ROMANTIC EVE Part 1

29 Agu

I give my heart to you.
I give my heart, cause nothing can compare in this
world to you.


Matahari kembali menyembunyikan sinarnya dibatas cakrawala. Awan kelabu perlahan berganti jadi hamparan gumpalan kapas hitam. Gelap hiasi
satu dimensi di bumi. Dibumi itu aku terpaku.Dari kisi jendelaku, rembulan seakan bertanya tentang gundah yang terlukis jelas diwajahku. Gundah yang seakan menggantung di satu sudut batas jiwaku…Kupeluk erat kotak senarku seraya bernyanyi usir gelisah dipadang resahku. Pikiranku terbang, melayang sampai tapal batas dimensi. Suaraku tenggelam, tercekat gugu dibalik tiupan angin yang menelan seribu tanyaku. Tanya yang muncul saat gadis itu tiba-tiba jadi siluet tanpa tubuh yang berenang bebas disatu ruang tanpa wujud namun terasa nyata..
“So eun….aku suka kamu!” tegas dalam satu vibrasi
resah, tapi sanggup timbulkan resonansi yang lepaskan aku dari ikatan nyata.

Ya aku menyukainya, bukan maksudku mencintainya,,,

Aku bahkan tak tahu sejak kapan tapi bersamanya aku merasa tenang, aku merasa menemukan sesuatu yang sebenarnya tak pernah aku cari, aku
merasa hidupku lebih berarti bersamanya, tapi rasa ini tak sanggup aku singkap.

Aku dan So eun adalah sahabat baik, aku melihatnya saat penerimaan murid baru, wajahnya yang begitu ceria, senyumannya yang mampu membuat suasana menjadi hangat, aku tidak tahu ada magnet apa dalam dirinya sehingga membuatku tertarik untuk lebih mengenalnya. Hanya saja aku masih menghargai misinya untuk masuk ke SMA SHINHWA. Ia ingin mendapatkan cinta pertamanya. Yoo Seung Ho, ia begitu menginginkannya. Setiap ia mendengar nama Seung Ho matanya yang indah itu menggambarkan kebahagiaan aku tak akan pernah mampu untuk merusaknya, mungkin inilah caraku mencintainya, aku akan membuktikan kekuatan cintaku dengan
menyembunyikannya.

Esoknya ….

“kim bum ….!!!” Teriak so eun yang langsung duduk disamping bangku Kim Bum, yang memang mereka adalah teman sebangku.

“Kau,,,kenapa berteriak – teriak seperti itu??? ” jawab kim bum

“kau tahu semalam kak Seung Ho menelponku, dia mengundangku untuk datang ke pesta ulang tahunnya, dan kau tahu??? Aku adalah satu – satunya
gadis yang dia undang secara pribadi!!!” jawab so eun semangat, aku yang mendengarnya jelas saja tersontak kaget tapi dengan sekejap aku bisa menutupi kekagetanku.

“Oh,,,” jawabku singkat tanpa ekspresi.

“Bumm –ah, ayo kau harus mengantarku sepulang sekolah nanti.” Seru So eun padaku

“Aish,,,kau selalu merepotkanku saja, memangnya kau mau kemana?”

“antar aku belanja, kau kan pria jadi kau bisa menganalisa bagaimana sebaiknya aku berpenampilan di pesta nanti.” Kata so eun

“Lihat saja nanti, aku hari ini ada latihan band” kata Kim Bum

“Bumm – ah,,,,aku mohon aku hanya percaya padamu. Shin Hye akan ada pergi bersama Geun suk” Kata So eun sambil merengek.

“Ah ….Baiklah aku akan usahakan untuk minta ijin tidak ikut latihan pada yang lain.” Kata Kim Bum mengalah, ia memang tidak pernah bisa menolak rengekan so eun.

“Terima kasih Bumm –ah, kau memang malaikatku, kau selalu ada disaat aku sedang membutuhkanmu. Sarang hae…” kata So eun manja.

Kim Bum yang mendengar kata “Sarang Hae” yang terucap begitu mulus dari bibir so eun merasa jantungnya berdegup kencang. “Dasar wanita” bisik Kim bum dalam hati sembari tersenyum.

“Selamat pagi anak – anak” kata Bu Jin Hee dia biasa dipanggil Witch Jin Hee (kayak penyihir orangnya ngajakin ribut)

“Pagi bu …” jawab murid – murid serempak.

“Kumpulkan segera PR kalian, hari ini kita ulangan.” Kata bu Jin Hee yang mampu membuat para murid sport jantung, pasalnya tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Apa???” teriak para murid berbarengan.

“Tidak usah banyak komentar suasana hatiku sedang tidak bersahabat, cepat kumpulkan PR kalian.” KataBu Jin Hee sadis.

So eun merasa ada sesuatu yang salah “ Oh My God!!!! Aku lupa menukar buku – bukuku, gawat aku tidak membawa PR ku, pasti karena aku terlalu senang ditelpon oleh Kak Seung Ho sehingga aku lupa.” Kata So eun sambil menjitak – jitak kepalanya.

“Kau Kenapa?” Tanya Kim bum

“aku lupa membawa PR ku, bagaimana ini bummie???” jawab So eun

“apa???” kaget Kim Bum

“Shuuuuuuut ………. Kau jangan terlalu keras,” kata So eun

“Kim So eun…. Kim Sang Bum ….sedang apa kalian, cepat kumpulkan PR kalian!!!!” kata Bu Jin Hee

So eun sembari tergugup maju kedepan dan mengakui dosa yang telah ia perbuat.

“Maaf bu Jin Hee, sepertinya a ……..aku lupa membawa buku PR ku.” Kata So eun terbata – bata

“Kau memang menantangku So eun, baiklah sebagai hukumannya kau harus mengelilingi lapangan basket sebanyak 10 kali. “ kata Bu Jin Hee sembari memukul – mukulkan tongkat ke meja yang makin menambah suasana suram.

“Apa bu??? “ kata so eun kaget.

“Tidak usah banyak komentar dan aku tidak sedang ingin bernegosiasi denganmu, cepat lakukan ataukuganti dengan  membersihkan toilet priadari lantai 1 sampai lantai 5 sekolah kita.”

“Ah iya bu baik akan aku lakukan,” kata So eun sambil berlari keluar meninggalkan kelas menuju lapang basket.

Di lapangan basket.

Tak terasa tetesan peluh menetes di wajah So eun, yang tentu saja masih tidak mampu membuat wajah So eun berubah jelek, ia masih saja cantik.

Tiba – tiba dari belakang So eun ada seseorang pula yang tengah berlari sepertinya ia juga kena hukuman.

So eun memalingkan wajahnya ke belakang ia kaget melihat Kim Bum pun sedang berlari.

Setelah posisi mereka sejajar, So eun mulai membuka pembicaraan dengan Kim Bum.

“Bum, kenapa kau ada disini??? Dan kenapa kau berlari???” Tanya so eun

“aku juga dihukum sepertimu, aku lupa membawa PR ku.” Jawab Kim Bum

“Oh, kita memang soulmate, kita dihukum karena sama – sama tidak membawa buku PR. “ kata so eun senang.

“Aku tidak tahu otakmu terbuat dari apa, tapi seharusnya kau dirundung duka karena kau dan aku sedang dihukum.” Kata Kim Bum

“Kau, setidaknya aku ada teman,,,, hihihihihi ……….” Jawab So eun.

Setelah 7 keliling lapangan so eun merasa mulai letih, ia memang belum sarapan tadi pagi, ia bangun kesiangan. Menerima telepon dari Kak Seung Ho memang membuat banyak petaka.

“Aduh aku lelah sekali bum –ah” kata So eun sambil terduduk lesu dengan nafas yang tersengal – sengal.

“Ayo cepat, kita harus segera menyelesaikan hukuman ini, agar kita bisa mengikuti ulangan.”

“sepertinya aku sudah tidak kuat, kau teruskan saja hukumanmu. Aku lelah sekali. Sungguh” Kata So eun yang memang sudah sangat kelelahan.

“Kau!!!” kata Kim Bum sembari menghampiri So eun.

Kim Bum meraih telepon genggamnya dari saku celananya dan memencet beberapa tombol sampai akhirnya tersambung ke seseorang di sebrang sana.

“Hallo.” Jawab Bu Jin Hee tegas.

“Ibu, ini aku Kim Bum, kau bilang kami hanya harus mengelilingi lapangan basket ini 10 kali kan?” Tanya Kim bum

“Iya benar.” Jawab Bu Jin Hee heran

“Baiklah kalau begitu.” Kata Kim bum sambil menutup teleponnya dan tersenyum penuh arti.

Kim bum menghampiri So eun dan berjongkok membelakangi So eun.

“Naiklah kepunggungku.” Kata Kim Bum

“Apa? Kau mau apa bum – ah?” Tanya So eun heran.

“Cepat naik kalau kau mau menyelesaikan hukumanmu.” Kata Kim Bum

So eun yang masih terheran – heran kemudian mengikuti perintah Kim Bum tanpa tahu apa tujuan sebenarnya.

Setelah so eun “nemplok” dipunggung Kim Bum, Kim Bum dengan setengah berlari mengitari lapangan basket menyelesaikan hukumannya.

So eun hanya bisa tersenyum ia merasa aman karena ia bersama Kim Bum.

“Terima Kasih Bumm –ah “ bisik so eun pelan ditelinga Kim Bum.

Kim bum tidak berkata apa – apa hanya senyum mautnya yang tergambar di wajahnya.

“aku hanya tidak ingin membuatmu berada dikeadaan yang sulit, sekalipun aku tidak akan pernah mampu menyentuh hatimu, tapi setidaknya kulakukan yang terbaik untukmu” kata Kim Bum dalam hati.

Tanpa mereka sadari, Seung Ho sedari tadi memperhatikan mereka dari kelasnya. Ia merasa kesal melihat pemandangan itu. Tapi kemudian ia tersenyum penuh arti.

Tuk …. Tuk …. Tuk ….

Suara tongkat Witch Jin Hee berdendang ketika dipukulkan kemeja.

“Aku melihat kalian tadi di lapangan, aku terima cara kalian menyelesaikan hukuman kalian, tapi lain kali aku tidak akan memperbolehkan hal itu terjadi lagi.”

“Baik bu.” Jawab so eun pelan.

“Selesaikan soal ini sekarang juga, aku sudah meminta ijin pada guru olahraga supaya kalian tidak mengikuti pelajarannya, karena kalian belum mengikuti ulanganku.” Kata Bu Jin Hee yang masih berhasil membuat sport jantung. (guru yang memang tidak memiliki rasa kemanusiaan,,,, ckckckckck ……….).

“Baik bu ….” Jawab So eun dan Kim Bum berbarengan.

“Oh iya Kim Bum, aku menemukan bukumu, bukankah ini PR mu??? Kalau begitu kenapa kau mengaku tidak membawa bukumu?” kata Bu Jin Hee heran

So eun pun memandang Kim Bum heran.

“Ah ……… iya aku lupa sepertinya buku PR ku …………..sudah dikumpulkan oleh Kim Joon, tadi pagi dia meminjam buku catatanku, mungkin tertukar.” Jawab Kim bum dengan terbata – bata.

“Oh lain kali kau harus lebih teliti, seharusnya kau tidak usah dihukum. Tapi ini pelajaran untukmu supaya kau lebih berhati – hati.” Kata Bu Jin Hee.

“Baik bu. “ Jawab Kim Bum lega.

“Ugh …. Kepalaku rasanya mau pecah.” Keluh So eun setelah keluar dari ruang guru.

“Sudahlah, ini semua memang karena kesalahanmu. “ kata Kim Bum sambil menjitak kepala So eun.

“Kenapa aku disalahkan? Kau juga, kenapa kau tidak teliti kalau buku mu dipinjam oleh Kim Joon, atau jangan– jangan kau sengaja ????” Tanya So eun menyelidik yang memang tebakannya tepat.

“Te …….. tentu saja tidak, untuk apa aku sengaja dihukum?? Benar – benar tidak masuk akal.” Jawab Kim Bum mengelak.

“Sudah aku ke toilet dulu. Kau ambilkan tas ku dan tunggu aku di gerbang. “ lanjut Kim Bum sembari berlari menuju toilet.

“Ugh ……… dasar pria aku tidak mengerti apa yang mereka pikirkan.” Kata So eun dan langsung menuju kelas.

Di toilet ….

“Kau Kim bum bukan?”

Kim Bum yang kaget merasa ada orang yang menepuk bahunya langsung memalingkan wajahnya dan kaget melihat siapa orang yang dihadapannya ………………

To be continued ….

12 Tanggapan to “ROMANTIC EVE Part 1”

  1. Ay'Vtree 29 Agustus 2010 pada 3:24 PM #

    bagussssss bangetttttttttt….

  2. geill 22 Desember 2011 pada 12:57 AM #

    bagus and seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…………..
    selanjutnya…………………………..

  3. VayTeuKey 24 Desember 2011 pada 12:11 AM #

    i do anything for u kim so eun. wew bum keren bgt sech. demi so eun rela keliling lapangan. tu yg nepuk pundak bum jgn2 seung ho. mu ngapain tu org?

  4. cucancie 23 September 2012 pada 1:15 PM #

    Aku suka prolognya…bagus bgt…penasran lanjutannya..

  5. cucancie 23 September 2012 pada 1:17 PM #

    Wuahhh…kim bum kereenn…deh rela dihukum demi nemenin so eun

  6. Aurelia stevani 23 Desember 2012 pada 7:36 AM #

    Author keren…
    Ceritanya bagus..

  7. Kim Jihyun 7 Januari 2014 pada 11:42 PM #

    soeun gk peka peka nih –“

  8. Mia 30 Juli 2014 pada 11:23 AM #

    Mungkin seong ho sunbae

  9. ainami 9 Agustus 2014 pada 3:16 PM #

    diam2 mencintai…
    bum jg rela ikut dihukum… pake aksi menggendong sso lagi..

    hadeuh sso, cepatlah sadar… cintamu didepan mata tuh hehe

  10. Dela safitri 13 Februari 2015 pada 11:50 AM #

    sSo sadar dong bumppa sangattt mencintaimu.
    Sediiih.. kshn bumppa.
    Bumppa sweet bgtt ampe rela ikut di hukum, dan keren bgttt menyuruh sso nemplok di punggungnya spy hukumannya cpt seleai.

  11. Aurelia Putri 10 Juli 2015 pada 6:12 AM #

    ceritanya santai.
    di part ini konflik.nya kayaknya gk begitu berat. gk tau di next.nya
    bagus eonnie!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: