SoEulmates Story – part 2

29 Agu

“ so eun jaga sikap di depan calon suamimu”. Teriak ayahnya so eun.
“ Apa!!!!!!!!!”. Teriak so eun dan kim beom.
“ Apa maksud ayah???? Pria ini calon suamiku???”. Tanya so eun dengan wajah kagetnya.
“ ayah..ibu ada apa ini, maksud kalian mengajakku ke sini sekarang adalah untuk menjodohkan aku dengan gadis cerewet dan kasar seperti dia”. Ucap kim beom.


“ Kim beom, jaga ucapanmu,,,, dia itu calon istrimu”. Kata ayahnya kim beom.
“ Aku tidak mau!!!!”. Teriak keduanya dengan kompak.
Dengan berbisik-bisik pada istrinya, hyeon bin mengajak song hye gyo istrinya keluar dari ruangan itu. Akhirnya mereka berduapun keluar pergi dari rumah.
Beberapa saat kemudian. Kedua orangtua kim beom dan so eunpun mengobrol. Sementara so eun dan kim beom di biarkan berdua di teras belakang.
Mereka berduapun mengobrol di teras belakang rumahnya so eun, yang langsung berhadapan dengan kebun kecil yang banyak di Tanami berbagai bunga yang cantik.
“ Aku tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini… kenapa kau???”. Tanya kim beom pada dirinya sendiri.
“ Memangnya aku juga mau di jodohkan dengamu bummie… ih.. aku pastinya akan berpikir ulang sebanyak 100 kali, kau itu khan musuhku”. Kata so eun tanpa memandang wajah kim beom.
“ Kau jangan mulai menyulut pertengkaran diantara kita yah… “. Kata kim beom pada so eun.
“ Apa.. menyulut pertengkaran???? Bukan kah kau yang selalu menyulut pertengkaran diantara kita??”. Jutek so eun pada kim beom.
“ Bukankah seharusnya kau bersama seung hoo,,, biasanya kalau sudah menang, timnya selalu membuat pesta.. apa kau tidak di ajak oleh kekasihmu itu?”. Tanya kim beom sambil melirikan matanya pada so eun, dengan lirikan yang penuh seribu arti.
“ Apa maksud perkataanmu…???? aku di ajak, hanya saja aku tidak bisa kesana, aku terperangkap dalam jebakan perjodohan ini, yang sangat menyebalkan… seharusnya sekarang aku bersama kekasihku bukannya bersama musuhku sedari SMP..”. kata so eun sambil memasang wajah juteknya.
“ Ya sudah sana kau pergi.. temui kekasihmu itu..!!”. kata kim beom dengan wajah yang sedikit jutek.
“ Ada apa denganmu bummie, ini rumahku terserah aku mau pergi atau tidak.. jangan suka mengurusi urusan yang memang bukan urusanmu!”. Kata so eun dengan nada bicara sedikit naik.
“ Lalu kenapa tadi kau duduk termenung sendirian di pinggir jalan????? Tidak mungkin kau duduk disana memikirkan perjodohan ini… kalau akhirnya kau pulang kembali kesini.. oh,, aku tahu, kau pasti sedang memikirkan kekasihmu yang sedang merayakan pesta kemenangan sedangkan kau tidak bisa ikut kesana”. Kata kim beom sambil menatap kim so eun.
So eun hanya menatap kim beom. Mereka berduapun saling bertatapan. Tidak lama kemudiankeluarga kim beom pamitan pulang.
“ Tampannya… kim beom itu”. Kata song hye gyo,sang kakak yang sedang meledeki adiknya.
“ Orang seperti dia, kakak bilang tampan??”. Kata so eun sambil berbaring di atas kasurnya yang empuk dan hangat itu.
“ Jelas.. dia tampan, matamu itu minus berapa sampai kau tak melihat ketampanannya”. Kata hye gyo, mendekati so eun.
“ Menurutku… dia jauh dari standar…”. Kata so eun . “pastinya lebih tampan kekasihku seung ho”. Kata so eun dalam hatinya.
“ kakak dengar kalian satu kampus yah… di Chung Ang university?”. Tanya hye gyo.
“ Kakak tahu dari mana?”. Tanya so eun.
“ tadi kakak sempat berbicara dengan kim beom… wah kau sudah mempunyai panggilan saying yah dengan dia???”. Ledek kakaknya itu.
“ Panggilan sayang apa??”. Tanya so eun lagi.
“ Tadi kau memanggilnya bummie……”. Kata hye gyo sambil mencubit pipi chubbynya so eun.
“ Ah… kakak itu hanya panggilan biasa, sudahlah… ini sudah larut malam, aku mau tidur…. “. Kata so eun, sambil mendorong kakaknya menuju pintu kamarnya.
Setelah kakaknya keluar so eunpun kembali berbaring.
“ kau memang tampan bummie… hanya saja kau begitu menyebalkan… selalu mencari gara2 denganku, tapi aku tak habis piker.. kau adalah orang yang akan di jodohkan denganku”. Kata so eun.
Keesokan harinya. Pagi itu menunjukan jam 7.25. semua anggota keluarga sudah berkumpul untuk sarapan pagi. Hari itu sudah tersedia nasi goring buatan ibu. Nasi goring kesukaan so eun si bungsu.
“ Ayo… makanya lebih banyak lagi so eun”. Kata ibunya.
“ Iya.. ibu.. “. Kata so eun.
“ bagaimana tidurmu nyenyak so eun?”. Tanya ayahnya.
“ Pastinya, karena kau sudah bertemu calon suamimu.. iya khan?”. Kata hyeon bin.
So eunpun melirik pada hyeon bin, dengan pandangan seribu arti itu.
“ Oh.. aku mau berterimakasih pada kak hyeon bin…. Terimakasih yah kak!”. Kata so eun, sambil kakinya menginjak kaki kakak iparnya itu.
“auuuu……”. Teriak so eun.
“ Ada apa saying?”. Tanya hye gyo keheranan.
“ Kenapa kak???”, Tanya so eun dengan pandangan juteknya.
“ tidak… sepertinya tadi ada kecoa yang berjalan di kakiku sayang..”. kata hyeon bin.. sambil mengelus ngelus kakinya.
“ Oh… aku kira apa”. Kata hye gyo.

Tidak lama kemudian so eun berangkat ke kampus. Sementara ayah dan kak hyeon bin berangkat ke kantor. Ibu dan kak song hye gyo ada di rumah.

Di kampus, so eun bertemu dengan yoo seung hoo. Kekasihnya yang juga pemain inti basket di kampusnya.
“ bagaimana acara pestanya?”. Tanya so eun.
“ Acaranya meriah… tapi tidak untukku”. Kata seung hoo.
“ Kenapa??? Kau ada masalah?”. Tanya so eun dengan khawatirnya.
“ karena kau tidak ada di sampingku.. kau tidak menemaniku”. Kata seung hoo.
“ kau ini bias saja sayang”. Kata so eun sambil mengelus wajah seung hoo. Kebiasaan so eun pada kekasihnya itu.
“ Lain kali kita pergi bersama yah… aku ingin kita mempunyai waktu untuk berdua saja”. Ajak seung ho, sambil menggenggam tangan so eun.
“ OK!”. Kata so eun sambil member senyuman manis.
Tak di sangka, sang tunangan, kim sang beom berada di seberang mereka sedang asyik duduk sambil hedset terpasang di telinganya. Kim beom pura2 tak melihat mereka berdua. So eun sadar akan keberadaan kim beom. Dia tak tahu kenapa menjadi canggung berada di sana. Padahal sebenarnya tak ada suara yang di dengarkan. Jadi kim beom mendengar semuaperkataan mereka.
“ Kita pergi dari sini yuk”. Ajak so eun pada seung hoo.
“ Kita ke kantin saja”. Jawab seung hoo sambil merangkul kekasihnya itu.
Kim beom hanya menatapi mereka, dengan tatapan seribu arti. Tak tahu dia itu cemburu atau hanya memandang tanpa ada perasaan apapun.

To Be Continued..^_^

“ Sayang.. ternyata kau berada di sini, aku mencarimu dari tadi”. Teriak bo young sambil menghampiri kekasihnya, kim beom.
“ Ada apa?”, Tanya kim beom dengan singkatnya.
“ Kau sedang melihat siapa sayang????”. Tanya so eun, melihat kim beom… yang sedang melihat so eun.
“ Kau sudah makan bo young?”. Tanya kim beom.
“ Tidak… memangnya kenapa? Tumben sekali kau menanyakan itu padaku”. Kata bo young.
“ ayo kita ke kantin, aku ingin makan bersamamu”. Kata kim beom sambil menarik tangan bo young.
“ Aneh sekali, ada apa denganmu sayang”. Tanya bo young.
“ tidak ada apa-apa koq”. Kata kim beom.
Merekapun berjalan menuju kea rah kantin kampus. Di kantin sudah ada so eun yang duduk dan makan bersama sang kekasih. Mereka terlihat begitu sangat mesra. Mereka membuat semua orang iri melihat romantisme diatara mereka. Dari kejauhan so eun sudah melihat kedatang kim beom dengan bo young.
Kim beompun duduk di seberang bangku yang di tempati oleh so eun dan seung hoo. So eun dan kim beompun saling menatap satu sama lain.
“ sayang…kau mau pesan apa??”. Tanya bo young, si gadis imut tapi manja itu.
“ terserah kau saja… samakan saja dengamu”. Kata kim beom sambil tersenyum manis pada bo young.
Sementara itu bo young pergi untuk memesan makanan, seung hoo pun pergi sebentar ke kamar mandi. So eun dan kim beompun masing2 duduk sendiri di mejanya.
“ Sepertinya ada yang mengikutiku ke kantin… bummie, ternyata kau itu suka sekali mengikutiku”. Kata so eun.
“ siapa yang mengikutimu gadis cerewet… kau itu suka sekali berimajinasi..”. kata kim beom.
“ Bukti sudah di tangan tetap mau mengelak.. dasar… menyebalkan “. Kata so eun.
“ kau jangan mulai mencari permasalahn lagi denganku yah eunnie”. Kata kim beom.
“ Sepertinya ibu dan ayahku sudah salah melihatmu”. Kata so eun sambil memperlihatkan wajah juteknya.
“ Oh.. kalau begitu ayah dan ibuku juga salah menilaimu eunnie”. Kata kim beom.
“ ah….. aku kesal, kenapa harus kauorangnya???”. Teriak so eun.
“ Cerewet sekali sih kau so eun!!”. Teriak kim beom.
Tiba tiba terdengar suara asing ikut dalam percakapan itu.
“ Lebih baik kalian berbicara dalam satu meja saja”. Kata koo hye sun. senior mereka di kampus yang sudah pusing melihat pertengkaran mereka.
“ aku tidak mau satu meja dengan dia”. Teriak so eun.
“ aku juga”. Kata kim beom.
“ Sebaiknya kalau kalian sedang mempunyai masalah dengan hubungan kalian, selesaikanlah dengan baik-bai9k”. kata hye sun dengan wajah kesalnya.
“ masalah kita sudah terlalu lama dan parah”. Kata so eun.
“ ya sudahlah aku tak perduli dengan masalah kalian, yang jelas aku pusing mendengar pertengkaran kalian”. Kata hye sun.
“ makanya kau jadi gadis jangan terlalucerewet, berisik sekali”. Kta kim beom pada so eun.
“ padahal aku rasa, wajah kalian mempunyai kemiripan… kalau kata orang, orang yang wajahnya hamper sama.. mereka…”. Kata hye sun, setengah memotong pembicaraanya.
“ apa… kami apa?”. Tanya so eun dengan penuh tanda Tanya di wajahnya.
“ Kalian itu berjodoh… wajah kalian memang serasi… “. Kata hye sun.
“ berjodoh…”. Teriak keduanya.
“ aku sarankan, kalau kalian ada masalah… selesaikanlah.. tapi jangan samapai putus yah… kalian serasi sekali..”. kata hye sun, sambil berjalan pergi dari kantin.
Kim beom dan kim so eun saling menatap satu sama lain. Merekapun kembali duduk dengan tenang di mejanya masing2. Tidak lama kemudian datang seung hoo. Di susul dengan bo young.
“ sebentar lagi makananya akan datang”. Kata bo young.
“ Iya…”. Kata kim beom.
“ Tadi aku mendengar ada yang ribut2, siapa yah.. kau tahu sayang?”. Tanya bo young.
“ Tidak aku tidak tahu.. sudahlah”. Kata kim beom.
Sementara itu so eun dan seung hoo kembali makan, sambil diselingi dengan candaan mereka. Sesekali seung hoo mengelus elus rambut so eun.
…………………….

Di rumah kim beom malamnya. Kim beom baru saja pulang ke rumah. Di rumahnya tampak ada dua orang wanita yang sudah taka sing lagi sedang akrab mengobrol dengan ibunya. Tidak salah lagi mereka adalah ibu dan kakaknya so eun.
“ Eh.. kau sudah pulang beom”. Kata ibunya.
“ Iya bu.. selamat malam bibi, kakak”. Kata kim beom sambil membungkukan badaya, tanda member hormat pada mereka.
“ Selamat malam kim beom”. Dengan kompaknya ibu dan anak itu menjawab.
“ Aku ke kamar dulu yah bu”. Kata kim beom sambil berjalan menaiki anak tangga, menuju kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya.
Di kamarnya kim beom. Dipun bergegas masuk ke kamar mandi… byur…. Diapun mandi. Tidak lama kemudian kim beom sudah tampil fresh dengan kaos oblong putih dan celama krem selutut. Diapun berjalan ke bawah.

Sementara itu di rumah so eun.
“ Ibu kemana kak?”. Tanya so eun pada kakak iparnya.
“ Ibu dan kakakmu sedang pergi”.jawabnya sambil menonton acara di televisi.
“ Pergi kemana???”. Tanya kembali so eun.
“ Entah apa yang akan di lakukan mereka di rumah calon suamimu itu, mereka terlihat begitu bersemangat membawa brosur W.O”. kata hyeon bin.
“ Apa..??? mereka pergi ke rumah kim beom??”. Tanya so eun dengan kagetnya. “ membawa brosur W.O juga??”, sambung so eun lagi.
“ iya… Wedding Organization… sungguh mereka terlihat begitu bersemangat, jadi ingat dua tahun lalu, waktu kakak akan menikah dengan kakakmu”. Kata hyeon bin polosnya.
“ gawat………. Mereka itu selalu saja memutuskan sesuatu tanpa membicarakannya dulu denganku..”. teriak so eun.
“ Ini semua karena kakak… “. Kata so eun sambil mengarah pada hyeon bin.
“ Kenapa denganku?”. Kaget hyeon bin.
“ kalau saja kakak tidak menghubungiku dan berbohong, aku tidak mungkin pulang dan terjadilah semua ini”. Kata so eun.
“ Kau seharusnya berterimakasih, kau bertemu dengan calon suamimu yang tampan itu”. Kata hyeon bin.
“ Ah.. kenapa semua orang menyebut kalau dia tampan”. Kata so eun.
“ Sudahlah…”. Kata so eun lagi
Di rumah kim beom ibu dan kakaknya so eun tengah asyik mengobrol dengan ibunya kim beom.
“ Menurutmu.. yang mana yang bagus?”. Tanyaibunya so eun pada ibunya kim beom.
“ Yang ini juga bagus..”. kata ibunya kim beom.
“ Iya.. bagus juga, tapi ini juga bagus bibi”. Ucap hye gyo pada ibunya kim beom.
“ Tapi, untuk pesta pertunangan, sepertinya yang sederhana saja, nanti kita buat pesta yang megah dan meriah pada saat acara pernikahan saja”. Kata ibunya kim beom.
“ Aku setuju”. Kata hye gyo dengan semangatnya.
“ Aku ingin segera melihat puteriku.. bersanding dengan kim beom”. Kata ibunya so eun.
“ itu kim beom, kim beom kemarilah…!!!”. Teriak ibunya pada kim beom. Kim beompun menghampiri ketiga waita itu.
“ Ada apa bu..????”, Tanya kim beom.
“Lihat ini…”. Pinta ibunya pada kim beom.
“ Ini brosur W.O… siapa yang akan melaksanakan pernikahan?”. Tanya kim beom polos.
“ Ini untuk acara pertunangan dan pernikahanmu..”. Kata ibunya dengan santai.
Sontak kim beom kaget, diapun sampai tersendat ketika meminum air. “ apa yang ibu katakana barusan??”, Tanya balik kim beom.
“ Iya.. kami sedang merancang untuk acara pertunangan dan pernikahan kau dan so eun”. Kata ibunya lagi.
“ Pertunangan dan pernikahan??????????????”. Teriak kim beom.

To Be continued..^_^

8 Tanggapan to “SoEulmates Story – part 2”

  1. Moza SoEulmates 8 Desember 2010 pada 3:45 PM #

    i like it..
    waw!!🙂 🙂

  2. geill 20 Desember 2011 pada 2:51 PM #

    seru seru seru, ff yg ringan untuk di bc, jd kudu bc nih ff………hehehehe
    ke part selanjutnya………………….

  3. Kim Jihyun 7 Januari 2014 pada 5:25 PM #

    wks~seru nih..

  4. Mia 29 Juli 2014 pada 11:50 PM #

    Kpan mereka akurxa

  5. Dela safitri 13 Februari 2015 pada 1:22 AM #

    Ahaha… bumppa lucu bgtt.
    Ciih bisa bisa seung ho sok sok kan merasa kehilangan krn tak ada sso,, pdhl mereka asyik jg. Ckck…
    Belom terbongkar sjh tuh akting mereka.
    Sepertinya bumppa sdh punya rasa deh untuk sso. Dan bumppa sepertinya cemburu jg deh. Kkk^^… lucu belom sadar atau memang pura2 dan berusaha menyangkal ya ??

  6. elsyahadu 11 April 2015 pada 11:02 AM #

    Dimana-mana bumsso selalu bertengkar yah..

  7. humairah khairani 11 April 2016 pada 6:12 PM #

    Wah,,, bru sadar. Mereka itu musuh tpi klau memangil itu bummie n eonie kya nma pngilan sayang aj…
    Ap kim bum ska dgn so? Mkanya dia itu mengikuti so k kantin?

  8. Roq' ania 21 Juli 2016 pada 1:32 AM #

    Wah…. Makin penasaran kelanjutanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: