SoEulmates Story part 9 (dilema in love)

18 Sep

Annyeong mates…. ni 2 part terakhirnya…

Kim Bum dan so eunpun sampai di rumah. Namun terlihat mobil ayah sudah terparkir di depan rumah. So eun terlihat kaget “bummie, itu kahn mobil ayah… apa mungkin ayah dan ibu sudah pulang?”. Tanya so eun sambil terus berjalan menuju rumah. “sepertinya.. kau lihat khan ada mobil ayah terparkir”. Jutek kim bum yang masih marah dan jealous karena perkenalan
tadi dengan geun suk. Kim bumpun berjalan lebih dahulu kedalam rumah. “ ada apa dengan anak itu??? Aku jadi bbingung, kadang dia baik tapii kalau kumat sikap menyebalkannya aku jadi kesal dibuatnya”. Tanya so eun pada dirinya sendiri.

So eunpun masuk kedalam. Tampak ibu sedang duduk bersama ayah di ruang nonton TV. So eun senyum-senyum sambbil berjalan menghampiri mertuanya itu. “ ayah..ibu”. sapa so euun dengan cerianya. “ so eun..”. sahut ibu mertuanya itu menyambut kedatangan so eun.

“ Kalian baru saja liiburan yah… untung  ibumu membawa kunci serp nya.. jadi kami masih bisa masuk…”. Canda ayah mertuanya itu. “ Iya… karena kami sedang musim libur di kampus, sehingga kami memutuskan meengisi liburan kami dengan pergi berlibur ke jeju island”. Jawab so eun sambil duduk di samping ibu mertuanya itu. “ ya sudah.. kalau begitu kau

masuk ke kamar, mandi dulu..”. kata ibu mertuanya itu. So eunpun mengangguk sambil tersenyum manis. Diapun berjalan menuju kamar di laantaai atas. Di kamar so euunpun laangsung duduk diatas ranjang. Dia terlihat begitu kelelahan setelah melewaati perjalanan. Keluarlah kim bum dari kamar mandi, ddia sudah mandi nnampaknya. Dia terlihat bbegitu segar. Namun kim bum masih jutek pada istrinya itu.

“ Kau itu.. terkena setan appa laagi siih bum???? Kenapa kau menjadi menyebbalkan lagi”. Tanya so eun saambil menatap kim bum. “ Tidak ada apa-apa”. Jawab kim bum singkat. “cepat sana mandi.. tubuhmu sudah bau tahu.. lagiaan apa ku mau disini melihat aku memakai baju”. Kata kim bum. “ de..de.. aku akan mandi.. biasa saja..bumm”. kata so eun sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi membawa handuk.

Kim bumpun bercermin. “ apa ini… ah… apa aku cemburu dengan lelaki tadi??? Argh….”. kata kim bum sambil memukul mukuli kepalanyaa dengan kepalan tangannya. Kim bumpun selsaii langsung turun kebawah. Sementara so eun selesai mandi langsung berganti pakaian daan turun ke bawah
juga untuk makan malam. Mereka berempat makan malam bersama dengan hidangan yang terlihat lezat itu. “ Mungkin liburan ini akan menghasilkan sesuatu..”. kata ayahnyaa kim bum. “ iya..yah.. semoga saja”. Saambbung ibunya. “maksud ayah dan iibu apa, aku tidak mengerti… hasilnya apa?”. Tanya so eun yang terlihat kebingungan.  “ iya…hasilnya itu..”. jawab ayah mertuany sambil sedikit tersenyum. “ ayah..ibu.. aku juga jadi bingung maksud pembicaraan kalian itu apa?”. Tanya kim bum. “ so eun…
sampai sekarang kau belum isi khan?”. Tanya ibunya. “ Isi???? Isi apa?”. Tanya balik so eun. “ perutmu belum isi khan?”. Tanya ibunya lagi. “ Perutku…??? Sudah.. banyak sekali ibu…ehm..kimchi..bimbimbap…wah pertku sudah diisi makanan itu”. Jawabnya dengan polos. “ hahahahahaha… so eun..kau memang begitu polos… maksud ibumu itu kau belum hamil khan?”. Jawab ayahnya. Seketika so eun dan kim bum kaget, kim bum yang sedang makan langsung tersendat makanan. “iya..be..belum mah”. Jawab so eun sedikit gagap. “ maka kami berharap dengan kalian berlibur.. kaami yang memetiik hasilnya.. kami ingin mendapatkan cucu”. Kata ibunya sambil tertawa kecil. Keduanya hanya terdiam saja.

Setelah selesai makan malam. Kim bum terlihat duduk diteras belakang rumahnya. So eun yang meelihat kim bum langsung menghampirinya. So eunpun duduk disampingnya kim bum. “ ada yang sedang mengganggu pikiranmu yaah?”. Tanya so eun. “tidak”. Jawab kim bum dingin. “ ada apa denganmu bum.. aku tidak mengerti.. selama liburan kau begitu baik kepadaku.. tapi setelah pulang, kenapa kau kembali menyebalkan, aku.. aku…”. kata so eun namun dia belum menyelesaikan perkataanya, “ kau..kau apa??? Ayo teruskan”. Pinta kim bum. “ jawab dulu kenapa kau berubah?”. Kata so eun. “kau..kau…em…tidak…lupakan saja”. Kata kim bum sambil berjalan meninggalkan so eun. “ maaf.. bukanya aku sok tahu, tapi apakah ada hubungannya dengan geunsuk, jang geun suk??? Aku merasa kau berubah setelah kejadiaan tadi di bandara”. Teriak so eun. Kim bumpun memalingkan wajahnya. Sungguh dia tidak dapat menutupi rasa ceburu di wajahnya. “ iya.. karena dia”. Kata kim bum sambil berjalan lagi. “ Kenapa???”. Lagi-lagi teriakan so eun menghentikan langkah kim bum. “ entah kenapa, aku kurang begitu suka dengan dia.. jangan terlalu dekat dengan dia”. Kata kim bum, so eunpun terdiam mendengar kata-kata suaminya itu, kim bum. “ aku tidak suka melihat kau dekat denganya.. jangan dekat dengan lelaki lain,, selain aku”. Kata kim bum mendengar perkataan itu so eun tiba-tiba tersenyum. Kim bumpun berjalan masuk kedalam. Sementara so eun masih duduk di teras belakang. “ kenapa aku hanya boleh dekat denganmu??? Tapi kenapa aku senang mendengar perkataanmu barusan..??”. kata so eun.

So eunpun berjalan menuju kamarnya. Ketika so eun masuk kamar dia melihat kim bum tengah tertidur begitu lelap. So eunpun menatapi wajahnya kim bum. Dia tersenyum kecil melihat wajah kim bum yang Nampak seperti wajah anak kecil. So eun masih melihat wajah kim bum kecil wajah seseorang yang pernah menjadi kekasihnya semasa SMP. Setelah itu so eun berbaring ke atas ranjangnya.

Keesokan harinya mereka semua tengah berkumpul, pagi itu cerah sekali. Di depan rumah Nampak ada mobil yang berhenti. Ternyata benar keluarga so eun yang datang, amma, appa, eonnie dan oppanya so eun. “ayah….ibu…”. teriak so eun. “kakak…” “so eun…”. Sambut adik kakak itu, so eun dan hye gyo. Mereka berpelukan erat. Kim bumpun berjalan menghampiri mereka, diapun mengucap salam pada keluarganya so eun.

“ selamat datang amma, appa…”. Kata kim bum. “ bagaimana kabarmu dan so eun??? Kami sangat rindu dengan kalian”. Kata ibunya so eun. “kami..baik-baaik saja..iya khan sayang”. Kata kim bum sambil tersenyum. “iya…”. Jawab so euun sambil tersenyum. Kedua orang tua itu nampaknya
sedang berbicara serius di ruang tamu. So eun ddan kim bumpun pergi mengobrol bersama di teras belakang tempat kemarin malam mereka mengobrol. “ kau senang bertemu dengan keluargamu?”. Tanya kim bum.” Tentunya.. aku sangat senang”. Jawab so eun. “ bum…”. Kata so eun. “apa???”. Tanya kim bum. “ tetaplah seperti ini.. kau baik dan selalu ttersenyum kepadaku”. Kata so eun, mendengar kata-kata itu, kim bbum langgsung menatap so eun. “ iya… kau harus tetap begini kepadaku”. Pintanya kembali. “iya..”. jawab kim bum sambil tersenyum. “EHM……………..”. sahut kak hye gyo dan kak hyeon bin. “ kalian itu romantic sekali…”. sahut hyeon bin. “kakak…”. Kata so eun.

“ Kalian sedang membicarakan apa??? Aku lihat kalian berdua senyum-senyum dari tadi”. Tanya hye gyo. “ tidak ada apa-apa kak”. Kata so eun. “ Eh..so eun kapan kau akan member kami keponakan???”, sahut hyeon bin, si tukang bercanda namun baik itu. “ kak hyeon bin, seharusnya yang berkata seperti itu aku pada kakak, kapan kakak akan member aku dan kim bum keponakan?”. Tanya balik so eun. “wa..hahahaha sekarang kau sudah pintar berbicara”. Kata hyeon bin. “ kau belum merasa mual mual so eun, pusing atau menginginkan sesuatu yang sangat ambisius sekali?”. Tanya hye gyo. “ tidak..”. kata so eun singkat. “ wah.. kau itu payah.. padahal katanya aku dengar kemarin kalian liburan… eh, bum kalian tidak memanfaatkan yah??? Padahal musim masih dingin”. Kata hye gyo. “kakak!!!!!!!!!!!! Sudahlah.. aku geli dari kemarin membahas hal itu”. Teriak soeun. “ geli… kau iitu seperti annak TK saja.. padahal sudah wajar kau membicarakan hal itu, kau sudah menikah khan so eun”. Kata hyeon bin. “kak.. aku sudah mencoba.. memanfaatkan kesempatan itu.. tapi so eun selalu mengacaukannya”. Kata kim bum bercanda. “hahahahaha.. dia masih lugu, mungkin dia takut padamu bum”. Kata hyeon bin. “kim bum.. kau mau aku jitak”. Ancam so eun.

Merekapun kembali masuk kedalam rumah. Mereka mengobrol panjang lebar. Sampai ada berita yang mengejutkan. Karena ayahnya kim bum baru mendapatkan proyek dari perusahaanya kim bum dan so eun di hadiah rumah. Mendengar itu kim bum dan so eun kaget sekaligus senang. Hari itu
mereka langsung mengepak dan membereskan pakaian dan barang2 pribadi mereka. Mereka langsung berangkat menuju rumah baru mereka. Rumahnya terlihat begitu bagus. Mereka semua ikut masuk kedalam rumah. Ternyata rumah iitu sudah lengkap dengan perabotannya. Sepertinya rumah itu sudah dipersiapkan lama oleh ayahnya kim bum, karena rumahnya sangat tertata
rapih.

“ Bagaimana kalian suka?”. Tanya ayahnya kim bum pada anak dan menantunya itu. “Suka…suka sekali.. bagus ayah”. Kata so eun girang. “ gomapseumnida…appa”. Ucap kim bum. “iya…”. Ucap ayahnya sambil menepuk bahu anaknya itu. “semoga rumah ini membawa kebahagiaan bagi kalian” harap ibunya kim bum. “ Bibi… ditambahkan juga.. semoga kelak di rumah ini akan banyak anak yah..minimal 10 saja”. Ucap hyeon bin. “ wah…kakak tega sekali pada aku”. Teriak so eun. “ iya…nanti aku akan membuat tim kesebelasan bersama aku” kata kim bum. “ wah kau niat sekali bum. Ledek hye gyo. “ hahahaha.. cucuku banyak sekali”. kata ibunya
kim bum. “memangnya so eun juga kuat melahirkan anak sebanyak itu?”. Tanya kim bum. “iya… nanti badanku sudah seperti balon saja”. Kata so eun. “biar..badanmu seperti balon, yang akan melihatmu aku.. supaya tidak ada laki-laki lain yang melihatmu so eun”. Romantis kim bum. “ kau itu…”. Kata so eun, sambil tersenyum memandangi kim bum. “uh… kalian itu..romantis sekali, bum, kau iitu pintar merangkai kata, ayo ajari aku…supaya istriku lebih lengket padaku”. Kata hyeon bin. “meskipun kau berkata yaangg rromantis, tapi bawaan wajahmu tidak..sayang,,,, kau akan selalu terlihat lucu di depanku”. Kata hye gyo.

Malamnya sekitar jam 6.45 mereka semua (keluarga kim bum dan so eun) kembali pulang, tinggal kim bum dan so eun yang tinggal dirumah. Mereka mulai canggung. “bummie, kita tidur terpisah khan??? Disini khan banyak kamar”. Kata so eun. “iya… “. Jawab kim bum. Merekapun terpisah masuk ke kamar masing-masing.

Pagipun telah tiba. Merekapun bangun dalam waktu yang bersamaan. Hari itu mereka akan membereskan pakaian dan barang-barang pribadi mereka. Namun ternyata ada yang mengetuk pintu. Siapa?

“ Selamat pagi…”. Ucap hye sun. “iya…iya tungggu sebentar”. Kata so eun sambil menuruni tangga diikuti kim bum. So eunpun membukakan pintu, alangkah kagetnya dia melihat eonnie hye sun ada disana. “eonni”. Teriak soo eun. “so eun”, sambut hye sun yang masih kaget juga. Merekapun masuk kedalam. “ternyata kau tetangga baruku itu.. ibu menyuruhku memberikan kue ini untuk menyambut tetangga baru kami, sekalian berkenalan”. Kata hye sun.

“ternyata keluarga eonnie tetanggaku.. rumah eoonnie hye sun yang mana?”. Tanya so eun. “ rumahku..tepat di depan rumahmu”. Kata hye sun. “wah sungguh dunia ini sempit sekali yah..aku bisa dekat dengan kakak”. Kata so eun. Tiba-tiba datang geun suk. “kakak….”. teriak geun suk. “silahkan masuk”. Teriak so eun. “kakak… itu dirumah sudah ada kak min ho”. Ucap geun suk. “so eun”, kaget geun suk. Ekspresi wajah kim bum mulai aneh, duduknya semakin merapat pada so eun. “hai..geun suk…”. Sapa so eun ramah. “ Jadi kau tetangga baruku itu.. kalau tahu kau, gadis manis..aku tidak akan menolak waktu ibuku menyuruhku untuk memberikan kue ini”. Kata geun suk
bercanda. “kau..itu”. kata so eun. “ehm………ehm………”. Kim bum mulai meradang.
“hei.. kau kim bum.. kalian tinggal bersama yah…?. Kata geun suk. “ iya…”.
Jawabnya jutek. “ kalian memang saudara yang akur..kemana-mana bersama.. kau beruntung sekali mempunyai adik sseperti so eun, adikmu cantik sekali”. ucap geun suk. “apa..adik???? so eun….”. belum selesai bicara hye sun memotong pembicaraan kim bum. “ geun suk.. ayo kita pulang.. min ho sudah menunggu, dia mengirim SMS padaku untuk segera berangkat. “oh..ya sudah kalau begitu…”. Kata geun suk. “sering2 lah main kerumah kami yah…”. Kata hye sun sambil berjalan pulang.

“ Adik…dia salah faham, kau itu khan istriku…”. Marah kim bbum. “ya sudahlah..”. ucap so eun santai. “ bukannya begitu, kalau dia mengira kita saudara..mungkin dia memunyai harapan kepadamu”. Kata kim bum. “ memangnya kenapa?”. Tanya so eun. “ kau…argh..sudahlah, yang jelas jangan terlalu dekat dengan dia”. Teriak kim bum. “wah..kau cemburu yah..kau cemburu bum…cemburu..cemburu…”. ledek so eun. “ tidak…untuk apa aku cemburu”. Pungkir kim bum. “ cemburu…cemburu…. “. Kata so eun.

————————————————–

“ bagaimana enak?”. Kata geun suk. “eummm…masitta…(enak)”. Jawab so eun. “ siapa dulu yang membuatnya..Jang Geun Suk”. Bangganya. “de..de… masitta.. bagaimana cara membuatnya???? Aku ingin mencobanya”. Kata so eun. Dia berniat ingin membuatkan kim bum masakan itu.
“begini caranya”. Kata geun suk. Diapun menjelaskan cara membuat pasakan itu. Ggeun suk memang pintar sekali membuat makanan, meskipun dia berkuliah yang tidak ada hubungannya dengan memasak, tapi dia suka sekali wisata kuliner, sehingga dia pintar memasak juga, saking seringnya mencicipi makanan lalu tertarik untuk membuatnya. “ gomawo.. sudah mau berbagi resep denganku”. Kata so eun. “ de… memangnya kau bisa membuatnya?”. Tanya geun suk. “sepertinya mudah”. Kata so eun. “mau aku bantu.. aku menemanimu memasak di rumahmu?”. Kata geun suk. “ tidak usah.. aku akan berusaha mencobanya sendiri, kalau buatan sendiri hasilnya akan lebih puas, aku ingin mengahdiahkan pasakan ini”. Kata so eun. “ wajahmu ceria sekali, kau ingin membuat sesuatu yang special yah?”. Tanya geun suk. “iya… makanan ini akan aku buat untuk kim bum”. Kkata so eun. “
boleh aku bertanya”. Kata geun suk. “de…”. Jawab so eun. “ em..sebenarnya kim bum itu siapa, kakakmu?”. Tanya geun suk. “bukan.. memangnya wajah kami seperti adik kakak?”. Tanya so eun sambil tertawa. Perasaan geun suk mulai tidak enak. Karena geun suk juga memendam perasaan suka pada so eun. “ em… dia suamiku”. Jawab so eun singkat. “apa?”. Kaget geun suk. Dia seperti terkena sambaran petir, tubuhnya kaku, aliran darahnya terhenti. Namun dia berusaha menutupi semua itu dari so eun. Geun sukpun tersenyum. “aku harus pulang karena aku harus memasak..sebelum kim bum pulang”. Kata so eun. “de..”.

So eun begitu bersemangat untuk memasak. Tak terasa sudah 4 bulan mereka tinggal bersama di rumah itu. So eun mulai mempersiapkan bahan-bahan dan mulai memasak. Dia begitu bahagia memasak. Dia memasak dengan rasa cinta. Sekitar jam 8.15 kim bum pulang kerumah, so eun sudah selesai memasak. Kim bum sudah mencium makanan yang harum, tak tahu rasanya enak apa tidak. Namun tiba-tiba terdengar suara nyanyian. Suara merdu yang sudah tak asing lagi.

Saengill chukka hamnida…saengill sarang haneun bummie shii.. saengil chukka hamnida

“saengill chukka hamnida bum-ah” kata so eun. “gomawo…”. Ucap kim bum. Dia sangat bahagia. Kim bum terus menatapi wajah so eun, so eun deg-degan. Kemudian kim bum mmendaratkan ciuman lembut di keningnya so eun sambil membelai rambutnya. So eun pun bahagia, dia terus menebar senyum. “ wangi sekali..kau memasak so eun?”. Tanya kim bum. “de.. aku
memasak khusus untukmu..”. kata so eun sambil mennarik tangan kim bum menuju meja makan, mereka duduk. “ ayo..coba, enak???”. Kata so eun. Kim bumpun mulai mencoba mencicipi. “em..em…masitta…”. kata kim bum. So eun yang tak percaya mencicipinya juga. “em..kau berbohong, makannya tidak enak”. Kata so eun. “aku selalu enak dilidahku, karena kau yang memasaknya.. ini enak..”. kata kim bum. “sudahlah..jangan dimakan lagi, nanti perutmu yang bermasalah”. Kata so eun. “ayo suapi aku…tenang perutku bersahabat..asal kau menyuapiku..”. kata kim bum. “kau…”. Kata so eun. So eunpun menyuapi kim bum. “karena hari ini ulang tahunku.. ayo kita pergi…”. Kata kim bum. “kemana?”. Tanya so eun.

“ wah.. kau mengajaku kesini.. tempatnya iindah.. tapi kau taahu khan aku tidak bisa min icekiting”. Kata so eun. “ aku akan menjagamu..”. kata kim bum. “baiklah..”. jawab so eun. Merekapun bermain bersama. Indahnya malam itu, so eun yang kedinginan dipasangkan jas oleh kim bum. Sungguh mereka dalam cinta. “ so eun..”. kata kim bum. “de…”. Jawab so eun. “besok..aku akan menunggumu di taman, ada sesuatu yang harus aku
katakan”. Kata kim bum. “apa..sekarang saja”. Kata so eun. “tidak.. besok
saja, aku akan mennunggumu”. Kata kim bum. “bagaimana kalau aku tidak datang”. Kata so eun bercanda. “ aku tahu kau pasti akan datang, aku akan menunggumu sampai kau datang menemuiku”. Kata kim bbum. “baiklah..lihat saja besok”. Canda so eun.

Malamnya merekapun pulang. Di kamar so eun, so eun menuliskan sesuatu di diarinya.

Hari ini sungguh menyenangkan, aku membuat makanan untuk kim bum. Hari ini dia ulang tahun. Sungguh.. apa aku jatuh cinta???? Meskipun begitu akhir-akhir ini aku selalu ingin bersamanya..ingin melihat wajahnya. Semoga itu bukan pertanda.

Besok dia mengajaku bertemu di taman, apa yang ingin dia sampaikan yah??? Aku jadi penasaran, jantungku berdetak tak karuan.. ada apa denganku ini.. aku harus tamppil cantik besok. Perasaanku berkata kami mulai menemukan itu, yang selama ini kami cari.

Rasanya ingin cepat hari esok.. bertemu dan bersama lagi dengan kim bum. Aku akan tampil secantik mungkin….

I DONT KNOW ANYTHING BUT…..LOVE

Hari esokpun tiba. So eun sudah tampil secantik mungkin. Namun tak ada kim bum, mungkinkah dia telah pergi. Di taman ternyata kim bum sudah ada dia tampil tampan membawa sebucket bunga mawar. Dia menunggu so eun. Tiba-tiba dijalan ada mantan kekasihnya park bo young.

“ Kim bum”. Sapa bo young. “bo young”. Kaget kim bum. “sedang apa kau disini?”. Tanya kim bum. “ hari ini aku akan pergi melanjutkan kuliahku ke New York..”. kata bo young. “ oh….”. kata kim bum. “ iya…aku ingin mengucapkan perpisahan denganmu..”. kata bo young. “ semoga..disana kau bisa sukses dan mendapatkan kebahagiaanmu”. Kata kim bum. “kebahagiaanku ada disini di seoul.. karena kebahagiaaanku kau”. Kata bo young. “ sudahlah”. Ucap kim bum. “baiklah.. bolehkan aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya sebelum aku berangkat ke new york?”. Tanya so eun. Belum sempat kim bum menjawabnya bo young langsung memeluk kim bum. Kim bum kaget, namun kim bum tak membalas pelukan bo young.
Namun semua itu sudah terlihat jellas dihadapan so eun. Hati so euun seketika remuk. Dia tak sanggup lagi, rasanya hidup dia mati, jantungnya berdegup kencang melihat semmua itu. Jantungnya rasanya seketika berhenti. So eunpun langsung berlari sambil menangis tanpa diketaahui kim bum. Bo youngpun melepaskan pelukannya itu. “aku pergi..”. katanya. “iya..selamat jalan”. Ucap kim bum. Bo youngpun pergi. Sementara kim bum tetap menunggu so eun di taman itu hingga larut malam, padahal udaranya sangat dingin, hujan lebat disertai petir menemani kim bum yang tetap setia menunggu so eun di taman. Sementara so eun sungguh tak berdaya melihat kejadian tadi, dia begitu lemas, tubuhnya sepertinya sudah tidak kuat untuk berjalan. untuk membukakakn kunci pintu rumah saja dia tidak bisa. Dia hanya menangis di depan rumah sambil terduduk di depan pintu, ditemani hujan dan petir. Namun jang geun suk yang dari dalam rumahnya melihat so eun lewat jendela. dia iba diapun mau menghampiri so eun.

Bagaimana akhir kisah bumSsO… akan mereka dapat bersatu, atau mungkin mereka akan terpisah untuk selamanya??? akankah geun suk dapat mengobati luka so eun dan dapat menggantikan posisi kim bum di hati so eun?????


tunggu di FINAL PART SOEULMATES STORY (SOEULMATES STORY PART 10)

10 Tanggapan to “SoEulmates Story part 9 (dilema in love)”

  1. dini ramadhani 18 September 2010 pada 11:16 PM #

    waduh pake salah paham lg,geun seuk jgn deket2 ma eunnie ntar ada perang dunia ke3
    part 10 dtunggu

  2. Ran Su Ah 19 September 2010 pada 11:52 AM #

    Wadow… giliran udah seneng malah salah faham. Mana ada Geun Seok segala…

    Oh, iya eonnie, aku boleh saran ga? ffnya dikasih images dong, biar tambah seru…

    Oh iya, final partnya jangan lama2 ya. Ta’ tunggu, lho…

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 19 September 2010 pada 11:59 AM #

      ooooo…. maaffff klo foto sebenarnya ada di file html yg aku punya.. cuma aku g punya fotonya, klo mau masukkin pke url fotonya g bisa lagi, coz webnya udah ditutup.. maaf ya… itu sebenarnya ff lama….. hheheheheheheh cuma ada yg belom baca coz keburu webnya ditutup

      final partnya tunggu aja..

  3. putrii*** 28 April 2011 pada 11:43 PM #

    so sweet….
    so eun n kim bum…

    maaf baru nemu wordpress ini…
    keren2 ffx…
    tolong update teruzz ya..
    i like it…

  4. geill 20 Desember 2011 pada 6:18 PM #

    wala2 ada yg salah paham nih??????????????????
    gimana ya kelanjutannya????????????,aq langsung aja deh gak mau lama2………………. cauuuuuuuuuuu……………………

  5. sukma 31 Desember 2011 pada 2:23 AM #

    the story started complicated..
    but still love itt..
    Final part…….I’m coming^^

  6. cute bear 28 Oktober 2012 pada 2:11 PM #

    Deg2an buat baca endingnya nih

  7. Mia 30 Juli 2014 pada 1:41 AM #

    Jangan donk tdk ada yg boleh menggantikan kim bum di hati so eon

  8. Dela safitri 13 Februari 2015 pada 3:43 AM #

    Yaaah sso salah paham nih,, pdhhl sdh bagus2nya mereka akur dan ada bumbu bumbu romantisnnya jg.
    Adaaaa sjh pengacauinya ini
    Bgmn bumppa ? Bumppa kehujanan
    PensaraaaaaN

  9. faizahrahmawati10 15 April 2015 pada 11:33 PM #

    Menyedihkan, kenapa harus ketemu mantannya si oppa bummie, jadi slah faham kan jadinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: