SoEulMate Story part 4

7 Sep

Keesokan harinya di kampus. Terlihat matahari bersinar begitu terang. Waktu menunjukan pukul 12.35. waktunya istirahat. Kim beompun terlihat duduk di bawah rindangnyapohon sambil mendengarkan music. Dari kejauhan terlihat sang kekasih park bo young yang tengah berjalan menghampiri kekasihnya itu. Dengan setelan pakaian berwarna putih dan rok mini berwarna pink bo young dengan PD-nya berjalan.


“ Hay.. sayang”. Sapa bo young. Kim beompun menengokan wajahnya menatap boyong dengan tatapan yang datar. Diapun melepaskan headset yang terpasang di telinganya.
“ Kau sedang mendengarkan apa?”. Tanya bo young.
“ Sorry sorry-nya SuJu”. Kata kim beom sambil mematikan iPodnya.
“ Seharian kemarin kita tak bertemu.. aku begitu rindu padamu bmmie, kemana saja kau seharian kemarin?”. Tanya bo young lagi sambil menatap kim beom.
“ Ada yang ingin aku bicarakan padamu bo young”. Kat aim beom dengan memasang wajah yang seiusnya itu.
“ Ada apa sih????? Sepertinya wajahmu itu tegang sekali.. santai saja lah sayang..”. ucap bo young dengan santainya.
“ Aku tak tahu bagaimana nasib hubungan kita ni, yang jelas ada masalah”. Kata kim beom sambil menatapi bo young dalam-dalam.
“ apa maksudmu bummie?”. Tanya bo young engan tegangnya, ketika mendengar pernyataan dari kim beom.
“ Aku telah di jodohkan dengan perempuan lain oleh orag tuaku”. Kata kim beom sambil memegang kedua tangan bo young.
“ Apa????????????????”. Teriak bo young yang kaget kembali medengar kekasihnya di jodohkan degan perempuan lain.
“ Maafkan aku bo young!!!!! Aku juga tak menyangka, aku baru mengetahui ini seminggu kemarin”. Kata kim beom. Bo young hanya menangis di hadapan kim beom. Tak tahu lagi apa yang ingin dia katakan, bo young langsung berlari dari hadapan kim beom.

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di kelasnya so eun. Terlihat seung ho dan so eun sedang mengobrol begitu serius. Wajah mereka begitu tegag satu sama lain.
“ Jelaskan padaku so eun!!”. Pinta seung ho sambil menatap mata so eun dalam dalam.
“ m….m….”. so eun ragu-ragu untuk menjawabnya.
“ Ada hubungan apa kau dengan kim sang beom?”. Tanya seung ho dengan nada mulai naik.
“ Aku… aku… aku telah di jodohkan dengan kim beom”. Kata so eun tanpa memandang wajah seung ho.
“ Apa??????????????”. Teriak seung ho, kagetnya seung ho mendengar kekasihnya telah di jodohkan dengan kim sang beom.
Malamnya di rumah so eun. So eun berbaring di atas kursi empuk hangat berwarna cokelat stripe krem tu. Dia berbaring sambil menonton acara di TV. Acara SBS Inkigayo yang menampilkan Super Junior. So eun sangat suka dengan Super junior, tak beda dengan kim beom.
Datang ibunya menghampiri so eun.
“ Bagaimana kuliahmu hari ini?”. Tanya ibunya.” Hari ini kau sudah bertemu dengan calon menantu ibu?”. Lanjut ibunya lagi.
“ Ah… calon menantu apa maksud ibu?”. Teriak manja so eun sambil pandagan tetap tertuju pada SuJu di televisi.
“ Ya… kim beom lah.. so eun”. Kata ibunya sambil mengelus rambutnya so eun.
“ Menantu.. menantu apa…”. Kata so eun dengan wajah datarnya.
“ Apa kau sama sekali tidak tertarik dengan wajah tampanya kim beom???”. Tanya ibunya sambil menatap wajah so eun.
“ Ah… kenapa sih… banyak yag mengatakan kalau dia tampan.. geli sekali, pasti kalau dia ada di sini dan mendegarkan pujian ibu, kim beom pasti akan kegeeran sekali”. Kata so eun.
“ Kenapa kau begitu kesal pada kim beom, so eun?”. Tanya ibunya lagi.
“ Ibu.. asal ibu tahu, kami berdua itu bermusuhan.. dia itu musuh bebuyutan aku sejak kita masih SMP.. makanya aku kaget sekali waktu di perkenalkan kalau dia itu calon suamiku bu…”. Kata so eun sambil menatap wajah ibunya.
“ wah.. tapi benci dan cinta itu tipis sekali jaraknya so eun”. Terdengar suara itu dari arah belakang so eun dan ibunya. Suara kak song hye gyo tentunya.
“ kakak…. Maksud kakak apa??”. Teriak so eun ada kakaknya. Hye gyopun mendekat dan duduk di samping so eun sambil ia memakan apel merah yang baru ia bawa dari dalam kulkas.
“ Setahu kakak.. orang yang saling membenci pada akhirnya mereka kena karma dan siapa sangka banyak yang berpotensi mereka akan saling jatuh cinta”. Kata hye gyo.
“ Tidak… itu tidak akan terjadi padaku kak?”. Kata so eun.
“ Kita lihat saja”. Ancam song hye gyo sambil tersenyum dengan ibunya.
“ Itu tidak akan terjadi!!!!!!”. Kata so eun sambil berjalan menaki anak tangga, menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
“ yang jelas seminggu lagi kalian akan bertunangan so eun, bersiap-siaplah..”. teriak hye gyo sambil tersenyum dengan ibunya.
“apa?????????????????????”. Teriak so eun lagi, sambil menuruni lagi anak tanga dan menatapi wajah kakak dan ibunya yang sedang tertawa.
“ ya. Bersiap-siaplah so eun”. Kata ibunya.
“ seminggu lagi..??????????”. teriak so eun.
“ dan seminggu kemudian kalian akan menikah tepat sebelum pergantian tahun 2010 jadi kalian melewati malam tahun baru sebagai sepasang suami isteri”. Kata ibunya.
“ Wah romantic sekali yah bu…”. Kata hye gyo sambil menatap wajah so eun.
“ Tidak…………”. Teriak so eun. Sambil berlari ke atas.
……………………………………………………………………………………………………
“ Apa??????”. Teriak kim beom, yang berekspresi sama dengan so eun.
“ Kami telah merancang segalanya, yang jelas kau tahu semuanya telah beres saja”. Kata ibunya kim beom.
“ Ibu.. ini terlalu mendadak, aku tahu dijodohkan saja, aku suah sangat kaget, apalagi ini”. Kata kim beom lagi dengan memasang wajah kesalnya.
“ Jangan salahkan ibumu, yang jelas kami sudah membuat yang terbaik untukkmu beom, kau tinggal menjalaninya saja”. Kata ayahnya dengan bijak.
“ Ibu, ayah.. masalah perjodohan saja aku belum menyetujuinya, bagaimana dengan ini, menikah bukanlah hal yang main-main. Dan aku ingin pernikahan satu kali seumur hidup, maka dari itu aku harus menikah dengan orang yang tepat ayah, ibu”. Ucap kim beom dengan tatapn agak kesalnya.
“ Ayah dan ibu juga mengerti, maka dari itu ayah dan ibu mencarikan calon isteri yang memang pantas untukmu, so eun itu sudah jelas latar belakangnya, siapa orang tuanya, dia bukan gadis sembarangan, dia berpendidikan sudah itu dia juga cantik, sangat serasi untukmu beom”. Kata ibunya.
“ Tapi tetap saja, aku dan so eun itu tidak dapat bersatu, kita itu hamper setiap bertemu selalu saja bertengkar”. Kata kim beom lagi.
“ Tapi, minggu besok kalian akan bertunangan”. Kata ayahnya lagi sambil mendekati kim beom.
“ Kalian itu selalu saja memutuskan sesuatu tanpa menanyakan dulu kepadaku, apa aku setuju ayau tidak”. Kata kim beom sambil berjalan menuju kamarnya.
“ Kim beom..kim beom…”. Kata ayahnya.
“ Sudahlah yah.. biarkan kim beom sendiri dulu’. Kata ibunya.

Di kampus. Waktu menunjukan jam 8.25 mahasiswa dan mahasiswi baru terlihat datang ke kampus. Begitupun dengan so eun. Dia sedang berjalan menuju kelasnya, ternyata ada seseorang yang sedang berjalan di belakangnya. Seorang pria tampan, Kim beom.
“ Heh so eun!”. Sapa kim beom dingin. So eunpun segera memalingkan wajahnya. Dan ketika dia menoleh melihat kim beom, raut wajahnya menjadi berubah.
“ Apa..apa??? kau memanggilku?”. Tanya so eun jutek.
“ kau sudah tahu berita terbaru dari orang tuamu?”. Tanya kim beom datar.
“ Maksumu?? Aku tak mengerti beom?”. Jawab so eun saling memalingkan mukanya menatap kim beom. Kim beompun berjalan mendekati so eun hingga mereka berjalan bersamaan.
“ Masalah pertunangan dan pernikahan kita itu”. Bisik kim beom pada so eun.
“ Oh.. iya aku tahu”. Jawab so eun dengan wajah yang sedikit murung.
“ Mereka itu, selalu saja mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan keputusan kita, aku jadi kesal di buatnya.. ayah dan ibuku terlalu gegabah..”. kata kim beom.
“ Aku setuju, aku juga kesal, beberapa hari yang lalu ibuku mengatakan itu padaku, ah.. tapi aku tak memikirkannya.. “. Kata so eun.
“ Tumben sekali kita akur.. selama ini kita tak pernah akur so eun”. Tanya kim beom pada so eun.
“ Iya.. biasanya kita itu bertengkar setiap bertemu, tapi apa gunanya sekarang ini.. beberapa hari ini aku berfikir beom”. Kata so eun.
“ Apa????”. Tanya kim beom dengan wajah ingin tahunya.
“ Sepertinya kita harus akur dan bekerja sama menentang perjodohan ini”. Kata so eun.
Kim beompun menatapi so eun, diapun beberapa detik menatap wajah so eun. So eun yang marasa di tatap kim beompun berbalik menatap kim beom. Akhirnya kim beompun memberikan sinyal, dia sedikit menganggukan kepala, tanda dia setuju dengan so eun.
Siangnya so eun berjalan dengan seung ho. Mereka berjalan menyusuri taman kota yang sejuk dan rindang itu.
“ Aku akan bertunangan 3 hari lagi”. Kata so eun pada seung ho.
“ Apa?”. Kaget seung ho.
“aku ingin memberitahukan ini padamu.. aku ingin kau tahu sendiri dari aku seung hobu kan dari orang lain”. Ucap so eun dengan nada sedikit menurun, wajahnya terlihat sedih.
“ Ada yang ingin aku tanyakan, aku harap kau menjawabnya dengan jujur”. Kata seung ho sambil memegang tangan so eun. So eunpun menganggukan kepala.
“ Apa kau menyukai kim beom, dan apa kau menerima perjodohan ini karena kau mencintai kim beom?”. Tanya seung ho. Untuk beberapa detik so eun berfikir sejenak, akhirnya so eun berkata. “ tidak.. yang ada di hatiku hanya kau”. Jawab so eun. Seung hopun memeluk so eun. Dia berbisik di telingan so eun. “ kalau begitu, aku tak akan melepaskanmu, biarpun kau di jodohkan dengan kim beom”. Kata seung ho. Ekspresi wajah so eunpun hanya datar, dia tak senang tak kecewa juga.
Dua hari kemudian datang kim beom kerumah so eun. So eun yang tengah duduk di teras depan sedang asyik menyiram bunga. Datang kim beom. Dia memberitahukan kalau ibunya masuk rumah sakit.
Keluarga so eun bersama kim beompun berangkat menuju rumah sakit. So eun berangkat bersama kim beom sementara ayah dan ibunya satu mobil dengan hye gyo dan hyeon bin. Dengan kencangnya kim beom menjalankan mobil seperti di arena balapan. So ueu terlihat begitu ketakutan sekali. Dia terus saja memegangi kursi yang didudukinya.
“ Bumm, bias khan kalau kai menjalankan mobil ini biasa saja… aku takut sekali”. Teriak kim beom. Kim beompun manatap wajah so eun. Melihat wajah so eun yang sangat ketakutan saat itu, kim beompun mulai melambatkan laju mobilnya.
“ Aku menegrti kalau sekarang ini kau sedang khawatir dengan ibumu, tapi tenanglah”. Kata so eun, berusaha menenangkan kim beom.
Merekapun sampaia di rumah sakit. Mereka bergegas menyususri lorong. Hingga sampai di sebuah kamar bernomor 128. Kedua orang tua so eunpun masuk diikuti kim beom, so eun dan kakaknya so eun. Setelah beberapa lama kemudian orang tua kim beom ingin berbicara dengan orang tuanya so eun. Semua anak muda itu di suruh keluar oleh parang orang tua itu.
Ternyata orang tua itu sedang melancarkan sebuah rencana. Sebenarnya ibunya kim beom tidak sakit apa apa. Mereka sedang bersandiwara agar dapat menjodohkan bum dan so eun. Samapai suatu saat mereka memanggil kim beom dan so eun. Mereka berbicara panjang lebar mengenai perjodohn itu. Mereka harus segera bertunangan esok hari di depan ibunya kim beom, yang seolah2 sedang sakit keras. Awalnya mereka sangat kaget. Namun melihat keadaan ibunya kim beom yang begitu parah. Setelah berbicara pnjang lebar akhirnya mereka memutuskan untuk menerima pertunangan itu. Dan dua hari kemudian mereka akan menikah dengan cara yang sederhana dan tidak di beri pesta yang meriah.
“ Ibu hanya ingin dulu dapat melihat kalian menikah saja, masalah resepsi nanti jika ibu sudah sembuh, kita dapat melakukan resepsi yang mewah dan meriah”. Ucap ibunya kim beom, dengan suara nyaringnya itu, memperlihatkan kesakitannya.
“ ya..bu,”. kata kim beom. Diapun menyenggol tangan so eun, seolah member pertanda. So eun dengan wajah kecewanya menjawab, “ iya bibi… kami mengerti dan faham”.
Akhirnya waktu itu tiba. Mereka akhirnya menikah dan resmi menjadi sepasang suami istri. Kim beom sekarang sudah menjadi suami sahnya so eun di mata hukum. Benar saja ucapan kakaknya. Tepat nanti malam mereka akan melewati malam tahun baru sebagai sepasang suami istri. So eunpun merasa bersalah dengan seung ho. Begitu setianya dia terhadap cintanya. Namun mereka tetap bersikap tak seperti suami istri pada umunya.
Ibunya kimbeompun pura2 telah sembuh dari penyakit yang memang tak menyerangnya itu. Kim beom dan soeunpun telah berjalan selama 3 hari sebagai suami isteri. Di depan orang tua mereka, mereka bersikap begitu baik, namun di belakangnya mereka tetap tak berubah. Belum ada orang yang tahu mengenai prnikahan mereka, bahkan seung ho dan bo youngpun tak mengetahuiya.
“ Apa suamimu belum bangun so eun?”. Tanya ibunya. Mereka berdua memang satu minggu ini akan tinggal di rumahnya so eun. Lalu minggu depan selama seminggu mereka akan tinggal dirumahnya kim beom.
“ elum bu…”. Jawab soeun sambil mengoleskan selai di rotinya.
“ Bangunkan suamimu so eun, suruh dia ikut srapan dengan kita”. Kata hye gyo.
“ Atau kau bawakan dia secangkir kopi, mungkin itu lebih romantic”. Kata hyeon bin.
So eun langsung menatap hyeon bin sambil berbisik2 berkata.
“ hanya sekedar sran”. Kata hyeon bin dengan santainya.
Soeunpun berjalan menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya. Terlihat kim beom masih tertidur diatas kursi. Memang ketentuanya so eun di kasur dan bum diatas kursi tidurnya.
“ Kim beom bangun… siang, ayo turun sarapan”. Kata so eun datar. Namun kim beom tak menjawab perkataan so eun. Dia asyik tertidur.
“ Kim beom..kim beom… kim sang beom………………”. Teriak so eun tepat di samping telinga kim beom. Kim beompun langsung kaget terbangun dan memgangi telinganya yang kesakitan.
“ Nenek lampir…. Sakit sekali telingaku… ada apa kau mengganggu tidurku”. Teriak kim beom.
“ Apa nenek lampir.. dasar badak, tidurmu itu seperti orang mati saja… ayo bangun..ayo bangun mereka telah menunggumu untuk sarapan”. Kata so eun.
“ badak..badak…. kau itu terhadap suami harusnya jangan memanggil seperti itu, sopan sedikit lah”. Kata kim beom sambil beranjak dari kursinya. Wajahnya terlihat masih mengantuk.
“ Badak…itu sangat cocok sekali denganmu… akhirnya aku tahu bagaimana kebiasaanmu… di luar san banyak wanita yang memujmu mengatakan bahawa kau tampan tak tahunya”. Kata so eun.
“ Tak tahu apa????”. Tanya kim beom.
“ ih…. Kau itu jorok, semalam itu kau bermimpi apa sih, aku tak habis piker, berapa kali kau kentut”. Kata so eun.
“ Apa… kau itu suka sekali memfitnah dasar cumi..”. teriak kim beom.
“ Ah……. Sudah sekarang cepat cuci mukamu…”. Teriak so eun.
“ Ya sudah kau keluar saja, aku turun sendiri.. apa kau ikut cuci muka juga?”. Tanya kim beom sinis.
“ Aku harus menunggumu, ati ibuku akan berkata..’ so eun kenapa kau tidak turun bersama suamimu’ uh.. aku malas untuk diceramah pagi2.. mmakanya cepat cuci mukamu”. Kata so eun.
“ ya..ya… isteriku”. Kata kim beom sambil berjalan menuju kamar mandi. Tak disangka kim beom malah berlama lama di kamar mandi, saking nagntuknya di sambil sikat gigi dia masih mengantuk. So eun yang keheranan karena kim beom begitu lama di kamar mandi menyusul kim beom masuk ke kamar mandi. Kagetnya so en melihat kim beom masih mengantuk.
“ dasar… badak… suka sekali tidur seperti ini.. ayo bangun”. Teriak so eun.
“ Kau itu berisik sekali… aku masih mengatuk”. Kata kim beom.
“ Ayo cepat kau berkumur2”. Perintah so eun. Kim beompun segera berkumur2. Dengan sigap so eun mengambil air dari keran dan membasuhkan pada mukanya kim beom dengan kasar.


to be continue.

bagaimana kehidupan rumah tangga kim beom dan so eun. saksikan di part selanjutnya.

10 Tanggapan to “SoEulMate Story part 4”

  1. Pucha 22 September 2010 pada 11:50 PM #

    wuakakakakak….
    kim bum ganteng2 kyk gt dikatain badak hahaha
    wah hrs dilindungi tuh biar ngk punah heheh
    penasaran next chapter,,
    lanjuuuUUUUttt baca a
    bagus ffnya🙂

  2. geill 20 Desember 2011 pada 3:23 PM #

    whahahahahaha, kisah rumah tangga mereka lucu jg, untuk selanjutnya gimana ya?????????????????????? penasaran????????????? aq langsung aja………………..

  3. cute bear 28 Oktober 2012 pada 11:08 AM #

    Waahh ceritanya lucu deh, mau baca lagiiii😀

  4. jun rae 17 Juli 2013 pada 10:55 PM #

    kekekee… lucu

  5. Mia 30 Juli 2014 pada 12:17 AM #

    Tega sekali so eon xa

  6. Dela safitri 13 Februari 2015 pada 1:48 AM #

    Lucu s3kali mereka ini, bikin ngakak bacanya.
    Jd msh rahasia pernikahan mereka.
    Hebat sekali akting ibunya bumppa sampai berhasil.
    Keren keren kerjasamanya.
    Tugasnya mengakurkan 2 insan ini nih

  7. faizahrahmawati10 15 April 2015 pada 10:38 PM #

    Cieeeee benci bakal jadi cinta, next Part

  8. humairah khairani 11 April 2016 pada 7:21 PM #

    Wkwkkk ternyata kim bum suka kentut saat tertidur dan dmna sja bsa tidur.
    Makin serunya aj
    Sapanya yg bakal menyatakan cintanya pertama x. Jd penasaran

  9. humairah khairani 11 April 2016 pada 7:22 PM #

    Wkwkkk ternyata kim bum suka kentut saat tertidur dan dmna sja bsa tidur.
    Makin serunya aj
    Sapanya yg bakal menyatakan cintanya pertama x. Jd penasaran
    Next part

  10. Roq' ania 21 Juli 2016 pada 1:45 AM #

    Lucu banget panggilannya “badak”…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: