ROMANTIC EVE part 7: ENDLESS LOVE (FINAL)

18 Sep

Ku tak bisa mempesonamu dengan untaian kata – kata indah ketika kularung sebuah puisi, kuhanya bisa memberikan ketulusan tanpa batas pengabdian tanpa lelah dan cinta tanpa akhir.

kubisikkan cinta ditelingamu dan kuharap itu akan terus terdengar sepanjang masa meski jiwa ini tlah terpisah dari raga.

Kutitipkan segala harapku pada embun yang membasahi bumi setiap pagi, agar cinta kita kekal abadi tak terkecuali walau bumi tak lagi bermentari.

“KANG SO RA !!!!” ucap so eun dan kim bum berbarengan sembari memperlihatkan wajah kaget.
Yang dipanggil hanya tersenyum. Kemudian ia memalingkan wajahnya dan mulai menstarter gas agar mobil pun melaju.
“kau mau apa?” ucap so eun terbata – bata
“aku akan membawamu ke suatu tempat yang kurasa kalian pasti akan menyukainya” ucap kang so ra dengan diselipi senyum kecil.
“tunggu !!! hentikan mobil ini.” Teriak kim bum
Ckiiiiiiittttttttttttttt …………….
Terdengar suara decitan mobil yang direm mendadak.
“ada apa bum?” ucap kang so ra
“kami akan turun.” Ucap kim bum sembari menarik tangan so eun keluar.
“heiiii ………. Tunggu percayalah padaku. Aku tidak akan melukai kalian lagipula apa tujuanku?” ucap so ra sembari mengikuti kim bum yang keluar dari mobil.
“aku tau kau jahat, kau yang telah mendorong so eun saat dulu di pesta itu iya kan?” ucap kim bum
“iya baiklah aku mengaku salah. Tapi itu semua karena dulu aku tidak menyukai so eun, karena dia telah merebut seung ho dariku. Tapi sekarang aku telah bersama kembali dengan seung ho jadi apa yang bisa dijadikan alasan untukku melukai kalian?” Tanya so ra yang berusaha menjelaskan.
“aku tidak tau apa yang akan kau lakukan, tapi aku tidak mau naik mobilmu lagi.” Ucap kim bum.
“bum – ah sudahlah itu kan sudah lalu, lebih baik kita sekarang mengikutinya. Lagipula apa alasan so ra untuk melukai kita?” ujar so eun mencoba menenangkan.
“ya aku tau. Tapi apa kau tidak curiga, so ra adalah anak orang kaya tapi mengapa dia jadi supir taksi?” Tanya kim bum
“de ……….. aku mengerti kalian pasti bingung akan hal ini, tapi aku yakin jika kalian memang orang yang baik. Aku mohon ikutlah denganku, aku hanya ingin menebus semua kesalahanku yang telah lalu.” Ucap so ra tulus
“sudahlah bum –ah aku percaya padanya, dan aku yakin kau pun percaya bukan?” ucap so eun membujuk kim bum.
“baiklah, tapi ingat kalau kau berani macam – macam aku tak segan – segan membuangmu kelaut.” Ancam kim bum.
“ngeriiiiiii …………….. tenang saja aku tidak akan melukai kalian percayalah .” ucap so ra
Soeun dan kim bum pun kembali masuk kedalam mobil, so ra pun kembali menyetir. Ia terus melaju melewati jalanan kota seoul yang sibuk. So eun dan kimbum terus berfikir apa yang akan dilakukan so ra saat ini.
Mobil pun berhenti disebuah hotel megah di kota seoul. So eun dan kim bum mendongakan kepala mereka ke jendela, mereka heran mengapa mereka harus kemari.
“ayo ikuti aku.” Ucap so ra tenang
“tunggu …. Tunggu … mengapa kita dibawa kemari ?” ucap so eun
“so eun … kim bum … percayalah aku tidak akan melakukan hal yang aneh – aneh … ikuti saja aku.” Ujar so ra seraya menarik tangan so eun dan diikuti oleh kim bum.
Tak lama kemudian mereka sampai dilantai 5 hotel tersebut. Kemudian mereka berpapasan dengan seung ho yang ternyata juga ada disana. “kakak???” ujar so eun kaget yang melihat seung ho ada dihadapannya.
“seung ho.” Gumam so ra sembari mengedipkan matanya. Seung ho pun mengangguk dan kemudian menarik tangan kim bum. Kim bum pun meronta ia tak mengerti apa yang akan dilakukan oleh seungho dan so ra. “ tunggu mau apa kalian?” teriak kim bum
“tenang saja bum, kau tidak akan apa – apa. Yakinlah.” Seru seung ho sembari menarik tangan kim bum
“tunggu so ra ada apa ini?” Tanya soeun yang juga tak mengerti dengan keadaan ini.
“so eun ikut aku.” Ujar so ra sembari tersenyum dan menarik tangan so eun memasuki salah satu kamar hotel tersebut.

Beberapa jam kemudian ….
So eun membuka matanya. Ia menatap cermin dan tersenyum “cantik” ujarnya.
“so eun ayo kau sudah siap?” Tanya so ra
“so ra aku ingin Tanya sebenarnya ada apa ini? Mengapa aku memakai gaun pengantin? Dan dimana kim bum?” ucap so eun
“kau akan tau setelah kau ikuti aku.” Ujar so ra

Mereka pun kemudian turun menuju ballroom *dikasih tau ma nden n kak mi
So eun terkesima melihat ruangan tersebut yang sudah tertata rapi seperti sedang ada pesta. Ruangan itu disulap menjadi sebuah ruang pesta yang sangat mewah dan indah, dengan bertabur bunga.
So eun terus menatap sekeliling, dilihatnya geun suk beserta istri *shin hye, mereka sedang duduk disalah satu meja, kedua orang tua soeun pun ada juga ada orang tua kim bum? So eun merasa heran sebenarnya ada apa ini, ia masih belum menyadarinya. Namun pandangannya terhenti ketika melihat kim bum dengan memakai jas hitam dan dandanannya yang rapi berdiri diatas altar “mungkinkah ???” batinnya.
So eun tersenyum ia kini menyadari kalau ini akan menjadi hari pernikahannya dengan kim bum. So eun berjalan menyusuri karpet merah yang bertabur bunga – Bunga dengan diiringi so ra sebagai pengiring pengantin. So eun pun berdiri berhadapan dengan kim bum. Mereka saling menatap dan sesekali melempar senyum tak percaya dengan apa yang terjadi.
“hari ini kita menikah bum-ah?” Tanya so eun sambil tersenyum bahagia.
“ya.”gumam kim bum.

Beberapa saat kemudian ….
“so eun selamat atas pernikahanmu.” Ujar dokter hyun joong pada soeun yang tengah menerima tamu.
“terima kasih dokter.” Ucap so eun sembari melemparkan senyum.
“oh iya dimana kim bum?” ucap dokter hyun joong.
“aku rasa dia sedang mengobrol dengan teman – temannya.” Ucap so eun
“dokter aku ingin bertanya bolehkah?” tambah so eun lagi
“ia silakan.” Ujar dokter hyun joong.
“begini …. Ini mengenai kim bum dan aku, berapa lama lagi kim bum bisa hidup?” ucap so eun dengan nada bergetar.
“aku tidak tau tepatnya karena aku bukan Tuhan, tapi jika perkiraanku benar aku rasa hanya tinggal kurang lebih 3 bulan lagi. Mengingat kemarin aku melihat perkembangan yang cukup baik setelah hasil operasi pencangkokan itu.” Tukas dokter hyun joong.
“benarkah ??? lalu bagaimana denganku?” Tanya so eun kembali.
“aku tidak tau so eun, mungkin kau akan lebih lama asalkan kau teratur meminum obat dan melakukan apa yang aku sarankan padamu.” Ucap dokter hyun joong
“oh ….” Gumam so eun
“so eun selamat yah.” Ucap shin hye yang tiba – tiba datang bersama geun suk.
“iya terima kasih shin hye.” Ujar so eun sembari memeluk shin hye
“kau tau, kau cantik sekali hari ini, beruntung sekali kim bum mendapatkanmu.” Ujar seung ho yang tiba – tiba nongol bersama so ra dan langsung dicubit pantatnya oleh so ra.
“tentu saja, dan yang pantas mendapatkannya hanya aku.” Ucap kimbum sambil tertawa
“so ra terima kasih yah.” Ujar so eun sambil memeluk so ra
“iya, ini sebagai permintaan maafku karena dulu aku pernah melukaimu. Ini juga hasil rencanaku bersama shin hye, geun suk dan juga kedua orang tua kalian.” Tukas so ra
“benarkah? Oh ya dimana orang tua kita bum?” Tanya so eun pada kim bum
“so eun anakku …!” ujar ibu so eun menghampiri
“ommaaaaa ….”teriak so eun yang langsung mengecup tangan ibunya dan memeluknya.
“selamat yah anakku kalian kini telah menikah.” Ujar ibu kim bum
“terima kasih omma, aku tidak tau lagi harus berkata apa.” Ujar kim bum yang langsung dipeluk oleh ayahnya.
“soeun …. Kim bum …. Kami punya hadiah untuk kalian.” Ucap ayah so eun
“apa?” ujar so eun
“ini adalah kunci rumah kalian yg baru dipulau jeju.” Ujar ayahnya sambil menyerahkan kunci rumah itu pada so eun.
“appa ….. “ gumam so eun dan tersenyum.
“terima kasih.” Ujar kim bum

Keesokan harinya ….
“wah indah sekali rumah kita bum – ah” ujar so eun dengan tatapan terkesima melihat rumah baru mereka.
“iya, aku rasa kita akan betah tinggal disini.” Ujar kim bum sembari menaruh lengannya di pundak soeun
“ayo kita lihat.” Gumam so eun sembari melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah barunya.
Ia tertegun melihat keindahan rumahnya yang baru, semuanya indah sekali. Sepertinya ditata seromantis mungkin. Apalagi disana – sini ada bunga terlebih rumah tersebut ditepi pantai yang menambah suasana romantic bagi mereka.
So eun pun mengelilingi rumah barunya itu, setiap ruangan ia lihat dan masih mampu membuat mata soeun terkesima dengan arsitektur yang ada. Semuanya terlihat indah sekali.
So eun pun masuk kedalam kamarnya, ia melihat – lihat apa yang ada. So eun mulai membuka tas dan kopernya. Ia mulai berbenah.
Tuk ….
Suara sebuah kotak terjatuh dari salah satu tas yang dibawa so eun. So eun memungut kotak itu, ia membuka isinya. “oh obatku.” Gumam so eun. Ia memandangi kotak itu lama, ia pun mencari – cari tempat sampah dan membuang kotak obat itu sembari bergumam “maafkan aku bum – ah.”

Beberapa bulan kemudian ….

“so eun ayo kita jalan – jalan.” Ucap kim bum pada soeun yang tengah asyik melahap makanan dihadapannya.
“kemana bum – ah ?” Tanya soeun yang masih belepotan dengan makanan dimulutnya
“kita habiskan hari ini bersama – sama.” Ucap kim bum
“bukankah kita memang selalu bersama?” ucap so eun
“iya tapi aku ingin hari ini lebih berarti dari hari – hari sebelumnya.” Ucap kim bum
“mau kemana?” Tanya so eun kembali
“kemana saja. Yang penting kita bersama.” Ujar kim bum semangat.

Setelah berganti pakaian so eun pun bergegas menyusul kim bum yang telah siap dimobil. Hari ini akan menjadi hari yang indah fikir so eun yang sambil tersenyum – senyum.”aduh …. Kepalaku pusing sekali.” Gumam so eun sembari memegang kepalanya namun ia berusaha menyeimbangkan langkahnya.
So eun membuka pintu mobil dan disambut senyum oleh kim bum.
“bum – ah, kita mau kemana?” ucap so eun sembari mengatur posisi duduknya.
“lihat saja nanti.” Ucap kim bum sembari memasangkan sabuk pengaman pada soeun.
So eun hanya tersenyum sambil menatap wajah kim bum.
“ada yang salah denganku?” ujar kim bum
“tidak,,,, ayo.” Ujar so eun
Beberapa saat kemudian …
Kim bum memarkirkan mobilnya didepan sebuah mall besar dipulau Jeju, ia dan so eun pun masuk kedalamnya.
“So eun ikut aku.” Ujar kim bum sembari menarik tangan so eun.
Kim bum pun masuk kearena permainan di mall itu, kemudian menuju kasir untuk membeli beberapa koin. So eun yang melihat itu hanya geleng – geleng kepala melihat kimbum yang seperti anak kecil.
Setelah itu kim bum pun mulai memilih aneka permainan disana, ia menjatuhkan pilihan pada salah satu permainan dipojok kiri merka. “ayo” ujar kim bum yang begitu bersemangat.
Kim bum memasukan koin tersebut dan mulai bermain. Perlahan kim bum menarik satu tuas didepannya dan kemudian ………. “dapat” teriak kim bum sambil tertawa lepas dan langsung memeluk so eun. “bum – ah kau seperti anak kecil sekali.” Ujar so eun sembari menjitak kepala kim bum.
“ini untukmu.” Ujar kim bum sembari menyerahkan boneka pooh pada so eun.
“terima kasih bum –ah.” Gumam so eun sembari mengecup pipi kanan kim bum
Kim bum pun tersenyum, ia dan so eun kemudian melanjutkan langkahnya menuju permainan yang lain.

Rasa lelah pun mulai hinggap pada mereka. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk masuk kedalam sebuah restoran disalah satu mall tersebut. Mereka kemudian duduk disamping dekat jendela sehingga mereka bisa sambil menikmati indahnya Pulau Jeju.
“ada yang bisa kami bantu?” sapa seorang pelayan restoran tersebut.
“kami pesan makanan yang paling enak disini.” Ujar kim bum
“baik dimohon tunggu sebentar.” Ucap pelayan tersebut.
“bum –ah sebenarnya kau kenapa?” ucap so eun
“tak apa. So eun wajahmu pucat apa kau sakit?” Tanya kim bum
“tidak, aku tidak apa – apa.wajahmu juga pucat” Ujar so eun sembari tersenyum
“oh ….. benarkah ? mungkin karena aku kecapekan bermain“ gumam kim bum sambil diselingi senyum killernya.

Setelah berjalan – jalan disekitar pulau Jeju, so eun dan kim bum pun menepikan mobil mereka ditepi pantai. “akan aku tunjukkan matahari terbenam padamu so eun.” Ujar kim bum seraya menatap so eun.
“pasti sangat indah.” Ujar so eun kembali
“tentu saja.” Ucap kim bum kemudian.
“bum – ah aku ingin bertanya sesuatu padamu, bolehkah?” ujar so eun
“ya tentu saja. Apa ?” Tanya kim bum balik.
“aku ingin bertanya mengapa kau ingin menjadi matahari ?” Tanya so eun
“hmmmm …… Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di
atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk
pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya.Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.” Tukas kim bum.
“bum – ah …” gumam so eun
“tapi kini aku tidak ingin menjadi matahari.” Ujar kim bum sembari menghadapkan wajahnya pada so eun.
“mengapa?” Tanya so eun.
“karena aku ingin menjadi diriku sendiri supaya aku bisa memilikimu seutuhnya.” Tukas kim bum sembari tersenyum kecil.
“kalau begitu aku pun tidak ingin menjadi phoenix. Aku ingin menjadi diriku sendiri supaya aku bisa bersamamu bum – ah.” Tukas so eun kembali dan membalas senyum kim bum.

Mereka pun saling merekatkan bibir mereka pada bibir satu sama lain. Meluapkan segala rasa dan asa yang terasa.

So eun mengeluarkan benda kecil dari sakunya, benda itu adalah recorder kim bum yang berbentuk matahari.
“bum – ah kau tau ini adalah benda kecil yang mampu buat aku bertahan untuk selalu menantimu.” Ujar so eun sembari memasangkan earphone pada telinganya dan telinga kim bum.

Di kala resah kian mendesah dan menggalaukan jiwamu
Aku ada disana
Disaat kau terluka
Hingga akhirnya tercabik keteguhan hatimu
Aku akan tetap berada disana ……….

Kim bum pun tersenyum dan menghela nafas “SARANG HAE EUNNIE.”ujar kim bum sembari menaruh kepalanya pada pundak so eun dan memegang erat tangan soeun. Tarikan nafas terakhirnya ia gunakan untuk mendeklarasikan perasaannya yang selama ini belum pernah ia ungkapkan. Satu kata yang singkat namun pengungkapannya yang tak terbatas.
“JEONGMAL SARANG HAE BUMM – AH.” Ujar so eun membalas kata – kata kim bum. Walaupun tak sempat didengar kim bum. So eun pun menutup matanya dan tersenyum.

Kau memberi arti bagi diri
Laksana embun dipadang gersang nuraniku
Memberiku setitik terang dalam kekalutanku
Kupasrahkan asaku dibahumu sebagai jaminan cintaku
Senyum itu mampu menghancurleburkan keangkuhan diri
Meluluhkan kelelahan dan membiarkanku larut dalam fantasi

Matahari mulai terbenam meninggalkan bumi untuk bercahayakan bulan, alunan simfoni itu pun mengalun merdu mengantarkan keduanya pada satu dimensi menuju keabadian cinta.

THE END


Kututup kisah ini dengan pengharapan semoga memang kisah mereka akan abadi, sampai akhirnya hitam menjemput dan bumi tak lagi bermentari. Kuharap cinta mereka bisa seperti kapas yang tumbuh ditaman hati begitu putih dan tulus suci dalam semua janji yang mendengung abadi walau mudah ternoda disetiap emosi namun masih bisa menyerap semua tangis sedih hingga terbang ditiup angin kecil.

26 Tanggapan to “ROMANTIC EVE part 7: ENDLESS LOVE (FINAL)”

  1. dini ramadhani 19 September 2010 pada 12:33 AM #

    huaaa…huaaa…menangis meraung raung*lebay bgt
    abis sedih bgt,hbs sudah airmataku dr td nangis mulu

  2. Ran Su Ah 19 September 2010 pada 11:10 AM #

    Hhh… aku nangis… sudah kuduga akhirnya akan seperti ini, hhh… jadi inget dramanya Song Hye Kyo yang Autumn In My Heart.

    Semoga itu akan menjadi real story…
    🙂

  3. Puchaaby 23 September 2010 pada 1:43 AM #

    Wuaaaa bener2 ni ff,,ceritanya tragis tp endingnya manis bgt..sehidup semati..ngalahin romeo julietnya shakespear dah…
    Bener2 cerita menguras air mata..
    Tp i love it ^,^
    Good job sista

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 23 September 2010 pada 7:15 PM #

      wuiiiihhhhhhhhhhh ngalahin romeo n juliet.. kereeeeennnnnnnnn hahahahah

      iya donk… pasangan Twilight aja kalah sama bumsso….. hmhmhmhmhmhm

      makasihhhhhhhhhh udah bacaaaaaaaaaaa😀

  4. citra anisa aprilia 8 Oktober 2010 pada 11:19 PM #

    kereeeeeeeeeennnnn
    untuk ke 3 x’nya aku baca. apalagi puisi”nya
    wihh romantis sampe ngena di hati
    ayo buat lagi ff lainnya
    hampa kalo ngga baca ff soeul / bumsso *kecanduan hehe

    • 라흐미 'Rahmi' 9 Oktober 2010 pada 12:14 PM #

      makasih udah baca…

  5. Moza Desy 31 Oktober 2010 pada 12:13 AM #

    huaaaa…….
    hiks hiks hiks….
    kacian…
    masa mati…
    tpi, cnta mereka itu bner2 abadi ya….
    smoga di dunia nyata mereka jga sprti itu… amin….
    bwt author, aQ tunggu FF bru’y….

  6. puthet-- 19 Desember 2010 pada 7:59 PM #

    jd inget kisah bidam n deokman T.T

  7. puthet-- 19 Desember 2010 pada 8:00 PM #

    jd inget kisah bidam n deokman T.T

    huuaaa sangat tragis sungguh terharu gw..

  8. Niiz 18 Maret 2011 pada 3:19 AM #

    Huah sad ending sedikit tidak rela tapi sukurlah mereka meninggal bersama it artinya mereka soeulmate ^^ amien

  9. nia 20 Juni 2011 pada 5:18 AM #

    itu lah mengapa aku tak suka sad ending. tapi hebat, author bisa mempengaruhi pembaca.

  10. geill 22 Desember 2011 pada 1:43 PM #

    wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………
    sedih benar2 sedih, baca tiap partnya bikin nangis huaaaaaaaaaaaaaaa (lebay)…………….
    biar sad ending, tp cinta mereka tetap bersatu, top deh buat author ^_^

  11. VayTeuKey 25 Desember 2011 pada 8:01 AM #

    jd dua2 x mening9al? ending x r0mantis bgt. mati x brjamaah d png9ir pantai pula

  12. purna 15 Maret 2012 pada 4:29 PM #

    jdi mereka berdua meninggalnya bareng-bareng
    so sweet
    smoga teruss bersama di alam sana : )

  13. Juliana (@Juliana83579934) 22 September 2012 pada 12:44 AM #

    hari yang sama mereka meninggal dalam kebahagian yang terakhir di episode ini bersama matahari terbenam ??????

    tp bagus banget ceritanya
    harapan…
    bumsso akan memiliki cinta sejati yang abadi dan mereka bisa bersatu sampai akhir ( menjadi kenyataan ) —– berharap !!

  14. cucancie 23 September 2012 pada 4:09 PM #

    Wuahhh…sedihhh…terharuu… Authornya daebak..ceritanya bagus..kata2nya puitis bgt cocok sm main vast nya bumsso…salut..

  15. cute bear 29 Oktober 2012 pada 4:28 AM #

    Simple, romantis, ending ny sedih. Bagussss (๑-﹏-๑)

  16. Natalia 22 November 2012 pada 3:39 PM #

    Q tunggu karya2 ka2 ttg bumsso ya k? Ceritax terlalu sedih,,tapi benar2 keren…sekeren bumsso

  17. Ajeng afra 6 Desember 2012 pada 6:54 PM #

    Anyeong. . .

    sumpah cerita’a sedih bgt apa lagi pas ending’a, smpe2 aqu gk bsa than air mata ku

    kawan aqu sssuunnggguh. . . Sungguh suka

    terimakasih🙂

  18. Wietv5xq 14 Mei 2013 pada 8:36 PM #

    Msh penasaran, author so eun td skit, kirain skit parah trus sad ending tp romantic

  19. Mia 30 Juli 2014 pada 2:03 PM #

    Ending xa ag’ sedikit membingungkan untk ku

  20. ainami 9 Agustus 2014 pada 3:53 PM #

    pasangan sehidup semati
    huwaaaaa romantis tp sedih ga ketulungan hikshikshikshiks

  21. nabilaYongShin 14 September 2014 pada 1:16 PM #

    endingnya mengharukan…
    bumsso pasangan sehidup semati…
    romastis sekalinya…**

  22. Yumna Arinda Putri 23 November 2014 pada 11:10 PM #

    hiks…hiks….dr awal cerita udah sedih bgt liat bumppa memendam cinta ke sso eonnie dan ternyata emang mengharukan mpe endingnya tp tetep so swiiiittt bgt kisah mereka…
    semoga kisah cinta bumsso couple abadi slamanya ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: