimbum yang bertambah bingung karena goo hye sun pun ikut campur. “sudahlah kami bilang ikuti saja kami.”sahut hyun joong.

Setelah tiba dipintu atap gedung, mereka disambut oleh goo hye sun yang sudah nongkrong aja disana. “annyeong haseyo …”ujarnya sambil melambaikan tangan. “ready???”Tanya ilwoo. Hye sun pun mengangguk.

“bum-ah kau harus bisa melakukannya, jangan sia – siakan hidupmu dengan terlalu banyak pertimbangan. Kalau kau menginginkannya maka kau harus berusaha mendapatkannya.”ujar il woo. “dengar aku tahu kau pasti bisa. Maka buktikanlah pada kami semua bahwa kau memang pantas disebut seorang laki – laki.”ujar hyun joong. “memangnya ada apa?”Tanya kimbum yang semakin dibuat bingung. “ah sudahlah lebih baik kau masuk saja. Ingat bro … sudah cukup kau membuang waktu, kau harus semangat . kami mendukungmu. Fighting !!!”ujar kim joon menyemangati. “bum-ah … kau pasti bisa.”tambah hye sun. min ho pun mengangguk.

“sebenarnya kalian sedang menyuruhku melakukan apa? Kata – kata kalian membuatku seakan akan bertemu dengan nenek sihir saja. “rutuk kimbum. “hei kami bukan menakut – nakutimu. Kami justru memberikanmu peluang untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.”ujar kim joon sambil menepuk bahu kimbum. “ya, tapi kalian membuatku mual dan mulas.”ujar kimbum. “apa hubungannya?”Tanya il woo. “hei apa kau tidak tahu, kalau dia merasa tegang pasti perutnya akan mual dan mulas.”ujar hyun joong. “hahahha … kau menggemaskan sekali bum-ah hahahah …..”tawa hye sun. “aishhhhhh …. Noona mengapa kau menertawakanku? Apa itu lucu? Itu kan terjadi secara alamiah.”bela kimbum sambil memegangi perutnya yang mulai berkontraksi. “sudahlah cepat kau masuk.”suruh il woo sambil mendorong kimbum untuk masuk keatap gedung. Dengan sigap mereka pun segera menutup pintunya sehingga kimbum tidak bisa kembali. “hei … buka pintunya aku ingin ketoilet cepat …. Aduh aku mulas sekali.”ujar kimbum sambil berusaha membuka pintunya sambil sesekali memegangi pantatnya.

“bumm-ah ….”sapa seseorang dengan nada lembut. Kimbum pun menghentikan kegiatannya menggedor-gedor pintu, ia simak suara itu. Suara yang jernih dan bening. Suara yang ia suka. Kimbum pun membalikkan badannya menghadap seseorang itu dan “gaeul –yang.”ujarnya dengan raut wajah yang kaget. “apa yang kau lakukan disini?”Tanya soeun. Kimbum tidak menggubrisnya, matanya sibuk memperhatikan so eun dari atas sampai bawah. Ia pegangi dada sebelah kirinya, terasa jantungnya berdetak lebih cepat, tubuhnya lemas keringatnya pun mengalir deras. Wanita cantik dengan balutan gaun pendek warna putih dan seikat pita dilingkarkan dipergelangannya membuat kimbum merasa bahwa wanita ini melebihi seorang dewi Aphrodite.

“bum-ah, kau tak apa?”ujar so eun yang kemudian mendekat pada kimbum. “stop …. Berhenti disana.”ujar kimbum tiba – tiba. “kenapa?”Tanya so eun. “ahhh … tidak aku …. Aku hanya bingung mengapa kau ada disini?”Tanya kimbum. “ahh … aku pun bingung mengapa noona hye sun membawaku kemari dan mendandaniku seperti ini.”ujar so eun. Mereka pun diam sejenak dan mulai berfikir. Beberapa saat kemudian terlintas suatu kesimpulan dalam benak mereka “jangan – jangan ……………”gumam mereka pelan. Tak ayal suasana pun menjadi canggung diantara mereka, bukan hanya karena mereka akhir – akhir ini jarang sekali bertemu tapi juga mereka sampai pada satu pemikiran bahwa sahabat – sahabatnya itu sedang berusaha mendekatkan mereka atau mencomblangkan mereka.

Kimbum pun berusaha memasang wajah biasa walau masih terlihat salah tingkah begitu pula dengan so eun. “apa itu tempat duduk untuk kita?”Tanya kimbum sambil menunjuk sebuah meja dengan dua kursi yang dipenuhi oleh beberapa makanan dan juga kue tart. “kurasa iya.”jawab so eun sambil menunduk. “ayo ….”ajak kimbum. So eun pun mengikuti langkah kimbum menuju meja tersebut. Kimbum dengan cekatan mempersilakan so eun untuk duduk dan ia pun duduk berhadap – hadapan dengan so eun. Untuk beberapa saat suasana benar – benar terasa canggung. Mereka masih sibuk dengan mencari cara untuk mencairkan suasana.

“bum-ah mmmm ….. selamat ulang tahun yah.”ujar so eun membuka pembicaraan. “ah iya, terima kasih.”jawab kimbum sekenanya. “maaf, aku tidak membawa kado karena aku tidak tau kalau aku akan bertemu denganmu sekarang ini. Tadinya aku akan memberikan kado padamu besok.”ujar soeun. “tak apa. Lagipula ulang tahunku masih satu jam lagi.”ujar kimbum sambil melirik arlojinya. “ah …. Iya.”timpal so eun. Dan suasana pun kembali canggung.

“hadooh …. Mereka pasti akan aku rebus dalam gentong segede alaihum gambreng, akan aku campur dengan wortel dan kol. Lihat saja mereka akan menjadi sup minhoilwoojoonhyunjoonghyesun.”rutuk kimbum sambil mengepal – ngepalkan tangannya.

“hadeuuhhhhh ….. menghilang …. Menghilang ….”gumam so eun dengan gaya seperti jinny oh jinny mencoba untuk menghilang kali aja dia punya kekuatan untuk menghilang saat itu.

“mmmm …. Sepertinya makanannya enak.”ujar kimbum memecah keheningan. “ahh iya, spaghetti . Aku sangat menyukainya.”timpal soeun dengan wajah masih tidak enak. “makanlah, mereka sudah menyiapkannya untuk kita.”ujar kimbum. “iya benar. “ujar so eun.

“wah ini ada kue tart, aku baru menyadarinya.”ujar kimbum yang baru sadar kalo ada kue tart dihadapannya. “dari tadi juga disitu, kau terlalu terpesona padaku sehingga kau tidak menyadarinya.”ujar so eun menggoda. “hahahhaha … iya kau benar. Mmm …. Beberapa menit lagi ulang tahunku, karena kau satu – satunya yang ada disini maka kau harus menyanyi untukku.”tukas kimbum dengan killer smilenya. “mwo??? Menyanyi??? Ahhh …. Jangan suaraku tidak bagus. Bersendawa saja fals apalagi menyanyi.”timpal so eun menolak. “sudahlah menyanyi saja, suaramu kan lembut jadi aku rasa kalau menyanyi pun pasti akan bagus.”ujar kimbum. “ahh … tidak. Kalau aku menyanyi nanti orang – orang akan terbangun. Kasian.”ujar so eun masih menolak.”kumohonnnn.”ujar kimbum sambil menempelkan kedua tangannya, pose memohon yang membuat so eun tak bisa menolak.

Pukul 00.00 waktu korea.

“saenggil chukahamnida …. Saenggil chukahamnida … saranghanun kimbum – sshi saenggil chukahamnida ….”so eun bernyanyi sambil bertepuk – tepuk tangan, melakukan gerakan – gerakan lucu dan berdiri disamping kimbum. Kimbum pun mendengarkannya sambil tertawa yang tertahan. “bum – ah kalau kau ingin tertawa, tertawa saja, aku tahu suaraku sangat jelek.”ujar so eun mengakhiri konser mendadaknya. “ah mian … aku tidak bermaksud seperti itu.”ujar kimbum. “sudahlah aku tau kau menyesal menyuruhku bernyanyi. Adikku saja kalau mendengarku bernyanyi pasti langsung melemparku dengan barang yang ada disekitarnya, karena katanya mengganggu dan menyebabkan pencemaran suara*hadoohh …. Pengalaman author … hiks …..*” tukas so eun yang merasa percaya dirinya mulai menurun. “hahahah …. Adikmu bengis sekali. “sahut kimbum sambil tertawa.”iya. bahkan ibuku bilang kalau ku menyanyi membuatnya ingin marah – marah *masih pengalaman author …. Huwaaaaaaaaa …. Hiksss …*”ujar so eun sambil mengenang masa pahit itu. “hahahahahahaha ……….bwakakakakak ….huhuhuhu……hwahahahaahha ….”kimbum tertawa tak terkendali. “bum-ah kau tak apa? aku tidak tau kalau suaraku juga bisa membuat orang kesurupan.”ujar so eun dengan muka khawatir. Sontak kimbum pun tertawa makin menggila sehingga ia merasa kesakitan perutnya. “hadooh …. Bagaimana ini, aku berjanji aku tidak akan menyanyi lagi.”ujar so eun dengan jari – jarinya membentuk huruf v.

Beberapa saat kemudian suasana sudah terkendali begitu juga kimbum yang sudah merasa baikkan walau terkadang ia masih ingin tertawa. Tiba – tiba handphonenya bergetar dan satu pesan pun masuk. Kimbum meraih handphonenya yang ia taruh dimeja.

“gunakanlah kesempatan ini, jangan sampai kau menyesal seumur hidupmu, karena kau hanya punya hari ini untuk nyatakan semuanya.”

From : kim hyun joong

“hadooh … apa yang harus kulakukan???”gumam kimbum sambil menggaruk – garuk kepalanya. “kau kenapa bum?”Tanya so eun. “ah tidak. Oh iya ga eul-yang ini saatnya make a wish kan?”Tanya kimbum. “ kau masih setia memanggilku ga eul – yang. Hahahha …. Iya ayo ucapkan permintaanmu dan tiup lilinnya.”ujar so eun. “tentu saja, itu kan nama kesukaanku.”ujar kimbum. “de …. Hanya kau yang masih memanggilku seperti itu. Gaeul – yang … lucu juga. Walaupun setiap kau mengatakannya bulu kudukku merinding.”ujar so eun. “hahahah …. Memangnya aku memanggilmu seperti hantu.”sahut kimbum. “tak tahu. Sudahlah ayo ucapkan permintaanmu.”ujar so eun. “de ….”jawab kimbum.

Kimbum pun memejamkan matanya dan memohon dengan khusyuk. Kemudian ia pun meniup lilinnya. So eun pun bertepuk tangan “ayo ayo potong kuenya. Aku sudah tidak tahan ingin melahapnya.”ujar so eun bersemangat. “hahahahah ….. kau lucu sekali. Tenang saja, kau akan mendapatkan bagian yang besar. “ujar kimbum sambil memotong kue pertamanya dan memberikannya pada so eun. “ini karena kau adalah orang pertama yang mengucapkan selamat padaku, dan karena telah membuatku tertawa.”ujar kimbum. “hadeuuh … memangnya aku pelawak. “gumam so eun sambil memicingkan bibirnya. “hahahha …. Maksudku karena kau sudah menemaniku disaat ulang tahunku. Tapi aku bingung kemana mereka yah?”Tanya kimbum sambil berfikir. “maksudmu unnie hye sun?”Tanya so eun.”ya beserta min ho, il woo, kim joon dan hyun joong.”ujar kimbum.”jadi mereka juga ikut terlibat?”Tanya so eun kaget. “iya, mereka yang menculikku seperti tawanan perang dan membawaku kemari.”tukas kimbum dengan nada sedikit kesal.

“apa? Menculikmu? Hahahaha …. Ternyata ada yang lebih parah daripada kronologis yang aku alami.”ujar so eun. “memangnya kau bagaimana?”Tanya kimbum. “unnie hye sun menelponku saat aku sedang maskeran, dia bilang kau kecelakaan dan sangat parah. Tentu saja aku segera lari sampai – sampai aku lupa membasuh wajahku dan berlari seperti orang gila kerumah sakit.”tukas so eun dengan nada yang juga kesal. “benarkah? Hahahah ….. . tunggu sebentar jadi ini gedung rumah sakit?”Tanya kimbum yang kaget. “iya. Ini rumah sakit seoul.”ujar so eun. “hadooh … apa mereka tidak ada kegiatan lain yah, atau mungkin mereka keracunan makanan sehingga berfikiran gila seperti ini.”ujar kimbum. “entahlah, tapi unnie hye sun sungguh benar – benar membuatku khawatir. Setelah aku sampai dia malah mendandaniku padahal aku dalam keadaan menangis karena bingung dan khawatir akan keadaanmu. Baru kemudian dia berkata kalau sebenarnya kau tak apa. Dan menyuruhku menunggu disini.”tukas so eun.

“benarkah??? Ga eul-yang mengapa kau begitu mengkhawatirkanku?”Tanya kimbum menyelidik. “itu karena …….. karena ….. kau adalah teman baikku maka sudah sepatutnya aku mengkhawatirkanmu kan?”tukas so eun dengan tingkah yang aneh. “apa itu benar? Kau menganggapku hanya teman baik?”Tanya kimbum berusaha memastikan. “ya…. Ya … itu benar. Heheh …. Memangnya kenapa?”timpal soeun dengan wajah seperti menyembunyikan sesuatu. “ahh tidak.”timpal kimbum dengan nada sedikit kecewa.

“bum-ah kurasa kalau ada netizen dan wartawan melihat kita disini mereka akan berfikir yang macam – macam.”ujar soeun sambil menikmati kuenya. “ah iya, mereka pasti akan berfikir bahwa kita ada hubungan.”timpal kimbum. “hooh, apalagi gossip mengenai kita belum juga reda padahal sudah bertahun – tahun. Mereka masih menyukai soeul couple.”ujar so eun sambil tersenyum renyah.

Kimbum pun menarik nafasnya sejenak dan meletakkan kembali sendok dan garpunya. “mungkin inilah saatnya. “gumamnya. So eun memperhatikannya dengan bibir manyun yang bingung “saatnya untuk apa?”Tanya soeun. “gaeul –yang. Bagaimana kalau keinginan mereka kita penuhi?”Tanya kimbum. So eun pun berfikir sejenak “mereka siapa dan keinginan apa?”Tanya so eun. “bagaimana kalau kita benar – benar berkencan?”ujar kimbum tegas. So eun terhenyak kaget mendengar kata – kata kimbum.

“menurutku itu tidak ada salahnya, kita juga sudah saling mengenal dengan baik, terlebih banyak yang menginginkan kita untuk bersama selama ini begitu pula dengan sahabat – sahabat kita.”ujar kimbum. “tapi … “gumam so eun bingung. “aku tau kau pasti bingung dengan karirmu, sejujurnya sejak dulu aku sudah menyukaimu. Saat kita masuk universitas kau sudah menarik perhatianku, kau satu – satunya wanita yang berhasil membuatku penasaran. Dulu sebenarnya aku sudah berusaha untuk mendekatimu namun ternyata hal tersebut tidaklah semudah itu, pihak manajemenku terutama melarangku memiliki hubungan cinta dengan siapapun, kemudian tuntutan pekerjaan yang menyita waktu membuatku memilih untuk memendam perasaan ini saja karena aku takut tidak bisa banyak menghabiskan waktu bersamamu atau membahagiakanmu.”tukas kimbum. “lalu bagaimana dengan penggemarmu? Sebagian dari mereka ada yang membenciku karena mereka tidak suka aku dekat denganmu.”ujar so eun.

“aku tau hal itu, itu juga menjadi salah satu pertimbanganku dulu. Aku takut mereka akan melakukan sesuatu padamu, karena itu aku mundur dengan teratur, aku hanya ingin melindungimu. Tapi aku yakin seiring berjalannya waktu kini mereka pasti dapat mengerti bila mereka melihat ketulusanku. Dan apakah kau memperhatikan, wanita terakhir yang aku usahakan untuk kudekati adalah kau, aku tidak membuka hatiku pada yang lain lagi ga eul – yang, sepenuhnya hanya untukmu bahkan sampai didetik ini pun dan entah sampai kapan.”tukas kimbum dengan wajah yang memperlihatkan kejujurannya. “bum-ah aku tau kau menyukaiku dulu tapi aku tidak menyangka kau masih tetap dengan perasaan itu.”ujar soeun. “karena kau wanita yang sulit dilupakan so eun. apa dulu kau juga menyukaiku?”Tanya kimbum menyelidik. So eun pun hanya mengangguk. “lalu apa masih seperti itu??”Tanya kimbum kembali. “aku tidak tau bum-ah, tapi ketika aku melihatmu dipasangkan dengan wanita lain rasanya aku tidak rela, namun juga aku berfikir, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita dan akan sulit bagi kita untuk menjalani hubungan cinta.”tukas so eun.

“ya aku mengerti akan hal itu, dan aku sesali akan pemikiran itu dulu. Karena bila aku berfikir seperti itu berarti aku tidak meyakini cintaku padamu, seharusnya aku mencoba menjalaninya bila memang aku benar – benar menginginkanmu karena walaupun aku tidak bisa selalu bersamamu kurasa jika kita menjalaninya dilandasi diatas kejujuran maka itu tidak akan sulit. “ujar kimbum meyakinkan. So eun masih hening ia sibuk dengan pemikirannya.

“apa kau tahu mengapa aku selalu memanggilmu gaeul – yang?”Tanya kimbum. So eun tidak bisa berkata apa – apa sehingga ia hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya. “karena dengan begitu aku merasa memilikimu. Didekatmu aku selalu ingin menjadi seorang so yi jeong, karena ia bisa memiliki chu ga eul seutuhnya. “tukas kimbum yang memegangi dada sebelah kirinya karena rasanya sakit sekali, mungkin patah hati.

“terima kasih ….”gumam so eun pelan. “untuk apa?”sahut kimbum. “karena kau telah menjawab semua pertanyaanku.”jawab so eun pasti. “maksudmu?”Tanya kimbum heran.

“karena ternyata keraguan yang selama ini aku rasakan, penantian yang aku lakukan, semuanya sudah terjawab. Kini aku bisa melangkah. Semua kata – katamu tadi membuatku berfikir bahwa seharusnya aku berani. Karena ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang kita harus berani untuk bersamanya dan untuk melepaskannya.”ujar so eun

“gaeul – yang …..”gumam kimbum. “berhentilah memanggilku gaeul – yang karena aku bukan gaeul –yang. Aku kim so eun. Karena itu ketika kau berada disampingku jadilah kim sang bum agar kau bisa memiliki kim so eun seutuhnya.”ujar so eun dengan terisak – isak.

Kimbum pun menghampiri so eun dan memeluknya erat, “bisakah aku menjadi kim sang bum yang hanya untuk kim so eun?”Tanya kimbum sambil terus mendekap erat so eun. “ya. Kurasa kita sudah cukup dewasa untuk ini. ”ujar so eun sambil mengangguk pelan. “aku menginginkanmu … bukan maksudku aku begitu menginginkanmu.”ujar kimbum.

Kimbum pun melepaskan pelukannya “kau tau apa yang aku mohon pada Tuhan saat make a wish ku?”ujarnnya. so eun pun menggeleng sambil menatap kimbum. “aku ingin cinta yang sederhana dimana ketika jenuh dan letih hinggap padaku kau ada disampingku dan membuatku kembali tertawa, aku ingin cinta yang sederhana dimana ketika aku merasa rindu aku bisa menghabiskan waktu bersamamu, aku ingin cinta yang sederhana yang dimana seluruh suka dan duka dihidupku aku lalui bersama wanita yang terlihat sempurna dimatakku. Dan bolehkah aku memilih wanita itu adalah kau?”ujar kimbum sambil menatap lekat mata so eun dan memegang kedua tangannya.

So eun pun mengangguk ia tak mampu lagi berkata apa – apa. Ia pun mengecup lembut kimbum tepat didahinya dalam sekejap “cup …” so eun pun tersenyum. “mengapa tidak dibibir saja?.”ujar kimbum menggoda. “hehehe …. “so eun tersenyum dengan tersipu.

“kau mau berdansa denganku?”Tanya kimbum sambil mengulurkan tangannya pada so eun. “baiklah, aku juga mahir berdansa.”sahut so eun dan meraih uluran tangan kimbum. Dentingan lagu slow yang hanya instrument lembut dan romantic pun mengalun mengiringi tarian dansa mereka. Berdansa sampai matahari terbit menyapa mereka dengan senyum.

“kau tahu karena orang – orang menyangka kita ada hubungan, banyak pria yang mundur untuk mendekatiku.”rutuk so eun. “kau kan memang milikku, jadi tidak perlu pria lain untuk mendekatimu. Suatu saat juga kau akan menjadi istriku jadi yang harus kau lihat hanyalah aku.”ujar kimbum ditengah – tengah dansa mereka.

Sementara itu disudut pintu. “oh … so sweet ….. kalau mereka menikah nanti aku akan menjadi pengiring pengantinnya.”ujar hye sun yang ikut serta dalam mengintip massal bersama minho, il woo, kim joon dan hyun joong. “akhirnya si bodoh itu bisa melakukan hal yang benar juga untuk masa depan cintanya.”ujar il woo. “ya, aku jadi punya ide.”gumam hyun joong. “apa?”Tanya min ho. “membuat surprise berupa pesta pernikahan untuk mereka, bagaimana?”ujar hyun joong. “yoyoyo …. Itu ide bagus bro. mari kita laksanakan secepatnya.”ujar kimjoon dengan gaya rap. Dan mereka berlima pun tersenyum penuh arti.

Aku tidak ingin mengakhiri kisah mereka, karena aku hanya ingin mereka bersama selamanya dengan pertemuan tanpa mengenal kata akhir. Kuharap suatu saat nanti kim sang bum dan kim so eun akan bersama dengan ikatan suci yang mengikat keduanya hingga mereka tak akan berpaling satu sama lain. Menjalani segala liku kehidupan dengan cinta sederhana yang mereka ingini. Terlalu sulitkah untuk mereka wujudkan bersama???

15 Tanggapan to “Tentang cinta yang sederhana [OS]”

  1. Sunmy 21 September 2010 pada 9:40 PM #

    Slm knal….
    Kereen bngt, q sk critax trusin ya

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 12:41 PM #

      makasihhh udah baca…
      ini os, jadi udah tamat….

      klo mau baca lagi, silakan baca yg lain… salam kenal juga

  2. HISSA 30 Oktober 2010 pada 8:59 PM #

    itu bkan kenyataan yach?
    klo blh aq ngasih pendapat, tolonx dunk bikin cerita yg asli!
    apakah kim so eun n kim sang bum itu benran pacaran?

    • Anjany 5 November 2010 pada 6:13 PM #

      hai semuanya!!!!! salm kenal nama Ku anjany bisa pnggil aku any !!!!!
      hmmmmmmmmmm benar jg kata km coba aja ceri initu kenyataan !!!!!!!

      TAPI:
      SEMANGAT untuk oppa dan onnie kim !!!!

      • 라미 'Rahmi' 5 November 2010 pada 9:58 PM #

        AMIIN
        gomawo udah baca, any… salam kenal juga

  3. tta 23 Desember 2010 pada 3:33 PM #

    >> apa kau tahu mengapa aku selalu memanggilmu gaeul – yang.. ?karena dengan begitu aku merasa memilikimu. Didekatmu aku selalu ingin menjadi seorang so yi jeong, karena ia bisa memiliki chu ga eul seutuhnya.

    huwaaa . . so sweet banget . smoga jadi knytaan .AMIN

  4. Niiz 15 Maret 2011 pada 2:12 AM #

    Authornya daebak udah kyak asli aja, tp kug crtanya thun 2015 ya ? =.=”

  5. meilani 2 Oktober 2011 pada 9:16 PM #

    MEMANG MENCINTAI DENGAN SEDERHANA DAN DENGAN SEGALA KELEBIHN KEKURANGAN YANG DIMILIKI PASANGAN KITA ITU MERUPAKAN ANUGRAH YANG TERINDAH

  6. Ipit PoenYa 27 Juli 2012 pada 2:45 PM #

    ini luar biasa,salut bgt,..moga jadi kenyataan

  7. SintiaBumsso 13 September 2012 pada 11:09 PM #

    Kereeennn kak :))) so sweet haha :DD
    Waw kata2 terakhir aku suka banget :))

  8. eqiu 20 September 2012 pada 9:27 PM #

    wow….????

  9. cucancie 24 September 2012 pada 12:24 PM #

    So sweet…mari kita amini semoga bumsso bs bersma selamanya….

  10. man 27 September 2012 pada 2:13 PM #

    keren banget…. n harapan author itu sangat2 baik sekali tuk bumsso

  11. Dya fisza Zisha 4 November 2012 pada 6:25 AM #

    Arghhh. . . . Mga jdi knyataan oppa kim bum mha eoni kim so eun bneran pcran. . .

  12. vonnysumali 14 Agustus 2013 pada 11:44 AM #

    harapan yang sama mereka secara riil di dunia nyata bersatu, tapi benarkah…? ini salah satu kekonyolan saya… ngefans dengan bumsso!!!! usia masuk kepala 4, kalo sampai mereka tdk jadian apa semuanya ini tampak bodoh dan konyol… padahal saudara, keluarga, teman, tetangga juga bukan he3x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: