ROMANTIC EVE Part 6

18 Sep

Kuterbangun dari mimpiku yang terasa kini hanyalah sunyi ketika segala tabir belum mampu terkuak, kusadari kini kita bagaikan air dan api sepertinya kita telah berbeda, namun masih kuyakini dan tetap tersemat dihati kau pasti bakal kembali. Aku yakin kau selamanya disisi karena kau tercipta untukku.

so eun mulai membuka matanya. Ia memperhatikan kesekelilingnya, sepertinya tempat ini asing baginya. “kau sudah sadar?” ucap seseorang yang membuyarkan lamunannya.
“Dokter hyun joong?” ucap so eun kaget.
“iya ini aku. Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah merasa baikkan? “ ucap dokter hyun joong
“aku rasa aku sudah lebih baik, Kamsahamnida.” Seru so eun.
“sama – sama so eun. Lain kali kau tidak boleh seperti itu lagi.” Ucap dokter hyun joong.
“maksud dokter?” Tanya so eun
“kau seharusnya berteduh ketika hujan datang, kau jangan membiarkan dirimu seperti itu.” Seru dokter hyun joong.
“ah iya … maaf. Tapi bagaimana kau bisa menemukanku?” soeun kembali bertanya
“aku kebetulan lewat, aku melihatmu menangis disana dan kemudian kau pun pingsan.” Jelas dokter hyun joong.
Kring ….. kring ……
Suara telepon genggam dokter hyun joong berdering, “ hallo.” Sapa hyun joong
“Hallo dokter, pasien dokter sedang mengalami kritis dia harus segera ditangani.” Ucap seseorang disebrang sana yang merupakan suster dirumah sakit.
“siapa?” ucap dokter hyun joong.
“pasien rekomendasi dokter Takeshi Kashiwabara dari jepang yaitu Tuan Kim sang bum.” Ucap suster.
“kim sang bum? Baiklah aku akan segera kesana.” Ucap hyun joong. Dengan cepat hyun joong meraih kunci mobilnya yang tergeletak dilaci.
So eun yang mendengar nama kim bum disebut – sebut merasa heran dan tak bisa menahan untuk tidak bertanya pada hyun joong.
“Dokter ada apa? Kudengar tadi nama kim bum disebut, apakah dia adalah kim bum temanku yang waktu itu mengalami kecelakaan denganku?” Tanya so eun.
Dokter hyun joong tidak menjawab. “So eun kau tunggu disini saja disini. Anggap saja ini rumahmu.” Ucap hyun joong mengalihkan pembicaraan.
“dokter mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Kalau memang itu kim bum aku mau ikut.” Ucap so eun sambil membuka selimutnya dan bangkit dari kasurnya.
“kau tidak perlu ikut, kau masih lemah saat ini.” Ucap dokter hyun joong menahan so eun.
“aku tidak apa, aku ingin tau apa yang terjadi pada kim bum.Lagipula aku lebih tau bagaimana keadaanku. Kumohon jangan cegah aku.” Ucap so eun tegas.

Dokter hyun joong tak bisa beragumen apa – apa lagi. Ia hanya bisa mengangguk pelan, dan kemudian segera berlari menuju mobilnya. So eun pun mengikutinya. Ia duduk dikursi depan. So eun terus saja menggigit jarinya, ia takut kalau – kalau terjadi sesuatu pada Kim bum. “Ya Tuhan apalagi yang akan terjadi?” batin so eun. Hatinya terus saja gelisah, mencoba mencari satu kesimpulan namun tak jua ia temukan.
Setibanya di rumah sakit.
Dokter hyun joong segera memasuki ruang UGD, ia mengambil beberapa tindakan untuk menyelamatkan kim bum. So eun hanya bisa menunggu cemas diluar. Ia sama sekali tidak tau apa yang terjadi dengan kim bum. Ia benar – benar penasaran dengan apa yang terjadi.
“so eun???” ucap shin hye tiba – tiba.
“shin hye?” seru so eun yang heran mengapa shin hye ada disini
“ so eun, kau sedang apa disini.” Tanya shin hye sambil menghampiri so eun bersama dengan geun suk.
“aku sedang menunggu bummie.lalu kau?” Ucap so eun
“bummie? Maksudmu kim bum? Aku dan geun suk sedang memeriksa kandunganku” ucap shin hye dan geun suk berbarengan.
“iya tentu saja, siapa lagi selain dia. Benarkah? Kau sudah mengandung shin hye?.” Seru so eun seraya memeluk shin hye.
“iya aku sudah mengandung, ini baru menginjak minggu kedua. Aku sangat bahagia padahal kami baru saja menikah 2 bulan dan sekarang aku telah mengandung.” Ucap shin hye senang.
“selamat yah shin hye.” Ucap so eun
“oh iya ada apa dengan kim bum?” Tanya geun suk
“aku tidak tau apa yang terjadi padanya, tapi ia kini masuk ruang UGD, aku sangat khawatir mengapa seperti ini padahal kami baru saja bertemu kembali.” Seru so eun sambil terisak.
“ cup …. Cup … cup …. Kau jangan bersedih seperti ini, kim bum telah ditangani oleh ahlinya sekarang dan kau harus percaya. Tapi sejak kapan kim bum kembali?” Tanya shin hye
“sudah seminggu yang lalu.” Seru so eun sambil melepaskan pelukannya dari shin hye.
“seminggu yang lalu? Tapi bagaimana caranya kau bisa bertemu dengan kim bum?” kali ini geun suk yang mengeluarkan suara.
“ya, kami bertemu seperti saat pertemuan pertama kami, tapi aku heran dengan sikap bummie sekarang, dia berubah. Aku kecewa, sangat kecewa tapi melihatnya seperti ini kebencian itu langsung hilang.” Gumam so eun.
“berubah ? apa maksudmu ? “ Tanya shin hye lagi
Belum sempat so eun menjawab, dokter hyun joong keluar dari ruang UGD. So eun pun menghampirinya “ dokter bagaimana keadaan bummie?” Tanya so eun.
Dokter hyun joong mulai berfikir sejenak, ia berusaha mencari kata – kata yang tepat untuk ia sampaikan pada so eun. “so eun, kim bum menderita sakit ginjal. Sudah sekitar 2 bulan kim bum divonis sakit ginjal, dan umurnya tak akan lama lagi.”ucap hyun joong yang sebenarnya ia tak ingin mengatakannya.
Tersentak so eun diujung waktu seperti baru terbangun dari mimpi yang tak bertepi. Sesak rasa di hati hingga so eun hanya terdiam meratapi semua. Sepertinya baru kemarin ia melihat kim bum baik – baik saja, dan tak terlihat tanda – tanda bahwa ia sakit. Semuanya terasa sulit untuk ku cerna.
“Apa? Mengapa seperti ini? Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bummie?” Tanya so eun dengan nada bergetar.
“kim bum telah mengalami sakit ginjal yang cukup parah, aku tidak bisa menjaminnya. Bahkan meski dilakukan pencangkokan ginjal pun hanya menambah umurnya sekitar ± 1 bulan.namun untuk menemukan pendonor ginjal pun sangatlah sulit” Ucap hyun joong kemudian.
So eun tercekat gugu tak berdaya, semua kebenaran yang tersingkap kini menghasilkan berbagai Tanya dalam benaknya. Apakah kim bum berubah karena ini? Mengapa kim bum begitu bodoh dengan memilih jalan seperti ini? Dan apakah masih ada harapan untukku bersamanya? Sekalipun hanya sebentar?
“dokter apakah aku bisa menjenguk bum – ah sekarang?” Tanya so eun pelan
“iya silakan.” Ujar dokter hyun joong seraya membukakan pintu kamar kim bum
Kim bum terlihat sedang menerawang, entah apa yang sedang ia fikirkan. Namun wajahnya pucat pasi, dia terlihat lemah saat itu. So eun pun masuk kedalam kamar, kim bum menoleh menatap so eun. Dia terkejut sekali melihat so eun ada disana.” So eun???” Tanya bummie dengan nada suara yang kaget.
“bummie …. “ ucap so eun yang langsung mendekap kim bum. Tak terasa derai air mata pun mengalir dimatanya.
“pergi.” Ucap kim bum yang langsung berusaha melepaskan dekapan so eun
“aku tidak akan melepaskannya lagi bum –ah, sudah cukup bagiku 5 tahun menunggumu tanpa kepastian. Sekarang kau sudah ada didepanku, dan aku tidak akan melepaskannya lagi. “ tukas so eun sembari terisak.
“untuk apa kau menunggu orang yang sebentar lagi akan mati?” ucap kim bum.
So eun tersentak mendengar hal itu.
“kim bum aku ingin bertanya padamu. Sekedar meyakinkan hatiku saja. Apakah kau menghindariku karena ini? Karena kau sakit? Dan masihkah ada untukku ruang dihatimu sekarang ini?” Tanya so eun bertubi – tubi dengan wajah serius.
“untuk apa aku menjawabnya? Takkan ada pengaruh untukku.” Ujar kim bum ketus mencoba menutupi hatinya yang perih.
“apa semua kenangan kita dulu tidak berharga untukmu? Apakah semua penantianku ini sia – sia ???” tanya so eun kembali
Kim bum hanya terdiam.

“bumm – ah, jika aku berharga bagimu kumohon izinkanlah aku untuk membalas semua yang telah kau berikan padaku.” Ucap so eun sembari menggenggam tangan kim bum erat.
“maksudmu?” ujar kim bum yang memang tak mengerti maksud dari perkataan so eun.
“izinkan aku untuk melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan untukmu. Aku hanya tak ingin menyesal dan kehilanganmu lagi.” Tukas so eun
“aku benar – benar tak mengerti apa yang kau maksud?” ucap kim bum kembali.
“aku akan mendonorkan satu ginjalku untukmu.” Ucap so eun mantap dengan penuh keyakinan.
“apa?” ucap kim bum yang langsung terbangun.
“iya, aku mohon izinkan aku. Setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan. Jadi kumohon pahami aku.” Ucap so eun sembari tersenyum

“so eun apa kau bodoh? Itu hanya akan membahayakan dirimu, lagipula ini adalah masalahku, jadi kau tidak usah ikut campur.” Ujar kim bum
“tak apa. Selama ini aku bertahan hidup karena kau, karena aku yakin kau pun bertahan untukku. Karena itu, jika kau pergi aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan diriku. Karena satu – satunya harapanku telah hilang.” Tukas so eun
“so eun …………….. “ ucap kim bum yang tak mampu berkata – kata
“apa sekarang kau melihat ketulusanku? Apa sekarang kau masih ragu akan perasaanku? Aku hanya tak ingin menyesal, bum – ah izinkan aku untuk dapat menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Aku ingin mengganti hari – hari kemarin yang telah terlewati, aku mohon.” Ujar so eun yang masih terus menggenggam erat kim bum mencoba meyakinkannya.
Senyum merekah diwajah kim bum yang mendengar pernyataan so eun. Ia tak pernah menyangka bahwa pengorbanannya selama ini membuahkan hasil yang tak ia kira.
“so eun maafkan aku.” Ujar kim bum
“untuk apa?” Tanya soeun
“karena aku telah berbuat kasar terhadapmu, semua ini aku lakukan karena aku ….” Kim bum terhenti. Kini ia merasakan bibirnya telah melekat dibibir so eun. Kini yang ada hanyalah kedamaian yang ia rasakan. Semua beban dan kepenatan seakan berganti menjadi kebahagiaan yang tak ingin ia gantikan sekalipun dunia memberikan seluruh keindahannya.
Beberapa hari kemudian …
Matahari mulai menunjukkan eksistensinya pagi ini. Cahayanya masuk melalui celah – celah kecil jendela rumah sakit. So eun yang terkena sinarnya pun terpaksa harus bangun dari tidur lelapnya. Ia mulai membuka matanya, melihat kearah samping dan yang ia temukan adalah kim bum yang masih terlelap tidur diranjang sampingnya.
Mereka telah melewati masa – masa yang sulit dalam hidupnya, dari awal persahabatan mereka, kecelakaan itu kemudian kim bum pergi ke jepang hingga akhirnya mereka dipertemukan kembali walau masih dalam keadaan yang sulit. Namun semuanya itu kini terasa terbayarkan setelah operasi itu, kini kim bum dan so eun tidak akan berpisah lagi.
Kim bum mulai membuka matanya, karena ia merasa ada yang memperhatikannya sedari tadi. Seulas senyumpun terlukis diwajahnya “selamat pagi phoenix ku” ujar kim bum.
“selamat pagi juga matahariku.” Ujar so eun membalas senyuman kim bum.
“annyeong ……….. “ suara shin hye tiba – tiba masuk
“shin hye” teriak so eun sembari bangkit dari tidurnya.
“so eun kau tidak usah bangun.” Ujar shin hye yang sembari mengusap –ngusap perutnya
“de ………. ” ujar so eun

“Oh iya so eun aku dengar hari ini kau boleh pulang yah?” ucap shin hye
“ya kami berdua sudah boleh pulang.” Jawab so eun
“kalian romantic sekali, bisa satu kamar dirumah sakit.” Ucap shin hye
“tentu saja kami kan HC “Hospital Couple”.ujar so eun bangga
“sayangnya kami tidak seranjang” ucap kimbum yang mulai membuka mulutnya.
“kau” ujar so eun sembari melempar bantal pada kim bum
Shin hye hanya bisa tertawa melihat mereka yang kini sudah mulai akrab dan telah memiliki status sebagai sepasang kekasih, hal yang selama ini sangat diharapkan oleh semua orang.
“oh yah, so eun hari ini kau pulang akan dijemput oleh orang tuamu?” Tanya geun suk yang langsung nyamber aja.
“sepertinya kim bum akan mengantarkanku pulang, karena tadi ayah dan ibuku bilang ada urusan mendadak.” Ujar so eun
“ohhhhhhhh ……..” ucap shin hye dan geun suk berbarengan lalu saling pandang dan tersenyum kecil.
“so eun kalau begitu ayo aku bantu untuk mengepak barang – barangmu.” Ujar shin hye
“iya gomawo shin hye.” Ucap so eun
Setelah selesai mengepak semua barang – barangnya so eun dan kim bum pergi menuju loby rumah sakit diantar oleh geun suk dan shin hye. Mereka sudah memesan taxi, karena kim bum belum diperbolehkan untuk menyetir.
“shin hye, aku pamit yah.” Ucap so eun
“Iya hati – hati so eun.” Ujar shin hye sembari mengecup pipi so eun tanda perpisahan
“tenang saja ia dalam lindunganku.” Ujar kim bum sembari meletakan tangannya dipundak so eun.
“dahhhhh ……….. sampai jumpa.” Ujar so eun sembari melambaikan tangan diikuti oleh kim bum.
Kim bum dan so eun pun masuk kedalam taxi yang sedari tadi menunggu.
“maju.” Ucap kim bum memerintah supir taxi
“kemana?” ujar supir taxi itu sembari melirik kea rah kim bum dan so eun. Kemudian tersenyum simpul.
“KANG SO RA !!!!” ucap so eun dan kim bum berbarengan sembari memperlihatkan wajah kaget.
TO BE CONTINUED ….

9 Tanggapan to “ROMANTIC EVE Part 6”

  1. dini ramadhani 19 September 2010 pada 12:21 AM #

    speechless

  2. Merli Beomsoeul 21 September 2010 pada 10:37 PM #

    Eon Puisinya Bagus2 Banget Dapet Inspirasi dari mana tuh ?? Aku suka buat puisi tapi ga sebagus eon .

    Endingnya sdih hiks hiks !

    Ga sbar nunggu ff Selanjutnya

    • rLn sayang bumssoeulsangeun 22 September 2010 pada 12:39 PM #

      makasihhh lulu emang ahli bikin puisi….. nanti aku tanya lulu dulu dia dpt dari mana.. tp dia pernah cerita klo selalu dpt inspirasi pas lagi nyuci.. hhahhaa

      makasih udah baca…

  3. Niiz 18 Maret 2011 pada 3:08 AM #

    “sayangnya kami tidak seranjang” wkwkwk gokil, oppa aku slalu berdoa semoga kalian bisa serumah, seranjang, dan tentunya sehati sejiwa a.k.a soeulmate amien ya robbal alamin ^^

  4. geill 22 Desember 2011 pada 1:22 PM #

    bagus, akhirnya mereka bs bersatu, so sweet………………………..
    lanjut………………………….

  5. VayTeuKey 25 Desember 2011 pada 7:47 AM #

    ouh bum brubh karna sakit? tp untng x so eun dah ngash satu gnjal x mudah2an brguna.

    itu knp bs ada kang so ra d taksi?

  6. cucancie 23 September 2012 pada 3:55 PM #

    Supir taksinya siapa? Kang sora?! Waduh

  7. Mia 30 Juli 2014 pada 1:40 PM #

    Bhya tuh

  8. ainami 9 Agustus 2014 pada 3:47 PM #

    huwaaaa termehek2 krn sedih sekaligus bahagia..

    bum trnyata sakit ginjal makanya bersikap spt itu..

    dan sso rela memberikan satu ginjalnya utk bum.

    what a trully soulmate….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: