seperti janji pelangi [OS]

21 Sep

Atas nama cinta, aku berlari mengejar mimpi sekalipun terkadang liku membuatku ingin jeda.

Atas nama cinta, aku kukuh dan kuat walau deburan ombak memisahkan kita

Atas nama cinta, bertahanlah demi cintaku & cintamu, cinta kita.



“Tuhan jika aku diberi kesempatan untuk melihat aku ingin melihat pelangi.” Ujar seorang anak perempuan ditepi danau, ia mengenakan gaun peri dengan sayap dipunggungnya.

Gadis kecil itu bernama Kim so eun, ia adalah seorang anak panti asuhan MATAHARI. Sejak kecil ia sudah ditinggal oleh orang tuanya dipanti asuhan. Mungkin alasan kedua orang tuanya adalah karena so eun sejak lahir mengalami kebutaan.

So eun kecil tidak pernah mengeluh karena ia berbeda dengan teman – temannya yang lain. So eun juga periang dia selalu tersenyum. Itulah yang disukai oleh teman – temannya, karena itu dia tidak pernah dikucilkan.

Brukk …….

“ibuuuuuu …………………..” teriak seorang anak laki – laki sembari menangis. Anak laki – laki ini bernama kim sang bum, ia adalah anak pengusaha kaya namun ayahnya telah meninggal, hari ini adalah pemakamannya. Kim bum kecil kabur dari tempat pemakaman karena dia sangat sedih melihat ayahnya dikuburkan.

“siapa disana?” ujar so eun yang mencari – cari sumber dari suara itu dengan indera pendengarnya sembari menggerak – gerakkan tongkatnya. “huhuhuhuhu …. Sakit ……. Huhuhuhuu …” ratap kim bum sembari memegangi kakinya yang terluka karena terjatuh.

So eun pun terus berjalan menuju sumber suara tangisan itu dibantu dengan tongkatnya yang ia gunakan sebagai penunjuk jalannya. Kemudian langkahnya terhenti setelah tongkatnya menyentuh sesuatu.

“awww ….. apa kau tidak melihat kalau aku ada disini ??? huhuhuhuhu ….” Ujar kim bum merutuk“maaf aku tidak melihatmu.” Ujar so eun dan kemudian meraba – raba kimbum.“kau sedang apa??? Apa kau buta ???” ujar kim bum sembari melirik so eun. Ia pun terkejut melihat so eun yang menggunakan tongkat dan matanya tidak terarah. “maaf aku memang buta.” Ucap so eun lirih.

Kim bum pun merasa menyesal karena telah berkata kasar pada so eun. “maaf, aku tidak tau kalau kau …..” ujar kim bum menggantungkan kalimatnya. “tak apa. Kenapa kau menangis?” Tanya so eun “aku terjatuh, kakiku berdarah ……..huhuhuhuhuh ….” Gumam kim bum dan meneruskan tangisannya. “apa? Berdarah? Sebelah mana?” Tanya so eun yang mulai terlihat cemas. “kakiku….. huhuhuhuhu …..” tangis kim bum kembali “sudahlah kau jangan menangis, bukankah kau laki – laki? “ tukas soeun “apakah ada peraturannya kalau anak laki – laki tidak boleh menangis? Kakikku sakit sekali tau.” Ujar kim bum manyun. “tunggu sebentar.” Ujar so eun. Ia pun melepaskan bandana yang terikat dirambutnya. Kemudian ia ikatkan bandana itu diluka kim bum.

“kau sedang apa?” ujar kim bum yang tak mengerti dengan kelakuan so eun“ini supaya lukamu tidak terkena kotoran sehingga tidak infeksi. Apa aku benar mengikatkannya pada lukamu ?” Tanya so eun “iya.” Ucap kim bum. So eun pun tersenyum dia pun meraba – raba wajah kim bum, kemudian menyeka air mata kim bum. “jangan menangis lagi.” Gumam so eun.

Kim bum terhenyak, baru kali ini ada yang menyeka air matanya. Ada yang begitu perhatian terhadap dirinya. Padahal so eun belum ia kenal. Ayah dan ibunya tidak terlalu mempedulikan kimbum. Ayahnya sangat sibuk dengan pekerjaannya, hingga akhirnya kini ayahnya meninggal terkena serangan jantung. Dan ibunya yang juga gila kerja, satu tahun sekali ia bisa bertemu dengan ibunya.

Sejak saat itu so eun dan kim bum sering bertemu didanau itu. Kim bum menunda kepulangannya beberapa waktu dipussan. Awalnya hanya untuk menghadiri upacara pemakaman ayahnya di pussan namun kini kimbum betah tinggal dipussan. Ibunya pun mengizinkan supaya kimbum bisa melupakan sejenak kesedihannya.

“so eun buku apa itu?” ujar kim bum yang sedang asyik menggambar. “ini buku cerita.” Jawab so eun“cerita apa?” Tanya kim bum kembali.“cerita tentang putri yang tinggal dinegeri pelangi.” Jawab so eun kemudian. “mengapa tulisannya seperti itu?” Tanya kim bum polos. “ini huruf braile kim bum, apa kau mau belajar membacanya?” tukas so eun . “iya aku mau.” Ujar kim bum.“kemarikan tanganmu akan aku ajarkan kau membaca huruf braile. “ tukas so eun .

So eun pun mengajarkan bagaimana cara membaca dengan huruf braile. Kim bum terlihat senang sekali. Terkadang diselingi tawa dan canda diantara mereka.

Tiba – tiba hujan turun, kimbum segera membereskan peralatan gambarnya begitu juga dengan so eun ia mulai merapikan bukunya dan mencari tongkatnya. Kemudian kim bum memapah so eun sembari melindungi so eun dengan jaketnya ketempat yang terlindung dari hujan supaya mereka bisa berteduh. Mereka berdua pun duduk disana.

“so eun kau suka pelangi ?” Tanya kim bum. “iya.” Ujar so eun sembari tersenyum. “kenapa? Memangnya kau sudah melihat pelangi itu seperti apa?” Tanya kim bum kembali. “aku memang belum pernah melihat pelangi, tapi menurut buku ini pelangi itu sangat indah. “ tukas so eun. “iya benar.” Ujar kim bum kembali. “kebahagiaan akan muncul setelah adanya penderitaan, begitu pula dengan pelangi yang muncul setelah adanya hujan.” Tukas so eun. Kim bum hanya terdiam mendengar kata – kata so eun. “suatu saat jika aku diberi kesempatan untuk melihat aku ingin sekali melihat pelangi. Aku ingin tau seperti apa warna merah, kuning, hijau , biru dan lainnya, karena yang aku tau hanya hitam yang pekat.” Tambah so eun kembali. “so eun …..” lirih kim bum sembari menatapnya. “aku tidak akan berhenti berharap, aku yakin suatu saat aku bisa melihat. Walau aku tidak tau itu kapan. Tapi aku sungguh tidak akan berhenti untuk berharap, karena inilah mimpiku. Menata hidup yang penuh dengan warna seperti pelangi” Tukas so eun kemudian.

“aku sungguh iri padamu so eun.” Gumam kim bum sembari menundukkan kepalanya. “iri padaku? Kenapa?”Tanya so eun kemudian. “kau masih bisa bermimpi, dan kau juga bisa berharap.” Ujar kimbum dengan nada pelan. “memangnya kenapa kimbum? Aku tidak mengerti.” Ujar so eun kembali yang masih penasaran. “tak apa lagipula itu tidak penting. “ ujar kim bum . “baiklah kalau begitu.” Gumam so eun kemudian. “oh iya so eun mana tanganmu?” ujar kim bum. “untuk apa?” Tanya so eun

Kimbum pun meraih tangan so eun, kemudian ia mengeluarkan sebuah tali sepatu berwarna warni dan memasangkannya pada tangan so eun. “ini adalah pengikat bahwa kau akan menjadi pengantinku suatu saat nanti.”ujar kimbum. So eun pun meraba – raba tangannya kemudian ia pun tersenyum. “mungkin itu hanyalah tali sepatu, tapi asal kau tau, ia memiliki magic. Ini akan menguatkan batin kita. Kau pegang satunya dan satunya lagi aku yang simpan.”tukas kimbum. “baiklah aku akan menjaganya.”gumam so eun.

Dirumah kim bum ..

“pengurus lee …. “ teriak kim bum dari dalam kamarnya. “iya tuan muda.” Jawab pengurus lee dengan nafas tersengal sengal karena lari dari lantai bawah menuju kamar kim bum yang ada dilantai 3. “aku ingin menelpon ibu, bisakah?” ujar kim bum“tentu saja tuan muda, akan saya sambungkan pada nyonya besar.” Ujar pengurus lee kemudian merogoh saku nya dan menelpon nyonya kang ibunda kim bum.

“yoboseyo ….” Sapa nyonya kang yang saat ini sedang berada di Jepang. “yoboseyo ….. nyonya saya pengurus lee, tuan muda kim bum ingin berbicara dengan anda.” Ujar pengurus lee. “ya .” ujar nyonya kang singkat. “ibu ….. “ gumam kim bum. “iya ada apa kimbum? Cepatlah sebentar lagi ibu akan ada meeting dengan klien penting.” Tukas nyonya kang. “baiklah, aku hanya punya satu keinginan. Bisakah kau membiayai temanku untuk operasi mata agar ia bisa melihat?” tukas kim bum langsung pada intinya. “memangnya siapa temanmu?” ujar nyonya kang. “namanya so eun bu, dia adalah anak panti asuhan. Dia buta sejak lahir. Aku ingin dia bisa melihat kumohon bu.” Ujar kim bum “aku berjanji aku akan rajin belajar, aku juga berjanji akan mengikuti semua perintah ibu asalkan ibu mau membiayai operasi temanku ini.”tambah kim bum lagi. “baiklah, ibu berjanji. Tapi ibu juga punya permintaan.” Ujar nyonya kang. “apa bu?” Tanya kim bum kemudian.

“kau harus berjanji kau tidak boleh melukis atau menggambar lagi. Kau harus konsentrasi pada sekolahmu karena kau adalah satu – satunya pewaris perusahaan milik ayahmu ini, kau mengerti?” tukas nyonya kang. “baiklah bu. Aku akan mengikutinya.” Jawab kim bum lemas, kini pupus sudah semua mimpinya untuk bisa menjadi seorang pelukis, “baiklah ibu akan menyuruh pengurus lee untuk mengurus semuanya. Serahkan teleponnya pada pengurus lee biar ibu bicara dengannya.” Ujar nyonya kang. “baik bu.” Gumam kim bum sembari menyerahkan teleponnya pada pengurus lee.

“iya nyonya.” Ujar pengurus lee memulai pembicaraan. “pengurus lee, kau sudah dengar semua kan? Aku minta tolong padamu untuk mengurus semuanya. Dan setelah selesai bawa kimbum kembali ke seoul. Dan satu lagi, buang semua alat – alat melukis milik kimbum dan pastikan tidak ada satupun yang tersisa, kau mengerti?” perintah nyonya kang. “baiklah nyonya akan saya laksanakan.” Ujar pengurus lee yang kemudian ditutup sambungannya oleh nyonya kang.

“pengurus lee bolehkah aku pergi menemui temanku sekarang?” ujar kim bum. “untuk apa tuan muda?” Tanya pengurus lee. “aku ingin memberitahunya kabar baik ini, aku mohon.” Ratap kim bum. “baiklah tuan, tapi jangan pulang terlalu sore.” Ujar pengurus lee. “baik aku mengerti.” Jawab kim bum dan langsung berlari menuju panti asuhan yang tak jauh dari rumahnya saat itu.

Di panti asuhan

“soeun ……………” teriak kim bum sambil berlari – lari mencari so eun disekitar panti, namun yang dicari blum terlihat juga. “kau mencari siapa kimbum?” ucap pengurus panti tersebut yang biasa dipanggil amma jin hee. “amma jin hee dimana so eun?” ujar kim bum. “dia ada ditaman belakang.” Ujar amma jin hee

Kimbum pun langsung berlari menuju taman belakang, ia benar – benar tak sabar ingin segera memberitahukan berita gembira ini pada so eun.

“so eun ….”teriak kim bum setelah melihat sosok so eun tengah duduk dibawah pohon rindang ditaman belakang. “kimbum???”ujar so eun sembari mencari – cari arah darimana suara itu berasal. “so eun, aku punya kabar gembira untukmu.” Ujar kimbum sembari memegang pundak so eun. “apa kimbum? Sepertinya itu berita gembira.” Ujar so eun penasaran. “kau sebentar lagi akan bisa melihat.” Ujar kim bum dengan hati – hati. “benarkah??? Aku akan bisa melihat kimbum? Tapi bagaimana caranya?” ujar so eun. “ibuku akan membiayai operasi mata untukmu, besok kau akan menjalani pemeriksaan dirumah sakit, kemudian kau akan dioperasi.”jelas kim bum dengan bersemangat. “terima kasih kim bum.” Ujar so eun sembari memeluk kimbum saking semangatnya. Kimbum pun membalas pelukan so eun kecil.

Keesokan harinya ….

So eun, kimbum, pengurus lee beserta pengasuh so eun dipanti asuhan mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan mata so eun. Setelah beberapa test dilakukan so eun pun mendapatkan kabar baik, bahwa kebutaan yang dialami so eun bisa disembuhkan, yaitu dengan cangkok mata.

Berkat bantuan dari ibu kimbum, so eun mudah sekali mendapatkan donor mata untuknya. 2 hari kemudian so eun pun menjalani operasi matanya.

“kimbum terima kasih karena kau aku bisa melihat sebentar lagi.” Ujar so eun pada kimbum setelah kemarin ia menjalani operasi mata. “sama – sama so eun, mulai sekarang setiap habis hujan kau bisa melihat pelangi.”ujar kimbum. “iya, oh iya kimbum aku punya sesuatu untukmu.” Ucap so eun sembari mengeluarkan sesuatu dari bawah bantalnya. “apa ini so eun?” Tanya kimbum sembari meraih bungkus kado dari so eun. “aku hanya bisa memberimu ini setelah semua yang kau berikan padaku.” Ujar so eun“boleh aku buka sekarang?” Tanya kimbum.“tentu saja,bukalah.” Ujar so eun.

Kimbum pun membuka kado tersebut, ternyata hadiahnya berisi seperangkat alat lukis, kimbum pun terhenyak melihat isi kado itu, ia tidak menyangka so eun akan memberinya alat lukis. Sebenarnya ia bimbang antara menerima atau tidak kado tersebut, karena ia sudah berjanji pada ibunya untuk tidak melukis lagi.

“kau suka melukis bukan? Karena itu aku memberimu ini. Kuharap kau menyukainya. Menurut amma afla itu adalah yang paling baik kualitasnya. Itu aku beli dengan uang tabunganku sendiri yang tadinya akan aku gunakan untuk operasi mataku.” Tukas so eun.“ah iya aku sangat menyukainya…. Terima kasih so eun.”ujar kimbum dengan nada yang agak ragu. “kimbum kedengarannya kau tidak senang?” Tanya so eun. “tentu saja aku senang, aku hanya kaget saja, karena kau memberikanku alat lukis yang bagus ini.” Ujar kimbum berusaha menutupi kebimbangannya. “kau pernah bilang padaku, kau ingin menjadi pelukis bukan? Kuharap kau bisa berlatih dengan baik dengan menggunakan itu semua. Aku yakin kau pasti akan menjadi pelukis yang handal. Kimbum jangan pernah berhenti bermimpi dan berharap yah” Ujar so eun. “iya …..”jawab kim bum datar, sebenarnya perasaan kimbum sangat hancur saat itu.

Dirumah kimbum ….

“tuan muda apa tuan telah bersiap – siap?” ujar pengurus lee. “pengurus lee, bisakah kita melihat so eun dulu? Hari ini so eun dibuka perban dimatanya, aku berjanji padanya bahwa aku adalah orang pertama yang akan dia lihat.” Ujar kimbum. “maaf tuan muda, tapi apabila kita terlambat, nyonya kang akan marah besar.”ujar pengurus lee. “baiklah, kalau begitu. Tapi bolehkah aku minta tolong?” ujar kimbum. “iya silakan tuan muda.” Ujar pengurus lee. “bisakah kau menyerahkan ini pada so eun? Aku mohon.” Ujar kimbum sembari menyerahkan sebuah kotak berwarna – warni seperti pelangi. “tentu saja tuan muda, aku akan menyuruh pengurus ji sung untuk mengantarkannya langsung pada nona so eun.”ujar pengurus lee. “terima kasih pengurus lee.”jawab kimbum dengan nada lemas.“tuan muda, saya akan membawa alat – alat ini untuk dibuang.” Ujar pengurus lee sembari membawa sekardus alat lukis kimbum. “tunggu sebentar pengurus lee.”ujar kimbum menghentikan langkah pengurus lee“ada apa tuan muda?” Tanya pengurus lee

“kumohon bolehkah aku menyimpan yang ini? Ini sungguh berharga bagiku. Aku berjanji aku tidak akan menggunakannya aku hanya akan menyimpannya.”ujar kimbum sembari memeluk alat lukis pemberian so eun. “tapi tuan muda …. Bila nyonya kang tau …. “ . ujar pengurus lee “aku tau, karena itu aku tidak akan menggunakannya aku hanya akan menyimpannya ditempat yang hanya aku yang tau. Aku mohon !!!”ratap kimbum. “baiklah tuan muda, aku akan mengizinkannya. Tapi kumohon jaga baik – baik jangan sampai nyonya kang mengetahuinya.” Ujar pengurus lee “baik aku berjanji. Terima kasih pengurus lee.” Ucap kimbum dan tersenyum.

Dirumah sakit ….

“sudah siap so eun untuk membuka perbanmu?” ucap dokter yang menangani so eun ia bernama dokter han hyo joo.“bolehkah aku menunggu sebentar, temanku blum datang.” Mohon so eun. “baiklah kita tunggu temanmu setengah jam lagi yah?” ujar dokter hyo joo. “terima kasih dokter.” Ujar so eun.

Tok … tok … tok ….

“masuk.” Ujar amma jin hee. “benarkah disini kamar nona so eun dirawat?” ujar orang tersebut yang merupakan pengurus ji sung. “iya benar.” Ujar amma jin hee. “siapa amma?” Tanya so eun . “perkenalkan nama saya park ji sung, saya adalah pengurus tuan muda kimbum selama di pussan,.” Ujar pengurus ji sung. “pengurus kimbum? Lalu dimana kimbum?” Tanya so eun. “maaf tuan muda tidak bisa kemari, beliau harus segera pulang ke seoul.”tukas pengurus ji sung pada soeun. “benarkah? Kenapa begitu?”ujar so eun dengan nada kecewa. “tuan muda menyuruh saya untuk mengantarkan ini pada anda nona,”ujar pengurus ji sung sembari meletakkan kotak kado itu dipangkuan so eun. “apa ini?” Tanya so eun. “tuan muda bilang kau boleh membukanya setelah kau bisa melihat nanti. Itu sebagai permohonan maafnya.” Ujar pengurus ji sung.

“amma mengapa kimbum seperti ini?”ratap so eun pada amma jin hee. “sudahlah so eun, kau jangan bersedih, lagipula kimbum masih mengingatmu buktinya dia memberikanmu ini sebagai permintaan maafnya. “ ujar amma jin hee mencoba menenangkan so eun. “iya amma, tapi ………..”ratap so eun

“soeun kalau begitu kita langsung saja membuka perbanmu yah?” bujuk dokter hyo joo. “baiklah dokter.”ujar so eun pasrah.

Perlahan perban mata so eun mulai dibuka, pelan – pelan so eun membuka matanya. Ia kemudian melihat kesekelilingnya, sebenarnya ia mengharapkan kalau kimbum ada dihadapannya. Namun apa daya ternyata keadaan berkata lain.

“amma…..dokter …..”ujar so eun kemudian memeluk amma afla orang yang selama ini telah mengasuhnya sejak bayi.

Setelah beberapa saat so eun pun melihat kado kimbum yang masih ada dipangkuannya. Ia kemudian membuka perlahan kotak itu, ia mendapati sebuah kaset recorder dan sebuah gulungan.

So eun pun membuka gulungan tersebut, didapatinya sebuah gambar pelangi ditepi danau, kemudian ada gambar seorang anak perempuan dengan mengenakan gaun putih dan sayap dipunggungnya.

Kemudian so eun pun mengambil kaset recorder yang diselipkan diantara gulungan tersebut. Soeun pun menekan tombol play.

Hi … so eun. Bagaimana kabarmu? Apakah kini kau sudah melihat? Apa kini kau tahu bagaimana merah, kuning dan hijau itu? Maaf so eun …

Maafkan aku karena aku tidak sempat memenuhi janjiku untuk menjadi orang pertama yang kau lihat, ini semua bukan keinginanku.

Selama aku kenal denganmu, aku mengalami banyak perubahan. Kau menunjukkan dunia padaku walaupun kau tidak pernah tau dunia itu bagaimana. Apa kau tau aku belajar berharap dan bermimpi adalah darimu.

Kau pernah bilang padaku, kebahagiaan akan muncul setelah adanya penderitaan begitu juga dengan pelangi yang akan muncul setelah adanya hujan. Aku akan mengingat kata – katamu sebagai penyemangat untukku.

Lukisan ini kubuat khusus untukmu, semoga kau bisa menyukainya. Hanya pelangi ini yang bisa aku tunjukkan untukmu.

Suatu saat jika aku kembali, akan kuperlihatkan pelangi yang lebih indah dari ini, jangan pernah lupakan aku so eun. Aku berjanji, seperti janji pelangi yang akan kembali lagi ketika hujan telah reda.

FROM : KIM SANG BUM


So eun pun menitikkan air matanya disimpannya kembali recorder tersebut kedalam kotak, namun kemudian ia menemukan sebuah foto dari kotak tersebut. Ia menatap lekat – lekat wajah yang ada dalam foto itu.” Apakah ia kim bumku?” tanyanya dalam hati. Ia balik foto itu dan ada tulisan “aku kim sang bum lelakimu.”


So eun pun tersenyum “suatu saat aku akan menemuimu kembali kim sang bum lelakiku.”

Beberapa tahun kemudian ..

15 tahun kimbum telah pergi meninggalkan so eun, namun ia masih yakin bahwa kimbum akan kembali untuk menunjukkan pelangi paling indah. Kimbum mungkin tidak pernah menghubunginya sama sekali selama 15 tahun ini. Tidak ada surat, telepon ataupun apapun yang menunjukkan usahanya untuk berkomunikasi dengan so eun, namun so eun tetap mempercayai janji terakhir kimbum. Mungkin terdengar klise tapi entah mengapa keyakinan itu tidak pernah berkurang.

Sore hari setelah hujan dipussan. So eun masih tinggal dipanti asuhan, ia kini menjadi pengasuh disana ikut membantu amma jin hee. Ia telah berjanji untuk mendedikasikan hidupnya dipanti. Hari ini tepat hari ultah so eun yang ke 24. semua anak – anak panti berebutan untuk mendandani so eun secantik mungkin. Setelah selesai mereka menutup mata so eun supaya ia tidak melihat surprise yang mereka buat.

“kalian mau membawaku kemana?”Tanya so eun dengan langkah hati – hati mengikuti tuntunan anak – anak. “tenang unnie, jangan khawatir. Kami punya surprise special buat unnie, jadi jangan cerewet. Ikuti saja kami.”ujar seorang anak perempuan. “iya, unnie tenang saja. Lihat saja nanti.”ujar seorang anak yang lainnya. “de …. Araso …. “gumam so eun

Setelah sampai ditaman tepi danau, anak – anak tersebut membuka penutupnya. Betapa terkejutnya so eun melihat sekitarnya. Banyak sekali lukisan – lukisan pelangi berukuran besar. Ia amati satu – satu sambil tersenyum. “indah sekali.”gumamnya.

“so eun …” ujar seseorang dibelakangnya. So eun pun menoleh. Ia tercekat gugu tak berdaya, detak jantungnya semakin cepat berdegup, rasanya ia pernah melihat sosok yang dihadapannya. Terlintas satu nama dan seutas wajah difikirannya, namun benarkah itu dia??? “bum …. Kimbum ….”gumam soeun terbata – bata. “iya ini aku, aku senang kau mengenaliku.”ujar kimbum sambil tersenyum manis.

So eun pun langsung memeluk kimbum, erat bahkan sangat erat. Seakan seluruh kerinduan yang selama ini terpendam ia keluarkan seluruhnya. Sampai – sampai tak terasa bulir – bulir air matanya terjatuh deras. Ia mendekap kimbum begitu lama, dan kimbum pun membiarkannya, ia tahu dan ia rasakan sendiri betapa besarnya rasa rindu itu.

So eun pun melepaskan pelukannya, “terima kasih kau sudah kembali.”gumam so eun. “tentu saja, aku kan sudah berjanji untuk menjemput pengantinku.”tukas kimbum. So eun pun tersenyum. “so eun aku sudah berjanji padamu untuk menunjukkan padamu pelangi paling indah bukan?”ujar kimbum. “iya, mana ? aku tagih janjimu.”timpal so eun.

Kimbum pun mengambil sebuah kaca kecil dari balik jasnya, dan ia perlihatkan pada so eun. “ini. Aku telah keliling dunia mencari pelangi paling indah tapi ternyata pelangi itu adalah kau so eun. Anugerah terindah yang pernah terlahir didunia ini.”tukas kimbum. Tak ada kata – kata lagi yang mampu so eun ucapkan. Semuanya terasa seperti mimpi baginya. Tapi ini nyata, realita yang benar – benar terjadi.

“terima kasih kau masih menungguku walau aku tidak pernah memberimu kabar. Tapi asal kau tahu, aku selalu berdoa pada Tuhan agar kau selalu yakin bahwa aku akan kembali. Kau tau, diperjalanan hidupku kau telah mengajarkanku untuk bermimpi. Dan kini aku telah berhasil membuktikan kepada orang tuaku bahwa aku mampu melaksanakan keinginan mereka tanpa harus mengorbankan impianku. Kau membuatku berani untuk bermimpi sekalipun itu sulit.” Tukas kimbum.

Soeun pun tersenyum. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan seuntai tali sepatu bermotif pelangi yang dulu pernah kimbum berikan padanya. “kau benar, ini memiliki magic. Jika aku merindukanmu atau sedang merasa kesepian aku selalu mengikatkannya ditanganku. Dan saat itu aku merasa kau menggenggam tanganku.”tukas so eun. “benarkah? Aku pun begitu. Bahkan aku selalu membawanya kemanapun aku pergi. “ujar kimbum sambil mengeluarkan tali sepatu yang ada padanya dari sakunya.

Kimbum pun meraih tangan so eun dan mengajaknya ke tepi danau. Disana ada pelangi yang seakan menunggu mereka. Kimbum pun menggenggam tangan so eun dan menatap dalam matanya. “ matamu indah dan memberi kehangatan bagi yang menatapnya, so eun …. Maukah kau menjadi pengantinku? Menemani seumur hidupku sampai aku tak bisa lagi bernafas dan jantung ini tak kembali berdetak?” ungkap kimbum dengan penuh penghayatan.

So eun pun menatap lekat wajah kimbum, diperhatikannya dengan seksama “ tentu saja, tapi akankah kau masih mencintaiku walaupun rambutku telah memutih dan aku tidak cantik lagi?”timpal so eun. “ ya. Karena bagiku apapun yang terjadi padamu engkau tetap bidadariku walau kau bukan dari negeri pelangi. Kau adalah wanita yang harus kumiliki sampai mati.”tukas kimbum.

Kimbum pun mengecup lembut kening so eun, seakan mengalir seluruh rasa sayang kimbum ke tubuh so eun. Suasana yang begitu menyentuh terlebih pelangi menjadi saksi bagi mereka. Kini hanya ada satu kata dihati mereka. BAHAGIA.

Cinta memberi kekuatan yang tak pernah kita sangka. Cinta itu indah bagi yang mengerti makna cinta. Cinta tak menyimpan sendiri keindahannya, melainkan ia bagi kepada hati –hati manusia. Hiduplah karena cinta dan cintailah cinta semampumu karena cinta hanya ingin cinta yang sederhana.

makasih buat mates yang bersedia baca, tolong dikomen yah … heheh …

19 Tanggapan to “seperti janji pelangi [OS]”

  1. Aryanti 8 Oktober 2010 pada 12:23 AM #

    Bagus bgt…
    sering2 ya bikin cerita kyk gni..

    • 라흐미 'Rahmi' 8 Oktober 2010 pada 9:03 PM #

      makasih udah baca…

  2. Uli Bummies Forever 22 Oktober 2010 pada 6:21 PM #

    seru abz…
    lnjt’n trs yach!!

  3. Niiz 15 Maret 2011 pada 2:27 AM #

    Huaaaa semoga crtanya bsa jd doa, wlwpun mrka jauh tp hati mrka ttp sling trjaga, dan mrka akan mnjd soeulmate amien ^^

  4. meilani 2 Oktober 2011 pada 9:27 PM #

    keren kimbum menepati janjinya kepada so eun

  5. Helda wati 3 Oktober 2011 pada 1:00 AM #

    So sweet bgt sich. emank kimso eun untuk kimbum.🙂

  6. geill 20 Desember 2011 pada 8:36 PM #

    mengharukan dan romantis untuk kisah ff ini.
    kim bum and so eun, so sweet………………

  7. sukma 7 Januari 2012 pada 4:04 PM #

    sukaaaaaaaaa!!!!!!

  8. SintiaBumsso 13 September 2012 pada 10:48 PM #

    So sweet kereeenn aku terharu baca kisahnya :’) sukkka bangett🙂

  9. cucancie 24 September 2012 pada 1:28 PM #

    Suka deh sm susunan kata di ff ini,puitis bgt…authornya daebak…

  10. ranatty 1 Oktober 2012 pada 7:32 AM #

    dri jdulnya aja udah kliatan klo crtnya sngt romantis, suka bngt, bnr2 menyentuh.

    ‘aku kim sang bum, lelakimu’ suka ma tlisan ni

  11. Erwanda Ersa 4 Januari 2013 pada 6:21 PM #

    Aku udah baca FF ini 6 kali lebih~
    Tapi sukses! Cuma FF ini yang buat aku nangis walaupun udah dibaca berkali-kali..
    Min, boleh aku minta fb or twitter admin?
    Aku penasaran siapa yg buat FF sebagus ini ^_^

  12. vika 28 Maret 2013 pada 11:40 AM #

    wah,so sweat…

  13. kiki chan 11 April 2013 pada 9:43 PM #

    manis banget..🙂

  14. Yumna Arinda Putri 22 November 2014 pada 8:58 PM #

    so swiiit bgt kisah cinta di cerita ini….semoga bumsso bahagia selamanya ^_^

  15. Faizal indri 11 Oktober 2015 pada 4:53 PM #

    Benr” menyenth hati…ni ff mbri makna kt hars percya di balik air mata ada tawa,…

  16. Kim sang eun (july tiwi) 11 Oktober 2015 pada 6:59 PM #

    So sweet bgt… Walaupun 15 tahun pisah, tanpa kabar sekalipun, tapi mereka ttp satu..:)

  17. kimmayurinerays 12 Oktober 2015 pada 11:14 AM #

    Saya tidak tau harus comments apa, ini kisah begitu sweet sekali..benar2 punya makna yg dalam, thank you author… good writing, salam kenal dari ku.. banyak yang bisa ku ambil dari setiap tulisan mu ini ^^…

  18. minwoo bumssoelmates 12 Oktober 2015 pada 7:11 PM #

    Gk tau hrus ngomong apa

    Ini benar2 mnyentuh ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: