Saranghae My Sweety Brownies [OS]

21 Sep

Seutas wajah itu mendiami seluruh taman asa, menemaniku hadapi hari – hari yang tak selalu cerah. Seutas wajah itu mendiami sudut paling sunyi dan suci, menemaniku saat langit malam tak lagi berbintang



So eun berjalan riang sambil mendekap sekotak makan siang. Ia berjalan menyusuri koridor sekolah menuju sebuah tempat. Atap sekolah. “semoga dia menyukai masakanku hihihihihi ….”gumam so eun dengan cerianya.


Setelah lirik sana lirik sini, ia pun akhirnya menemukan sosok yang ia cari. Kim sang bum. Ia sedang duduk sambil membaca komik kesukaannya, Naruto. So eun sangat tahu sekali jadwal kegiatan kimbum. Setiap istirahat kimbum pasti keatap sekolah untuk membaca buku, sampai ia lupa untuk makan siang, untuk itu so eun selalu membawakannya makan siang walau kimbum tidak pernah memintanya. Ya namanya juga cinta. Hehe ..


“annyeong haseyo bum – ah … “ujar so eun diiringi senyum khasnya sehingga lesung pipinya terlihat dan membuatnya tambah manis.


Yang disapa hanya diam saja, so eun pun memperhatikannya. Kimbum menutup wajahnya dengan buku. So eun pun memberanikan diri untuk mengangkat buku itu dari wajah kimbum. “ahh … dia tertidur. Lucu sekali. Wajahnya saat tertidur terlihat tanpa beban dan damai.”gumam so eun.


Cahaya matahari membuat silau kimbum, sehingga tidurnya merasa terganggu. Dengan cekatan so eun pun menghalangi cahaya matahari ke wajah kimbum dengan tangannya. “kau pasti sangat lelah, tidurlah yang nyenyak. Aku akan menjagamu.”gumam so eun.


So eun terus memayungi wajah kimbum dengan tangannya supaya cahaya matahari tidak membuatnya terbangun. So eun menatapnya lekat dan memory tentang pertemuannya yang pertama kali dengan kimbum pun teringat kembali.


Saat itu hari pertama so eun masuk sekolah SMA. Seperti kebiasaannya, ia selalu menggunakan sepeda saat pergi sekolah. Namun ditengah perjalanan, sepedanya tersandung sehingga so eun terjatuh. So eun terluka dan merasa kesakitan, ia pun menangis. Beberapa saat kemudian, seorang pria sebayanya menghampiri dan jongkok dihadapannya. Pria itu pun memperhatikan luka so eun dan membasuhnya dengan air mineral yang ia bawa. So eun menatapnya heran, karena ia sama sekali tidak mengenal pria tersebut, namun dari seragamnya terlihat bahwa mereka satu SMA.


Pria itu pun menutup luka so eun dengan plester yang ia bawa, namun pria itu tidak mengucapkan sepatah kata pun pada soeun. Setelah selesai, ia pun berdiri dan melangkah pergi. So eun bingung dengan kelakuan pria tersebut, “hei …. Tunggu !!!”teriak so eun.


Pria itu pun menoleh, “apa?”gumamnya. “ahh … ghamsahamnida.”ujar soeun sembari menundukkan kepalanya. Pria itu pun berniat melanjutkan perjalanannya, namun lagi – lagi so eun memanggilnya “ah … tunggu!!” pria itu pun berhenti dan menoleh kembali “apalagi?”ujarnya dingin. “maaf, kita belum berkenalan. Siapa namamu?”Tanya so eun


“kim sang bum.”ujar pria itu dingin.”ou …. Ahhh … bisakah aku merepotkanmu sekali lagi?”Tanya so eun. “apa?”Tanya kimbum lagi. So eun pun cengar cengir “hehe …”.


Kimbum terus mengayuh sepeda so eun sambil membonceng so eun. Wajahnya terlihat merah menahan malu, bukan karena ia membonceng so eun tapi karena sepeda yang ia pakai adalah sepeda perempuan terlebih berwarna pink. “ahh … harga diriku langsung jatuh dihari pertama masuk sekolah.”gumam kimbum dalam hati.


Sontak sekitar mereka memperhatikannya, bahkan ada beberapa yang berbisik – bisik dan tertawa. Sementara so eun tidak menyadari akan hal itu, ia tetap saja enjoy dibonceng oleh kimbum.


Sesampainya disekolah, so eun pun berterima kasih pada kimbum karena telah membantunya lagi. “ghamsahamnida …. Kau telah bersedia menolongku lagi.”ujar so eun disertai membungkukkan badannya. “chonmaneyo.”ujar kimbum. “ahh … iya tunggu sebentar.”ujar so eun menghentikkan langkah kimbum.


So eun pun mengodok –ngodok tasnya mencari sesuatu, “ini untukmu, sebagai tanda terima kasihku untukmu.”ujar so eun sembari menyodorkan tempat makan berbentuk kotak berwarna pink . kimbum pun mengernyitkan dahinya, “ahh tidak usah, lagipula aku tulus menolongmu.”ujar kimbum. Namun so eun tetap memaksa memberikan kotak makan tersebut pada kimbum “itu adalah brownies buatanku, kau harus menerimanya. Karena hanya itu yang bisa kuberikan.”ujar so eun. “tapi aku tidak menyukai makanan manis.”ujar kimbum. Namun so eun terus memaksanya. Kimbum pun menyerah dan akhirnya menerima kotak makan itu.


Kimbum pun berjalan menuju kelasnya, sepanjang jalan banyak yang memperhatikan kimbum. Mereka menertawakan apa yang dibawa oleh kimbum, kotak makan berwarna pink dengan gambar hello kitty “ahh …. Aku benar – benar trauma dengan warna pink.”gumam kimbum dalam hatinya.


Beberapa hari kemudian, so eun tertunduk lesu ditaman sekolah. Wajahnya ditekuk, berbeda sekali dengan hari – hari sebelumnya. Ia selalu ceria walaupun hatinya sedang bersedih. Go ara yang merupakan sahabatnya pun menghampiri so eun. “kau kenapa? Kenapa wajahmu kusut sekali?”Tanya ara. “suasana hatiku sedang mendung”gumam so eun yang masih terus cemberut. “sama sekali tidak seperti dirimu yang sebenarnya. Ada apa denganmu?”Tanya ara lagi berusaha mengorek informasi.


So eun menghela nafasnya bersiap untuk bercerita “aku bingung dengan kimbum, seperti yang kau tahu. Aku sudah menyukainya sejak kita awal masuk sekolah. Dan selama itu aku terus menunjukkan rasa sukaku dan perhatianku padanya berharap kalau ia akan menyukaiku juga.”tukas so eun dengan nada penuh pengharapan.


“ahh … itu, sebenarnya aku pun bingung, tapi kalau dia tidak menyukaimu kenapa selama ini dia selalu menerima semua perhatianmu. Ya mungkin tanggapannya dingin tapi ia tidak pernah menolaknya kan? Seperti saat kau minta dia untuk menemanimu menonton konser adam lambert, membantumu mengerjakan PR matematikamu, menerima makan siang yang selalu berisi brownies setiap hari,apa dia tidak bosan? dan lain – lain deh.”ujar ara berusaha menghibur sahabatnya.


“iya aku pun berfikir seperti itu, tapi kalau aku perhatikan, responnya hanya segitu – gitu aja, gk lebih. Lebih baik aku menyerah, karena sebenarnya juga banyak perempuan lain yang menyukainya. Mungkin cinta pertamaku tidak perlu kesampaian, biarlah kimbum selalu tersimpan dihatiku meski raganya tak dapat kumiliki ( kok kayak lirik the virgin yah? )tukas so eun dengan nada lesu.


“ahh … kenapa kau menyerah seperti itu setelah perjuangan untuk mendapatkan kimbum kau kerahkan? Ugh … kau bodoh sekali so eun.”ujar ara sembari menjitak kepala so eun. “tak apa, biarlah yang lalu menjadi sebuah kenangan indah, dan supaya aku tidak menyesal nanti karna aku telah berusaha berjuang untuk mendapatkan kimbum walau akhirnya aku menyerah juga.”gumam so eun. “ciih … bicaramu puitis sekali, aku jadi terenyuh.”gumam ara.


Sudah beberapa hari ini so eun tidak lagi menunjukkan perhatiannya pada kimbum, ia tidak lagi menunggu kimbum didepan gerbang untuk masuk kekelas bersama, menemuinya diatap sekolah sambil membawa brownies setiap istirahat, mencuri – curi kesempatan untuk memotret kimbum, atau yang lainnya hal yang selalu ia kerjakan untuk mendapatkan perhatian dari kimbum.


Kim bum berjalan menuju kelasnya, “kemana si brownies itu? Akhir – akhir ini aku jarang melihatnya. Tapi kenapa aku peduli? Ah … sudahlah. Lagipula hidupku jadi damai karna tidak ada yang menggangguku lagi.”gumam kimbum. namun langkahnya terhenti saat ia melihat so eun tengah bercengkrama dengan go ara dikelas sambil memakan bekal so eun, kali ini bukan brownies melainkan cheese cake. Kimbum memperhatikan mereka dari balik jendela, sehingga kimbum masih bisa mendengar pembicaraan mereka.


“tumben kau mengganti menu bekalmu dengan cheese cake bukan dgn brownies lagi.”ujar go ara.”iya, kalau membuat brownies aku jadi ingat pada kimbum lagi.”jawab so eun sembari melahap cheese cakenya.”ou … ya terserah kau lah.”gumam ara dan ikut melahap cheese cake milik so eun.


“memangnya ada apa denganku?”bisik kimbum pada dirinya sendiri. Kimbum pun melanjutkan langkahnya kekelasnya yang bersebelahan dengan kelas soeun. Kimbum terus saja teringat so eun, ia merasa ada yang hilang. Lebih tepatnya ia kehilangan so eun. Namun hatinya terus saja mengelak, ia tidak mengakui bahwa sebenarnya kimbum telah luluh hatinya oleh so eun.


Tidak seperti biasanya, hari ini so eun memakai motor kesekolah. Ia dibonceng oleh seseorang. “oppa terima kasih kau mau mengantarku, ini gara – gara sepedaku masuk bengkel.”ujar so eun. “tak apa, lagipula aku belum pernah mengantarmu sekolah.”jawab pria tersebut yang bernama u-know. Pria itu pun mengecup kening so eun sebelum akhirnya mereka berpisah. So eun masuk ke gerbang sekolah, dilihatnya kimbum tengah melihat kearahnya. So eun pun menunduk dan berlari menuju kelasnya. “siapa laki – laki itu?”batin kimbum.


Hari ini kimbum mulai bekerja paruh waktu di sebuah toko SWEETY CAKE AND ICE CREAM, sebuah toko yang menjual aneka kue dan ice cream. Kimbum tengah membersihkan beberapa meja yang kosong saat so eun dan u-know berkunjung ke toko tersebut. So eun dan u-know pun duduk dimeja dekat dengan jendela, kimbum pun menghampiri mereka dan menawarkan apa yang akan mereka pesan.


So eun kaget sekali karena kimbum menjadi pelayan disana, namun segera ia dapat menguasai diri “ice cream coklat 1 dan banana ice creamnya 1.”ujar u-know memesan pada kimbum.”baik akan segera saya buatkan.”jawab kimbum. Ia pun pergi menuju dapur.


Beberapa saat kemudian kimbum datang bersama pesanan milik so eun dan u-know ice cream coklat dan banana ice cream. Namun ada tambahan 1 potong brownies ikut dihidangkan dimeja soeun. “mwo? Aku tidak memesan ini.”ujar so eun melihat brownies itu diberikan padanya tidak pada u-know. “makan ice cream akan tambah lezat bila ditambah dengan brownies. Ini hadiah untuk anda.”ujar kimbum diiringi senyum manisnya.”kenapa aku tidak diberi juga.”gumam u –know dalam hatinya. “ini supaya kau ingat dengan brownies kesukaanmu.”bisik kimbum dalam hatinya.


So eun terbengong dengan apa yang dilakukan kimbum, kimbum pun meninggalkan mereka namun memperhatikan so eun dan u-know yang begitu akrab. Ada perasaan marah dalam hatinya namun ia tak tahu kenapa. “mengapa aku memberinya brownies?”batinnya. kimbum pun menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal sambil ngeloyor kedapur. Dilihatnya beberapa chef tengah membuat kue, ia melirik kesebuah piring, ada brownies diatasnya. “aku rindu brownies.”gumamnya dengan kata ‘brownies’ dengan artian kue ataukah so eun yang selalu ia panggil brownies.


Kimbum naik bis menuju rumahnya sepulang ia bekerja. Ia terus menatap keluar jendela dengan fikiran yang dipenuhi oleh so eun. Ada rasa rindu yang menyelinap lembut dalam hatinya, ada rasa marah ketika so eun bersama dengan pria itu, ada yang hilang ketika soeun tak lagi memperhatikannya. Saat ia masih melamun tak sengaja kimbum melihat so eun tengah dibonceng oleh u-know, so eun mendekap erat u-know. “kenapa hari ini aku terus melihatnya bersama pria itu? Membuat moodku rusak saja.”gumam kimbum.”ahhhhh … sebenarnya ada apa denganku???”teriak kimbum. Sontak para penumpang dibis itu pun kaget, terlebih seorang helmoni yang sedang duduk disamping kimbum. Ia kaget setengah mati karena teriakan kimbum sehingga refleks menjitak kimbum. “aduhhhh … maaf aku tidak sengaja.”ujar kimbum sembari mengusap – usap kepalanya yang kesakitan. “apa kau berniat membunuhku?”ujar helmoni tersebut dengan wajah menantang.


Hari ini sekolah libur. Kimbum tengah berjalan – jalan disekitar taman kota. Tak sengaja dilihatnya u-know bersama seorang wanita. “huh, kenapa so eun lengket sekali dengannya?”gumam kimbum. Namun kimbum merasa aneh, wanita itu tidak seperti so eun. “itu kan go ara sahabat so eun? Mengapa ia bersama pacar so eun? Lalu dimana soeun?”batinnya.


u-know dan go ara tengah bercengkrama, sesekali u-know memegang tangan go ara dan membelai rambutnya seperti orang yang berpacaran. Kimbum memperhatikannya dari balik semak – semak. Ia pun mengambil kesimpulan bahwa laki – laki itu berselingkuh dengan go ara. “dasar laki – laki brengsek, aku tidak menyangka go ara tega mengkhianati sahabatnya sendiri.”gumam kimbum


“hei sedang apa kau?”ujar seorang wanita menepuk bahu kimbum. Kimbum pun segera menariknya supaya bersembunyi dengannya. “ssstttttttt … kau jangan berisik, aku sedang memergoki laki – laki brengsek itu.”ujar kimbum. “siapa?”Tanya wanita itu lagi. “itu kau lihat, yang laki – laki yang berambut orange dan memakai jaket putih yang sedang memegang tangan seorang wanita berjaket biru muda.”ujar kimbum. Kimbum pun menoleh pada wanita disampingnya. “so eun!!!”ujar kimbum kaget karena ia baru menyadari kalau sedari tadi ia mengobrol dengan so eun.


“apa? Kenapa kau kaget seperti itu?”Tanya so eun dan kembali berkonsentrasi memperhatikan u-know dan go ara. “so eun, aku tidak bermaksud apa – apa, tapi sekarang kau sudah tahu kan bagaimana kelakuan pacarmu itu.”ujar kimbum sambil menunjuk u-know dan go ara.


“pacarku?”gumam so eun.”iya laki – laki itu, kemarin dia berkencan denganmu sekarang dengan go ara, pacar macam apa itu? Sudah putuskan saja dia.”ujar kimbum.


“so eun … kim bum … kalian sedang apa disini?”Tanya go ara tiba – tiba yang berada dihadapannya. Kimbum pun shock melihat go ara dan u-know telah berada didepannya. Ia melihat kearah tadi mereka duduk dan melihat lagi ketempat sekarang mereka berdiri “kenapa kalian ada disini?”Tanya kimbum balik. “aku melihat kalian disini, jadi aku menghampiri kalian.”ujar go ara.


Kimbum pun menarik so eun kebelakangnya. “kau tenang saja aku akan membelamu.”ujar kimbum. So eun hanya menatapnya bingung “sebenarnya dia sedang apa?”batin so eun. “hei … kau … pria dengan rambut orange, kemarin kau berkencan dengan so eun dan sekarang kau berkencan dengan go ara, apa maksudmu?”ujar kimbum. “aku? Apa maksudmu?”tukas u-know. “hah … kau benar – benar tidak waras mengencani so eun dan go ara sekaligus, apa kau tidak tahu mereka kan sahabat sejak kecil.”ujar kimbum.


“jadi maksudmu aku playboy?”ujar u-know sambil tertawa. “kenapa kau tertawa? Hei dengar yah, sebelum so eun bersamamu dia lebih dulu menyukaiku. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti so eun.”ujar kimbum tegas. “hiks …. Hiks …. “tangis so eun. “kau jangan menangis hanya karena pria brengsek ini.”ujar kimbum. “bukan itu …”gumam so eun.”kenapa? karena kau dikhianati oleh sahabatmu?”ujar kimbum lagi.”bukan, tapi karena kau menginjak kakiku.”ujar so eun sambil menunjuk kakinya yang diinjak oleh kimbum. “ahh … maaf aku tidak sengaja.”ujar kimbum sambil menggeserkan kakinya ketempat yang lebih aman.


“hahahaha …. Jadi kau menganggap aku mengkhianati so eun dan kak u-know ini adalah pacar so eun?”ujar go ara disertai tawa renyah.”kenalkan aku u-know. Aku kakak so eun dan go ara ini baru pacarku.”ujar u-know sambil menyodorkan tangannya pada kimbum untuk bersalaman. “mwo???”teriak kimbum yang tambah shock. “kau perhatian sekali pada so eun, sehingga tidak mau so eun disakiti, apa kau mulai menyukai so eun?”selidik go ara. Kimbum hanya celingak celinguk tanda salting. “ah maaf, sepertinya aku harus segera pergi.”ujar kimbum dan lari tunggang langgang.


Esoknya ..

So eun tengah mendekap kotak makan berwarna pink saat ia tengah berlari – lari menuju atap sekolah. Setelah sampai di atap, ia pun mencari – cari dimana kimbum berada. Matanya pun tertuju pada sosok pria yang dicarinya yang tengah terduduk sambil bergumam sendiri. So eun menghampirinya dengan langkah yang perlahan sehingga tidak menghasilkan suara.


“sebenarnya apa yang terjadi denganku? Aku rasa aku sudah mulai gila.”ujar kimbum sambil mengacak – acak rambutnya. “alasannya karena kau mulai menyukaiku.”ujar so eun yang mengagetkan kimbum. “aduh … kenapa kau seperti hantu saja, apa kau melayang sehingga tidak terdengar suara sepatumu?”ujar kimbum dengan ekspresi kaget yang lebay. “hahahaha … kenapa kau kaget sekali?”ujar so eun menggoda.


“ini.”ujar so eun sambil menyodorkan kotak makan tersebut pada kimbum. “apa ini?”Tanya kimbum. “buka saja.”timpal so eun.


Kimbum pun membuka tutupnya dan dilihatnya brownies coklat berbentuk hati dengan parutan keju diatasnya. Kimbum terlihat senang melihatnya. “kau suka?”Tanya so eun. “mengapa kau selalu memberiku brownies?”Tanya kimbum. “karena brownies manis sepertiku. Hehehe …”timpal so eun. “geez … kau narsis sekali.”ujar kimbum.


“aku memutuskan untuk kembali mengejarmu.”ujar so eun. “mwo???”gumam kimbum. “hahahaha …. Kali ini aku tidak akan menyerah sampai kau mengakui kalau kau memang menyukaiku juga.”ujar so eun sambil mengerdipkan sebelah matanya. “tapi yang aku sukai adalah brownies.”ujar kimbum. “brownies yang kau maksud kue itu atau aku?”selidik so eun. “menurutmu?”timpal kimbum diiringi senyum khasnya. “aku akan mengartikannya bahwa itu adalah aku. Hhahahahaah ….”gumam so eun.


Mentari siang pun menyapa mereka dengan sinarnya yang hangat sehangat cinta mereka yang kini mulai mekar. Manis seperti itulah kisah mereka layaknya brownies.


TAMAT

by: LULU

10 Tanggapan to “Saranghae My Sweety Brownies [OS]”

  1. Niiz 15 Maret 2011 pada 2:41 AM #

    Sukur tu nenek ga jantungan gara.gara bumppa.

    Hahaha aku yg baca aja malu aplg bumppa yg nglaminnya😀

    Wkekeke ffny nice sma kya brownisnya😀

  2. charlotte 25 Juni 2011 pada 1:22 PM #

    1 kata – KEREN !

  3. meilani 2 Oktober 2011 pada 10:17 PM #

    lucu banget kimbum yang ngak mau mengakui perasaannya kpd so eun

  4. Helda wati 3 Oktober 2011 pada 12:40 AM #

    Hahaha,kimbum awal.y dingin bgt am so eun, setelah merasa kehilangan akn kehadiran soeun, kimbum malah gelisah, keren2 os.y. ditunggu os2 berikut.y🙂

  5. Dwi 8 November 2011 pada 12:59 AM #

    Aigoo….
    Kim bum n soo eun….
    I lke it

  6. geill 20 Desember 2011 pada 8:09 PM #

    mantap, aq sk ff-nya, karna lucu, kocak, dan unik kisah cintanya >__<

  7. amkyuminry 25 Februari 2012 pada 4:25 PM #

    ayayay~ so sweet.. TOP bngt deh ceritanya😄

  8. ayu lestari 15 Maret 2012 pada 3:37 PM #

    aaa so sweet, tp ending’a kurng pnjang !!
    Tpi tetep kereen

  9. cucancie 22 September 2012 pada 11:47 AM #

    Kereennn…seruuu….

  10. kimarytheangel 13 April 2014 pada 10:25 PM #

    Haa kb lcu bgt aduh perutq mpe sakit krn ktawa tmben ak bca ff slucu ini sumpah kocak abs….:-D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: