SoEulmates Story FINAL Part (SARANGHAE YONGWONHI KIM SO EUN)

21 Sep

Annyeong mates…chingu….

gak kerasa FF Q…dah beres…

semoga kalian gak bosen baca SS yah….

inilah ending dari semua kisah cinta SoEul…..

langsung aza…cekidot…

^___________________^


Sudah lewat 5 jam kim bum menunggu so eun di taman itu. im bum masih tersenyum manis, sambil menatap dan menciumi haruM bunga yang ia genggam. Sudah beberapa kali juga kim bum mengarahkan tatapanya pada jam tangannya. Jam sudah menunjukan jam 5 sore. Bungapun terlihat sudah tidak segar lagi berikut dengan wajah kim bum yang ikut layu. Cuaca juga terlihat mendung, seiring dengan perasaan kim bum, yang terus saja menanamkan kepercayaan pada hatinya jika so eun akan datang. Jam bergulir tak terasa sekarang sudah jam 8 malam, udara yang sangat dingin terasa menusuk hingga ketulang. Kim bum yang tidak menggunakan pakaian hangat hanya menghangatkan tubuhnya dengan memelukan tangannya pada tubuhnya. Harapnya ada so eun yang akan memeluknya. Kim berusaha tegar dengan tetap memasang senyumnya sambil menunggu so eun. Sesekali batinnya berkata “ so eun..sebenarnya kau ada dimana??? Aku ada disini, aku menunggumu.. aku yakin kau pasti akan datang.. aku menunggumu so eun”. Batin kim bum.

Taman sudah sangat sepi, tak ada lagi orang hanya tinggal kim bum ditemani sebucket bunga yang itupun terlihat layu. Rintik-rintik hujan mulai turun, bau tanah yang terkena air hhujan itupun sudah tercium oleh Kim bum. Bibir kim bum terlihat sudah sedikit memutih. Sudah Nampak tubuhnya tak kuat lagi menahan udaraa malam yang sangat dingin itu. “ so eun..kemana kau… aku menunggumu… aku akan tetap disini… aku yakin…aku yakin kau pasti akan datang… jangan permainkan aku… mohon…jangan perlakukan aku seperti ini… aku sudah gila….KIM SO EUN”. Teriak kim bum dengan suara yang sudah tak kuat lagi.

Sementara so eun yang sedang menangis di teras depan rumahnya, juga masih belum berkata apapun. Kejadian tadi sungguh memukul hatinya. Sungguh so eun sudah tak kuat lagi. Hujan yang semakin deras, petirpun menyambar silih berganti. Rumah masih terlihat gelap karena so eun tidak masuk kedalam untuk menyalakan lampu. “ Aku..aku… (menangis)… aku tak menyangka.. itukah yang ingin kau sampaikan kepadaku… itukah maksudmu bummie??? Kenapa kau ingin aku melihat kejadian itu…kenapa aku harus melihat kau berpelukan dengan bo young?.. apa kau merasakan ini..hatiku sakit, kenapa disaat kau meninggikan hatiku akan perasaanku kepadamu, kau pulalah yang menjatuhkannya kembali???”.

So eunpun teringat kata-kata kim bum yang dulu.

“ wajahmu jangan di tekuk seperti itu, kau akan terlihat manis jika tersenyum”. Kata kim bum.

“ entah kenapa, aku kurang begitu suka dengan dia.. jangan terlalu dekat dengan dia”. Kata kim bum,

“biar.. badanmu seperti balon, yang akan melihatmu aku.. supaya tidak ada laki-laki lain yang melihatmu so eun”. Romantis kim bum.

“akan selalu enak di lidahku, karena kau yang memasaknya.. ini enak..”. kata kim bum. “sudahlah..jangan dimakan lagi, nanti perutmu yang bermasalah”. Kata so eun. “ayo suapi aku…tenang perutku bersahabat ..asal kau menyuapiku..”. kata kim bum.

Kejadian mereka waktu di jeju island, ketika mereka berjalan bersama di taman bunga, ketika mereka tak sadar tidur satu ranjang, ketika mereka bermain perahu bersana, berfoto bersama, bercanda bersama, ciuman hangat yang didaratkan dipipi kim bum di tengah taman bunga. Ketika mereka merayakan ulang tahun kim bum bersama, makan saling menyuapi
meskipun makanannya tak enak, namun kim bum tetap menikmati makanan so eun. Kim bum yang memcium kening so eun. Mereka bermain ice kiting bersama.

Setelah teringat semua itu, tak tahan air mata itu mengalir tanpa bisa di tahan lagi. Ini puncak dari semua perasaan so eun yang sedang kalut. “ aku ingin kembali mencintaimu, marasakan cintamu..seperti cinta polosmu yang dulu, namun apakah memang tak ada kesempatan lagi untukku???”. Ucap so eun.

Di seberang jalan, geun suk yang sedari tadi memperhatikan so eun dari jendela rumahnya yang tepat berhadapan dengan rumah so eun tak tega lagi. Perasaanya campur aduk, dia ingin mendekati so eun, tapi dia tahu so eun adalah istri orang. Namun batinya akhirnya membelokan perasaanya untuk menghampiri so eun. “ Kau  tidak boleh seperti ini… ini bukan kau yang sebenarnya.. so eun..jangan seperti ini”. Kata geun suk. Geun suk pun membukakan kunci pintu itu dengan kunci yang tergeletak disamping so eun. Geun suk memapah so eun dan mendudukannya diatas sofa hangat. Geun suk menatapi terus wajah so eun. “ kau itu tadi terlihat sangat ceria, namun tak berapa lama wajahmu seperti ini, ada apa??”. Tanya geun suk. So eun tidak menjawabnya. “akan ku buatkan teh hangat, tubuhmu sangat dingin.. kenapa kau begini”. Kata geun suk. “ jangan perdulikan aku… jangan perdulikan aku”. Kata so eun dengan suara yang lemah. “ kenapa aku tidak boleh memperdulikanmu… apa karena kim  bum tidak memperdulikanmu…aku jadi tidak boleh memperdulikanmu”. Katageun suk. “ jangan bahas lagi soal dia… aku tak sanggup mendengar namanya”. Jawab so eun dengan suaranya yang semakin melemah. “ ini minumlah teh hangat, cuaca sedang tidak bersahabat”. Kata geun suk.

“ Sudahlah..jangan pikirkan lagi tentang masalah ini..tentang kim bum juga”. Kata geun suk. “ aku tak mengerti, kenapa dia melakukan semua ini kepadaku???”. Kata  so eun. “ Karena dia hanya ingin mempermainkanmu saja, lupakan dia”. Kata geun suk, seperti yang sedang  mempengaruhi dia. “ Kim Bum hanya akan menyakitimu saja… pergi tinggalkan dia”. Kata geun suk. “ pergi???? Dari semua ini?”. Tanya so eun. “ Iya.. pergilah.. tinggalkan semua ini, kau sungguh tidak pantas untuk diperlakukan seperti ini oleh dia”. Kata geun suk.

“Mengapa harus dengan mantan kekasihnya???? Kenapa harus dengan bo young??? Kenapa harus seperti ini????”. Teriak so eun dengan suara lemahnnya diikuti linangan air matanya. “ Mungkin saja sekarang dia sedang melewati malam yang dingin ini bersama mantan kekasihnya, sementara kau, kau sedang menangisi dia…kau mau seperti ini???”. Kata geun suk menjelekan kim bum. Padahal kim bum tengah kehujanan disana. “ aku ingin sendiri.. tinggalkan aku”. Pinta so eun. “ baiklah aku akan pergi, esok hari aku akan menuggumu, jika kau ingin pergi bersamaku.. lari dari semua ini”. Kata geun suk. So eun tidak menjawabnya. Geun suk langsung keluar dari rumahnya.
Sementara itu kim bum yang sudah lemah dengan kondisi tubuhnya, berusaha pulang ke rumah. Dia sudah tak yakin lagi dengan kedatangan so eun. Dia berjalan sedikit sempoyongan dengan pakaian yang basah kuyup karena kehujanan. Wajahnya sudah layu, namun tangannya masih menggenggam erat bucket bunga yang  berniat akan diberikan pada so eun. Bunga yang juga sudah layu dan basah.

So eunpun berjalan kearah dapur untuk menyimpan gelas bekas teh hangat buatan geun suk. Sementara kim bum sampai dirumah, langsung masuk ke dalam, tepat di ruang tengah wajah mereka saling menatap. Kim bum dan so eun sama-sama kaget. Kim Bum terus saja menatapi wajah eunnie dengan tatapan yang dalam dan penuh amarah. Sepertinya di wajahnya ada seribu pertanyaan untuk so eun. Sementara so eun yang tengah kalut dan kesal akan bummie, dengan sigapnya menghindari kim bum. So eun terus melangkahkan kakinya menuju tangga. Namun kim bum langsung berkata.

“ada apa denganmu????”. Kata kim bum. So eun menghentikan langkahnya. Namun so eun tak menjawabnya. “ aku tanya ada apa denganmu??? Kenapa tak menjawab pertanyaanku??”. Sambung kim bum lagi, tubuh mereka saling membelakangi sehingga mereka tak dapat melihat wajah kim bum ataupun so eun. “ Jawablah..!!!”. kata kim bum sambil memasang wajah geramnya. Tangannya terlihat kuat menggenggam bunga itu. “ Aku tak mengerti apa yang kau maksudkan?”. Dingin so eun. “ Kenapa kau berlaku seperti ini kepadaku.. ada apa denganmu, aku tak mengerti sebenarnya ada apa,,,, jelaskan kepadaku”. Kata kim bum yang memalingkan pandangannya menatap so eun. Namun so eun masih membelakangi kim bum.

“Seharusnya yang meminta penjelasan aku khan??”. Tanya balik so eun, sambil matanya mengucurkan air mata. “ Apa  … penjelasan apa?”. Tanya kim bum. “ bersenang-senanglah kau… aku memang tidak berarti untukmu”. Kata so eun sambil air matanya terus mengalir lebih banyak, namun kim bum tak melihat semua itu.

“aku…aku menunggumu seharian di taman itu so eun… kau sadar tidak… aku seperti orang bodoh..aku seperti orang gila menunggumu disana. Menunggu seseorang yang memang tidak akan datang”. Teriak kim bum. “ dari pagi aku menunggumu, aku mempersiapkan semuanya, kau lihat ini…lihat ini… ini bunga yang kau suka bukan??? Seharian aku terus memegang bucket bunga ini, berharap..terus berharap kau datang, dan akhirnya bunga ini langsung aku berikan kepadamu”. Kata kim bum. So eun sudah tak kuat lagi, batinnya ingin menjerit, dadanya terasa sakit. Seperti ada senapan yang menembaknya.

“Aku memang tidak datang… waktu itu sudah aku katakan aku tidak janji aku akan menemuimu”. Dusta so eun. Padahal batinnya berkata lain. “game over”. Kata so eun. “ apa maksud perkataanmu?”. Tanya kim bum dengan mata yang berkaca-kaca. “ Cukup.. semuanya cukup sampai disini”. Kata so eun. Diapun meneruskan langkahnya menaiki anak tangga. “KENAPA KAU
MEMBUATKU GILA SEPERTI INI… TAK PERNAHKAH ADA PERASAAN SEDIKITPUN UNTUKKU???”. Teriak kim bum. “sedikitpun?? Apa aku tidak dapat sedikitpun menyentuh hatimu so eun, benarkah…seperti itu?”. Kata kim bum dengan nada yang mulai menurun. So eun tetap tak menjawab. ” aku menunggu…terus menunggu.. meskipun pikiranku sudah tak yakin namun aku tetap meyakinkan hatiku kau akan datang.. kau akan muncul dihadapanku … orang2 sepertinya melihat aku seperti orang gila, orang bodoh.. lebih dari 15 jam aku duduk di taman, tanganku tak sedikitpun melepaskan bunga.. udara dingin…hujan..angin..petir.. kau tahu itu… apa aku seperti orang gila?”. Kata kim bum. So eun langsung tak kuat mengeluarkan air matanya, namun so eun masih sakit hati. So eunpun masuk kedalam kamar.

Keesokan harinya. Jam menunjukan jam 6.33 kim bum terbangun oleh berkas-berkas sinar di balik tirai jendela kamar. Iapun langsung terbangun dan mencuci muka. Kim bum pun berjalan melewati kamar so eun.

Namun langkahnya terhenti dan kembali mundur. Kim Bumpun berniat ingin melihat so eun. Namun didapatinya kamar yang kosong dan sudah rapih. Kemanakah so eun. Kim bum mencari so eun di lantai bawah, namun so eun tak ada juga. Kim bum pun duduk diatas sofa. “ kau kemana eunni??? Kau ke mana… ada apa ini..aku ak mengerti…aku tak mengerti, ARGH…………..” teriak  kim bum.

Di suatu tempat yang terlihat seperti sebuah taman, terlihat ada eunnie dan geun suk sedang mengobrol. Namun eunnie terlihat murung saja. “ Sudahlah.. kita akan pergi”. Kata geun suk. “aku tak yakin…aku tak yakin untuk meninggalkan kim bum”. Kata so eun. “Dia begitu menyakitimu..sudahlah jangan perdulikan dia lagi, sudah cukup kau disakiti olehnya”. Kata geun suk. “ Benarkah????”. Tanya eunnie dengan wajah yang tak bersemangat.

Merekapun berjalan menyusuri jalan. Namun eunnie masih tak terlihat bersemangat. Geun suk terus saja mempengaruhi so eun untuk melupakan kim bum. Merekapun naik bis, sama halnya di dalam bis so eun hanya terdiam melamun saja. Sementara itu kim bum terus mencari so eun. Namun dia tak memberitahukan masalah ini kepada keluarganya. Kim bum berusaha menghubungi so eun, namun nomornya tidak aktif. Kim bum sudah seperti orang gila dibuatnya.

=============================================

Seminggu telah berlalu. Kim bum masih belum menemukan so eun. Dia tersu mencari dan mencari ke setiap sudut kota. Tubuhnyapun sampai tak terurus. Dia tak ingat makan dan tak ingat tidur. “kau dimana so eun…aku gila..aku gila…aku butuh kau so eun..”. kata kim bum yang terduduk di tepi jalan.

Sementara itu so eun yang sedang duduk di sebuah taman dihampiri oleh seorang nenek. “hei..gadis muda.. aku melihat dari tadi kau melamun saja.. kau itu khan masih muda… jangan melamun terus”. Kata nenek itu. “eh..nenek…oh, aku tidak melamun”. Katanya sambil tersenyum kecil. “ jangan membohongiku”. Kata nenek itu. “ Nenek sendirian disini??”. Tanya so eun. “iya… biasanya nenek kalau kesini bersama cucu nenek..yang seusia denganmu..tapi sekarang cucu nenek pergi bersekolah ke Amerika, jadi nenek sendiri”. Kata nenek itu. “oh.. kalau begitu aku temani saja nenek”. Kata so eun. “baiklah..”. jawab nenek itu.

“Kau itu masih kuliah nak?”. Tanya nenek sambil menatap so eun. “iya.. aku berkuliah di Chug Ang University nek.”. kata so eun. “ oh..ya..sebelum cucu nenek pindahke New York, cucu nenek juga berkuliah disana”. Kata nenek itu. “oh..ya?”. kaget so eun.

Di tengah jalan terlihat mobil kim joon sahabatnya kim bum. Melihat kim yang sedang duduk di pinggir jalan, kim joon angsung menghentikan mobilnya. Dia langsung turun dan menghampiri kim bum.

“ Bum..ada apa kau disini??”. Tanya kim joon. “ kau rupanya?”. Jawab kim bum. “ kau belum menjawab sedang apa kau disini?”. Tanya kim joon lagi. “ aku sedang mencari so eun”. Jawab kim bum datar. “ mencari siapa,,,, so eun? So eun istrimu?”. Tanya kim joon saking kagetnya. “iya.. dia pergi menghilang”. Kata kim bum. “ kau ini kemana saja..aku membutuhkan bantuanmu seminggu belakangan ini..tapi kau menghilang begitu saja”. Kata kim bum. “ aku baru pulang berliburan dengan min jung. Aku tak menyangka ada kejadian seperti ini.. aku kira kalian mungkin sekarang sedang bersenang-senang”. Kata kim joon. “apa maksudmu?”. Heran kim bum.

“ Bukankah kalian waktu itu..kalau tidak salah minggu kemarin akan dating bukan??? Di taman ‘wuolyo’ itu khan??”. Tanya kim bum. “ darimana kau tahu?”. Tanya kim bum dengan wajah herannya. “iya..kemarin ketika aku dan min jung akan berangkat liburan kami melihat so eun yang sedang mencari taxi.. akhirnya kami menawarkan untuk mengantarkan so eun ke sana..dia terlihat sangat antusias sekali..kata so eun kau sudah menunggunya”. Kata kim joon. Alangkah kagetnya kim setelah mendengar cerita dari kim joon. “ sekitar jam berapa itu?”. Tanya kim bum lagi. “ mmmm…. Jam berapa yah??? Kira-kira kalau aku tidak salah sekitar jam 9 pagi”. Kata kim joon. “memangnya kenapa?”. Tanya kim joon. Kim bum tak menjawab. Dia terus berfikir. “ aku datang jam setengah 9 di tempat itu. Selang 15 atau 20 menit datang bo young.. so eun tiba jam 9..berarti so eun tiba ketika aku bersama BO YOUNG..argh…mungkinkah so eun salah faham”.  Kata kim bum. “wie..ada apa denganmu??”. Tanya kim joon. “tidak ada apa-apa”. Jawab kim bum.

“ apa???? Cucu nenek siapa namanya???”. Teriak so eun. “cucuku..bo young ..park bo young”. Ucap nenek itu. So eun sangat kaget sekali. “jadi cucu nenek sudah pergi bersekolah ke amerika???? Begitu?”. Tanya so eun. “iya…sudah berapa kali nenek katakan”. Ucap nenek itu. “ kapan cucu nenek berangkat ke Amerika?”. Tanya so eun. “ minggu kemarin.. hari sabtu”. Kata nenek. “hari sabtu???? Hari dimana aku janji bertemu dengan kim bum?”. Batin so eun. “kalau boleh aku tahu, bo young pergi dengan keberangkatan jam berapa?”. Tanya so eun. “ kau ini..kenapa menanyakan hal itu?”. Tanya nenek yang keheranan dengan so eun. “ jawab saja nek..ayolah..bantu aku jawab…”. Pinta so eun dengan memohon. “ iya… kalau tidak salah..keberangkatan pertama jam 10.00”. ucap nenek. “apa jam sepuluh…jam 9 aku melihat bo young sedang bersama kim bum… akankah itu hanya pertemuan perpisahan saja??? Karena jam 10 bo young berangkat ke Amerika..argh…apakah aku salah faham?”. Batin so eun.

“nenek aku harus…aku harus menyelesaikan sesuatu…aku pergi dulu nek”. Kata so eun dengan wajah yang sedikit semringah. “ ada apa dengan gadis itu..datang dan pergi..heheheh”. kata nenek sambil tersenyum.

“ so eun kau mau kemana??”. Tanya geun suk. “aku harus pulang..ini semua tidak benar”. kata so eun. “apa maksudmu????? Kau tidak boleh pergi menemui kim bum.. kau harus disampingku…bukan di samping kim bum”. Teriak geun suk sambil memegang tangan eunnie erat. “ kau ini gila..lepaskan tanganku..lepaskan”. teriak eunnie. “ kau harus menjadi miliku,,aku mencintaimu so eun”. Kata geun suk. “aku tidak mencintaimu..kau menyakitiku.. lepaskan tangnku…”. Teriak so eun. “aku mencintaimu………..”. teriak geun suk. “AKU MENCINTAI SUAMIKU… YANG AKU CINTAI HANYA KIM BUM….LEPASKAN TANGANKU…TOLONGGG”. Teriak so eun. Spontan orang-orang yang ada di sana menolong so eun dan memukuli geun suk. So eun langsung berlari dan naik bis.

So eunpun menuju taman “woulyo” tempat waktu dulu dia janjian dating bersama kim bum. Sesudah turun dari bis so eun berjalan menuju taman. Hari itu taman terlihat sepi. Ketika so eun tiba di taman itu. Kagetnya dia melihat ada kim bum di sana sedang duduk. Kim bum pun menyadari adanya so eun. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya. “ so eun?”. Kaget kim bum. So eun yang melihat kim bum merasa bersalah dan memalingkan mukanya, dia berjalan pulang. “berhenti..berhenti disana”. Teriak kim bum. “ kenapa sekarang kau suka sekali menghindariku”. Tanya kim bum. So eun tak menjawabnya. “juga..tidak menjawab pertanyaanku… kau ini ingin membuatku gila so eun???”. Teriak kim bum. “ tidak..maafkan aku jika aku membuatmu gila”. Kata so eun tanpa melihat kim bum. “ terlanjur… kau sudah membuatku gila, kemana saja kau seminggu ini..aku mencarimu”. Kata kim bum. “kau mencariku?”. Tanya so eun sambil membalikan tubuhnya menghadap kim bum. “ aku takut”. Kata kim bum. “takut???”. Sambung so eun. “ aku takut kehilanganmu”. Kata kim bum.  So eun membalikan tubuhnya lagi dia berjalan pergi. “ seperti orang yang sedang jatuh cinta saja..aku pikir, aku hilang pun kau tak perduli”. Kata so eun. “ jelas aku perduli…”. Kata kim bum. “ sudahlah…”. Jawab so eun. Dia pun meneruskan langkahnya. “bagaimana kalau aku mencintamu..kalau aku jatuh cinta kepadamu so eun”. Teriak kim bum. So eun langsung menghentikan langkahnya.

Kim bum menghampiri so eun. “bagaimana???”. Tanya kim bum. “ka..kau…”. jawab eunnie, so eun sudah tak dapat berkata apa-apa lagi. “ waktu itu..kau melihatku sedang bersama bo young khan??? Sebenarnya itu hanya pertemuan perpisahan bagi kami, bo young akan melanjutkan study di Amerika, kau salah faham”. Kata kim bum yang berdiri tepat di belakang so eun. “iya..maafkan aku”. Jawab so eun. “ yang aku cintai hanya KIM SO EUN tidak ada yang lain lagi”. Kata kim bum. So eun pun membalikan badannya, dia menatap kim bum dengan tenang. “benarkah????”. Tanya so eun. Kim bum pun tersenyum lebar sambil menaikan kedua halisnya, pertanda ‘iya’. So eun tersenyum dan memeluk kim bum. “ saranghae…saranghae yongwonhi…so eun”. Bisik kim bum di telinga so eun, yang memang tubuhnya pendek sepundak kim bum. “ terlalu kecil…aku tidak mau”. Pinta so eun manja. “baiklah”. Kata kim bum. “SARANGHAE…KIM SO EUN….SARANGHAE  YONGWONHI”. Teriak kim bum. Mereka  pun saling berciuman dengan mesranya. (serasa dunia milik berdua)

“ mana bunganya?”. Kata so eun sambil duduk mesra bersama kim bum. Tangan merekapun terus berpegangan erat seperti yang sudah di lem. “tidak..ada.. kalau waktu minggu kemarin masih…ada, kenapa minggu kemarin kau tak datang, aku sudah menunggumu”. Jawab kim bum berpura-pura marah. “hehehehe… karena aku melihat kau berpelukan dengan bo young”. Jawab so eun dengan manjanya. “ kau…kenapa kau mengungkit itu lagi…kau mau aku peluk?”. Ledek kim bum. “ sepertinya hangat, hehehehe”. Canda so eun.
“kau…”jawab kim bum. “ so eun….jangan tinggalkan  aku lagi”. Pinta kim bum sambil menatap mata so eun. “kau juga”. Jawab so eun sambil tersenyum manis pada kim bum.

“ ya sudah..kalau begitu kita pulang ke rumah saja..sudah malam”. Kata so eun. “kau..merusak suasana romantis saja”. Kata kim bum. “ayo……….”. kata so eun sambil menarik bummie yang masih duduk. “iya..iya…”.jawab kim bum. Kim bum pun berdiri. “ ayo..gendong aku”. Pinta so eun. “gendong??? Kau ini, tahu tidak karena cemas mencarimu aku ini seminggu belakangan ini kurang makan dan tidur.. sekarang kau minta aku gendong?”. Teriak kim bum. “ya sudah kalau tidak mau”. Kata so eun dengan wajah juteknya. “iya..iya..ayo naik”. Kata kim bum sambil membungkukan tubuhnya. “nanti aku masakan makanan, untuk kau makan”. Kata so eun. “tapi yang enak..aku benaran lapar”. Kata kim bum. “ iya..iya…mie ramen saja kalau begitu”. Kata so eun. “kau itu..kalau mie ramen aku juga bisa membuatya sendiri”. Teriak kim bum sambil berjalan menggendong so eun. “kau itu berisik sekali”. kata so eun. “ karena kau kurang tidur…kau bisa tidur di ranjang malam ini??”. Kata so eun. “ katakan saja terus terang..kau ingin tidur bersamaku.. hehehehe”. narsis kim bum. “ kau…sudahlah..cepat kau jalanya biar cepat sampai rumah..bukanya kau lapar dan mengantuk”. Teriak so eun. “iyaaa”. Jawab kim bum.

THE END

11 Tanggapan to “SoEulmates Story FINAL Part (SARANGHAE YONGWONHI KIM SO EUN)”

  1. Merli Beomsoeul 21 September 2010 pada 10:39 PM #

    Eon end nya kurang gereget !

  2. Puchaaby 23 September 2010 pada 8:10 AM #

    Wuaaaa akhirnya baca smp ending juga…
    Nice juga endingnya tp bnr agak kurang greget..apa kurang panjang yah hehehd *pleeeetakkk digetok authornya*
    Tp 7uka bgt ma ffnya..

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 23 September 2010 pada 7:14 PM #

      waaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh kurang ya… ntar bayangin aja sendiri yg lebih greget, kan mates imajinasinya tinggi *digetok reader* haahahhahhahaah

      btw makasih banyak udah baca ya..😀

  3. jelita 16 Oktober 2010 pada 9:06 PM #

    Bnyakin ge ffx
    Sukses!!!

  4. geill 20 Desember 2011 pada 6:44 PM #

    waaaaaaaaaaaaaaaa seru endingnya aq sk.
    top banget deh ceritanya …………………….>_<

  5. Gee 23 Desember 2011 pada 1:17 AM #

    Suka..simple&menarik!
    Aku suka pas scene Geun Seuk dipukuLin, biz jaHat sih..masa mw ngRusak psngan abadi…wehwehweh..
    Oh yah, Seung Ho mnt maf’nya d part special yah..dsni lum ada soalnya..
    Ih pngen getok Seungho ma Shin Hye deh..
    Mian nih, kbwa prasaan…Tp Seungho emang wajah playboy klo mnurut aQ (PeaCE^_^)

  6. sukma 31 Desember 2011 pada 10:13 AM #

    suka…suka….suka…
    akhr’a slesai jg baca’a.
    ga kbayang klo ad drama kek gni,,pasti kreenn abiz..
    smua pemain kren ngumpul dsini…hehe
    kimbum, so eun, geunseuk, seungho, shinhye, hyesun, minho, kim joon,.
    woaaa, ga kbayang da song hyegyo n hyunbin ugaa..

    Love it 3>

  7. cute bear 28 Oktober 2012 pada 3:00 PM #

    Suka endingnya, tapi kurang banyak, terlalu simpel

  8. pecinta manusia 30 Juni 2013 pada 10:40 AM #

    good god ,,,great from 1042gen…,,,,I like it

  9. Kim Jihyun 7 Januari 2014 pada 10:33 PM #

    sooo sweeetttt^^~ geunsuk maksa amat -_- ama gua aja sini :3 wkwkwk

  10. Mia 30 Juli 2014 pada 1:59 AM #

    Memang pasangan serasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: