SoEulmates Story Part 5

7 Sep

Kim beom dan so eunpun turun menuju meja makan. Mereka memeperlihatkan keakuran mereka di depan keluarga so eun. Duduk kim beom tepat di samping hyeon bin yang juga menantu di keluarga itu.
“ Sepertinya kau nyenyak sekali tidur yah”. Ucap hyeon bin pada kim beom. Kim beom mebalas dengan senyuman manisnya itu. Sementara so eun asyik sendiri memakan rotinya.


“ wah… sepertinya kalau kau sering2 tidur nyenyak kau akan memberikan cucu lebih dulu pada ayah dan ibu”. Kata hyeon bin setengah tertawa. So eun an kim beompun sontak kaget
“ Kakak, apa yang kakak katakana, kakak saja dulu yang memberikan cucu pada ayah dan ibu”. Timpal so eun.


“ Sudah..sudah.. yang jelas ibu mengharapkan cucu baik dari kau hye gyo maupun kau eunnie”. Kata ibunya.
“ iya… aku memberik kesempatan dulu pada kakak, kami khan pengantin baru.. lagi pula so eun masih muda.. kami saja baru 20 tahun kak”. Kata kim beom yang masih malu2 dengan keluarga barunya.
“ Tapi sepertinya wajah so eun, sudah mau sekali menimang anak”. Kata hyeon bin.
“ hahahahah… sayang jangan seperti itu, setua itu wajahnya so eun”. Sahut hye gyo.
“ Kakak… kakak dan kak hyeon bin itu selalu mencari gara2 denganku yah..”. kata so eun.
“ Dia cantik..wajahnya sangat natural sekali” kata kim beom. So eun langsung terdiam. Kim beom seperti bicara dengan tulus. Bagaimanapun so eun pernah ada di hatinya.
“ wah.. biasa pengantin baru”. Kata hye gyo.


Siangnya terlihat so eun sedang duduk di ayunan kayu yang ada di belakang rumah. Dia sedang asyik membaca buku sambil meminum jus strawberry kesukaanya, tak lupa headset iPod terpasang di telinga. Asyiknya so eun mendengarkan lagu2nya suju. Tiba2 kim beom yang tengah berjalan dari arah dapur tak sengaja melihat so eun. Diapun menghampiri so eun.
“ So eun..so eun….” Kata kim beom sambil berdiri di sampingnya. So eun yang sedang mendengarkan lagu otomatis tak mendengar suara kim beom.
‘ dasar… cumi..”. teriak kim beom sambil melepaskan headset yang sedang di pakai eunnie.
“ ada apa sih mengganggu orang saja”. Kata so eun dengan wajah juteknya.


“ so eun”. Kata kim beom.
“ Apa?????”. Tanya so eun tanpa menatap wajah kim beom. Dia masih terpaku pada buku bacaaanya itu.
“ Apa di dapurmu tidak ada softdrink yah?”. Tany kim beom.
“ Tidak ada, kemarin tinggal satu lagi diminum kak hyeon bin. Beli saja di supermarket”. Kata so eun.
“ wah.. payah sekali”. Kata kim beom.” Apa yang sedang kau baca?”. Tanya kim beom sambil melihat buku yang sedang di baca oleh isterinya itu.
“ Kau itu mengganggu sekali yah..sana jauh2 dariku,jarak 1m”. kata so eun sambil mendorong tubuh kim beom. Kemudian terlihat hyeon bin, kakak iparnya so eun berjalan menghampiri mereka berdua.
“ Duch… pengantin baru memang selalu romantic”. Kata hyeon bin berdiri tidak jauh dari kim beom. Kim beom hanya tersenyum.
“ maka dari itu kakak jangan mengganggu dong.. kakak itu menjadi orang ketiga disini”. Kata so eun, berpura2 baik2 saja dengan kim beom.
“ Tadi aku melihat kalian sedang apa yah..?”. tanya hyeon bin sambil tersenyum kecil.
“ Tidak sedang apa2 yah..sayang”. kata kim beom sambil mengelus2 rambutnya so eun.
“ Akur lah kalian, supaya cepat punya anak yah”. Kata hyeon bin.
“ Apa, kakak itu selalu mengarahkan pembicaraan pada hal itu, kakak dulu saja. Aku tak akan mendahului kakaku”. Kata so eun.
“ Sepertinya ada yang sedang membicarakan kakak yah?”. Tiba2 terdengar suara hye gyo dari arah dalam rumah. Hye gyo ikut bergabung di teras belakang.
“ Ini sedang membicarakan program untuk pengantin baru”. Kata hyeon bin.
“ Wah…aku sangat antusias sekali dengan maslah seperti ini saying, memangnya program apa??”. Tanya hyegyo sambil memasang wajah antusiasnya.
“ eh, bum bagaimana sekarang pastinya malammu semakin indah bukan??”. Tanya hyeon bin sambil menyenggol tangan kim beom.
‘ Hahahha..kakak ini bias saja, malamku seperti malam2 biasanya saja tak ada yang berubah”. Kata kim beom. Terlihat so eun cekikikan yang sedang ingat akan kejadian semalam tentang kim beom yang kentut itu.
“ hahahah… malamku yang menjadi berubah..”. Kata so eun, belum selesai dia berbicara hyeon bin langsung saja memotong pembicaraan so eun.
“ Wah..so eun, ada apa… malammu berubah menjadi seprti apa????? Sepertinya kamar itu menjadi surga kalian yah?”. Kata hyeon bin.
“ Iya..sayang aku jadi ingat masa2 kita waktu menjadi pengantin baru, romantic sekali..”. kata hye gyo.
“ Iya… aku jadi ingin kembali ke masa2 itu saying”. Kata hyeon bin.
“ Bum, so eun itu gadis yang manis dan lucu bukan?”. Tanya hyeon bin sambil tertawa menatap so eun.
“ Tentunya.. so eun wajahnya natural sekali”. Kata kim beom. So eun langsung tersipu Malu dibuatnya.
“ kalian sudah seakrab apa???”. Tanya hye gyo ambil mendekati so eun.
“ ah….bumm-ah bukanya tadi kau ingin membeli soft drink??? Ayo..kita beli sekarang, sekalian aku juga ingin membeli camilan”. Kata so eun sambil berjalan menarik tangan kim beom.keluar dari arena berbahaya itu.
beom.keluar dari arena berbahaya itu.
Merekapun berjalan menuju garasi rumah. So eunmasih menarik tangan kim beom hingga mereka berada di samping mobilnya kim beom. So eun yang sadar dari tadi memegangi tangan kim beom, langsung melepaskan pegangan tangannya pada kim beom.
“ Eh… gadis aneh…kau ini mau menarik aku sampai mana???”. Tanya kim beom ketus sambil ia mengusap2 tangannya yang terlihat sedikit memerah.


“ Ayo kita pergi ke supermarket, bukanya kau ingin membeli softdrink..dan aku juga ingin membeli camilan.. tadi khan aku udah bilang, budek yah ?”. kata so eun.
“ Kau itu… mau cari gara2 denganku yah.. bilang aku budek juga”. Kata kim beom sambil menatapi wajah so eun.
“ iya..iya…maaf, ayo kita pergi dari sini..cepat”. kata so eun sambil langsung masuk kedalam mobil.
“ Dasar… gadis yang aneh.. ntah apa yang aku lihat dulu waktu aku berpacaran dengannya semasa SMP”. Kata kimbeom pada dirinya sendiri. Diapun masuk kedalam mobil. Tidak lama kemudian mobil itupun melaju menuju supermarket terdekat.
Tidak berapa lama merekapun tiba di supermarket. Mereka berdua masuk kedalam super market. Didalam mereka berjalan terpisah. Kim beom pergi ke tempat soft drink, sementara so eun ke bagian snak dan cookies.
“ Hai…kau!”. Sapa seorang wanita yang sudah tak asing buat so eun. Wanita berambut pendek berwarna cokelat. Wanita yang pernah bertemu denganya ketika di kantin kampus.


“ Eh..kau??? kau mahasiswi Chung Ang university juga khan????”. Tanya so eun.
“ Iya…kita berjumpa lagi”. Kata wanita itu sambil memberikan senyuman hangat pada so eun.
“ oh..iya aku sampai lupa, kita belum berkenalan khan, kenalkan aku so eun, kim so eun”. Kata so eun sambil mengulurkan tangannya.
“ Aku koo hye sun”. jawab hye sun sambil menjabat tangan so eun. “ mahasiswi tingkat berapa?”. Tanya hye sun.
“ Tingkat III, kalau kau?”. Kata hye sun.
“ Tingkat IV, sebentar lagi juga kuliahku selesai”. Kata hye sun manis pada so eun.
“ Wah, aku memanggilmu kak hye sun saja yah?”. Tanya so eun imut pada hye sun.


“ Boleh..”. jawabnya. Dari arah belakang datang kim beom menghampiri so eun.
“ Sudah selesai membeli camilannya, ayo kita segera membayarnya, aku ingin cepat pulang”. Kata kim beom sambil memasukan kaleng2 soft drinknya kedalan kerangjang belanjaanya so eun.
“ Iya..”. kata so eun.
“ Kalian..kalian berdua..masih?”. Tanya hye sun sambil tersenyum.
“ Seperti yang kakak lihat..”. kata so eun sambil berjalan mengikuti kim beom menuju cashier.
Di rumahnya so eun. Malam itu so eun tengah duduk di ruang keluarga.kim beompun duduk di samping eunnie. Mereka berdua sedang menonton acara di televisi. Kim beom tengah asyik meminum soft drink yang di belinya tadi di supermarket. Sementara so eunpun memakan snack yang tadi di beli.
Malam ini kak hye gyo dan hyeon sedang pergi bersama orang tuanya so eun kea car pesta perusahaan. Di rumah tinggal kim beom dan so eun berdua. Namun malam itu mereka berdua beum bertengkar seperti biasaya.
“ So eun.. aku minta snack mu yah..sepertinya enak”. Kata kim beom.
‘ Apa.. tidak, aku tidak mau.. apa aku juga meminta minumanmu, tidak khan?”. Kata so eun sambil menyembunyikan makanannya.
“pelit sekali sih kau…ayo aku bagi camilanmu”. Kata kim beom dengan wajah yang mulai kesa.
“ Aku tidak mau, kalau mau camilan, ambil nasi saja..jadikan itu menjadi camilan”. Kata so eun.
“ Ayolah…”. Kata kim beom.


“ tidak mau…”. Kata so eun. Kim beompun mendekati so eun, semakin dekat..wajah mereka semakin dekat, dan kim beom pun berusaha merebut snack itu dari tangan so eun. So eun berusaha mempertahankannya. Saling berebut akhirnya snack itu terjatuh berhamburan.

“ ki beom…….. kim sang beom, dasar badak tak tahu diri”. Kata so eun sambil berteriak.
“ salah kau..kau tak berbagi denganku”. Kata kim beom dengan wajah tanpa dosanya itu.
“ kau itu menyebalkan sekali yah”. Kata so eun.
“ Memangnya kau juga tak menyebalkan dari cumi rebus”. Kata kim beom. “ sebagai wanita seharusnya kau bias menjaga badanmu itu.. lihat pipimu sudah mulai membengkak..”. kata kim beom.
“ Bukan urusanmu…”. Teriak so eun.
“ Heh..so eun, kau itu memangnya selalu berkata dengan suara tinggi kalau di rumah.. aku tinggal bersamamu..lama2 aku bisa mengalami gangguan telinga, kau tahu itu”. Kata kim beom.
“ ah..aku tak perduli, aku kesal padamu… tadi malam kau sudah menganggu tidurku, sekarang kau menggangguku juga, apa sih maumu itu bummie”. Tanya so eun kesal.
“ mengganggu apa??? Aku tidur di sofa???”. Kata kim beom polos.
“ oh yah….begitukah… semalam banyak sekali suara bom dikamarku..sudah berisik…aku juga terkena polusi dara tahu.. jorok sekali hidupmu… kau harus ingat, selama kau tidur di kmarku.. jangan pernah..mengotori kamarku..”. kata so eun.
“ ah.. aku tak perduli..terserah aku, apa yang akan aku lakukan au tak dapat mencegahnya”. Kata kim beom.
“ kau itu benar benar membuatku kesal yah”. Kata so eun. Diapun mengejar kim beom dan memukuli kim beom. Kim beom terus berjalan menuju kamarnya so eun, sementara so eun terus memukuli kim beom, sampai akhirnya kim beompun terjatuh diatas sofa yang menjadi tempat tidurnya. So eun yang terpeleset tak dapat menahan keseimbangan tubuhnya, diapun terjatuh tepat menimpa tubuh kim beom yang terjatuh karena dipukuli so eun. Untuk beberapa saat keadaan menjadi hening, tanpa suara. So eun pun kaget dengan keadaan dia yang menimpa kim beom. Kim beompun sama dengan so eun, mereka jadi salah tingkah, suasana menjadi kaku. Tanpa sadar mengikuti suasana merekapun saling mendekatkan wajah mereka. Wajah mereka semakin mendekat dan mendekat, ketika mereka hampir berciuman terdengarlah suara bel.


Ayah, ibu, kak hye gyo dan hyeon ternyata pulang. Wah.. kesalnya kejadian itu tak terjadi. So eun langsung terbangun dan beranjak menujuruang tamu untuk membukakan pintu. Sementara itu kim beom terus memukuli kepalanya dengan tangannya, sambil desilingi tawa kecilnya. Sangat di sayangkan, kim beom rasanya ingin sekali menghilangkan suara bel yang mengganggu momentnya bersama so eun.
to be continued ^_^

Selanjutnya bagaimana dengan pengalaman pengantin itu di rumah keluarga kim beom??
Tunggu part selanjutnya. ^_^

13 Tanggapan to “SoEulmates Story Part 5”

  1. dini ramadhani 18 September 2010 pada 10:20 PM #

    huwaaa seru mo lanjut baca part 6 ah!

  2. octaviane 21 September 2010 pada 5:24 AM #

    Waaaww seru bgt

  3. Pucha 23 September 2010 pada 12:03 AM #

    wuaaaa kaget bgt trnyata bumie n unnie pacaran waktu smp ~tiba2 bumi gonjang ganjing~hahaha mulai lebay
    semangat nie baca,,nice story
    next chapter LLLaaaannNNNjjjuttttt

  4. Cindy 15 Oktober 2010 pada 5:12 PM #

    Sruuu bngettzzz dch
    Maannntaaappp…..

  5. via 15 Oktober 2010 pada 5:12 PM #

    prbnyak ff mu y……

  6. jelita 15 Oktober 2010 pada 5:14 PM #

    bgusss
    Maanttappzzzz

  7. geill 20 Desember 2011 pada 4:28 PM #

    waaaaa………. seru seru, ampe ketawa2 sendiri bacanya hehehehehehe…………
    lanjut lg…………….

  8. jun rae 17 Juli 2013 pada 11:11 PM #

    keren

  9. Kim Jihyun 7 Januari 2014 pada 7:44 PM #

    sebelumnya mereka pnya hubungan yah?

  10. Mia 30 Juli 2014 pada 12:34 AM #

    Kim bum selalu saja cari” kesempatan

  11. Dela safitri 13 Februari 2015 pada 2:08 AM #

    Iiih…. lg seru malah tbc😦
    Kkk^^ lucu sekalii. Apalg bumssonya
    Jd mereka pernah berpacaran semasa smp ?? Knp bs putus dan jd musuh yaa ??

  12. humairah khairani 11 April 2016 pada 9:16 PM #

    Wah knpa harus ad bunyi bel itu. Tak bsakah bel itu diam sejenak. Wkwkwkw
    Setidaknya d part ini ada adgan agak romantia. Next part

  13. Roq' ania 21 Juli 2016 pada 1:53 AM #

    Gokil banget……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: