The Love For Happy Together Part.1

19 Sep

Masa-masa SMA adalah masa-masa yang indah. Memiliki dua sahabat yang
disayanginya begitu juga kisah cintanya. Tidak ada yang menyangka akan ada yang jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri. Namun kadang penampilan buruknya yang menghalangi rasa keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya terpaksa dia memendamkannya. 2 tahun telah berlalu.

Penampilan dulunya yang buruk, agak gendut, sedikit hitam, dan berkaca mata tebal. Selama 2 tahun terus berjuang untuk perubahan dirinya. Kini dia berhasil mengurangi berat badannya hingga terlihat langsing. Luluran dan mandi susu yang teratur hingga berhasil memutihkan kulitnya, kacamata tebalnya diganti dengan lensa kontak. Dan juga dia berusaha belajar mati-matian agar dia diterima Universitas Shinhwa yang terkenal. Bukan karena kualitas Universitas yang bagus itu diincarnya tetapi karena ada cinta pertamanya yang juga mendaftar disana. Dan akhirnya, dia pun berhasil diterima di sana. Kini tinggal satu harapan yang harus diwujudkannya. Yaitu mengungkapkan perasaannya kepada cinta pertamanya.

Supir taksi menyadarkan seorang gadis yang sedang melamun memikirkan masa lalu.

”Nona. Sudah sampai di Universitas Shinhwa. Nona? Nona!”panggil supir taksi itu. Gadis itu pun langsung menyadarkan dirinya.

”Oh. Sudah sampai ya? Ini uangnya.” Gadis itu menyerahkan beberapa lembaran won sambil turun bersama kopernya dari taksi. Dia pun memandang bahagia. Dan takjub melihat kemegahan Universitas Shinhwa. Ternyata dia tidak sia-sia mendapatkan beasiswanya.

”Wah…. Indah sekali tempatnya.” Gadis itu mengagumi seluruh pandangan universitas itu. Bunga-bunga sakura masih bermekaran hingga satu bunga pun tertancap di kepala gadis itu. Gadis itu pun mengambil bunga diatas kepalanya. Dan tersenyum melihatnya.

”Kim Bum. Tunggu aku. Kim So Eun akan segera mengungkapkan perasaannya selama 3 tahun.” Gadis yang bernama Kim So Eun itu pun menyimpan bunga sakura di buku yang dibawanya. Lalu dia kembali memasukkan bukunya ke dalam tas. Dan langsung mencari kelasnya.
So Eun berhenti di depan taman.  Terlihat seorang gadis sedang sibuk mengambil kertas-kertasnya yang berterbangan. Rupanya angin disana cukup kuat.
So Eun langsung menghampiri gadis itu dan membantu memungutnya.
”Terima kasih telah membantuku.” ucap gadis itu setelah berhasil mengumpulkan semua kertas kembali.

So Eun menyerahkan lembaran terakhir sambil tersenyum.  ”Sama-sama. Rupanya angin disini cukup kuat ya?”

”Iya. Oh iya, kenalkan namaku Lee Min Jung. Min Jung. Namamu siapa?” tanya Min Jung sambil mengulurkan tangannya.

So Eun menyambutnya, ”Namaku Kim So Eun. So Eun.” mereka pun berjabat tangan.

”Kau mengambil jurusan apa?”tanya Min Jung.

”Ekonomi.”

”Hah? Ekonomi? Berarti kita sekelas dong.” Min Jung terlihat senang. ”Benarkah?”

Min Jung langsung melihat lembaran kertasnya yang isinya merupakan
nama-nama pembagian kelas jurusan ekonomi.

”Kim So Eun… So Eun… Ah ketemu! Iya, kau sekelas denganku. Coba
lihatlah.” Min Jung menyodorkan kertasnya. So Eun pun memeriksanya.

”Kau benar. Kita sekelas.” So Eun pun ikut senang melihatnya. Min Jung melihat koper yang dibawa So Eun.

”Kau mau kemana? Membawa koper begitu.” tanya Min Jung heran.

”Oh ini. Aku pindahan dari luar kota begitu diterima disini. Jadi aku mau
mencari apartemen yang murah.”

”Hah? Dari luar kota? Bagaimana kalau kau tinggal denganku saja?” tawar Min Jung sambil memegang tangan So Eun. So Eun tertegun mendengarnya.

”Tapi kita kan baru kenal. Dan orang tuamu tidak cemas?” So Eun begitu khawatir dengan penawaran Min Jung. Min Jung tertawa.

”Tidak apa-apa, So Eun. Aku tahu kau pasti orang yang baik buktinya kau langsung membantuku memungut kertas-kertas ini. Soal orang tuaku. Mereka sedang berada diluar negeri. Mereka juga memperbolehkanku membawa teman untuk tinggal bersamaku. Yang pastinya asal seorang perempuan.”jelas Min Jung. So Eun masih tetap ragu.

”Ayolah, So Eun. Tidak apa-apa kok! Mau kan?”bujuk Min Jung. Akhirnya So Eun pun menyetujuinya.

Mereka pun langsung menuju ke rumah Min Jung. So Eun tercengang melihat rumah Min Jung yang begitu besar dan mewah.

”Wah… besar sekali rumahmu.” Min Jung tersenyum mendengar pujian So Eun.

”Iya. Memang besar. Tapi justru itu, aku selalu kesepian.”

Kemudian Min Jung memanggil pelayannya. Dan pelayan itu membawa koper So Eun.

”Eh.. koperku?”

”Tenang saja, So Eun. Kopermu akan dibawa ke kamarmu. Ayo kita ke kamarmu.” So Eun hanya mengangguk mengerti.

Mereka pun telah sampai dikamar So Eun. Ternyata benar, koper So Eun sudah diletakkan disamping kasur. So Eun tercengang melihat kamarnya.

”Kamar ini bagus sekali. Tetapi aku harus bayar berapa sewa kamarnya?” tanya So Eun polos. Min Jung tertawa cekikikan mendengarnya.

”Kau tidak usah membayar apa pun. Kau boleh tinggal disini.”

Tapi….” So Eun masih segan menerimanya.

”Begini saja. Sebagai gantinya, kau jadilah sahabatku. Bagaimana?” So Eun tertawa kecil. Dia pun menyetujui usulan kecil Min Jung.

”Terima kasih.”ucap So Eun. Min Jung langsung memeluk So Eun

*****

Hari belajar telah dimulai. So Eun pun telah melewati hari itu dengan baik. Namun hanya satu yang membuatnya kecewa. Dia belum berhasil menemukan cinta pertamanya, Kim Bum. Universitas ini begitu luas dan banyak mahasiswa sehingga dia sulit mencarinya. Bahkan dia tidak tahu Kim Bum mengambil jurusan apa. Terpaksa dia pulang ke rumah.

Malam hari, So Eun terus melamun memikirkan Kim Bum. Tanpa disadarinya, Min Jung telah mengetok pintu kamarnya berkali-kali. Tidak disahutnya, Min Jung pun memanggilnya.

”So Eun!”

So Eun pun tersadar dari lamunannya.

”Oh. Min Jung. Masuklah.” Min Jung pun masuk kedalam kamarnya. Dan mendekati So Eun yang sedang duduk dikursi dan Min Jung berdiri disamping meja belajarnya.
”Kau sedang melamun siapa, So Eun?”tanya Min Jung.
So Eun hanya tersenyum. Min Jung melihat foto So Eun waktu SMA dengan berpenampilan yang buruk. Min Jung pun mengambil fotonya dan mengamatinya.

”Ini kau, So Eun?” tanya Min Jung. So Eun terkejut melihat fotonya dilihat Min Jung. Dia langsung menyambarnya dan langsung memasukkan ke lacinya.

”Eh. Kenapa kau malah memasukkan ke laci?” heran Min Jung.

”Ini fotoku yang paling buruk.”

”Oh iya? Tapi sekarang kau sudah jadi cantik.” Min Jung pun duduk dikasur.

So Eun memutarkan kursinya agar berhadapan dengan Min Jung.

”Itu aku lakukan karena aku tidak mau dilihat buruk olehnya.”

”Olehnya?”

Wajah So Eun jadi merona.

”Hayo… ada apa itu? Siapa yang kau maksud?”tanya Min Jung mulai jahil.

”Dia… sahabatku sekaligus cinta pertamaku waktu SMA. Karena penampilanku yang buruk jadi aku tidak berani mengutarakan perasaanku.”

”Lalu?” Min Jung jadi penasaran dengan ceritanya.

”Sayangnya, waktu kelas 2 aku terpaksa pindah ke luar kota karena pekerjaan orang tuaku. Jadi aku berpisah dengannya.”

”Hm… kasihan sekali.”

”Tapi untunglah aku tahu kalau dia ingin kuliah di Universitas Shinhwa. Jadi rencanaku setelah aku diterima disana. Aku akan menemuinya dan dengan
keberanianku aku akan mengungkapkan perasaanku.”

”Oh iya? Terus bagaimana? Kau sudah bertemu dia?” Min Jung mulai penasaran dengan cerita So Eun. Namun So Eun menggeleng.

”Tidak. Aku belum berhasil menemukannya.” So Eun menunduk kecewa. Min Jung langsung menghiburnya.

”Tenang ya So Eun. Aku yakin kau pasti akan menemukannya.”

”Terima kasih.”ucap So Eun sambil tersenyum.

”Oh iya, So Eun. Besok akan aku perkenalkan kau kepada kekasihku, Kim Joon. Dia senior kita. Kau bisa tanya apa saja tentang jurusan ekonomi ke dia.”

”Benarkah?” Min Jung mengangguk.

”Baiklah. Aku mau.”jawab So Eun.

*****

Hari ini sepulang kuliah. Dia sudah berjanji kepada Min Jung akan bertemu kekasihnya di depan taman.

So Eun terus menggosok-gosok tangannya. Rupanya angin masih cukup kuat.

Min Jung pun datang. ”Maaf lama ya, So Eun. Tadi dia ada urusan dengan temannya. Tetapi nanti dia akan datang kesini.”

Tidak lama Kim Joon pun datang.

”Maaf Min Jung. Aku lama datangnya. Kau pasti So Eun?”tebak Kim Joon sambil menunjuk So Eun. So Eun mengangguk.

”Hahaha. Maaf membuatmu lama menungguku. Semua ini karena temanku yang lamban itu. Sebentar lagi temanku datang kesini. Ah, itu dia!” Kim Joon
menunjuk temannya tepat dibelakang So Eun. So Eun pun menengok dan terkejut melihatnya.

”Kim Bum.”lirihnya. Perasaan So Eun jadi senang begitu menemukan Kim Bum. Kim Bum agak berbeda dengan waktu SMA. Rambut dulunya yang agak gondrong kini telah dipotong rapi dan dia sudah mulai berani menindikkan telinga sebelah dan memakai anting. Tetapi itu membuat wajahnya semakin tampan. Dan hati So Eun makin berdegup kencang melihat ketampanan Kim Bum. Kim Bum menyapa mereka dan mendekatinya.

”Hai. Maaf aku telat.” ucap Kim Bum sambil dipukuli bahunya oleh Kim Joon.

”Kau ini lama sekali. Kasihan dia yang sedang menungguku.”ujar Kim Joon sambil menunjukkan So Eun.

”Dia?” Kim Bum melihat So Eun. Sesaat dia mengernyitkan dahinya.

”Kim Bum. Ini aku, Kim So Eun! Sahabatmu dulu waktu SMA.”ucap So Eun
berusaha mengingatkan Kim Bum. Kim Bum langsung menyadarinya.

”Oh! So Eun?! Benarkah itu kau? Kau terlihat berbeda!” Kim Bum langsung memeluk So Eun. Jantung So Eun berdegup kencang karena dipeluk Kim
Bum. Sementara Min Jung dan Kim Joon masih terbengong melihatnya.

“So Eun! Aku kangen sekali denganmu. Banyak yang ingin aku ceritakan denganmu.” kata Kim Bum setelah melepaskan pelukannya.

”Aku juga, Kim Bum. Banyak yang ingin aku katakan kepadamu.” So Eun begitu bahagia mendengarnya yang merindukan So Eun.

”Kim Joon. Dia ini sahabatku waktu SMA. Aku pernah menceritakan itu kepadamu kan?”

”Oh. Iya. Aku ingat itu.”

Kim Joon dan Min Jung tersenyum mengerti suasananya yang sudah lama tidak bertemu.

Seorang gadis berlari ke arah Kim Bum.

”Kim Bum!” panggil gadis yang ada dibelakang Kim Bum. So Eun mengernyitkan dahinya. Dia merasa kenal dengan suara itu. Dia pun menyenderkan kepalanya untuk melihat rupa gadis itu.

”Kim Bum! Tasmu ketinggalan nih.”kata gadis itu sambil menyerahkan tas ke Kim Bum.

”Gook Ji Yun!?”panggil So Eun yang tidak menyangka akan bertemu sahabat satunya lagi. Sahabatnya yang sering jadi tempat curhatan So Eun bahkan
saat dia sedang menyukai Kim Bum pun juga dicurhatkan ke Ji Yun. Tentu saja Ji Yun pun tahu perasaan So Eun ke Kim Bum.

Ji Yun terkejut melihat So Eun.

”Kim So Eun?” panggilnya dengan ragu. Rautnya tidak menandakan dia gembira telah bertemu dengan sahabat lamanya sendiri. Ji Yun makin salah tingkah saat bertemunya. Malah dia berusaha menutupkan wajahnya hingga membuat So Eun heran.

“Oh, Ji Yun. So Eun. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Dulu ketika kau pindah, aku tidak sempat memberitahumu kalau aku sedang jatuh cinta dengan seorang gadis.”

So Eun memandang Kim Bum dengan bingung. Sementara Ji Yun terus membelakangi So Eun. So Eun heran melihat tangan Kim Bum yang terus menggenggam tangan Ji Yun. Dia pun mendengarkannya dengan serius.

”Aku jatuh cinta dengan Ji Yun. Sekarang kami sudah bertunangan.” lanjut Kim Bum sambil menunjukkan cincin tunangannya di tangannya beserta tangan Ji Yun yang digenggamnya.

”Apa?!” So Eun tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

”Kalian…. bertunangan?”tanya So Eun lagi. Kim Bum mengangguk dan Ji Yun tidak menjawabnya.

”Oh… selamat ya.” ucap So Eun terbata-bata sambil melirik Ji Yun yang tidak memandanginya dan matanya mulai berkaca-kaca. Dia berusaha menahan
kesedihannya agar tidak menangis dihadapan mereka.

”Maaf. Min Jung, Kak Kim Joon. Aku pulang duluan. Aku ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan.”

”Kenapa kau begitu buru-buru, So Eun? Kita kan belum ngobrol-ngobrol.” cegah Kim Bum.

”Lain kali saja, ya Kim Bum. Aku memang ada urusan penting.”ujar So Eun berusaha menahan air matanya agar tidak keluar dari bola matanya.

”Mau aku temani?”ujar Min Jung.

Namun tawaran Min Jung ditolak halus. So Eun pun pamit sekali lagi dan mulai pergi meninggalkan mereka yang bingung dengan sikap So Eun.

Ji Yun pun mulai memberanikan melihat So Eun yang sudah jalan memunggunginya.

Tanpa mereka sadari, So Eun pun meneteskan air matanya karena tidak bisa
menahan rasa kekecewaannya. So Eun pun jadi sedih dan terus berjalan.

”Ayo kita ke kafe aja yuk!” ajak Kim Joon diikuti anggukan Min Jung dan Kim Bum. Mereka pun berbalik pergi menuju ke kafe.

Kim Bum sempat menengok melihat So Eun yang berjalan dengan lambat. Lalu dia menunduk tersenyum.

So Eun pun menghentikan langkahnya dan berbalik. Lalu melihat rombongan Min Jung yang sedang jalan. Entah mengapa dunianya dengan Kim Bum kini sudah berbeda. So Eun memperhatikan punggung Kim Bum sambil menangis. Ji Yun menengok kebelakang dan tertegun melihat So Eun yang sedang menangis menatapnya. Ji Yun kembali membuang muka sambil memeluk punggung Kim Bum dengan erat.

So Eun jadi tambah sakit hati melihatnya. Dia tidak menyangka sahabatnya
telah mengkhianatinya.

”Padahal aku belum menyatakan perasaanku padamu, Kim Bum. Kenapa kau
lakukan itu?”tanyanya dengan suaranya yang tidak keras. So Eun sudah tidak bisa menahan lagi. Dia pun langsung berlutut tidak berdaya dan menangis
tersedu-sedu.

Mengeluarkan semua rasa sakit hati dan kekecewaannya. Perjuangannya dalam merubah penampilannya selama 2 tahun dan perasaannya yang telah terpendam selama 3 tahun. Rencananya yang ingin mengungkapkan perasaannya setelah bertemu Kim Bum kini telah sia-sia. Rupanya Kim Bum tidak menyukainya, dia justru malah menyukai Ji Yun dan sudah bertunangan. So Eun terus menangis sampai dadanya sesak. Dia terus menangis. Menangisi usahanya selama 2 tahun ini yang telah gagal.

TO BE CONTINUED…………

Kini harapan So Eun telah jadi sia-sia.
Bagaimana nasib So Eun selanjutnya?
Dan bagaimana dia mengatasi kekecewaannya?
Tunggu part.2 nya ya!

Jangan lupa komennya….

11 Tanggapan to “The Love For Happy Together Part.1”

  1. dini ramadhani 20 September 2010 pada 2:25 AM #

    part 1 udh sedih hik hik.dtunggu part2 nya

  2. diann 20 September 2010 pada 7:17 PM #

    sdih, jd trharu,.
    D tnggu part slanjutnya..

  3. rLn sayang bumssoeulsangeun 20 September 2010 pada 11:14 PM #

    tunggu aja ya part selanjutnya

  4. Merli Beomsoeul 21 September 2010 pada 10:33 PM #

    Iya Pertama aja aku baca ff Ini Sedih , besar banget pengbrnan ce untuk melhat orang yang di cintainya

  5. Chiby 26 September 2010 pada 9:13 AM #

    Hancur. . . Hancur . . . Huhu . . .

  6. kim so in 1 Desember 2010 pada 4:28 PM #

    hai…..
    salam kenal ya….
    aku suka banget ma cerita” yang kalian buat…..
    aku boleh copy ga?????
    buat kasih ke teman” aku biar dibaca coz pada penasaran klo dengar aku ceritain…
    tp aku juga tulis nama pengarangnya (sumbernya)….

  7. rossita 27 Desember 2012 pada 5:25 PM #

    aishhh ..
    kasian banget so eun ..
    part 1 udah sedih gini ..
    part 2nya gimana ya ??

  8. Aisyahyesung 19 November 2013 pada 3:54 PM #

    tegak amat ji hyun menghianati so un

  9. Kim Jihyun 8 Januari 2014 pada 12:24 AM #

    teman makan teman ._. ckckck

  10. Mia 30 Juli 2014 pada 2:35 PM #

    Kasian sekali nasib so eon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: